Chun Yi Seorang Dokter jenius sekaligus pembunuh bayaran yang tiada tandingannya. Akhirnya Dia harus mati mengenaskan di tangan keluarga pasien yang salah duga. Teman dekatnya yang sama-sama menjadi Dokter melakukan operasi jantung pada seorang pasien . Namun entah mengapa, malah membuat Si pasien meninggal Dunia, keluarga pasien tak Terima, dia mencari sang Dokter, tapi malah bertemu dengan Chun Yi Dan menusuk dadanya. Hingga mengenai jantung yang membuat Dia mati muda . Dan saat Dia terbangun lagi , Dia berada di tubuh seorang gadis yang terkenal buruk rupa serta bodoh . Yang memiliki nama hampir sana yaitu Song Chun Yi (lagu musim semi) . Dia di benci semua orang Karena Dia tidak memiliki bakat Dan tidak bisa berkultivasi. Dia berwajah buruk karena di wajahnya terdapat tanda lahir hitam besar di pipinya. Semua itu membuat dia di benci dan di kucilkan oleh keluarga maupun masyarakat . Bagaimana kisa selanjutnya si gadis Chun Yi ,Kita baca sam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENYAKIT TABIB XIO DAY
Mereka berdua duduk dengan tenang di ruang yang sepertinya ruang Kerja sang Tabib. mereka menunggu tabib Xio Day selesai melakukan Praktek . Sebenarnya Chun Yi juga heran, kenapa Tabib Xio Day hanya menerima tiga pasien saja dalam satu hari . Kenapa harus membiarkan banyak pasien berharap banyak padanya lalu kecewa.. Tapi ya Sudahlah.. bukankah itu masalah Tabib Xio Day sendiri . untuk apa dia harus menghakimi beliau, pasti ada sebabnya tabib tersebut melakukan semua itu . Namun tak lama terlihat sang kasir tadi masuk kembali kedalam ruangan itu dengan membawa Minuman dan makanan kecil. Dia menaruh minuman dan makanan yang dia bawa di depan Chun Yi dan sang Kakak.
" Maaf kami hanya punya ini, kalian nikmati dulu makanan dan minuman ini sambil menunggu Tuan kami selesai bekerja.." ucap Sang Kasir ramah.
" Tidak usah repot - repot Tuan... Kami akan menunggu Tuan anda. Sebab kami butuh akar tanaman itu... " Ucap Chun Yi.
"Kami tahu... Ya sudah saya pergi dulu.. maaf jika anda harus menunggu tuan Kami.. " Ucap Pria paruh baya itu dengan sangat sopan.
"Silahkan tuan.. ? " ucap Chun Yi Dengan sikap sopan kasir tadi segera keluar meninggalkan Chun Yi Dan Yun Baimin
Setelah kepergian Kasir tadi, Mereka berdua duduk dengan tenang di ruangan kosong tersebut. Hampir satu jam kemudian, Mereka melihat si kasir datang bersama seorang Pria paruh baya dengan tubuh agak kurus, Sikapnya terlihat agak dingin tapi sorot kelelahan terlihat di matanya. wajahnya Pucat seperti seseorang yang lama tidak terpapar sinar matahari. namun Chun Yi masih bisa melihat kalau tubuh itu terlihat sedikit ada masalah di dalam tubuhnya. Di bawa mata Pria itu . ada lingkaran hitam di matanya dan juga wajah Dan kulit Pria itu sedikit Pucat . Dan saat Pria itu berjalan mendekati mereka. Chun Yi bisa melihat kalau matanya tidak terlalu jernih . seperti ada kabut tipis menghalangi pandangannya melihat itu Chun Yi sudah bisa mengetahui kalau Pria paruh baya ini sakit . Tapi Dia salut karena Dia masih mampu bekerja.
"Apakah karena ini Dia hanya menerima tiga pasien saja dalam satu hari ... " ucap Chun Yi dalam hati. Chun Yi dan sang Kakak berdiri .
"Tabib Xio Day , Selamat malam... " Sapa Yun Baimin. Sedangkan Chun Yi hanya menunduk sedikit memberi hormat pada yg lebih tua.
"Kalian siapa dan mau apa...?Kalau mau berobat, maaf aku tidak bisa.. " Ucapnya datar.
"Saya tidak ingin berobat. Saya ingin menjual barang dan Juga membeli ramuan obat . Apakah tuan kepercayaan anda ini belum memberi tahu anda maksud kedatangan saya..? " Tanya Chun Yi datar.
Melihat sikap seseorang yang tidak menghargai kita, Chun Yi juga tidak ingin banyak bicara
"Oo...Ternyata kalian yang akan menjual Lingsi ribuan tahun itu..? aku Fikir kalian pasien yang ingin meminta pengobatan ..maaf kalau aku salah sangka..." ucap Pria paruh baya itu dengan sikap sedikit ramah.
"Apakah kalian memiliki banyak bahan obat itu..? " Ucap Tuan Xio Day sambil menatap Chun Yi dan Yun Baimin dengan tatapan tak percaya .
"Sebelum saya menjual barang saya, saya mau membeli dua ramuan obat yang saya butuhkan , Yaitu akar bunga Mandra dan Roh bunga tuju warna. Jika kalian punya, saya akan membelinya berapapun harganya. " ucap Chun Yi
" Akar bunga Mandra dan Roh bunga tuju warna...? Kalau akar bunga Mandra saya Punya. Tapi Roh bunga tuju warna saya tidak punya. Tanaman obat itu sangat langka dan Sulit di cari..." Ucap Tabib Xio Day. Dia lalu menyuruh kasir tadi untuk mengeluarkan akar bunga Mandra .
Tak berapa lama si kasir tadi telah masuk kembali kedalam ruangan itu dengan membawa sebuah kotak kecil berwarna Coklat Tua . Pria itu segera memberikan pada Tuan Xio Day . kini di depan Chun Yi terlihat sebuah kotak yang terbuat dari kayu Cendana
"Ini Akar bunga Mandra...anda bisa memeriksanya..." ucap Pria paruh baya itu . Perlahan Chun Yi mendekati kotak tersebut dan mengulurkan tangannya untuk Melihat isi dari kotak tersebut
"Tunggu. apakah aku bisa melihat Lingsi yang kau miliki. ?" ucapnya datar.
"Maaf aku lupa..." ucap Chun Yi dia segera mengeluarkan Sedikit Lingsi yang memang ingin dia jual dan segera dia taruh di atas, meja
"Anda bisa melihatnya. " ucap Chun Yi . Setelah itu Doa mengambil kotak Coklat yang ada di meja tersebut . Dan setelah Kotak terbuka, Dia melihat Akar bunga Mandra berada di dalam kotak tersebut. Setelah memeriksa akar tersebut, Chun Yi tersenyum.
" Baiklah saya akan membeli akar bunga Mandra ini . Dan Saya akan menjual Lingsi yang saya miliki, " ucap Chun Yi sambil kembali menaruh Kotak tersebut di atas meja. lalu Dia menatap pria paruh baya itu dengan wajah tenang .
Sebenarnya selain jamur Lingsi, masih ada banyak tanaman langka di dalam Istana Biku . Sedangkan Lingsi yang dia jual sekarang ini, merupakan sebagian kecil dari jamur Lingsi yang Dia miliki . besarnya jamur Lingsi yang Chun Yi miliki. sangatlah besar . Namun Chun Yi tahu kalau tanaman itu sangat langka Dan sulit di dapat . Sedangkan di dalam ruang Istana Biku miliknya ada beberapa Jamur lainnya . Dan semua tanaman atau Jamur itu, berumur ratusan atau jutaan tahun lalu . Sedangkan Tabib Xio Day sangat kaget Dan terlihat matanya berbinar dengan gembira.
" Waah.. Ini benar - benar Lingsi berumur ribuan tahun. Nona... Apakah anda masih punya banyak jamur ini...? " Tanya tabib Xio Day dengan wajah gembira.
"Masih ada. Tapi saya hanya bisa memberikan sebanyak itu dulu pada anda..."Ucap Chun Yi.
"Lalu berapa anda berani membayar jamur ini Tuan Day... " Tanya Chun Yi.
"Saya berani membayar lima ratus ribu keping emas untuk jamur ini.. " Mendengar perkataan Tuan Xio Day, Chun Yi hampir berteriak kaget. Untung saja Dia masih bisa menahan teriakan yang hampir keluar dari mulutnya. Bagaimana tidak kaget, hanya seperempat kecil saja, dia bisa menghasil kan Lima ratusan ribu keping emas. Lalu Jika Dia bisa menjual Jamur Lingsi yang segede meja itu , dia bisa menghasilkan berapa keping emas.. Lagi pula di hutan Gelap Dia sudah mengumpulkan lebih dari Lima jamur Lingsi yang memang agak sulit dia dapat kan. Mungkin juga di sana Jamur seperti itu sudah sulit di dapatkan lagi.
"Apakah masih kurang Nona, baiklah aku akan membeli dengan harga tuju ratus ribu keping emas ucap Tuan Xio. Mendengar Harganya di naikkan, Chun Yi cepat- cepat berkata.
" Baiklah saya setuju Tuan Xio.." ucap Chun Yi mencegah Tuan Xio menambah harga Lingsi tersebut atau malah di turunkan . Setelah transaksi selesai, Chun Yi ingin segera berpamitan, Namun Dia teringat akan penyakit Tuan Xio. Karena Tuan Xio telah membeli Lingzi nya dengan harga mahal, Chun Yi ingin membalas kebaikannya , Dan Dia lalu berkata.
"Tuan Day.. Apakah anda selama ini kesulitan untuk tidur, apakah di dada kanan anda sering terasa sangat sakit, dan apakah setiap malam hari anda merasakan kepala anda sangat sakit seperti mau pecah...? " Ucap Chun Yi. Mendengar ucapan Chun Yi, tentu saja Tuan Xio Day kaget bukan main.
"Anda tahu tentang penyakit saya. ! " Serunya buru- buru
"Saya tahu.. Dan saya juga bisa mengobatinya.. " Ucap Chun Yi dengan wajah tenang . Tentu saja Tabib Xio Day kaget Dan tak percaya Dia menatap Chun Yi dengan tatapan berbinar
"Apaa.. Anda.. Anda bisa menyembuhkan saya.. !" Seru Tuan Xio Day dengan wajah kaget, tak percaya Dan bahagia . Sebab sudah berpuluh tabib handal sudah dia undang untuk melihat penyakitnya. Tapi mereka sama Dengan dia sendiri , tidak bisa menyembuhkan penyakitnya sendiri .
"Sangat bisa.. Tapi tidak sekarang. Banyak bahan obat yang harus anda kumpulkan untuk penyembuhan anda... " Ucap Chun Yi.
"Kalau saya bisa sembuh, apapun akan saya lakukan untuk mengumpulkan bahan- bahan tersebut .. " ucap Tuan Xio Day
" Bagus. Kalau begitu saya bisa meresepkan resep obat untuk anda kumpulkan. . Selain obat ini, anda harus menjalani terapi akupuntur . Dan satu bulan lagi, Saya akan datang kesini lagi. Saya akan berusaha mengobati penyakit anda.. untuk hari ini, apakah anda berani melakukan pengobatan akupuntur..." Ucap Chun Yi. Terlihat Tuan Xio Day agak ragu Namun tak lama dia berkata.
"Baik...saya berani apakah anda akan melakukan sendiri terapi itu. ?" ucapnya, walaupun hatinya sedikit ragu .
"Jangan ragu , kalau anda tidak berani, Saya juga tidak memaksa. " ucap Chun Yi .
"Saya berani Nona...!" seru tuan Xio Day dengan tatapan teguh .
"Bagus...kalau begitu Saya akan melakukan terapi akupuntur pada anda sekarang. dan saat Saya datang lagi, maka Saya akan melanjutkan pengobatannya..." ucap Chun Yi. Lalu dia mengeluarkan jarum perak nya . Dan mendekat pada tabib Xio Day . Dan dengan gerakan cepat dan terlatih, Chun Yi menancapkan Jarumnya pada kepala tuan Xio Dai. setelah beberapa saat, Dia mulai mencabut jarum- jarum tersebut dari kepala tabib Xio Day
"Selesai..dan saya pamit dulu , satu bulan lagi saya akan datang lagi " ucap Chun Yi sambil melangkah pergi bersama sang Kakak
"Trimakasih Nona...dan Saya akan mencari bahan yang di perlukan. Dan satu bulan lagi, saya akan menunggu kedatangan anda di sini ... " Ucap Tuan Xio Day.
Lalu Chun Yi membuat catatan bahan obat yang harus di kumpulkan oleh Tuan Xio Day. Setelah itu dia segera keluar dari rumah pengobatan Tuan Xio Day. Dan mereka langsung keluar dari pasar gelap. Mereka langsung kembali ke Mansion keluarga Yun .
Dan saat mereka sampai di rumah, ternyata hari telah larut malam di mana para penghuninya sudah pada Tidur selain para penjaga. ,Yun Baimin langsung kembali ke kediamannya setelah mengantarkan Chun Yi sampai di halaman tempat tinggalnya. Setelah kepergian Sang Kakak, Chun Yi memanggil Bibi Mai dari persembunyiannya.
"Bi..Dalam beberapa hari lagi, Chun Yi akan berada di Vihara Tongyan , saat Aku tidak ada, lebih baik Bibi memperkuat kekuatan Bibi. pelajari terus buku yang aku berikan pada Bibi ..? apakah Cocok buku itu pada Bibi.. ? " Tanya Chun Yi pada Bibi Mai.
"Sangat Cocok Nona. tadi malam hamba mengalami terobosan, Trimakasih Nona..hamba sekarang bisa melanjutkan kembali Kultivasi hamba . Dan Sekarang hamba mencoba berlatih ilmu pedang yang ada di buku itu. Hamba merasakan kekuatan tersembunyi dari ilmu pedang yang ada di buku itu..." Ucap Bibi Mai.
"Baguslah kalau ilmu pedang itu Cocok untuk Bibi. Teruslah pelajari Bi.. Sebab saat kita nanti mulai mencari keberadaan Ibu, kita butuh kekuatan yang kuat.. " Ucap Chun Yi
" Baik Nona. "Jawab Bibi Mai dengan Semangat .
"Ya sudah Bibi istirahat saja dulu. Pagi nanti kita akan berlatih berdua. Aku akan istirahat dulu. sebab malam telah semakin larut , Dan tubuh kita perlu istirahat... " Ucap Chun Yi.
"Baik Nona... " Jawab Bibi Mai. Setelah Bibi Mai kembali ke kamarnya, Chun Yi langsung masuk kedalam kamarnya sendiri. Namun tiba-tiba dia merasakan kekuatan yang cukup besar berada di dalam kamarnya, Tapi harum familiar itu membuat Chun Yi tenang . Walaupun Dia Belum tahu siapa yang ada di dalam kamarnya, Chun Yi segera masuk dengan kewaspadaan yang tinggi. Memang setelah Dia bisa membuka segel meridian nya , ketajaman indra keenamnya sangat kuat. Dia peka terhadap kekuatan dan gerakan. Dan karena dia tidak merasakan adanya bahaya mengancam dari kekuatan besar yang ada di dalam ruang kamarnya , Chun Yi menjadi tenang. Tapi anehnya saat di luar tadi , Chun Yi tidak merasakan kekuatan itu , Mungkin Bibi Mai pun tidak merasakan juga. segera Chun Yi masuk dan menutup Pintu.
"Kau sudah datang...! " Ucap seseorang yang langsung membuat Chin Yi melonggarkan kewaspadaannya.
"Ternyata kau... " Ucap Chun Yi sambil bernafas lega. Kini di depan Chun Yi telah berdiri sosok tinggi, gagah dan sangat tampan yang sangat Dia kenal
"Dari mana..? " Ucapnya lembut.
"Dari pasar gelap...mencari bahan obat.. " Ucap Chun Yi sambil duduk di sofa yang ada di kamarnya. Tian Jisan Yu menuangkan air dan mengulurkannya pada Chun Yi yang langsung menerima dan meminum air tersebut tanpa curiga sedikitpun . Melihat gerakan alami bersahabat dari Chun Yi, entah kenapa Jisan Yu merasakan hatinya bahagia .
" Kenapa tidak mengajakku..? " Ucapnya lembut. Ada nada kecewa di sana.
"Bagaimana aku akan mencari mu jika aku tidak tahu kau di mana... " Ucap Chun Yi sambil menatap Pria dingin itu sekilas.
"Jadi aku boleh jalan bersama mu.. ? " Tanya Jisan Yu dengan wajah gembira. Melihat sikap polos dan lugu Pria di depannya, Chun Yi hampir saja tertawa keras.
"Apakah Pria dingin ini benar-benar sepolos itu... " Ucap Chun Yi dalam hati.
"Boleh.. Tapi tolong sembunyikan kekuatanmu itu. Awal kau datang, keluarga mengira ada musuh yang akan menyerang ku... " Ucap Chun Yi.
"Baik...aku akan menyembunyikannya...." Jawab Jisan Yu.
"Lalu kenapa kau datang... Apakah ada yang penting ...? " tanya Chun Yi .
" Tidak ada.. Kebetulan lewat dan aku mampir... " Ucap Jisan Yu.
" Ya sudah pergilah...hari telah semakin larut malam. Aku takut kekuatanmu akan membangunkan keluargaku.. " Ucap Chun Yi lembut.
"Baiklah..tapi bolehkah aku datang tiap hari...?" Ucapnya denga tatapan memohon.
"Apakah kau tidak sibuk...!" Tanya Chun Yi. Melihat kekuatan dan sikap Jisan Yu, Chun Yi curiga Pria ini bukan sembarang orang
"Untukmu selalu ada waktu . Jadi bolehkan aku datang setiap hari.. ?" Ucapnya kembali.
"Boleh asal jangan membuat orang Curiga ..." Ucap Chun Yi . Mendengar jawaban Chun Yi, terlihat senyum sekilas di wajah dingin itu.
" Kalau begitu aku pergi.. Aku besok akan kembali lagi... " Ucapnya lembut. Lalu dia segera melompat keluar melalui jendela . Chun Yi hanya bisa melihat kepergian Jisan Yu dalam diam. Walaupun dalam hati Dia mengagumi kekuatan Jisan Yu
"Benar- benar Pria kuat.. Andai Dia berniat jahat, hanya sekali pukulan saja, dia pasti bisa dengan mudah membuatku pinda alam lain...Tapi apa benar Dia tidak pernah mengenal Wanita. Dan apakah Dia memang sepolos itu sikapnya pada wanita.. " Ucap Chun Yi sendiri.
"Aah sudahlah . Lambat laun Aku akan mengetahuinya sendiri...." Lalu Chun Yi segera mengambil baju ganti Dan berjalan ke Kamar mandi. Setelah melihat kebiasaan Chun Yi yang mandi saat akan tidur, Bibi Mai selalu mengisi bak Mandi dengan air Dan Dia akan menuangkan Beberapa bunga mawar di dalam bak mandi. Karena Dia tahu kalau Chun Yi sangat menyukai Bunga mawar.
Sedangkan di pasar gelap setelah kepergian Chun Yi, Pelayan Dan kasir Toko obat masuk kedalam ruang dalam setelah menutup toko. Sebab Tuan mereka Dokter Xio Day memanggil mereka. Dan sat mereka masuk, Tuan Xio Day terlihat berada di belakang meja kerjanya. Dengan segera mereka masuk Dan berdiri di depan Sang Tuan.
"Tuan... Anda memanggil kami. ? " Tanya Sang Kasir yang ternyata pria kepercayaan Tuan Xio Day.
"San Bi.. Kau cari semua bahan obat yang ada di resep ini. Aku ingin kau mengumpulkan secepatnya. Jangan di tunda - tunda, aku ingin segera cepat sembuh.." Ucap Tuan Xio Day sambil memberikan Catatan ramuan obat yang harus San Bi cari.
Setelah menerima catatan itu, Kasir San Bi yang juga seorang tabib sangat kaget melihat banyaknya tanaman dan bahan langka yang di tulis di kertas itu.
"Tuan.. Darimana catatan ini..? " Tanya Tabib San Bi dengan wajah heran.
"Dari wanita tadi... " Ucap Tuan Xio Day.
"Dia...? maksud Tuan Wanita tadi..? Apakah Dia seorang tabib juga Tuan...? " Tanya Tabib San Bi.
"Benar... Dia akan menyembuhkan aku... " Ucap Tuan Xio Day.
Maaf udahan dulu ya... aku lanjut pada episode selanjutnya
Bersambung.
ayo Chun Yi, kasih racun aja mereka biar rasanya hidup segan matipun tak mau.
semangat lanjut up lagi ya Thor.....