NovelToon NovelToon
Jagoan Di Tanah Sunda

Jagoan Di Tanah Sunda

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Ahli Bela Diri Kuno / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Panel Bola

Kisah ini menceritakan tentang seorang anak yang bernama Darman dan lebih di kenal dengan nama si rawing, dia adalah anak dari seorang jawara silat, tapi sayang bapaknya meninggal akibat serangan kelompok perampok yang datang ke desanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Panel Bola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak pungut si Bewok

"Itu, bukannya si Kartika.?" ucap si kurus sambil menunjuk ke arah depan pintu rumah.

Si gendut melihat kearah yang di tunjuk oleh si kurus, "benar, itu memang si Kartika, hahah akhirnya kita menemukan dia, ayo kita tangkap dan bawa dia kembali ke markas."

Mereka berdua lalu berjalan ke arah Kartika.

"haha, akhirnya aku menemukanmu Kartika." ucap si kurus.

Melihat ke arah suara, Kartika terkejut, dia tidak menyangka kalau anak buahnya si Bewok bisa menemukannya disini.

"Mau apa kalian datang kesini?" ucap Kartika dengan ketakutan.

"haha, tentu saja, kami berdua mau membawa kamu pulang Kartika."

"haha, seharusnya kamu merasa senang, karena kamu akan menikah dengan bah Bewok, bukan malah kabur." si gendut juga menimpali.

Saat melihat ke arah pintu yang terbuka, mereka terdiam, karena mereka melihat ada laki-laki muda yang sedang berbaring di dalam rumah.

Meskipun mereka berdua belum pernah melihat Si Rawing, tapi saat melihat laki-laki yang berbaring di dalam rumah itu mereka bisa menebak kalau dia itu adalah Si Rawing, karena mereka berdua mengetahui ciri-ciri pisik Si Rawing yang memiliki sepasang tangan yang gelap seperti habis terbakar.

"sepertinya laki-laki itu adalah Si Rawing." bisik si kurus.

"iya, tapi dia sedang apa disini, bukannya dia sedang berada di markas kita untuk menantang bah Bewok?"

"iya, mungkin dia sedang terluka, karena kalah melawan bah Bewok, lalu kabur ketempat ini."

"kalau memang dia sedang terluka, kita bunuh saja dia, lalu bawa si Kartika kembali ke markas."

"kalian cepat pergi dari sini, kalian tidak akan pernah bisa membawa aku kembali ke tempat terkutuk itu." ucap Kartika.

"haha, tentu saja kami berdua akan pergi dari sini, tapi kami harus membawa kamu juga dan membunuh orang yang ada di dalam rumah itu."

"jangan banyak bicara lagi, kamu bunuh Si Rawing, sedang aku akan membawa si Kartika." ucap si gendut.

Mereka berdua berjalan ke arah Kartika, tapi langkah mereka terhenti, saat ada sosok yang tiba-tiba menghalangi jalan mereka.

"hehe, kalau kalian mau membawa murid ku, kalian harus melangkahi mayat aku dulu."

Sosok yang datang itu tidak lain adalah nenek Iswari.

"Siapa kamu.? kamu jangan menghalangi kami, kamu belum tahu siapa kami, kami adalah anggota kelompok Macan Liar, jadi lebih baik kamu segera menyingkir dari sini sebelum kami habisi kamu."

"hehe, hanya cecunguk saja sudah berani kurang ngajar di depan aku, Iswari si pendekar wanita terhebat."

"ternyata kamu sudah bosan hidup nenek peot, rasakan ini, hia."

Sebelum mereka berdua bergerak menyerang, nenek Iswari sudah lebih dulu bergerak, tongkat di tangannya langsung menyerang bagian tulang rusuk si gendut, lalu menyerang ke arah tulang keringnya si kurus.

"Buk, buk."

Kedua orang itu langsung terlempar.

"Hehe, lebih baik kalian pergi dari sini, sebelum aku berubah pikiran."

Mereka berdua jadi ketakutan, sambil menahan rasa sakit mereka langsung pergi meninggalkan tempat itu.

Hati Kartika jadi lega, sebab gurunya datang tepat waktu, dia lalu mendekat ke arah nenek Iswari, "untung saja nenek cepat pulang, kalau terlambat sedikit saja mungkin aku akan di bawa oleh mereka."

"hehe, mereka hanya cecunguk saja Kartika, sebenarnya nenek tadi merasakan pirasat buruk jadi cepat-cepat pulang, ayo kita lihat si Rawing, siapa tahu dia sudah sadar."

Mereka berdua lalu masuk kedalam rumah, kebetulan Si Rawing baru saja sadar dari pingsannya.

Si Rawing melihat ke arah nenek Iswari dan Kartika, kedua tangannya memegangi kepalanya yang masih terasa sakit, "kenapa kepala aku terasa sakit sekali.?"

Nenek Iswari menarik napas panjang, di merasa kasihan melihat Si Rawing seperti itu, "emmm, kamu harus bertahan Rawing, terus terang nenek juga tidak tahu obat penawar racun beruang roban itu, daya tahan kamu memang hebat Rawing, kalau saja yang terkena racun itu orang lain, mungkin dia sudah lama mati."

Si Rawing jadi teringat saat bertarung melawan si Bewok, si Bewok menyemburkan bubuk racun ke mukanya, bahkan si Bewok berkata kalau dia tidak akan bertahan lama karena sudah terkena racun beruang roban.

Wajah Si Rawing jadi penuh amarah, sambil menahan rasa sakit dia berkata, "Aduh, si Bewok benar-benar licik, dia yang telah menggunakan bubuk racun beruang roban saat bertarung denganku, aku tidak pernah menyangka kalau dia akan menggunakan cara licik seperti itu."

Kartika dan nenek Iswari saling tatap, mereka berdua terkejut mendengar perkataan Si Rawing yang menyebut nama si Bewok.

Kartika jadi penasaran, lalu bertanya kepada Si Rawing, "ternyata kang Rawing sudah bertarung melawan bah Bewok, memangnya kang Rawing mempunyai masalah apa dengan bah Bewok.?"

"akang itu salah satu korban kejahatan dia Kartika, ibu akang di bawa pergi, terus bapak akang yang bernama Wira Karta mati ditangan si Bewok, jadi akang telah bertekad untuk membuat perhitungan dengan si Bewok, tapi tidak di sangka, saat pertarungan berlangsung dan akang ada di posisi unggul, si Bewok menggunakan cara licik, dia menyemburkan bubuk racun beruang roban kemuka akang."

"bah Bewok memang sengaja menyediakan macam-macam racun yang berbahaya bagi lawannya, bah Bewok itu orang yang selalu menghalalkan segala cara agar tujuannya bisa tercapai."

"kenapa kamu bisa tahu dengan sikapnya si Bewok Kartika.?"

"karena Kartika anaknya bah Bewok."

Si Rawing langsung berdiri saking terkejutnya saat mendengar Kartika menyebut kalau si Bewok itu bapaknya, "jadi kamu itu anaknya si Bewok? Tapi kenapa kamu ada disini?"

Nenek Iswari tersenyum, lalu berbicara mewakili Kartika, "hehehe, Kartika bukan anak kandungnya si Bewok Rawing, tapi anak pungut, jadi seperti ini ceritanya Rawing."

Nenek Iswari lalu menceritakan tentang perjalanan hidup Kartika kepada Si Rawing, setelah merasa cukup nenek Iswari menutup ceritanya, "jadi seperti itu, jadi nenek mengajari Kartika ilmu silat agar tidak mudah di tindas oleh kaum laki-laki, meskipun perempuan, tapi kita juga harus bisa menjaga diri."

"Si Bewok benar-benar tidak punya otak, untung saja Kartika kabur dari sana, kalau tidak, kita tidak akan bertemu disini. Kalau memang kamu anaknya pungutnya si Bewok, kamu kenal tidak dengan wanita yang bernama Ningsih?"

Tentu saja bagi Kartika nama Ningsih sudah tidak asing baginya, bahkan dia sudah menganggap Ningsih ibu kandungnya.

Kartika lalu menceritakan kepada Si Rawing kalau Ningsih telah pergi meninggalkan tempat kelompok Macan Liar karena di telah di usir oleh si Bewok, Awalnya Kartika juga berniat mencari Ningsih tapi dia tidak tahu kemana Ningsih pergi, sampai akhirnya dia bertemu dengan nenek Iswari.

1
Simoncelli
mantap
anggita
ok👌thor, terus berkarya tulis moga novelnya lancar.
anggita
klo Sunda 'Emang, nek Jowo 'Pak Lik' klo Batak Tulang atau Amang😁🙏.
anggita
ikut dukung ng👍like aja.,👆👆2iklan buat novel laga lokal.
Zan zan: terimakasih kak
total 1 replies
anggita
awalnya Macan Liar... tapi biasanya nanti bisa jadi macan jinak🤭.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!