Flora, seorang gadis cantik yang mengalami kejadian di luar nalar. Ia kembali ke masa lalu! Flora yakin kalau sebelumnya dia benar-benar sudah mati, bahkan ia sendiri masih merasakan sakit di sekujur tubuhnya akibat terbakar api yang melahap dirinya di malam itu.
Meskipun berat dan sulit untuk di percaya akan situasi tersebut, Flora menganggap kalau tuhan telah memberikan kesempatan kedua padanya, semata-mata untuk membuat Flora memperbaiki semua kesalahan yang telah dia perbuat di kehidupan sebelumnya.
Dan yang paling penting adalah, ia kembali bertemu Daniel, laki-laki yang sangat dia benci di kehidupan sebelumnya, Daniel adalah sosok pria tampan namun lumpuh yang di jodohkan oleh sang papa dengan Flora.
"Terlahir Kembali! Kali ini aku tidak akan salah pilih lagi!" ucap Flora penuh tekad.
Kesalahan apa yang telah di lakukan Flora di kehidupan sebelumnya? Dan apa penyebab kematiannya? Penasaran bukan? Ayo ikuti kisahnya di sini bersama author.
"Terlahir Kembali, Menikahi CEO Lump
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Tara yang merasa Liam sudah tidak berguna baginya mulai gelisah, selama ini ia selalu hidup dari uang laki-laki dan Liam adalah orang yang paling bisa dia manfaatkan, namun akhir-akhir ini ia sama sekali tidak bisa mendapatkan apapun dari Liam, hal ini membuat nya sangat jengkel apalagi Liam selalu berkata ingin menikah dengan nya.
Malam harinya ...
Tara yang merasa gundah memutuskan untuk pergi ke bar, karena hanya itulah yang bisa menghilangkan rasa gundah yang ada di hati dan pikiran nya.
Namun siapa sangka kalau Wenda dan Flora juga ada di sana, mereka janjian malam ini untuk bertemu di bar karena sudah lama tidak bersenang-senang bersama.
"Flora kau lihat itu kan?" ucap Wenda melirik ke arah dimana Tara berada.
"Ya, aku sudah melihat nya dari tadi," jawab Flora.
"Menurut mu, apa yang terjadi kepada nya sampai terlihat sangat murung?" tanya Wenda penasaran.
"Apa lagi kalau bukan uang? Alat yang dia gunakan untuk menghasilkan uang seperti nya sudah tidak berguna," jelas Flora yang mengetahui segalanya tentang mereka.
"Maksudmu Liam?" tanya Wenda lagi.
Flora mengangguk sambil meneguk sisa wine yang ada di gelas nya, tatapan penuh dendam itu kembali tertuju kepada Tara.
"Aku tidak habis fikir kenapa Liam sangat mencintai nya,?" ucap Wenda lagi.
"Kau tau? Liam selalu menganggap nya sebagai penyelamat," ungkap Flora sambil tersenyum tipis.
"apakah dia benar-benar belum tau kalau orang yang menyelamatkan nyawa sebenarnya bukan Tara tapi kau?" ucap Wenda terlihat kesal.
"Biarkan saja, semakin lambat ia tau semakin besar penyesalan yang akan terjadi, tapi untuk malam ini aku ingin menyelesaikan sesuatu," jelas Flora sambil tersenyum tipis seperti iblis.
"Apa itu?" tanya Wenda.
Tepat saat itu seorang model pria yang ada di bar itu datang menghampiri mereka berdua.
"Nona, apa kalian butuh aku?" tanya pria tersebut.
"Kami tidak, namun seseorang seperti nya butuh," ucap Flora.
Pria itu menatap ke arah pandangan mata Flora, dan dia menemukan sosok Tara di sana dengan pakaian seksi mengoda.
Ia hendak berjalan pergi, namun langkah nya tertahan oleh Flora.
"Tunggu," ucap Flora.
Pria itu menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Flora.
"Menunduk lah sedikit," ucap Wenda.
"Ada apa?" tanya nya.
"Mau uang tidak?" Ucap Wenda lagi.
Mendengar uang, pria itu pun bergegas nembungkuk untuk mendengarkan apa yang ada di perintahkan Flora padanya.
"Dua puluh juta ungkap mu jika berhasil melakukan apa yang aku inginkan, dan ingat harus punya rekaman video," bisik Flora.
Mata sang model membulat sempurna mendengar angka yang di sebutkan Flora, itu bukan jumlah yang sedikit.
"Baiklah, tunggu saja, aku pasti akan berhasil," ucap sang model pria lalu beranjak pergi dari hadapanku Flora dan Wenda.
"Flora kau yakin memakai cara ini untuk mempermalukan Tara dan memberi Liam topi hijau?" ucap Wenda kaget dengan keberanian sahabat nya tersebut.
"Ini adalah titik kehancuran mereka, biarkan mereka menikmati ini," ucap Flora sambil menyilangkan kakinya menunggu hadiahnya tiba.
Sementara itu ...
"Tuan muda," ucap Hans yang saat ini berdiri di belakang Daniel.
"Ada apa?" tanya Daniel yang saat ini berdiri di balkon kamar nya, di tangan nya terasa sebatang rokok yang dia jepit di selah jari telunjuk dan jari tengah miliknya.
Tak lama setelah itu ia menyesap rokok tersebut, asap-asap putih mengepul keluar dari hidung dan mulutnya, hal ini memperlihatkan kesan tegas dan tajam di diri seorang Daniel.
Tunggu, berdiri? Ya berdiri? Kalian tidak salah baca kok, dia memang berdiri.
Hans yang melihat itu segera berdiri di samping Daniel lalu mengucapkan beberapa patah kata.
"Tuan muda, jelas-jelas kaki mu sudah sembuh beberapa bulan yang lalu, kenapa kau tidak memperlihatkan nya kepada publik atau bahkan nona Flora? Kenapa kau masih saja duduk di kursi roda?" tanya Hans, topik sebenarnya bukan itu, namun dia hanya melepaskan rasa penasaran nya kepada tingkah laku Daniel.
Ya Daniel memang sudah menjalankan pengobatan beberapa bulan sebelumnya dan dia juga telah sepenuhnya sembuh, hal ini terjadi jauh sebelum Flora sadar atau terlahir kembali, kenapa? Apa alasannya? Bukan kah di kehidupan sebelumnya Daniel menyelamatkan Flora dari api keadaan nya masih lumpuh? Ini akan jadi pertanyaan terbesar bagi kalian, karena itu jangan skip alur nya sampai kalian tau penyebabnya.
"Bukan urusan mu," ungkap Daniel tanpa menoleh ke arah Hans.
Hans yang mendengar itu terdiam, ia tau pertanyaan nya tersebut terkesan terlalu ikut campur.
"Kepada kau kemari?" ujar Daniel lagi.
"Em, itu, seseorang yang bertugas mengawal nona Flora secara diam-diam mengirim ku sebuah foto," ucap Hans sambil menyerahkan iPad yang selalu jadi alat kerja nya kepada Daniel.
Daniel menatap foto tersebut, dimana Flora duduk bersantai bersama Wenda di bar di sebelah nya terlihat seorang model pria.
"Benar-benar tidak sabaran," ungkap Daniel penuh tatapan kecemburuan.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang tuan muda?" tanya Hans.
"Pergi ke bar," ucap Daniel yang kemudian langsung duduk di kursi roda nya.
Hans tercengang melihat hal tersebut, namun itu adalah boss nya, dia bisa apa?
"Cara tuan muda mencintai nona Flora benar-benar membingungkan," batin Hans.
"Bengong dua detik lagi gaji mu di potong," ucap Daniel.
"Ah, tidak-tidak, kita berangkat sekarang," Hans segera mendorong kursi roda tersebut meninggalkan balkon kamar Daniel di villa.
Sementara itu di bar ...
Flora yang memiliki kepuasan dan rasa lega tersendiri di hatinya untuk kehidupan kedua ini benar-benar minum terlalu banyak, hatinya senang karena perlahan-lahan satu demi satu alur hidup nya mulai berhasil ia ubah.
Ia dan Wenda kini benar-benar mabuk dan beberapa model pria menemani mereka.
Rasa senang di hatinya membuat ia sedikit melupakan batas.
Dentuman musik mengiringi ruangan bar itu, gelas wine di tangan dan tubuh yang meliuk mengikuti lirik lagu. Itulah yang di lakukan oleh Flora dan Wenda sekarang di sertakan dengan model pria yang mengelilingi mereka suasana didalam ruangan itu semakin menarik di tambah lampu sorot yang berputar kesana kemari.
Tiga puluh menit kemudian keadaan tetap sama bahkan saat Daniel dan Hans tiba di sana.
Mata Daniel tertuju kepada Flora yang saat ini di kerumuni model pria.
Hatinya memanas, rasa cemburunya seolah-olah sudah membakar hatinya.
Namun Flora sendiri masih tidak menyadari keberadaan sang calon suami.
Lagu di ruangan tersebut tiba-tiba mati, semua orang yang menari kini berhenti dengan aktifitas mereka kecuali Flora dan Wenda.
Beberapa orang menyadari kehadiran Daniel dan Hans di tengah-tengah ruangan tersebut, hal ini membuat mereka lari meninggalkan ruangan itu termasuk para model pria yang jadi teman menari Wenda dan Flora.
****
yu ah cus pindah lapak💜