NovelToon NovelToon
PERJALANAN SANG LEGENDA:PENDEKAR NAGA

PERJALANAN SANG LEGENDA:PENDEKAR NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:55.8k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Aku hanyalah setetes air di tengah samudra luas.Melangkah di dunia ini semata-mata agar tetap merasa hidup.

Dengan pedang di tanganku, aku menolong mereka yang terjatuh.

Aku menebas musuh, menghabisi iblis, dan menghadang kegelapan.

Namun aku ragu…Mampukah aku menyelamatkan diriku sendiri?

Dengan kekuatan yang bahkan mampu menumbangkan naga,
Akulah legenda yang bangkit dari darah dan luka—Sang Legenda Naga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Jalan Berdarah Menuju Kota Air Tenang

​Tian Shan tidak menunggu fajar. Dengan jubah yang masih basah oleh darah prajurit dan tangan yang dibalut kain kasar, ia melangkah meninggalkan Lembah Sunyi.

Di punggungnya, ia tidak lagi membawa sisik ular untuk dijual. Ia membawa pedang besar yang kini terasa lebih ringan, seolah senjata itu mengerti haus darah pemiliknya.

​"Tuan, jangan pergi sendiri!" teriak salah satu warga desa.

​Tian Shan tidak berhenti, bahkan tidak menoleh. "Tetaplah di sini dan hiduplah. Jika aku tidak kembali, setidaknya kalian punya makanan untuk beberapa bulan ke depan. Jika aku kembali, pastikan kalian sudah mengubur mereka yang mati dengan layak."

​Ia berjalan menembus kabut pagi. Setiap langkahnya adalah dentuman kematian yang merambat menuju Kota Air Tenang.

​Sambil melangkah, Tian Shan mengatur aliran Qi-nya.

Ia teringat pelajaran lama dari Xinjiang tentang hierarki kekuatan di dunia yang fana ini.

Dunia pendekar dibagi menjadi enam ranah besar, sebuah tangga menuju langit yang seringkali dibangun di atas tumpukan mayat:

1.​Pendekar Pemula: Mereka yang baru saja merasakan Qi dan memperkuat otot serta tulang.

2.​Pendekar Inti: Tahap di mana Qi mulai memadat di dalam Dantian, membentuk fondasi kekuatan internal yang stabil.

3.​Pendekar Bumi: Mampu menyatukan energi diri dengan energi alam sekitar, memberikan kekuatan yang sanggup menghancurkan baja.

4.​Pendekar Langit: Mereka yang bisa memanipulasi ruang di sekitar mereka dan berjalan di atas udara, seolah gravitasi tidak lagi mengikat.

5.​Pendekar Suci: Tahap di mana jiwa dan raga menyatu sepenuhnya dengan hukum alam. Satu tebasan mereka bisa membelah sungai.

6.​Pendekar Abadi: Ranah mitos. Eksistensi yang melampaui konsep kematian dan waktu. Mereka adalah hukum itu sendiri.

​Tian Shan berada di puncak Pendekar Bumi, hampir menyentuh ambang Pendekar Langit.

Namun, kemarahan yang kini meretakkan kehampaannya membuat energinya tidak stabil, bergejolak seperti badai yang mencari muara.

​Kota Air Tenang adalah kota yang megah, dikelilingi tembok batu setinggi sepuluh meter.

Namun bagi Tian Shan, kota ini hanyalah sebuah makam besar yang belum ditutup.

​"Berhenti! Tunjukkan surat jalanmu!" teriak seorang penjaga gerbang saat melihat sosok berjubah hitam mendekat. Ada sekitar tiga puluh prajurit yang berjaga di sana.

​Tian Shan tetap melangkah. Capingnya menunduk, menyembunyikan mata kelabu yang kini mulai berpendar ungu gelap.

​"Aku tidak membawa kertas," suara Tian Shan terdengar dingin, bergema di antara tembok kota. "Aku hanya membawa kematian untuk gubernurmu."

​"PEMBERONTAK! BUNUH DIA!"

​Para prajurit itu merangsek maju. Tombak-tombak diarahkan ke dadanya.

Namun, Tian Shan bukan lagi anak kecil yang bingung akan tujuan hidupnya. Ia adalah badai yang berjalan.

​SHING!

​Pedang besarnya terhunus. Dalam satu putaran horizontal, lima kepala prajurit terbang di udara sebelum mereka sempat berkedip.

Darah menyemprot gerbang kota yang bersih, menodainya dengan warna merah pekat.

​Tian Shan bergerak dengan kecepatan yang tidak masuk akal bagi seorang pendekar di ranahnya.

Ia tidak hanya membunuh; ia menghancurkan. Setiap tebasannya membawa beban penderitaan warga desa yang mati kelaparan.

​Seorang kapten penjaga mencoba menangkis dengan perisai baja berat.

Tian Shan menghantam perisai itu dengan tinju kirinya yang dialiri Qi padat.

BUM! Baja itu remuk, dan tulang lengan sang kapten hancur hingga serpihannya menusuk organ dalamnya.

​"Siapa... siapa kau sebenarnya?!" tanya seorang prajurit yang gemetar, jatuh terduduk di atas genangan darah kawan-kawannya.

​Tian Shan berdiri di atas tumpukan mayat di depan gerbang. Ia menatap ke dalam kota, di mana orang-orang mulai berlarian ketakutan.

​"Aku adalah cangkang kosong yang mulai merasakan sakit," jawab Tian Shan datar. "Dan aku ingin tahu, apakah gubernurmu bisa merasakan sakit yang sama saat kepalanya kupisahkan dari raganya."

​Ia melangkah masuk melewati gerbang. Siapa pun yang mencoba menghalangi—baik itu prajurit, tentara bayaran, maupun pengawal pribadi kaya yang sombong—semuanya berakhir sama: terbelah atau hancur.

​Jalanan kota yang biasanya ramai kini berubah menjadi sungai darah.

Tian Shan tidak bicara, tidak berteriak. Ia hanya berjalan lurus menuju istana gubernur yang berdiri angkuh di pusat kota.

Setiap ayunan pedangnya adalah filosofi yang paling murni: bahwa di hadapan maut, semua gelar, kekayaan, dan kemewahan hanyalah ilusi yang rapuh.

​"Yang kaya memonopoli sumber daya," gumamnya sambil menebas seorang penjaga elite di tangga istana. "Maka hari ini, aku akan memonopoli kematian kalian."

1
Agen One
🔥🔥
Agen One
😴😴
Agen One
Privilege handsome/Facepalm/
Agen One
💪9
Agen One
👍💪
Agen One
👍💪
Agen One
🔥🤣
Agen One
🤣🤣
Agen One
🤭🤭
Agen One
🤣🤣
Agen One
🔥🔥
Agen One
👍👍
Agen One
😴😴
Agen One
🙏🙏
Agen One
👍.
Agen One
💪.
Agen One
🤣🤣
Agen One
😴😴
Agen One
😴😴
Agen One
🤣🤣👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!