******
Mencintai seseorang tanpa bertemu dengan nya, adalah bukti bahwa cinta itu bukan di depan mata, tapi di dalam hati. Itu yang terjadi dengan Alana, putri dari Aditya dan Davina.
Pertemuan tak sengaja Alana dengan sosok di media sosial membuat nya nyaman walau perbedaan usia mereka cukup jauh. Status tak menghalangi hubungan kedua nya.
Apa yang membuat Alana memilih pria yang tak pernah dia lihat? Konflik pun terjadi di antara Alana dan pria yang ada di sosial media tersebut. Hingga membuat Alana sering kali memblokir aplikasi hijau nya terkadang aplikasi hitam pun kena sasaran blokir Alana tapi selalu saja di buka kembali karena kedua saling Cinta.
Akan kah mereka bertemu dan bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisah Cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32.TCA 2
━━━━━━♡♥♡━━━━━━
Saat sampai al langsung menuju ke meja di mana Jerry berada dan Jerry tersenyum saat melihat kedatangan Alana.
"Buruan kamu mau ngomong apa? Aku gak banyak waktu." ucap Al.
"Astaga Al....! Baru juga sampai duduk lah dulu." ucap Jerry dengan manis.
Alan menarik nafas dan memutar bola mata nya dengan malas di benar - benar tak suka dengan situasi yang dia hadapi saat ini.
"Kalau hanya untuk mengulur waktu aku gak ada waktu aku pergi permisi." ucap al yang memamg tak ingin berlama - lama.
"oke kasih aku 1 hari buat jalan sama kamu hari ini." pinta jerry.
"Ogah males." jawab Al.
"Ya sudah kalau gak mau, aku akan tungguin kamu di sini sama di depan hostel kamu." ucap nya.
"Oke aku penuhi keinginan kamu tapi setelah itu kamu jangan ganggu aku lagi." pinta al.
Jerry hanya tersenyum dan menatap Alan dari ujung rambut sampai ujung kaki, Sedangkan alan yang di tatap pergi menuju ke hostel nya untuk berganti pakaian. Tak lama alan keluar kembali setelah menandatangani buku izin keluar.
"Buruan." ucap ala.
Jerry tersenyum tapi tidak dengan alan dia malas untuk dekat dengan pria yang tak dia sukai. Jerry mengajak alan naik bus membuat alan merasa nyaman karena ramai orang. saat seorang pria datang dengan karcis pembayaran Jerry langsung mendekat kearah alan dan berbisik.
"Sayang dompet aku ketinggalan di rumah kos pakai uang kamu dulu ya buat bayar bus, nanti teman abang datang dan abang ganti uang nya." ucap nya tanpa rasa malu.
"Apa? Kamu itu ya sejak pagi di area tempat tinggal aku apa gam. kepikiran buat pulang ambil dompet. terus kamu beli kartu baru itu dari mana?" tanya alan dengan nada kesal penuh penekanan.
"Itu tadi ada beberapa ringgit saja di. saku celana habis buat beli minum sama bli kartu perdana. temen aku pulang kerja langsung antar kok dompet nangi aku ganti." ucap nya.
Alana langsung menatap curiga tapi dia diam saja mengikuti permainan pria tersebut. Hingga mereka sampai di pusat perbelanjaan JB. Saat baru sampai sang pria mengajak minum di cafe mall dan lagi - lagi Alan yang di minta bayar.
"Sayang sambil nunggu temen nganter dompet gimana kalau kita beli minum dulu abang haus." pinta nya dengan alasan menunggu temen.
"Boleh terserah." jawab Alana sambil berpikir.
Mereka duduk sesaat sebelum Alana memesan minum. Hingga Alana tersenyum licik saat mendapatkan ide agar dia bisa kabur.
"Bang aku pesen minum dulu ya." jawab Al.
Al memesan minum saat minuman sudah ada di tangan nya dia membawa nya ke meja di mana pria tersebut berada.
"Oh iya bang, minum nya sudah Al bayar aku ke toilet dulu ya." pamit Al.
Tanpa ada rasa curiga dia punya memberi izin untuk Al pergi ke toilet. Bukan Al nama nya jika tak pandai menipu orang dengan wajah nya yang cantik dan polos.
"Kamu salah lawan tuan, bintang gue pio gue diam sejak tadi karena berpikir. Bayar tu minuman enak aja mau manfaati aku dia pikir ajah bodoh apa." batin Alana sambil dia berjalan cepat keluar dari pusat perbelanjaan, hingga dia naik taksi menuju kearah pulang ke hostel nya. Saat sampai dia langsung berbaring di tempat tidur nya yang berada di bagian atas.
Sedangkan pria yang di tinggal Alana mulai gelisah saat Alana tak kunjung datang dan dia mencoba berdiri untuk mencari Alana. Seorang pelayan datang mendekat saat melihat pria yang bernama Jerry akan pergi.
"Maaf minuman awak belum di bayar ini nota nya." ucap nya.
Jerry terkejut saat mendengar perkataan pelayan tersebut dengan menunjukkan bukti jika minuman yang dia pesan belum di bayar.
"Tunggu sebentar bukan nya sudah di bayar saat membeli minum?" tanyanya.
"Iya menang harus nya langsung di bayar tapi nona yang bersama anda bilang dompet dia ada di anda." ucap nya.
Jerry terkejut saat mendengar perkataan pelayan tersebut dia pun dengan terpaksa mengeluarkan dompet yang dia sembunyi di balik pinggang nya. Setelah membayar dia pun pergi.
"S14l aku mau tipu dia malah dia yang tipu aku pasti dia kabur, kamu gak bisa kabur Alana." batin nya dengan kesal.
Dia pun langsung pergi menuju kearah hostel Alana dan saat sampai dia tak bisa masuk sembarangan untuk menemui Alana, dia menunggu sampai Alana keluar dari lokasi asrama. Hingga sore dia tak kunjung melihat Alana keluar dari asrama dan saat dia melihat orang yang akan masuk kedalam asrama dia langsung bertanya.
"Permisi saya boleh tanya kat awak, awak kenal sama yang nama nya Alana?" tanya nya yang kebetulan teman satu kamar Alana.
"Iya saya kenal ada ape?" tanya nya.
"Tolong panggil kan Alana suruh dia keluar sekejab temui saya." pintanya.
"Oke jap saya panggil. Awak tunggu je kat sini." ucap nya.
Dia pun yang tak tahu apa penyebab Alana kabur dari pria itu langsung pergi menuju kamar nya untuk memanggil Alana. Saat sampai dia melihat Alana berbaring santai ambil memainkan ponsel nya.
"Al ada yang cari kamu." ucap nya.
"Siapa? cowok?" tanya Alan sambil tangan nya main game.
"Iya. Kamu kenal?" tanya teman Al.
"Kurus, kecil rambut nya pendek kulit nya sawo matang."ucap Al.
"Iya kecil kurus gak tinggi - tinggi amat standar lah." ucap nya.
"Dah biarin aja cowok kere itu. Dia mau manfaatin duet gue, dia pikir gue bodoh kali ya dan baru datang ke negara ini hingga dia berani mau tipu aku." ucap Al.
"Wah parah kalau kayak gitu tinggalin Lan. Dah biarin dia nunggu sampai hitam kulit nya di luar." kesal teman Alan.
Alana hanya tersenyum mendengar perkataan teman nya tersebut, hingga sore Jerry menunggu Alana yang tak kunjung datang, memilih untuk pulang tapi dia terus mencoba menghubungi Alana panggilan dan pesan yang dia kirim tak di perduli kan Alana padahal ponsel ada di tangan Alana.
Keesokan hari nya karena beberapa hari libur balap mereka memanfaat kan waktu untuk jalan - jalan hingga Alana di minta teman menemaninya main kerumah kekasih nya.
"Al temenin aku ke rumah abang ya." pintanya.
"Ogah males nemenin orang pacaran, kamu pikir aku obat nyamuk." jawab Alana.
"Di sana ada temen abang yang mau kenalan sama kamu." ucap nya.
"Gak mau ah males, tu ajak Carla saja." ucap Alan.
Alana yang terus di paksa untuk menemani nya terpaksa ikut karena tak ingin pusing, dengan senang hati mereka berdua pergi menuju rumah pacar Aida.
"Astaga Aiiii.... Ini di mana Aiii? Kenapa jauh banget dari tempat tinggal kita?" tanya Al.
"Ini di kulai abang kerja di sini dah bentar lagi kita turun di halte bus. Abang dah jemput." ucap nya dengan santai.
Melihat daerah yang tak pernah di datangi oleh Alana membuat perasaan tiba - tiba tak enak. Tubuh nya panas dingin saat dia turun dari taksi dia juga langsung merasa tak nyaman.
"Itu abang." tunjuk Aida.
Al menatap dua orang pria yang satu berbadan tinggi berotot yang satu berbadan buntek dengan perut yang sedikit besar. Al mengira pacar Aida yang berbadan buntek dengan perut besar membuat dia menjadi kesal.
"Kirain yang ganteng pacar nya gak tau nya kayak babi guling." batin Alana sambil menahan senyum.
"Sayang sudah lama nunggu nya." ucap seorang pria kearah Aida.
"Baru sampai bang oh iya Al kenalin ini abang Denis dia kerja di kontraktor." ucap nya.
Mata Alana membulat saat dia tau pria tampan yang membuat nya terpesona itu milik teman nya.
"Hai aku Denis oh iya kenalkan ini teman abang." ucap nya.
Alana menelan saliva nya saat dia di kenal dengan pria yang bukan selera. Hingga mereka berjalan menuju rumah yang ada di dekat pekerjaan dua orang pria. Saat sampai Alana hanya diam saja karena dia merasa tak nyaman dengan situasinya.
"Oh iya Aida kita gak pulang apa ini sudah sore." ucap Alana.
"Enggak Al gue lupa kalau kita nginap."
"APA!" kaget Alana
"Br3n9s3k lu, lu mau jebakan gue." kesal Alana.
"Enggak Al aku cuma mau kamu kenalan dengan abang Santo, maka nya aku gak bilang mau nginap biar kalian dekat." ucap nya.
"Gue mau pulang, kamu pikir aku cewek panggilan apa." ucap Alana dengan nada kesal dan marah.
Santo yang sejak tadi diam melihat Alana marah langsung berdiri dan mengajak Alana untuk pergi kerumah.
"Apa - apaan ini lepasin gue, gue gak mau ikut dengan kamu." ucap Alan yang tak suka dengan pria yang bernama Santo.
Alana di genggam jari tangan nya menuju kerumah yang dia tak kenal, hingga dia melihat ada rumah dengan beberapa wanita dan pria di sana. Membuat dia merasa takut kerena ini pertama kali dia berada di situasi yang membuat nya tak nyaman.
Bersambung.....!!!
━━━━━━♡♥♡━━━━━━
wihh kelakuan Ken bikin semua keluarga besar nya pada penasaran, kalau sampai saga tau bakalan ngamok nggak ya sama ken😅😂
rekomendasi bgt buat di baca
harusnya kamu tuh nolak aja walau udh di paksa juga ishhh
jadi begini kan
gmna kalo si Santo itu ngapa-ngapain kamu kan serem itu
yeayy Alana balik ke indo, gak kerasa udah 2 tahun aja Alana d malay🤭