davindra Shaquille adijaya ,,, adalah seorang anak tunggal dari Narendra adijaya yang terkenal sebagai mafia kejam di seluruh jagat raya dunia hitam,
ia selalu menjadi anak kebanggaan ayah nya ,namun sejak ibu nya meninggal Narendra adijaya menikah lagi dengan seorang perempuan yang sudah memiliki satu anak , Gilbert Robert adalah saudara tirinya ,sejak saat itu kehidupan Davindra mulai berubah , kepercayaan sang ayah yang mulai memudar , kasih sayang sang ayah yang mulai luntur dan terbagi, membuat davindra tumbuh menjadi seorang yang keras kepala dan tidak mau mengalah ,,
di masa remaja nya ia menyukai gadis yang bernama
Aurora zahera ,gadis cantik dan manis yang membuat hari hari nya berwarna ,namun warna itu seketika hilang Ketika Aurora pergi dan pindah ke luar negeri ,,
mungkin kah mereka akan bertemu kembali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kartini Quen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
orang mencurigakan
Aurora membuka mata nya ,melihat di sekeliling nya , ternyata ia berada di tempat tidur rumah sakit,lalu ia pun mengingat kejadian tadi yang di alami nya ,
" Astaga ,aku sampai pingsan gini " monolognya
ketika hendak bangun , dokter Adam dan Davin yang baru masuk pun langsung berlari hendak menolong nya,
" eh , jangan gerak dulu " ucap dokter Adam
" iya ,kamu jangan banyak gerak dulu ya " tambah Davin
" pak Davin , ngapain di sini ?" tanya Aurora heran
" saya ,,,,tadi kebetulan lagi jenguk temannya Raka ,terus sekalian aja saya jenguk kamu" jawabnya bohong
" ko bisa tahu saya di sini ?"
" iya ,tadi ,, dokter Adam yang bilang ,iya kan dok?" Davin pun melirik ke arah dokter Adam , sambil menaik turunkan alisnya.
" eh ,iya ,tadi saya bilang , kalau kamu di sini " jawab dokter Adam
Aurora pun mengangguk.
"terimakasih pak udah repot repot jenguk saya di sini"
" oh ,, enggak ,nggak repot ko ,saya senang malah ,bisa jenguk kamu "
" mas Raka mana ,ko gak masuk?" tanya Aurora
" Raka , bisalah dia sedang sibuk , dengan dunia nya " jawab Davin
" karena kamu sudah sadar ,saya periksa dulu ya " ucap dokter Adam
" eh ,biar saya aja yang periksa " ucap Davin tiba tiba
Aurora dan dokter Adam pun bingung, karena Davin kan bukan dokter.
" saya ,saja pak ,ayok Ra ,saya izin periksa dulu ya "
" eh ,saya saja dok ,saya bisa ko,,
" hufffhhh
dokter Adam pun menarik napas kasar ,dan menggelengkan kepalanya.
" maaf pak ,pak Davin kan bukan dokter ,biar ini jadi tugas saya ya "
" iya pak ,biar dokter Adam saja yang memeriksa saya ," ucap Aurora
" oke , silahkan " akhirnya Davin mengerti
" bukan siapa siapa nya aja posesif gini , gimana kalau saya dah jadi pendamping nya " bisik dokter Adam
" apa kamu bilang?"
" Aurora ,luka kamu gak terlalu parah ,tapi kamu harus tetap istirahat ,gak apa apa kan kalau hari ini kamu jadi pasien dulu , sampai sore " ucap dokter Adam
" tapi dok,saya gak apa apa ko,saya masih bisa kerja"
" udah ,kamu gak usah bantah ,kali ini saya setuju dengan dokter Adam , gimana kalau kamu pulang saja , istirahat di apartemen" ucap Davin
" iya Ra ,gak apa apa kalau kamu mau pulang nanti saya urus surat izin nya "
" tapi dok ,saya masih harus periksa beberapa pasien "
" kamu tenang saja , nanti saya yang akan gantikan "
" tapi dok ,,,,,"
" udah gak usah tapi tapi ,ayok saya antar pulang," Davin pun hendak menggendong tubuh mungil Aurora ,namun Aurora langsung mendorong nya ,
" jangan macam macam ya pak " ucap Aurora
" saya cuma mau bantu kamu "
" pak Davin , kalau bapak ke sini hanya bikin Aurora gak nyaman ,lebih baik bapak pergi " usir dokter Adam
" dokter ngusir saya ,wah parah nih dokter ,saya bilang profesor ya " ancam Davin
" bukan gitu maksud saya ,, Aurora kan baru pulih dia butuh istirahat yang benar "
" maksud kamu , kalau ada saya , Aurora gak bisa istirahat yang benar , kamu jangan salah ya , Aurora ini sangat nyaman kalau saya ada di sini,iya kan Ra?" Davin minta persetujuan Aurora
" kata siapa ,udah mendingan bapak tuh ,urus kerjaan bapak aja , bapak kan CEO , harusnya kan sibuk ,buka nemenin hal yang gak penting seperti ini "ucap Aurora
" kata siapa kamu gak penting,,," tiba tiba Raka datang
" permisi pak ,kita harus segera meeting setengah jam lagi " ucap Raka
" kamu kenapa sih Raka , datang di waktu yang tidak tepat gini" gerutu Davin
" tapi pak meeting ini penting "
hufffhhh
Davin menarik napas kasar
" yaudah ,saya pergi dulu,tapi ingat tar sore saya jemput kamu "
Aurora hanya diam tak menjawab , dokter Adam pun tidak berkomentar apa apa ,,
" saya permisi dulu ya , saya udah pesankan makanan buat kamu " ucap Davin
" tapi pak,,,"
" no debat " ucap Davin dan ia pun langsung pergi
" saya juga permisi ya Mbak Aurora " pamit Raka
Aurora dan dokter Adam pun mengangguk
Davin dan Raka kini sudah ada di dalam mobil, Davin menatap Raka dengan intens,Raka yang ditatap pun jadi bingung.
" pak , bapak kenapa ,ko lihat saya begitu "
" kamu bisa gak , jangan ganggu saya , kalau saya lagi sama Ara ,saya tadi tuh ,ah hampir saja itu terjadi " gerutu Davin
Raka benar benar tidak mengerti dengan ucapan bos nya ,
" ini gimana maksud bapak , hampir apa pak ,ah saya tahu jangan jangan bapak sama mbak Aurora mau ,,,,,,," Raka menyatukan telunjuk kanannya dengan telunjuk kiri,dan Davin pun langsung paham maksud Raka.
peletak!
Davin menjitak kening Raka cukup kencang ,Raka pun meringis kesakitan
" pak ,ini kepala ,bukan kepala ,main jitak jitak aja " gerutu Raka
" lagian otak kamu tuh perlu di riset kaya nya ,biar lempeng "
" astoge pak ,ini otak saya udah secerdas ini ,masih aja di ragukan , kalau bapak mau tahu caranya menaklukkan cewek ,saya kasih resep rahasia nya " ucap Raka
" resep ,emang kamu kira masakan"
" eh , jangan salah pak ,gini gini saya alumni Mak comblang " sombong Raka
" oh kamu dulu Mak comblang , terus gimana pada jadian gak tuh ,pasien pasien kamu dulu ?' tanya Davin
" enggak pak ,ada sih ,tapi cuma satu " Jawab Raka
" hmm,,,Mak comblang yang gagal tapi minta validasi "
" hee,,,he,,, namanya juga usaha pak"
" oh iya ,kamu tuh udah punya pacar belum sih ,atau gebetan yang kamu sukai gitu?"
Raka tampak berpikir ,
" sebenarnya ada sih pak ,tapi gitulah ,dia galak banget " ucap nya
"terus , gimana ?"
" nah itu saya juga gak tahu pak,udah ah,kita harus segera sampai di kafe , Mereka pasti sudah nunggu ,"
Mika terdiam di dalam kamar nya ,malam ini adalah malam yang akan mengubah segalanya , ketika dia memutuskan untuk menuruti kemauan orang tua nya ,maka misi hidup baru akan dimulai , dia menatap langit-langit di kamar nya sambil tersenyum getir .
" gue gak nyangka , kalau mulai malam ini, gue akan memulai babak baru dalam hidup , sebuah perjodohan yang sama sekali tidak gue harapkan, dokter Adam ,saya akan tetap mencintaimu , apapun yang terjadi nanti , walaupun saya tahu hati dokter bukan untuk saya ,tapi saya yakin ,saya akan mendapatkan hati itu di waktu yang tepat ,dan untuk laki-laki yang sama sekali gue gak kenal ,gue harap lho mau kerja sama, sama gue ,buat hancurkan perjodohan ini .
Sore pun tiba ,Davin memutuskan untuk menjemput Aurora ,sesuai keinginan tadi , sementara Raka ,dia pulang ke rumah orang tua nya , Davin sampai di rumah Sakit ,ia menggunakan motor gede milik nya , karena niatnya ingin membonceng Aurora dan jalan jalan sore dulu , Davin pun turun dari motornya , Waktu hendak ke ruangan Aurora ,ia melihat seseorang memakai masker hitam ,jaket hitam topi hitam dan celana hitam mengendap endap menuju ruangan Aurora ,
" wah , siapa tuh ,gak bisa di biarkan nih ," ucap nya , kebetulan saat itu do sekitar ruangan sepi , hanya ada satu dua orang berlalu lalang,saat hendak membuka pintu , Davin langsung menarik jaket bagian belakang nya ,,
" siap lho ?" tanya nya ,
orang itu pun terlihat kaget dan langsung melarikan diri ,Davin ingin mengejar nya ,namun ia takut sesuatu terjadi di dalam kepada Aurora , akhirnya dia pun memutuskan menghubungi anak buah nya , untuk mencari orang tadi.
" hallo ringgo ,tolong kamu selidiki orang ini ,"
Davin pun mengirim kan photo orang tadi yang sempat ia potret ,,,
" siap pak Davin " ucap ringgo di sebrang sana ,,
Davin pun masuk ke ruangan Aurora dan,,,
" Aurora ,,,,,,,,,?
semoga next chapter tidak terlalu banyak yang bertebaran
biar lebih enak bacanya 😊