Luna di nikahi Keanu dua tahun yang lalu. Berharap mendapat keluarga baru yang baik dan penyayang. Siapa sangka mulut manis sang mertua berubah seratus delapan puluh derajat setelah beberapa bulan pernikahannya.
Begitu juga dengan suaminya begitu mendengarkan apa yang mamanya katakan. Rumah tangga Luna menjadi tak sehat karna ada campur tangan mertua. Luna di perlakukan tak lebih seperti babu gratisan mereka, hingga Luna mendapat kabar jika kedua orang tuanya menjual tanah. Tanpa memberi tahu suaminya tentang penjualan tanah orang tuanya, Luna berencana membuka usaha untuk masa depanya dan membahagiakan orang tuanya.
Perlahan Luna mulai membalas perlakuan suami, mertua dan iparnya satu persatu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Pagi kembali menyapa, matahari bersinar dengan gagahnya. Awan sekan enggan untuk menghalangi. Di rumah Keanu seperti biasa, mama nampak sibuk menyiapkan sarapan untuk kedua anaknya.
Semenjak Luna tidak ada otomatis pekerjaan rumah harus ia kerjakan sendiri, Mirna jangan di tanya. Anak gadis yang biasa di tambah tak mau membantu mama sama sekali.
"Ma, sarapan aku mana?" tanya Keanu ya g sudah rapi siap berangkat bekerja.
"Iya, ini mama siapkan. Kamu duduk aja dulu di meja." wanita itu nampak tengah mengaduk nasi goreng dadakan ala - ala dirinya. Setelah bumbu tercampur semuanya dan warnanya juga sudah tercium harum, mama langsung menyajikan nasi goreng yang masih mengepulkan asap di hadapan putranya lengkap dengan lauk dan kerupuk.
"Kamu jadi pergi keruamh Ayu nanti sore?"tanya mama sambil menyuap nasi yang ada di piringnya.
"Kalau ga repot kemungkinan iya. Kenapa ma?" tanya Keanu.
"Ga ada apa - apa, mama cuma mau kamu secepatnya menikah dan nanti istri kamu bisa bantu - bantu mama mengurus ruamh ini. Mama capek ngurus sendiri." dari wajahnya wanita tua itu nampak memang kelelahan.
"Ayo itu anak orang kaya ma, jadi ga mungkin ia bakal mau bantu beres - beres. Dia itu anak manja dan ga pernah pegang pekerjaan ruamh tangga. Kenapa ga cari pembantu aja sih, ma? Atau mama bisa minta tolong Mirna tuh." Keanu menjelaskan tentang Ayu biar mamanya tidak kaget saat Ayu bergabung bersama mereka nanti.
"Mirna kamu bilang, ampe berbusa mulut mama ga pernah di dengarin. Adikmu itu lebih sering keluar sekarang. Kalau sewa pembantu kayanya sayang deh, mending uangnya buat mama lumayan buat tambah - tambah."
"Terserah mama deh, jangan bilang nanti kalau aku ga nawarin ke mama. Jangan juga ngeluh capek karna aku kasih solusi mama ga mau." Keanu juga malas mendengar ocehan yang sama setiap hari dari mamanya.
"Pagi semunya. Mama masak apa?" tanya Mirna dengan wajah masih berantakan ikut bergabung di meja makan.
"Cuci dulu kek jigongnya, punya anak gadis tapi ga ada gunanya." omel mama dnegan wajah sinis.
"Aku lapar ma, ga usah ceramah pagi - pagi kenapa?" protes Mirna sambil menguap dan memakan nasi goreng yang sudah ia isi ke piringnya.
"Huek......Huek......"
"Mama masak apa ini sih? kok rasanya kaya gini. Bikin nek aja." Mirna merasa perutnya diputar saat mencium aroma nasi goreng buatan mamanya.
"Kamu ini aneh, mama masak kaya biasanya. Ga ada yang bau sama sekali." Mama memicingkan matanya melihat kearah putrinya. Ia merasa ada yang aneh pada putrinya. Naluri seorang ibu ga bisa bohong.Mirna merasa gugup di perhatikan sang mama, gadis itu berusaha terlihat biasa - biasa saja.
"Kenapa Mir, masuk angin dari tadi mual mulu." tanya Keanu menyelamatkan Mirna dari ketegangan.
"Bisa jadi sih, bang." jawab Mirna gugup.
"Makanya jangan keluyuran mulu, bantuin mama kek di rumah. Perempuan itu harus bisa ngurus ruamh biar di sayang suami." Keanu mengomeli adiknya yang jarang ada di rumah belakangan ini. Bahkan pernah beberapa kali tidak pulang denagn alasan nginap di rumah teman.
"Ga juga bang, itu mbak Luna bisa segalanya abang ga sayang. Malah abang memilih wanita lain dan menceraikannya." Sindir Mirna membuat urat leher Keanu memegang karna emosi.
"Kalau Luna itu beda, ga usah bahas dia lagi. Sudahlah abang mau berangkat dulu." Keanu buru - buru pergi untuk menghindari perdebatan yang menyakitkan.
"Ya kabur. Cemen." Sindir Mirna.
"Sudah, habiskan makanya. Jangan lupa cuci piring kotor." Mama pun pergi berlalu dari sana meninggalkan Mirna seorang diri yang tengah menikmati roti dan segelas coklat panas.
...****************...
Assalamualaikum kk terimakasih supportnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 😘👍🙏
lagian luna gak sopan deh bentak petugas pengadilan.
semangat menulis thor, gak ada salahnya baca novel2 penulis lain lho buat nambah ilmu, yg penting gak plagiat ...semangaaat