Hanum seorang wanita cantik berhijab berusia 24 tahun memilih pergi meninggalkan suaminya karena rasa sakit hati telah di khianati
keluarga sang suami pun tidak begitu suka Hanum karena hanum mereka anggap sebagai benalu yang selalu menyusahkan mereka
keluarga Dimas selalu menghina keluarga Hanum yang berasal dari keluarga sederhana dari desa
Dimas pria berusia 26 tahun yang sudah mengikat hanum dengan tali pernikahan selama dua tahun ini
akan kah hanum mempertahankan rumah tangganya bersama Dimas? atau Hanum menyerah dan pergi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummy phuji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32 Rencana bulan Madu
Trus kak Mentari juga ada nama loh mas " jawab hanum dan memberi tahukan suaminya tentang nama kakak iparnya
"oh ya siapa!?" tanya Damar
"daeng Kanang " jawab Hanum
"hahaha orang sini ada ada aja ya ngasi namanya kasi nama kanan emang kak mentari nggak ada kirinya!?" ucap damar tertawa geli
"iissshhh mas kok malah tertawa sih" hanum mengerucutkan bibirnya kesal
"habisnya lucu sayang namanya,orang sini namanya lucu-lucu ya" jawab damar
"daeng kanang itu artinya cantik mas bukan nggak ada kirinya " ucap hanum
"oh begitu!? Maaf maaf mas nggak tau" jawab Damar
Tak lama tante memang datang bersama beberapa ibu-ibu membawa makanan untuk hanum dan damar
"ini nak makanmaki (ini nak silahkan makan)" ucap Tante memang menghidangkan banyak jenis makanan di depan hanum
"kok banyak banget mak!!?" tanya Hanum
"tidak apa-apa ji nak,makan maki pasti lapar sekali maki toh (tidak apa-apa nak, kalian makan saja pasti kalian sudah sangat lapar)" jawab Tante memang
"ayo mak kita makan sama-sama " ajak damar
"makan maki nak , sudah ma makan di belakang sama-sama ibu ibuka tadi (silahkan makan nak,saya sudah makan bareng ibu-ibu di belakang tadi)" jawab Tante memang
"oh gitu ya mak!? Kalau begitu kami makan dulu ya mak!!" ucap Damar
"iye nak iye makanmaki, kebelakanga dulu saya nah mauka bantu itu orang bersih-bersih(iya nak silahkan makan saya mau kebelakang dulu bantu orang-orang bersih-bersih)" jawab tante memang dan beliau berlalu meninggalkan damar dan Hanum
Mereka pun makan berdua untuk pertama kalinya sebagai seorang suami dan istri
Hanum mengambilkan makanan untuk damar lalu mengambil makanan untuk dirinya sendiri dan mereka pun makan sesekali mereka bercanda
Kalau ada yang bertanya di mana baby Nata !?
Selama hanum di Makassar baby nata selalu bersama adik adik sepupu hanum bahkan baby nata tidur di rumah mereka secara bergantian dan baby nata merasa senang dan tidak lagi bergantung pada ibunya
seperti malam ini baby nata sudah di culik oleh adik sepupunya dan meminta izin untuk nginap di rumahnya
Setelah makan mereka duduk bersama di ruang keluarga yang masih kosong hanya ada karpet tebal yang di gelar disana
Tak berselang lama keluarga Hanum dan Damar datang satu persatu masuk kedalam ruang keluarga dan ikut duduk bersama hanum
Mereka mengobrol banyak hal apalagi di sana ada om Burhan dan pak Reski ayah Hanum juga ada paman Hanum yang datang dari daerah Bulukumba yaitu tetangga kampung ayah Hanum
"sebelum ta pulang jalan-jalan ki juga nak ke rumahnya om nanti ku bawaki ke pantai Bira (Sebelum kalian pulang kalian datanglah bersilaturahmi kerumah om, nanti om ajak kalian jalan-jalan ke pantai Bira)" ucap om Mansyur tapi lebih akrab di panggil om Ancu beliau salah satu adik sepupu ayah Hanum namun Sangat dekat dengan ayah hanim dan om Burhan
tinggal bersama keluarga hanum sedikit demi sedikit Damar dan keluarganya mengerti apa yang mereka katakan karena keluarga hanum menggunakan bahasa Indonesia tapi juga dengan dialek bahasa kampung mereka dan seringkali mencampur adukkan bahasa Indonesia dengan bahasa ibu mereka
Hingga sering juga Damar,hanum mentari dan keluarga Damar kadang bingung apa yang mereka katakan
"memangnya rumah om ancu dekat pantai ya!?" tanya Hanum
"tidak tongji nak di bilang dekat tapi ya tidak butuhjaki waktu lama kalau mau kesana,disana juga ada villanya temanku yang bisa di tempati kalau mauki bermalam
( tidak begitu dekat juga nak tapi tidak membutuhkan waktu lama kita kita bisa sampai di sana,disana juga ada villa milik teman kita bisa tempati jika ingin nginap disana)"jawab om ancu
"iya disana pantainya bagus om, dulu aku sering di ajak sama kak Hasrul kita main ketempat temannya yang rumahnya memang ada si sekitar pantai, pasirnya pasir putih lagi" celetuk reyhan mengingat masa mudanya bersama anak om ancu bernama Hasrul
"emangnya disana pasirnya putih ya pah!?" tanya mentari pada suaminya
"iya ma pasirnya itu pasir putih jadi terlihat cantik"jawab reyhan
"wah jadi penasaran " ucap Hanum
"ya sudah kalian langsungmi saja ikut sama om pulang kalau begitu (ya sudah kalian lebih naik ikut aja langsung sama om pulangnya kalau begitu)"ucap om ancu lagi
"iya om kami ikut om pulang,biar nggak repot bolak-balik lagian keluarga besan sudah mau pulang hari Sabtu jadi sebelum mereka pulang kita ajak mereka jalan-jalan dulu "celetuk reyhan lagi
"iya kalian ikut om kalian nanti ke Bulukumba jadi enak perginya ramai-ramai"om ancu manggut-manggut mengiayakan ucapan reyhan
"Nah setelah dari Bulukumba kalian langsung ke Gowa dirumah tante Mirna, mereka juga sudah menunggu kedatangan kalian"jawab om Ali adik om Ancu
"trus rumah om di mana?!" tanya Hanum
"kalau om di Gowa juga dekat rumah tante mirna juga sih nama daerahnya Bontonompo "jawab om Ali
"wah berarti di kampung om itu banyak Goa batunya ya om!?" tanya Damar kegirangan
"Hahahaha ada-ada saja kamu nak , tidak ada Goa di kampung om namanya saja yang Di sebut GOWA bukan Goa batu" jawab om Ali tertawa terbahak bahak mendengar pertanyaan menantu barunya itu yang lain pun ikut tertawa
"oh gitu ya om hahahaha maaf aku nggak tau" ucap damar menggosok belakang kepalanya karena kikuk
"iya tidak apa-apa nak " jawab om ali
"om kibawaki towwa nanti ke Maros di sana itu ada Goa batu sama sekalian ajakki jalan-jalan ke Bantimurung takkalami ada si sini
(om bawa mereka jalan-jalan ke kota Maros yang ada Goa batunya dan juga sekalian ajak mereka jalan-jalan ke Bantimurung mereka kan sekalian ada disini)
Kapan lagi towwa baru bisa di ajak jalan-jalan di Makassar kalau bukan sekarang
(kapan lagi mereka bisa diajak jalan-jalan di Makassar kalau bukan sekarang !!!)
ka kalau pulangmi itu susah sekali mi mau datang kesini
(kalau mereka sudah pulang' pasti akan susah mau datang lagi kesini )" celetuk Kak lina anak Om Ancu
"iya betul itu,dari rumahmu Ali bawami jalan-jalan ke Maros ka itu suaminya Hanum mau sekali liat Goa batu (iya benar itu jadi dari rumah kamu Ali
Kamu bawa saja mereka jalan-jalan ke Maros apa lagi suami Hanum pengen banget liat Goa Batu)" jawab pak reski ayahnya Hanum
"iye daeng insya Allah,tapi kapan ini mau semua berangkat ke Bulukumba !?
(iya kak insya Allah,tapi kapan semuanya mau berangkat ke Bulukumba !?)" jawab om Ali
"lusapi ka kasi cukup tongi towwa tiga malam bermalam menantunya deng Leo'
(Nanti lusa biar menantu kak Leo' nginap tiga malam )" jawab om Burhan
Dalam Adat suku Makassar seorang menantu laki-laki baru harus bisa menginap si rumah mertuanya selama tiga malam atau lebih lalu sang istri baru bisa di boyong kerumah sang laki-laki
Istilah orang Makassar mengatakan Akmatoang
tradisi akmatoang ini
merupakan tradisi memberi atau pemberian kepada mertua yang dilakukan pihak perempuan kepada mertua pihak laki-laki.
tujuannya yaitu melakukan
pendekatan pada keluarga mertua dari pihak laki-laki
bentuk simbol yang terdapat dalam tradisi akmatoang yaitu membawa berbagai macam jenis kue-kue tradisional seperti kanrejawa bajek (kue baje), Kanrejawa cucuru (kue cucur), burasa (buras), dodoro (dodol), lamari (lemari), lipak sakbe (sarung sutra),baju burakne (baju sepasang laki-laki), songkok (peci),bongong (kerudung )kappara (dulang),sandala (sendal),Tasa (Tas)
Semua ini di istilahkan sebagai pakbalasa (balasan) karena saat akan menikah pihak laki-laki membawa banyak Erang-erang (seserahan )
. Kedua Makna Simbol yang terkandung dalam tradisi akmatoang yaitu Kanrejawa cucuru (simbol kebahagiaan), Burasa (simbol kehidupan), Dodoro( simbol kebersamaan), Lipak (simbol
penhargaan). Baju pakasalingan (simbol kesatuan), Songkok (simbol kerhormatan), Kappara (simbol keharmonisan), Tasi’ (simbol perubahan status social).
Tapi karena Hanum mertuanya sudah ikut serta dalam acara mereka Mulai dari lamaran Hingga resepsi jadi mereka hanya nginap dirumah orang tua hanum selama tiga hari setelah itu mereka bisa pergi berbulan madu tapi lebih tepatnya berlibur bersama keluarga
Hanum dan Damar pun berencana akan berbulan madu di pantai Bira di kabupaten Bulukumba
...****************...
Maaf ya kalau dalam bab ini banyak kekurangannya dan ceritanya berbelit-belit 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Makasih ya untuk semua yang selalu setia berada disini 🙏🏻😘🥰🥰🥰
celup san sini
Cocok bua hiling hiling pengantin baru.
puluhan novel yg kubaca biasa nya visual pakai artis Drakor atau Drachin.
Mungkin readers banyak yg suka artis korea, kok senang prodak asing ketimbang prodak bangdane dewe.
Wes angelllll.....!