NovelToon NovelToon
KESETIAAN YANG DI SIA-SIAKAN

KESETIAAN YANG DI SIA-SIAKAN

Status: tamat
Genre:Tamat / Poligami / Patahhati / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.5
Nama Author: Kiki Purwanti

Ketika kesetiaan seorang istri tak berarti dimata suami. Bagaimana kah usaha Tari menghadapi pengkhianatan yang di lakukan oleh suaminya? ikuti terus kisah Tari yang ingin membalaskan rasa sakit hatinya terhadap Dimas.


"kau salah besar jika menganggapku lemah Mas, lihatlah nanti apa yang akan aku lakukan terhadapmu dan gundikmu itu! Tak ada kata maaf untuk sebuah pengkhianatan. Akan ku kembalikan kau ke tempat asalmu, dasar laki-laki tak tahu diri. Bersiaplah, kau harus merasakan rasa sakit hatiku ini berkali lipat. Ku pastiak kau akan memelas berharap kata maaf dariku. Kau telah memilih musuh yang Salah Mas!" - Mentari

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiki Purwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Mentari Pov

Setelah sampai di kantor, kembali aku melanjutkan beberapa pekerjaan lagi sampai waktu pulang tiba. Setiap pulang kantor, aku akan segera pulang dan tak pernah singgah ke tempat-tempat lain kecuali memang ada keperluan yang sangat mendesak.

Karena di rumah lah ada obat penawar dari rasa lelah yang setiap hari membelenggu, yaitu anakku Adam. Jika sudah sampai di rumah sebisa mungkin aku tak menyentuh pekerjaan apapun, akan ku habiskan waktuku bersama Adam.

◆◆◆◆◆◆◆◆◆

Setelah sampai di rumah, gegas aku membersihkan diri karena ingin cepat bermain dengan Adam. Tak lupa aku meminta Bibik untuk memasak agak banyak karena nanti Darto akan berkunjung ke rumah ini.

Usai sholat maghrib, ku lanjutkan dengan bertadarus Al-Qur'an hingga waktu isya tiba. Adam sudah terlelap saat tadi sudah ku beri ASI, sepertinya dia kelelahan karena dari pagi bermain dengan Bik Ijah, ditambah anak itu tak tidur siang katanya.

Memasuki waktu sholat isya, ku sudahi membaca Al-Qur'an. Adzan menggema di masjid dekat rumahku. Ku resapi suara adzan yang menenangkan hati. Setelah iqomah berkumandang, gegas ku laksanakan sholat isya.

Saat sedang membereskan sejadah dan mukena yang ku gunakan untuk sholat, Bik Ijah datang memberitahukan bahwa Darto sudah menunggu di bawah. Ku minta pada Bik Ijah agar Darto menungguku sebentar.

Usai sajadah dab mukena rapih, ku ambil hijab instan di laci khusus hijab. Gegas ku turun ke bawah untuk menemui Darto.

"Assalamualaikum Bu" ucap Darto

"Waalaikumsalam" jawabku

"Darto sebaiknya kita makan malam dulu. Saya sudah lapar" lanjutku lagi

"Tak usah Bu, saya nunggu di sini saja. Kalau Ibu mau makan dulu silahkan"

"No! Kamu harus ikut makan, Bik Ijah sudah memasak banyak. Tenang saja kita tak makan berdua, tapi ada Bik Ijah juga dua pengawal di sini yang akan makan bersama kita"

Memang, setiap hari aku makan bersama Bik Ijah dan pengawal. Aku tak mau makan sendiri karena itu terlalu sepi, aku tak pernah membeda-bedakan makanan yang ku makan dengan para pegawaiku. Kami pasti makan makanan yang sama.

◆◆◆◆◆◆◆◆◆◆

Sampai di ruang makan, sudah ada Bik Ijah dan dua pengawal. Aku dan Darto pun ikut bergabung, kami makan tanpa ada yang berbicara. Masakkan Bik Ijah memang tiada duanya, setiap apa yang diolah oleh Bik Ijah pasti rasanya akan sangat enak.

Selesai makan malam bersama, aku dan Darto kembali ke ruang tamu. Ku minta Bik Ijah membuatkan minuman dan membawa beberapa camilan.

"Jadi, apa yang hendak kau sampaikan Darto?" ucapku to the point

"Sebelumnya maaf jika saya lancang ingin bertemu langsung dengan Bu Tari. Tapi ini info yang sangat penting sekali, saya tak bisa menyampaikan lewat telfon atau pesan WA" jawab Darto

"Tak apa jika memang itu sangat penting, jadi info apa yang kamu dapat?"

"Yang pertama, jadi memang Maya dan Bayu masih berhubungan intens Bu. Maya akan menemui Bayu secara diam-diam tanpa sepengetahuan Pak Dimas. Selain itu Maya sudah menemukan dukun baru lagi yang bisa membantu Maya dalam mengendalikan Pak Dimas. Sepertinya Pak Dimas akan susah lepas dari pengaruh Maya. Dan ini, video yang saya ambil secara tak sengaja saat saya bertemu dengan Maya dan Bayu di sebuah cafe" ucap Darto sambil memberikan gawainya

[Jadi, bagaiman perkembangannya baby? Sudah kau taklukan si Dimas itu?]

[Untuk soal itu sudah pasti Dimas akan takluk kepadaku, ajian yang di berikan oleh Mbah Yanto memang terbaik. Sayangnya dukun tua itu malah menghilang entah kemana, benar-benar sialan] terdengar Maya memaki dukun yang sudah Radit berikan sejumlah uang dan sepeda motor.

Lanjut ku tonton lagi video tersebut.

[Ha ha ha, kau masih merajuk soal itu sayang? Bukankah sekarang aku sudah mengenalkanmu dengan dukun yang lebih sakti lagi? Ayolah, pasti dengan dukun ini, semua yang kita rencanakan akan berjalan mulus. Apalagi, susuk yang kau pakai lebih Bagus dari yang dukun tua itu berikan kan?"]

[Ya benar, buktinya aku lebih bisa mengendalikan si Dimas bodoh itu. Sekarang, aku ingin menghancurkan si Tari itu. Dia sama saja dengan Ibunya yang sok itu, memecatku dengan cara seperti ini. Aku ingin dia hancur sehancur-hancurnya] ucap Maya dengan penuh kemarahan

[Tenang baby, kita akan lakukan itu semua. Jadi mana dulu yang akan kau eksekusi? Bandot tua alias ayah Tari, Tari atau anaknya terlebih dahulu yang harus kita singkirkan?"] tanya Bayu pada Maya

[Sepertinya lebih seru kita eksekusi dulu si bandot tua itu. Setiap jum'at biasanya dia akan pergi ke perusahaan untuk mengecek kinerja para karyawan. Kebetulan 2 hari lagi dia akan kesana. Jadi kita bisa mengeksekusinya, seperti biasa kau yang harus mengeksekusinya] ucap Maya lagi

[Oke, kau tenang saja. Itu akan menjadi urusanku, sekarang aku tidak akan membuatnya seolah kecelakaan. Karena itu terlalu beresiko karena sekarang di jalan-jalan sudah banyak CCTV yang terpasang] ucap Bayu yang kulihat sambil meminum minum yang tersaji di sana.

Masih ku simak video itu, karena video ini lumayan memiliki durasi yang panjang. Darto memberitahu bahwa ia mendapatkan video tersebut secara tak sengaja, saat itu dia sedang makan di sebuah cafe dan di situlah ia bertemu dengan Bayu dan Maya.

Kembali ku tonton video tersebut.

[Aku akan berpura-pura meminta bantuan nanti karena mobilku mogok, setelah itu aku akan memberikan sebotol minuman untuk bandot tua itu. Tentunya dengan mencampurkan obat yang sudah aku beli. Ini obat semacam sianida.]ucap Bayu sambil memperlihatkan sebotol kecil obat.

[Bagus, good job baby. Kau memang selalu bisa aku andalkan. Tak salah jika aku sangat mencintaimu honey] jawab Maya dengan nada yang dibuat manja.

Aku yang mendengar itu seketika merasa muak dan jijik, kelakuan Maya benar-benar murahan.

[Tentu saja aku selalu bisa kau andalkan, sekarang aku meminta kepuasan darimu. Aku sudah merindukan setiap inci tubuhmu itu] ucap Bayu

[Oke, akan ku puaskan dirimu honey] jawab Maya dengan mengamit tangan Bayu.

Terlihat mereka meninggalkan cafe tersebut. Seketika rasa mual ini semakin menjadi melihat kelakuan mereka. Astagfirullah, sungguh mereka benar-benar bi*d*b.

◆◆◆◆◆◆◆◆◆

Ku minta Darto mengirimkan video tersebut ke no ku, satu lagi bukti kejahatan Maya aku dapatkan. Ini akan semakin memberatkan Maya nantinya jika aku melaporkannya ke pihak berwajib. Tapi nanti, sekarang belum saatnya.

"Ibu tenang saja, hari jum'at nanti saya akan berjaga di rumah orang tua Ibu. Saya akan kawal beliau tanpa sepengetahuan. Jika benar Maya akan berbuat seperti itu, saya siap melindungi Ayah Bu Tari" ucap Darto penuh ketegasan.

Memang tak salah aku memperkerjakan Darto sebagai mata-mataku. Kemampuannya tak perlu diragukan lagi, totalitas dalam mengembangkan tugas pun dilakukan dengan sangat baik. Selain itu juga dia mempunyai kemampuan ilmu bela diri yang mumpuni.

◆◆◆◆◆◆◆◆

Saat Darto akan pamit undur diri, terdengar keributan dari arah luar. Oh, ya tuhan ada apa lagi ini? Batinku menerka.

Saat aku melihat ke arah pintu, ternyata lelaki tak tahu diri itu yang datang bersama gundiknya. Ingin rasanya aku membunuh wanita itu, tapi akal dan logika ku masih waras.

Lihatlah nanti Maya apa yang akan ku lakukan padamu, batinku.

Bersambung....

1
reni puspitasari
Luar biasa
Nadira ST
si Arman penipu
Nadira ST
Maya gak bakalan bisa kabur kemana2,tubuhnya membusuk
Nyai Sri Rahayu
luar biasa
Nyai Sri Rahayu
Biasa
Lidya Susanti
Luar biasa
suka-suka saya
itu mulu omongannya, tpi gk pernah ambil tindakan, gmna sih bikin emosi si tari ini njirr
Bunda Iwar
Luar biasa
Mega Baiq
kurang seru,masak klining servis mnkh SM ceo
Maria Magdalena Indarti
Dimas bs di rukiyah spy lepas dr jin/ pocong. semoga sembuh amin
Maria Magdalena Indarti
Dimas..... Dimas...... depresi tho uangmu dibawa lari arman
Maria Magdalena Indarti
Maya.... achirmu mengerikan
Maria Magdalena Indarti
Dimas kay tuai apa yg kau tabur. ga ingat anak istri
Maria Magdalena Indarti
gila Dimas percaya banget sm Arman. penipu. yah rasakan nti dimas
Tita Sibungsu Baping
nah kan korban baru lagi..lagian tari udah ada bukti kuat buat mereka berdua masuk penjara malah nanti dan nanti aja
Tita Sibungsu Baping
ya ampun tari dari awal cuma nanti dan nanti aja.keburu ada korban lagi baru nyaho
Maria Magdalena Indarti
Bayu sdh pergi. dimana nih Maya. apa Dimas ga kena juga kan pake pocong tuh
Yati Syahira
senangat ancurin dimasnya
Yati Syahira
woow kaki mokondo pengkhianat ntar dicabut fasilitas semuanya dgn elegan ,kismin
Maria Magdalena Indarti
puji t Tuhan.... ayah Tari disembuhkan para ustadz amin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!