NovelToon NovelToon
BABY-NYA OM GALAK

BABY-NYA OM GALAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Sugar daddy / Cinta Seiring Waktu / Duda / Konflik etika
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda SB

Ketika gadis SMA memilih kerja sampingan sebagai seorang sugar baby.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Spp

Hingga beberapa waktu berlalu, Yuna tak kunjung mendapatkan pekerjaan part time. Karena kebanyakan para pemilik usaha hanya menginginkan karyawan yang bisa bekerja full time. Sedangkan Yuna tidak bisa melakukannya, karena ia masih harus sekolah. Sebab sangat sayang sekali jika harus putus sekolah, sedangkan beberapa bulan lagi ia akan lulus dari SMA Nusantara.

Jam istirahat yang biasanya mereka sambut dengan ceria. Kali ini disuguhkan dengan wajah kusut Yuna, karena uang tabungannya yang semakin menipis. Sedangkan ia belum mendapatkan pekerjaan sampai detik ini.

"Kusut banget muka kamu?" tanya Hasya, menghempaskan bokongnya di sebelah Yuna.

Yuna hanya menoleh sekilas, lalu kembali mengaduk-aduk minuman tanpa berniat untuk meminumnya.

"Masih belum dapat kerjaan juga?" Lily dan Mega ikut menyusul. Karena mereka berempat keluar dari kelas di waktu yang berbeda.

Yuna mengangguk pelan dengan kedua tangan yang berubah menyangga kedua pipinya.

"Ibu kamu masih bekuin ATM kamu?" Hasya kembali bertanya.

Lagi, Yuna menjawab dengan anggukan kepala dengan bibir yang mengerucut. "Sumpah, memang nggak punya hati itu nenek-nenek. Udah aku yang dikhianati, aku yang disakitin. Dia malah masih ngotot minta aku untuk maafin Edo dan kembali menjalin hubungan dengan pria brengsek itu... setelah itu baru dia mau cairin ATM ku lagi. Gila gak tuh!"

Mereka bertiga ikut prihatin dan ikut merasakan kepedihan yang Yuna alami. "Sumpah! Gila banget ibu kamu, Yun. Dimana-mana, Ibu itu berusaha untuk melindungi dan menjaga anaknya jangan sampai tersakiti... Lah dia, malah jadi sumber kesakitan anaknya!" kesal Lily, sebagai gadis yang kesabarannya setipis tisu dibelah tujuh. Dia ingin sekali mencakar-cakar wajah ibu dari sahabatnya itu.

Yuna kembali mengaduk-aduk minumannya. Sekarang ia baru sadar, jika hidup ternyata sesulit itu. Tapi jika harus memaafkan dan melupakan peristiwa itu... rasanya tidak mungkin. Karena sakitnya saja masih terasa sampai sekarang.

"Udah jangan sedih, ah! Kami bertiga pasti akan terus bantu kamu cari info lowongan kerja."

Ketiga sahabatnya kompak memegang tangannya secara bersamaan. Meskipun dunia masih bersikap tidak adil padanya. Tapi setidaknya, ia masih punya ketiga sahabatnya yang selalu ada untuknya.

"Yun, kamu dipanggil Bu Triana ke ruangannya." ucap teman satu angkatannya tapi beda kelas, yang tiba-tiba datang.

Yuna menegang. "Mau apa?"

"Gak tahu, coba datangin aja!" jawabnnya.

Jantung Yuna berdetak kencang. Firasatnya mengatakan jika ini pasti ada hubungannya dengan uang sekolahnya.

"Mau ngapain Bu Triana manggil kamu?" ketiga sahabatnya juga sama penasarannya.

"Aku juga gak tahu. Tapi paling ada hubungannya sama uang sekolah!" kepala Yuna mendadak pusing. Padahal prasangka itu belum tentu terjadi, tapi ia udah keburu stress duluan.

Bu Triana adalah bendahara sekolah yang biasanya mengurus pembayaran uang sekolah dan lain-lain. Biasanya Yuna tidak pernah berurusan dengan Bu Triana. Karena jika ada pembayaran apapun, Bu Triana akan berurusan langsung dengan Ibunya. Tapi kali ini berbeda.

"Jangan bilang Ibu kamu gak mau bayarin uang sekolah kamu juga!" tuduh Mega.

Yuna hanya mengangkat kedua bahunya.

"Kalau sampai bener... Sumpah ibu kamu lebih kejam dari ibu tiri! Masa lebih belain Edo daripada anaknya sendiri." timpal Hasya.

Yuna tidak bisa berkomentar. Karena baru membayangkan saja, sudah membuat kepalanya makin nyut-nyutan.

"Kalau gitu aku ke ruangan Bu Triana dulu deh!" Yuna beranjak, meninggalkan ketiga sahabatnya yang semakin menatap prihatin padanya.

"Mau kita temenin gak?" tawar Lily tapi ditolak olehnya.

Yuna melangkahkan kakinya yang terasa berat ke ruangan Bu Triana. Jalanan lurus dan mulus dengan lantai granit itu, terasa seperti anak tangga licin yang memuncak tajam. Setiap langkah, membuat Yuna terbayang angka uang sekolah yang tidak murah biayanya, 35 juta. Ya, 35 juta biaya uang sekolahnya perbulan. Jangankan uang 35 juta, sekedar uang 500 ribu saja ia tidak punya.

Dengan sangat pelan, Yuna mengetuk pintu ruangan Bu Triana yang tertutup.

Tok! Tok! Tok!

"Iya masuk!"

Yuna membuka pintu dengan nafas yang terasa sesak. Di mejanya, Bu Triana terlihat fokus memegang Buku besar dengan wajah serius.

"Selamat siang Bu. Tadi, katanya... ibu manggil saya ya?" tanya Yuna sopan.

Bu Triana mempersilahkan Yuna untuk duduk. "Jadi begini Yuna. Tadi ibu sudah hubungi ibu kamu, tentang pembayaran uang SPP!"

Baru pembukaan saja, sudah membuat Yuna hampir oleng. Tenyata dugaannya benar.

"Ibu kamu berkata jika mulai bulan ini, kamu sendiri yang akan membayar uang sekolahnya, benar begitu?" lanjut Bu Triana bertanya.

Yuna membeku. Meski sebelumnya ia sudah bisa menduga. Tapi ia tetap saja terkejut. "B-benar Bu!" jawabnya terbata.

Ingin sekali Yuna membantah hal itu. Tetapi jika ia menolak, ibunya tidak mungkin berubah pikiran, dan ia pun tidak akan mau memaafkan dua manusia yang tak memiliki hati. Namun untuk putus sekolah... Yuna sama sekali tidak mau. Meski kedepannya ia tidak tahu bagaimana nasibnya. Namum setidaknya dengan berbekal ijazah SMA, ia masih bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, daripada tidak memiliki ijazah sama sekali.

"Jadi kapan kamu akan membayar uang SPP kamu, Yuna?" tanya Bu Triana to the point.

Yuna menunduk, jari jemari tangannya saling bertaut. "Secepatnya akan saya bayar Bu."

"Ya sudah tapi kalau bisa jangan sampai lewat bulan ini ya?" kata Bu Triana mengingatkan.

Yuna mengangguk. karena tidak ada lagi hal yang dibicarakan, Yuna segera pamit dan tujuan tidak lagi ke kantin melainkan ke kelasnya.

"Di mana aku harus mencari uang 35 juta dalam satu minggu?" kepala Yuna rasanya ingin meledak saja.

Yuna merebahkan kepalanya di meja sambil memijat pelipisnya perlahan. Tidak ada kalimat lain yang ia pikirkan saat ini... selain di mana ia bisa mendapatkan uang 35 juta, bukan hanya untuk bulan ini. Tapi untuk bulan-bulan berikutnya juga.

"Yun, kamu baik-baik saja?" ketika sahabatnya menyusul ke kelas. karena mereka sudah menunggu dari tadi, tapi Yuna tak kunjung datang ke kantin.

"Aku pusing!" jawab Yuna. Mendongak, menatap ketiga sahabatnya yang berdiri di sekelilingnya.

"Disuruh bayar uang SPP ya?" tanya Mega.

Yuna mengangguk. "Mau kita bantuin gak? Tapi, itupun kita cuma bisa bantu untuk bulan ini aja!" tawar Hasya.

Tak tega mereka melihat sahabatnya yang sedang susah. Tapi jika harus membantu terus-menerus, mereka juga tidak mampu.

Yuna menggeleng. "Nggak usah! aku tahu uang kalian juga nggak banyak!"

"Tapi kita bertiga bisa patungan kok!" timpal Lily.

Kedua mata Yuna berkaca-kaca. Bahagia karena memiliki sahabat yang tidak meninggalkan dirinya di saat terpuruk.

"Terima kasih atas tawaran kalian. Tentang uang SPP ini, bukan hanya aku hadapi bulan ini saja. Tapi bulan-bulan berikutnya aku juga akan mengalami hal yang sama. Jika kalian ingin membantuku, lebih baik kalian bantu aku mikir... gimana caranya aku bisa dapat uang minimal 35 juta setiap bulan!" kata Yuna.

Ketiga sahabatnya langsung berpikir keras. "satu-satunya cara yang paling mudah dan cepat, ya jadi sugar baby seperti kita?" celetuk Hasya.

"Hust ngawur kamu! kita memang sesat. Kalau bisa kita jangan buat Yuna ikutan sesat juga!" timpal Lily.

Yuna terdiam. "Aku mau!" sambungnya cepat.

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
kenapa sih gak ada yang gebuk itu si Edo ..manusia sampah miskin masih aja usaha ke Yuna
Aisyah Aisyah
cerita nya menarik
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
geli sih sama si Edo ...gak mau nabokin aja gitu kalo deketin kamu lagi Yuna ...

duh2 gimana ya kalo Bastian mau Nina ninu kan yuna lagi di rumah mama nya
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
seru juga cerita nya 🤣
Ira Janah Zaenal
Yuna kamu terlalu menggoda... jangan salahkan Bastian yg menempel terus padamu😍
Dew666
👍👍👍👍👍
Erita Simanjuntak
ceritanya bagus
Bunda SB: terima kasih
total 1 replies
Erita Simanjuntak
sangat bagus
Dew666
🪸🪸🪸🪸🪸
Dew666
🪻🪻🪻🪻🪻
Dew666
💎💎💎💎
Dew666
❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹
Nurhartiningsih
lanjut
Nurhartiningsih
yuk lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!