NovelToon NovelToon
Istri Yang Mereka Remehkan

Istri Yang Mereka Remehkan

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:474.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Elina bukan istri yang polos. Saat suami dan mertuanya berusaha merebut aset dan perusahaannya, ia memilih diam sambil menyiapkan perangkap.

Mereka mengira Elina tidak tahu apa-apa, padahal justru menggali kehancuran sendiri.

Karena bagi Elina, pengkhianatan tidak dibalas dengan air mata... melainkan dengan kehancuran yang terencana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di balik meja makan

Lampu-lampu kristal di meja makan kediaman Elina menyala terang, memantulkan kilau elegan di atas meja panjang yang telah tertata rapi. Setiap piring, sendok, dan gelas tersusun sempurna.

Aroma masakan rumahan bercampur dengan wangi bunga segar, menciptakan suasana jamuan keluarga yang hangat, setidaknya dari luar.

Elina berdiri di dekat meja makan, menatap hidangan yang ia siapkan sendiri. Senyum tipis terukir di wajahnya, senyum yang tampak tulus namun sulit ditebak maknanya.

"Elina, Bunda dan Ayah sudah di mana?" tanya Ares sambil menghampirinya.

"Masih di jalan, Mas. Sebentar lagi mungkin sampai," jawab Elina tenang.

Di ruang tamu, Arman dan Amelia sudah duduk menunggu. Arman sibuk dengan ponselnya, jarinya sesekali mengetuk layar, sementara Amelia menatap Elina dengan sorot datar yang sulit diartikan. Sebelumnya, Ares sudah memberitahukan bahwa Elina telah kembali seperti dulu, wanita yang menurutnya mudah dibodohi. Bahkan Ares berpesan agar kedua orang tuanya memperlakukan Elina dengan baik, setidaknya sampai tiba saat mereka menyeret Elina keluar dari rumahnya sendiri.

Tak lama kemudian, suara mobil terdengar berhenti di halaman rumah.

"Bunda dan Ayah sudah datang," ucap Ares.

Elina mengangguk kecil, lalu melangkah menuju pintu utama tepat saat bel berbunyi.

Tangannya meraih gagang pintu dan membukanya perlahan.

Albert berdiri tegap di ambang pintu, sorot matanya tenang namun tajam. Di sampingnya, Aurelia tampak anggun dengan senyum tipis yang terukir sempurna, senyum seorang perempuan yang sudah terlalu sering berada di ruang penuh kepalsuan.

"Ayah, Bunda," sapa Elina lembut sambil memeluk keduanya bergantian.

"Bagaimana perjalanan kalian?" tanya Elina setelah melepaskan pelukannya.

"Lancar, sayang," jawab Aurelia lembut.

"Ayah... Bunda..." ucap Ares sambil menyalimi kedua mertuanya dengan hormat.

Aurelia membalas dengan senyum hangat, sementara Albert hanya mengangguk tipis.

"Bagaimana keadaan kamu, Nak, Ares?" tanya Aurelia penuh perhatian.

"Baik, Bunda. Kalian juga, kan?" Ares bertanya balik.

"Tentu, sayang. Kami juga baik, seperti yang kamu lihat," balas Aurelia dengan nada hangat.

Ares tersenyum puas. Melihat sikap mertunya yang tampak biasa saja, ia semakin yakin Elina tidak menceritakan apa pun tentang masalah rumah tangga mereka.

Amelia dan Arman ikut mendekat.

"Bu besan..." sapa Amelia ramah, lalu mereka berdua saling cipika-cipiki. Arman dan Albert berjabat tangan singkat namun sopan.

"Apa kabar? Bu Amelia?" sapanya sopan, suaranya hangat namun berjarak.

"Baik, sangat baik," jawab Amelia cepat, seolah ingin terdengar meyakinkan. Matanya meneliti Aurelia dari ujung kepala hingga kaki, kilas rasa iri nyaris tak sempat ia sembunyikan.

"Silakan masuk, Bun, Yah. Malam ini Elina masak untuk kalian," ucap Elina sambil menggandeng tangan Aurelia dan Albert. Wajahnya tampak antusias.

"Iya, sayang. Sudah lama Bunda nggak ke sini," ujar Aurelia.

Sementara itu, Amelia dan Arman mengikuti dari belakang. Amelia menatap Aurelia dengan pandangan tak lepas, wanita itu tampak jauh lebih muda, dengan pakaian sederhana namun jelas mahal, ditambah perhiasan yang dikenakannya terlihat tanpa batas.

Mereka pun bergerak menuju ruang makan. Kursi-kursi ditarik rapi. Elina sigap membantu Aurelia duduk di samping Albert, sementara Ares mengambil tempat di sisi Elina, seolah ingin menegaskan posisinya.

"Ini masakan Elina, lho, Bun," sahut Ares.

"Wah! Masakan kamu tidak pernah berubah El," ucap Aurelia setelah satu suap masuk ke mulutnya.

"Bunda, lebay deh. Masakan Elina masih standar," balas Elina ringan.

"Tapi apa yang Bunda katakan benar, sayang. Masakan kamu memang selalu enak," sahut Albert.

Percakapan di meja makan pun berlanjut. Tawa kecil sesekali terdengar, namun sebagian besar obrolan diisi oleh Elina, Aurelia, dan Albert yang tampak akrab.

Sementara itu, Amelia dan Arman hanya sesekali menyahut, lebih banyak memperhatikan dan menilai, dalam diam.

Beberapa saat kemudian, mereka berpindah ke ruang tamu. Sofa empuk berwarna krem kembali terisi, namun suasananya tak lagi sehangat saat di meja makan. Keheningan tipis menggantung di udara, seolah setiap orang sedang menimbang kata dan sikap masing-masing.

Aurelia duduk anggun dengan kaki tersilang rapi, kedua tangannya bertumpu tenang di pangkuan. Di sampingnya, Albert menyandarkan punggung ke sofa, sorot matanya tetap tenang namun awas, mengamati setiap gerak dan ekspresi di sekelilingnya. Elina duduk di sisi mereka, posturnya santai, senyum tipis masih terpasang—tenang, nyaris terlalu tenang untuk sebuah pertemuan keluarga yang sarat kepentingan.

“Saya dengar besok acara pengangkatan CEO, Pak Albert?” ucap Arman akhirnya membuka percakapan.

“Iya, Pak. Besok akan hadir, kan?” tanya Albert balik dengan nada datar namun sopan.

“Tentu, Pak Albert. Mana mungkin kami tidak datang,” sahut Amelia cepat, senyum tipis tersungging di wajahnya.

Albert mengangguk pelan. “Silakan. Kehadiran kalian tentu kami hargai.”

Aurelia menambahkan dengan nada ringan, seolah mencairkan suasana, “Apalagi ini momen penting untuk Anderson Group.”

Beberapa saat kemudian, Albert dan Aurelia telah pamit pulang. Amelia dan Arman lebih dulu masuk ke kamar mereka, disusul Ares dan Elina.

Di dalam kamar, Elina berdiri mematung, menatap dingin ranjang tempat tidur itu, ranjang yang sama, tempat Ares dan Maya pernah berhubungan intim.

“Elina, ada apa?” tanya Ares, memperhatikan sikap istrinya.

Elina menggeleng pelan. “Nggak apa-apa, Mas. Oh ya, aku mau ke dapur sebentar. Kamu mau nitip?” tanyanya, berusaha menahan nada suaranya tetap normal.

Ares terdiam sejenak, lalu menjawab, “Mas ingin air putih saja.”

Elina mengangguk, kemudian keluar dari kamar, meninggalkan Ares seorang diri. Saat Ares hendak melangkah menuju toilet, terdengar suara notifikasi dari ponselnya.

Ares menghentikan langkahnya dan memeriksa layar ponsel itu terlebih dahulu.

(Bayu)

{Tuan Ares, semua telah beres. Besok Anda bisa mengambil berkasnya}

Ting!

Belum sempat ia menyimpan ponselnya, satu notifikasi kembali masuk.

(Dirga)

{Selamat malam, Tuan Ares. Semua dana perusahaan akan masuk ke rekening pribadi Anda.}

Senyum Ares mengembang lebar. “Akhirnya,” gumamnya puas. “Ini adalah saat yang kutunggu-tunggu.”

Sementara itu, di dapur, Elina menuangkan obat tidur ke dalam segelas air putih milik Ares. Niatnya malam ini ia akan tidur di kamar lain, ia tak ingin berbaring di ranjang yang telah ternodai oleh perbuatan Ares dan Maya.

Saat hendak kembali ke kamar, ponsel Elina bergetar.

Ia berhenti sejenak, lalu membuka pesan yang masuk. Ternyata dari Dewa.

(Dewa)

{Nona Elina… Dirga dan Bayu telah menjalankan rencananya}

Bibir Elina tersenyum miring.

“Selamat menikmati permainanmu di atas, Mas,” bisiknya dingin. “Malam ini kamu mungkin merasa sudah berada paling tinggi, tanpa sadar aku sedang menyiapkan caramu jatuh… sejauh-jauhnya.”

1
dome🌬️🌀🌀🌀
sadar Buu Amel... ingat umur sudah tua sudah keriput jangan makin dibanyakin dosanya. kalaupun kau punya uang satu dunia ga akan bisa dibawa mati
dome🌬️🌀🌀🌀
kalau jadi manusia punya penyakit kronis iri dan dengki . daaahh laahhh ga ada obatnya. hanya azab dari Allah aja nanti yg menyembuhkannya
dome🌬️🌀🌀🌀
mayaaa.. kalo kamu punya sahabat yg sudah sayang sama kamu bahkan sudah seperti saudara sendiri padahal kamu yg biasa biasa saja tapi bisa bergaul dan disayang seseorang yg kelas ekonomi crazy jangan malah kau Injak kepala mereka. yg ada pancungan malah menantimu
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares ini mimpi apa gimana yaa.. emangnya nama besar Anderson itu dan seluruh kekayannya dibangun atas apa??
apakah dr mimpi siang bolong langsung tetiba jadi kaya raya lalu perusahaan nya JD maju JD besar.
helloooooo... jangan samakan otak cetek kalian dengan otak pebisnis kluarga Anderson yaaa.. kalau kalian kesuksesan dibangun karna mimpi siang bolong. kalau Anderson suksenya dibangun karna otak cerdas berbisnis. si bapak ojol sianak supir siemak buruh cuci tapi mimpinya nyampe bisa ngalahin kerak neraka🤣🤣🤣
astagaaaaa ..... ksian banget siihhh mereka, ketololan yg hakiki tapi masih betah dipelihara 🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
manusia serakah penghianat 😈😈😈
dome🌬️🌀🌀🌀
dah ceritain aja sama bapakmu El, kelamaan proses kamu mah. biar bapakmu yg langsung turun tangan. biar cepet kelar
dome🌬️🌀🌀🌀
waduhhh... tak bisa lagi ku tuk berkata kata akan ketidak tahu dirian si Ares ini
dasar muka badak
dome🌬️🌀🌀🌀
astagaaaa.. lama lama kesel bangeettt... ngapa ga langsung tendang aja dr rumah dr perusahan dan dr kehidupan kamu Elina si Ares itu. kok yaa lama lama kesel banget sama orng ga tau diri seperti mereka 😤😤😤
kalo kamu lama prosesnya, sini kasih foto mereka kirim ke aku biar nanti aku santet mereka El El....🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
makanya yaa Besti mencari pasangan harus banyak banyak pertimbangan. dipikir ulang matang matang. jangan asal yang katanya sudah cinta sudah klop sudah cocok langsung gasss aja. padahal kebanyakan rata2 sifat asli seseorang akan muncul kepermukaan disaat kita sudah hidup berdua setiap hari 24 jam full. mau sifat terburuknya pun akan ditunjukkan. jadiiiiii...... 🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
heraannnn banget yaaa.. sama manusia manusia kardus itu. kok yaa senengnya mau rebut harta orng sihhhh... jual diri kalau mau banyak duit tapi ga mau kerja keras. upsss Maya kan emang udah jual diri sama Ares yaq 🤣🤣🤣 Zong kau may... may.. ternyata si Ares dl cuma sopir
wkwkwkwkwkwk
dome🌬️🌀🌀🌀
ada satu hal yg aku malas dari para FL dinovel. sudah tau dikhianatin ditipu sama pasangannya dan kluarga nya, tapi ga mau cerita dengan orng tua dia tentang permasalahan yg dia hadapin. setidaknya kalau ortunya tau bisa saling handle dr pihak ortunya si Elina disana biar bisa antisipasi. jangan sok gayaan bisa handle sendiri tanpa orang tuanya tau. oke lah kuat cerdas, tapi setidaknya disana bisa mengantisipasi masalah yg tiba tiba datang yg semisal Elina ga tau.
dome🌬️🌀🌀🌀
itu si Bayu emang beneran suruhan Ares apa dipihak Elina yaa... JD deh deg an deh
dome🌬️🌀🌀🌀
ngaca woyyy.. ngaca.. noh comberan tetangga lagi item itemnya pake coba buat ngaca mukamu. sapa tau JD sadar dr kesurupan.. perempuan murahan kok yaa ga nyadar🤣🤣. apaan sih lu may kalo gila yaa diem diem aja jangan kita kita disini pada tau🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares ini nganggep Elina apa coba. jauhhhhh sebelum kau bermain permainan amatiran seperti ini Elina dan kluarganya sudah biasa memainkan nya. disaat kau LG bermain comberan Elina sudah belajar tentang bisnis dan sebagainya..
wkwkwkwkwkwkwkwk...
berasa dia sudah cerdas apa yyaaa🤣🤣🤣
masuk lah kau kelubang buaya dan mati disana dengan mengenaskan ares😈
dome🌬️🌀🌀🌀
eehhh... Mak lampir. kalau anakmu si resres itu mampu pintar dan bisa diandalkan. ga mungkinn kalian hidup susah. dia cuma pintar cari mangsa kaya lalu morotin hartanya tapi dengan otak bodohnya coba coba selingkuh. udah lah laki mokondo ga guna pula. enaknya buang kecomberan nih kluarga ares
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares bukan bermimpi setinggi langit El. tapi bermimpi di siang bolong. ngarep aja terus si Bambang. ga tau apa bentar lagi bakalan ditendang 🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
dihh gila nya udah level akut Ares dan kluarga nya. mau kaya usaha dongggg... kerja keras banting tulang. buka ngerebut hartanya orng lain.. ngepet kek kalian Maya sama emakmu jaga lilin kau dan bapakmu yg keliling ngepet cari mangsa🤣🤣🤣
gedeg sumpah sama modelan lintah darat macam mereka
dome🌬️🌀🌀🌀
bagussss... gercep El singkirin para benalu ga tau malu... kalau bisa goreng mereka sampe krispi😈😈😈
mereka kejam kau harus lebih kejam el😈
dome🌬️🌀🌀🌀
idihhhh... aresss.. aress.. Siti amnesia kah. emang kau dan kluarga kauu kan emang numpang 🤣🤣🤣
kok jadi geli yaa dengernya dia ngerasa seolah2 numpang hidup sama istrinya 🤣🤣. lah itu kan kenyataannya 🤣

yoookkkk ketawain Ares berjamaah atas penyakit gilanya. karna gila mau rebut harta orng lain.. gak tau diri lu res... res
dome🌬️🌀🌀🌀
eehh.. eehh.. eehh.. siapa yaa anda anda ini. hidup aja masih numpang, makan aja masih dikasih. dah lah gitu ga punya apa apa. heelloooo Situ pada stres yaa karna kelamaan hidup susah pas diangkat derajatnya dan hidupnya jadi enak, lali berubah jadi kadal beracun yaa. harta orang mai dikuasain.....🤣🤣🤣 coba kalian pada berobat dl minta obat sama dokter jiwa siapa tau kalian ada penyakit gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!