NovelToon NovelToon
Janji Suci Yang Ternoda

Janji Suci Yang Ternoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:831
Nilai: 5
Nama Author: Acaciadri

Aku Nadia istri dari Mas Afif dan ibu dari Bintang. aku istri yang setia, yang selalu berusaha melayani suamiku dengan baik, menemaninya dari nol. aku juga ibu yang baik untuk anakku Bintang. singkatnya aku berusaha menjadi yang terbaik untuk suami dan anakku.

Namun di saat pernikahanku yang ke tujuh, Mas Afif memberikanku kejutan besar, dia membawa seorang wanita lain ke dalam rumah tangga kami, namanya Laras dan anak tirinya bernama Salsa, yang Bintang selalu bilang kalau anak itu adalah anak tercantik di kelasnya.

cerita perhianatan dan kebangkitan Nadia dari penghianatan suaminya.

happy reading All❤️ bantu support cerita pertama saya ya, trims🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Ku kira dia akan makan makanan yang sudah di masak oleh bibi dan kebetulan masih tersisa, sehingga aku menyimpannya di dalam kulkas takut basi dan tinggal di panaskan saja, tapi ternyata Darel malah memasak sendiri__dia memasak mie instan dengan campuran bakso dan sayuran dan baunya begitu wangi sekali, sampai menggoda cacing-cacing yang ada di dalam perutku. Padahal aku sudah makan bersama anak-anak dan juga bibi, tak lupa juga dengan beberapa potong martabak yang tadi di belikan oleh Darel, ahh mungkin karena aku hamil, ya? Makanya aku tidak bisa kenyang begitu saja dan sekarang masih menginginkan asupan makanan, apalagi melihat mie instan yang sudah di oleh Darel terlihat seperti makanan enak dan mewah di mataku. Sumpah demi apapun, itu hanya semangkuk mie instan yang hanya di tambahkan toping sayuran dan juga bakso saja, tapi kenapa terlihat begitu menggiurkan di mataku?

“Kak mau?.“Tawarnya yang seolah paham apa yang ada di hatiku. Ada sebersit rasa kasihan, terlebih Darel memasakmya sendiri, padahal kalau mau di bisa langsung makan dengsn nasi hangat yang ada di magic com dan juga lau pauk yang ada di tudung saji.

“Eum gak usah, aku mau tidur kok.“Jawabku sambil melengos pergi begitu saja dengan menahan rasa lapar yang semakin membustku perutku sakit, ehh. Kenapa sih jarus lapar di tengah malam seperti ini? Padahal aku kan sudah makan, sudah nyemil juga.

Kakiku terhenti tatkala ku dengar Darel bersuara kembali.

“Kak, sepertinya mie ini tidak akan habis deh, soalnya aku mau minta lauk di rumah ini, boleh kan?.“Tukasnya dan membuatku membalik badan lalu bertatapan dengan wajah lelahnya, Darel terlihat bersungguh-sungguh saat mengatakannya dan membuat harapanku membesar, meingjnan untuk memakan mie buatannya pun membuat bibirku gatal dan lidahku sudah tak tahan ingin memakannya, ah sial. Kenapa aku tidak bisa mengendalikan hasrat ingin makan mie buatan Darel ya?

“Mie bisa kita bagi dua, eh enggak deh, kayaknya aku pingin makan lauk rumahan aja, udah kangen masakan rumahan soalnya, di luar kota mah boro-boro bisa makan makanan kayak gitu..“

Ok, ucapan Darel seolah lampu hijau buatku dan tak bisa ku tolak tentunya, apalagi Darel sendiri yang menawarkan, maka tanpa babibu aku pun kembali berjalan ke dapur dan menuju semangkuk mie ysng masih mengepulkan asapnya, sederhana yang hanya dengan toping bakso dan sayuran, tapi kenapa di mataku tampak istimewa sekali? Dan kenapa air liurku bergemuruh begini?

Dengan kedua mata berbinar serta sneyum tipis di bibir, aku menatap Darel.

“Beneran?.“Tanyaku memastikan dan di jawab cepat oleh Darel. Aku pun duduk di kursi dan segera mengsmbil satu gelas kosong yang sedang ku isi air mineral laku menarik mangkuk mie yang Darel telah masak, baru satu suapan, aku kembali meletakan sendok dan garpu dan kini tatapanku lurus ke arah Darel.

“Beneran kan?.“Tanyaku sekaliagi dan Darel menjawabnya dengan anggukan cepat, lalu aku kembali memakan mie buatannya dan Darel sudah mulai bergabung dengan sepiring nasi yang masih mengepulkan asap juga dengan lauknya yang sempat di panaskan selama beberapa menit tadi.

©©©

Siang ini aku, bibi, Darel, Arthur dan Bintang pun ke mall. Tentu bukan keinginan kami, tetapi melainkan Arthur yang juga di dukung oleh Bintang. Katanya mereka sudah kangen mall dan ingin main ke time zone.. heuhh.. awalnya aju tidan mau, tetapi menjadi mau tatkala di bujuk sedemikian rupa oleh Bintang dan juga Arthur, ku kira hanya akan ada aku dan bibi, tetapi ternyata Arthur dan Bintang pun malah mengajak Darel. Gak papa sih, cuman agak gimana ya? Masalahnya takut tentang penolaian orang lain terhadap aku dan dia, apalagi kan Darel duda sedang sku masih terikat dengan Afif, tapi bibi berkata supaya aku tidak memikirkan ucapan orang lain, toh katanya aku pun tidak sendiri, melainkan dengan bibi juga.

“Kita duduk aja lah, Nad. Lagian ada Darel.“Tukas bibi sambil menggiringku pada sebuah kursi yang tepat berada di depan time zone, sementara Arthur, Bintang dan Darel sedang mengantre untuk membeli koin__aku mengangguk sambil mengalihkan tatapanku ke depan, hari oni weekend, jadi mall cukup di padati oleh orang-orang dan sepertinya memang memilih untuk menghabiskan waktu ke time zone, seperti yang di lakukan oleh Arthur, Bintang dan Darel.

“Rame ya, bi?.“Tanyaku dengan senyum kecil dan menoleh pada bibi.

“Iya ya? Ehh, kamu gak pingin apa gitu Nad? Siapa tahu kan? Mumpung di mall juga..“Ujarnya yang membuatku tak menyahut dan kedua bola mata bergerak-gerak gelisah, sampai ekor matanya menangkap sebuah baliho dengan nama makanan yang menurutku terlihat menggiurkan dari gambar yang terpasang.

“Bi, mau itu deh.“Ucapku sambil menunjuk poster itu, lalu bibi pun ikut menoleh pada gambar yang ku maksud, kepalanya geleng-geleng dua kali dengan kedua bola mata membeliak, sepertinya cukup syok dengan makanan yang ku inginkan saat ini.

“Yakin kamu, di mall gini pingkn seblak? Bukannya di rumah dan di pereempatan jslan ke rumah bibi pun ada ya, yang jualan seblak?.“Tanyanya yang membuatku mengangguk cepat dengan senyum terkembang di bibir.

“Katanya semalam baru aja makan mie.“Ujar bibiku yang membuatku mengangguk semangat.

“Iya, terus gak boleh makan seblak?.“Mendadak nada suaraku terdengar lemas, padahal di benakku sudah terbayang rasa dari makanan yang ku mau seenak apa.

“Ya gak papa dih, cuman kurang-kurangin makanan kayak gitu, gak baik untuk kesehatan ibu dan janinnya!.“

Aku menunjukan wajah terlihat ingin di kasihani pun dengan tatapan yang terlihat begitu putus asa, sampai bibi pun mengangguk walau di sertai dengan helaan nafas kasar yang terdengar.

“Tapi ini yang terakhir, ya? Pokoknya gak boleh sesering itu makan makanan kayak gitu.“

“Siap bos, ini yang terakhir, aku janji.“

Bibi menghela nafasnya panjang, lalu tatapannya kembali pada Arthur, Bintang dan juga Darel yang sudah kembali dari mengantri koin dan saat ini ketiga orang itu mulai masuk ke bagian dalam, mungkin mereka akan mencari-cari permainan yang ingin mereka mainkan.

“Yaudah ayo, tapi izin dulu sama semua.“

“Iya, beres.“

©©©

Jalan-jalan yang cukup menyenangkan sekali, bahkan tak henti-hentinya Arthur dan Bintang menyunggingkan senyum lebarnya yang di sertai dengan anggukan kepala beberapa kali, aku bahagia melihat mereka bahagia seperti itu, apalagi aku bahagia karena Bintang sepenuhnya sudah bisa bahagia dan hidup baik-baik saja, meski perceraian orang tuanya di depan mata.

Aku beruntung memiliki orang-orang baik yang senantiasa mendukung dan mrmbersamai aku, bahkan mereka menjadi penyemangat diriku di saat terpuruk dan di saat aku akan memulai segalanya dari awal. Aku tahu ini tak mudah, tapi aku berusaha untuk tetap menjalaninya dengan ikhlas.

“Papa mau ice cream.“Ujar Arthur yang segera membuat lamunanku buyar dan kini atensiku teralih sepenuhnya psda Arthutlr ysng memegang erat tangan Darel di sebelah kiri dan Bintang memegangi tangan Darel di sebelah kanan. Mereka benar-benar mirip ayah dan anak betulan lho, ughh sebetulnya aku juga sudah mengajak Bintang untuk berjalan di sampingku dan menggenggam tanganku saja, namun anak itu menolak dan bilang mau sama Darel, untungnya Darel tidak keberatan sama sekali dan untungnya Darel juga memperlakukan Arthur dan Bintang dengan sama adilnya.

Aku tahu kenapa Bintang mau dengsn Darel, karena Bintang sejujurnya merindukan sosok ayah yang selama ini ia rindukan, sosok ayah betulan yang bukan hanya ada raganya, tapi tidak berfungsi sama sekali, kecuali mengirimkan uang. Yaitu, sosok ayah ysng benar-benar ada untuk anaknya serta menyayangi anaknya setulus hati.

“Bintang lho, sama siapa kamu??.“Tanya seseorang yang membuat tubuhku membeku seketika.

1
Aether
BUNUH SEMUA IBU IBU YANG ADA DISANA.. BUNUH LARAS DENGAN CARA MEMBUNUH YANG PALING SADIS
Anonymous
JLEB
Anonymous
afif goblok
Anonymous
anying Juz 30 doang berasa bisa si paling adil
Dewi Sri Astuti: wkwkwkwk🤭🙏
total 1 replies
Anonymous
diem bocil
Dewi Sri Astuti: hahaha🙏
total 1 replies
Dewi Sri Astuti
Yuk kasih bintang lima dan komennya, biar author semangat🙏😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!