NovelToon NovelToon
Music Scandal (Despina & Keyvandi)

Music Scandal (Despina & Keyvandi)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:26
Nilai: 5
Nama Author: Nevera

Keyvandi Orion Eduardo atau didunia entertainment lebih dikenal dengan nama Orion Key merupakan seorang musisi terkenal dengan berbagai macam prestasi yang ia miliki. Kehidupan yang jauh dari berbagai macam isu tidak mengenakkan serta keramahannya membuat lelaki berumur 25 tahun itu banyak disukai oleh berbagai kalangan.

Namun, bagaimana jika semua citra yang telah ia bangun itu mendadak sirna. Ketika ia tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis SMA yang bahkan belum berumur 18 tahun. Perlahan berbagai macam fitnah dan isu buruk tentangnya mulai tersebar. Sehingga membuat ia dicap sebagai musisi dengan scandal terburuk sepanjang masa.

Disisi lain, seorang gadis SMA dengan nama Despina Elara Faye yang juga merupakan adik tiri dari salah satu musisi yang iri akan karir Keyvandi terpaksa menuruti perintah kakaknya untuk mendekati Keyvandi dan menghancurkan karirnya perlahan. Jika tidak, maka siksaan akan terus ia dapatkan.

Lalu, bagaimana kisah selanjutnya? Baca yuk!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nevera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

"Lia, Batalkan semua jadwalku hari ini!" Tegas Keyvandi kepada manajer sekaligus assistennya itu.

Tanpa menunggu balasan dari orang di seberang sana Keyvandi langsung mematikan teleponnya begitu saja.

Erlando yang berada di samping Keyvandi merasa prihatin dengan sahabatnya itu.

"Kurang ajar sekali, siapa sebentar lelaki bernama Reza itu, kenapa ia sangat terobsesi dengan kekasihku."

Tok tok tok

Ruangan kepala rumah sakit itu di ketok olek seseorang, Keyvando dan Erlando saling berpandangan satu sama lain. "Siapa?"

Erlando mengedikkan bahunya, "Biar aku lihat."

Erlando berjalan menuju pintu dan membukanya. Setelahnya Erlando kembali menutup pintu dengan membawa sebuah map di tangannya.

"Apa itu?" Tanya Keyvandi yang penasaran dengan isi map yang dibawa oleh Erlando.

Erlando tersenyum misterius, kemudian menyerahkan mapitu begitu saja kepada Keyvandi.

Dengan segera Keyvandi mebgambil map itu lalu membukanya. Keyvandi membaca setiap detail isi dari map tersebut.

"Aku tau sekarang siapa dia dan apa yang harus kulakukan."

Keyvandi tersenyum sinis, "beraninya dia bermain-main denganku, menyebalkan sekali."

Jika kalian ingin tau mengapa Keyvandi seberani itu dalam menghadapi seseorang, semua itu karena orang-orang yang ada di belakang lelaki itu begitu kuat, ada Keana sang ibu yang memiliki salah satu perusahaan dengan urutan 3 terbesar, sang ayah pemilik perusahaan Eduardo Company, serta ada Erlando juga Keyvando yang tidak kalah memiliki pengaruh, belum lagi Sean suami darisang adik yang juga memiliki pengaruh cukup besar. Jadi mudah saja bagi Keyvandi untuk bertindak, karena akan sangat mustahil bagi orang lain melawannya.

Hanya saja, Keyvandi memang tidak pernah menyebutkan kepada orang-orang siapa dia sebenarnya, dari keluarga mana ia berasal, semuanya ditutup rapat.

"Van, lebih baik sekarang kita pikirkan lagi rencana selanjutnya."

"Aku sudah memikirkannya, aku akan meminta bantuan kepada Papi dan juga Bang Vando."

Erlando menganggukkan kepalanya, ia yakin, jika sudah berhubungan dengan Keyvandi dan juga Kelvin semuanya akan berjalan dengan baik.

"Oh ya, kau juga bisa kan membantuku?"

"Apa?"

"Buat saham yang ada di perusahaan milik Reza turun, hal itu adalah sebuah peringatan untuknya karena telah berani mengusik kekasihku."

"Baiklah."

***

Disisi lain, Despina masih terbaring lemah di brankar ruang VVIP rumah sakit milik Keana itu. Wajahnya terlihat sangat pucat, mata gadis itu bahkan tidak terbuka sedikitpun.

"Dokter, kenapa saya tidak di izinkan masuk?" Itu adalah suara Reza, lelaki itu berusaha berbicara kepada Anna, dokter yang menangani Despina sekaligus ibu dari Erlando sahabat Keyvandi.

Anna menggelengkan kepalanya, "Maaf Tuan, pasien mengalami koma, maka dari itu untuk menjaga kondisi pasien siapapun dilarang masuk ke dalam sampai pasien benar-benar dapat sadar. Selain itu, sepertinya pasien sedang mengalami luka batin, dalam kasus seperti ini maka akan lebih baik jika pasien tidak menemui siapapun selain petugas medis."

Reza menjambak rambutnya frustasi, lelaki itu duduk di depan ruangan rawat tempat Despina di rawat.

"Huh, sial! Kenapa aku tidak bisa menemuinya? Bagaimana ini."

Reza merogoh ponsel yang ada di kantung celananya, lelaki itu langsung mencari kontak seseorang yang ada di ponselnya.

Beberapa saat kemudian, datanglah Leo, kakak dari Despina itu tampak tergesa-gesa. "Hei Bro, ada apa kau memintaku kemari?" Tanya Leo penasaran.

"Despina ada di dalam."

Lei mngerutkan keningnya tidak mengerti, "Kenapa dia di dalam, siapa yang sakit?"

"Despina mencoba untuk bunuh diri, aku saat itu telah menemukannnya, aku membawanya ke rumah, tapi aku tidak pernah menyangka jika gadis itu senekat ini," jelas Reza panjang lebar, ada nada penyesalan di sana, namun juga ada amarah yang sedang ia tahan.

"Gadis itu, kenapa dia nekat sekali,huh, apa yang harus kukatakan kepada orangtua si nantinya jika sampai mereka tau hal ini."

Reza terdiam, ia mengusap wajahnya frustasi, "Despina koma."

"Apa!?"

Reza menggelengkan kepalanya, "Aku juga tidak tau."

"Kau sepertinya sudah sangat berlebihan soai gadis itu nekat melakukan hal seperti itu."

Reza hanya menghela napasnya saja.

"Aku ingin melihat bagaimana keadaannya," ujar Leo, lelaki itu berusaha untuk masuk ke dalam ruangan, namun ternyata ia tidak bisa masuk, bersamaan dengan 2 orang penjaga yang ada di depan pintu ruang rawat Despina.

"Kalian ini apa-apaan!?"

Kedua penjaga itu tidak menghiraukan ucaoan Leo, mereka lebih memilih menahan tubuh Leo.

Leo menoleh ke arah Reza, "Bro, kenapa kau diam saja, suruh orang-orangmu ini pergi, jangan menghalangiku menemui Despina."

Reza menggelengkan kepalanya, "Mereka bukan orang-orangku."

"Lantas, jika mereka bukan orang-orangmu siapa mereka?"

Reza menghampiri sahabatnya itu, ia menghela napasnya pelan, "Lepaskan dia, kami tidak akan memaksa masuk."

Kemudian setelahnya Reza membawa Leo menjauh dari ruangan rawat Despina.

"Lepaskan aku! Kau ini apa-apaan!? Aku tidak mengerti kenapa aku ditahan dan tidak boleh masuk ke dalam ruang rawat gadis itu."

"Despina koma, jadi dokter melarang kita untuk menemui Despina, bahkan dokter mengatakan jika Despina juga terkena tekanan batin, jadi lebih bain memang kita jangan menemuinya sama sekali."

Leo mengerutkan keningnya, "Aneh, kau apa tidak merasa ada yang janggal?"

Reza mengedikkan bahunya saja, "Tenanglah, aku akan mengurusnya, jika Despina sudah sadar nanti kita akan langsung membawanya."

***

"Tadi lelaki itu memaksa masuk ke dalam ruangan rawat Despina."

"Reza benar-benar nekat, lelaki itu sepertinya harus segera dijauhkan dari kekasihku."

Keyvandi tidak ingin jika Despina terus berada di sekitar Reza. Ia khawatir jika nanti Despina akan lebih celaka daripada sekarang.

"Oh ya, apa kau tau apa alasan Despina mencoba untuk bunuh diri?"

Keyvandi menoleh kearah sahabatnya itu ia penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Erlando selanjutnya.

"Despina mencoba untuk bunuh diri karena Reza memaksa gadis itu untuk menikah dengan Reza."

"Kurang ajar sekali dia, beraninya!" Keyvandi mengepalkan tangannya, lelaki itu tidka habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh Reza sehingga membuat Despina nekat untuk mencoba bunuh diri.

"Tenangkan dirimu Van, jangan gegabah, kau tau, kancil itu harus cerdik, jangan sampai tercium oleh seekor singa."

Keyvandi hanya bisa menarik napasnya lalu menghembuskan begitu saja. "Aku berjanji, setelah ini akan menjaga Despina, aku akan lebih memperhatikannya, aku tidak ingin jik sampai hal seperti ini terulang lagi."

"Tante, apakah tante sudah mengatakan mengenai hal yang aku katakan pada tente tadi?" Tanya Keyvandi kepada Anna.

Anna menganggukkan kepalanya, "kau tenang saja Van, semuanya sudah tente urus, bahkan Tante juga mengatakan jika ini merupakan prosedur rumah sakit."

Keyvandi tersenyum dan mengucapkan terimakasih.

"Bagaimana keadaannya sekarang?"

Anna tersenyum, "Tenanglah, kekasihmu itu dalam keadaan baik-baik saja, keadaannya sudah stabil, jadi kau jangan lagi khawatir, jika memungkinkan, Despina akan sadar esok hari, sekarang gadis itu sedang dalam pengaruh obat bius."

Keyvandi mendengar itu merasa sangat lega, setidaknya sekafang Despina ada di sekitarnya.

.

.

.

TBC

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!