sebuah keserakahan manusia yang akan membawa petaka dari keluarganya, untungnya Laluna si gadis cantik yang perkasa ini luput dari kekejaman serta keserakahan orangtuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Edward tumbang
satu laki-laki yang masih tersisa itu menyeret Bu Ayu dan putrinya menghadap seorang laki laki yang memakai topi dan jaket hitam yang sedang duduk di belakang meja menghadap tembok, si preman dengan gugup mengantar korbannya dihadapan sang bos dan terburu buru ingin pergi menyelamatkan diri, tak apa tak di bayar asal nyawanya selamat, pikir preman yang tersisa tadi.
" kamu mau kemana bludrek". Tanya si bos ketika melihat anak buahnya melarikan diri, lelaki sangar yang di panggil bludrek itu tak menjawab tapi terus saja bergegas keluar dari ruangan itu tepat di balik pintu dia berpapasan dengan Luna.
"eittt mau kemana kang mas, nggak mau memperkenalkan aku dengan bosmu dulu? Ejek Luna sambil mengangkat laki laki bernama bludrek itu dengan cara menarik Krah bajunya di bagian belakang leher, dan lelaki itu tak punya nyali, karena dia tahu kekuatan dari lawannya.
Sementara Bu Ayu dan putrinya memandang si bos preman itu dengan mata tak berkedip, seperti nya dia kenal siapa lelaki di balik masker dan topi hitamnya itu.
"penasaran dengan ku wahai bibiku tercinta?" ucap Lelaki itu sambil membuka topi dan maskernya.
"Edward?" teriak keduanya.
"ya ini aku Edward, cucu yang sama kakeknya selalu di bilang pecundang menghabiskan uang keluarga, sementara putramu yang selalu di sanjung dan puja sebagai lelaki setengah dewa padahal kami sama sama cucu dari si tua bangka itu". Jawab laki laki setengah bule yang bernama Edward itu.
"terus mau kamu apa Edward, menculik kami apa gunanya, kita adalah sepupu kita masih keluarga dekat Edward!" Laila setelah tahu bahwa bos dari drama penculikan ini adalah sepupu nya sendiri, anak dari adik perempuan ayah nya menjadi berani beradu argument, tak tahu saja Laila bahwa laki-laki pecundang dan pengecut ini sangat kejam demi mencapai apa yang diinginkannya.
"ha ha ha ha, polos sekali kamu Laila sayang, ibuku mati mengenaskan karena dikucilkan oleh kakek kita, sementara kalian hidup bergelimang harta, apakah itu adil? Tentu saja aku ingin si brengsek kakakmu itu membagi hartanya denganku, jangan serakah dengan memakan hak saudara lain". teriak Edward, sementara Laluna mendengar dari balik pintu sambil mengirim WA kepada kakak Laila yang Laluna kini sudah faham kalau dia adalah Fadli lelaki yang tiga hari lalu di tolongnya, meski sebenarnya Fadli dan Hasan belum butuh pertolongan dari siapapun.
Fadli yang membaca WA dari nomor yang sama kini menjadi faham dan menyesal atas kelalaiannya yang mengabaikan WA dari Laila dengan meminjam hp Laluna tadi, Hasan dan Fadil segera cabut, Laluna sudah bilang tak usah membawa pengikut, karena mereka tinggal satu orang bos nya saja, ketika Laluna mengirim messenger ke hape Fadli tadi Laluna belum mendengar jika yang di hadapi Laila saat ini adalah sepupu nya sendiri.
"Edward, bukan nya kami serakah, kamu juga tahu harta dari kakek sudah di bagi dengan adil menurut syariah yang dipercayai kakekmu, ibumu mendapatkan sesuai haknya dan ayah Laila mendapatkan sesuai dengan haknya pula, lalu mana lagi yang tidak adil menurut kamu?" tanya ibu Rahayu.
"Bibi Ayu sayang, buka mata bibi lebar lebar, sekarang apa yang kami punya, umi ku meninggal mengenaskan papaku menikah lagi dan membiarkan aku hidup di jalanan sendirian dengan peninggalan yang tak seberapa". Jawab Edward.
"itu bukan salah kami Edward, kami sudah mati matian ingin merawat mu, tapi kamu tak mau banyak aturan kamu pingin bebas dengan hidup di jalanan, sementara itu sadarlah nak, kakek kamu sudah menentang keras pernikahan mommy dan Daddy mu yang seorang pemabuk pemalas penjudi dan tukang KDRT terhadap keluarga, ayahmu sudah tujuh kali menikah dan berakhir dengan perceraian, apa kamu kurang jelas? Dan semua harta mommy mu dihabiskan oleh ayahmu yang di cintai mommy mu sampai mengorbankan keluarga, bahkan nenekmu sampai depresi memikirkan kan anak perempuan satu satunya ". Bu Ayu memberi penjelasan sejelas jelasnya pada keponakannya itu.
" Halah itu hanya akal akalan kalian saja, aku tidak percaya dengan semua itu, yang aku percaya seperti cerita Daddy sebelum pergi, bahwa kakek tidak adil dalam membagi warisan, pilih kasih, sekarang aku akan telpon si Fadli untuk berikan separo dari kekayaannya maka kalian akan pulang dengan selamat". Ancam Edward.
Bu Ayu dan Laila saling pandang dan masuk lah Laluna dengan tangan di lipat di dadanya, "oh ternyata hanya karena harta ini masalahnya " ledek Laluna, dan Edward langsung mendelik dan membentak" siapa kamu, kenapa ikut campur urusan kami". Teriak Edward.
"Bludrek, Supri, botak ,Udin dimana kalian? kemari seret mereka semua ke dalam kamar, kalau macem macem kita eksekusi semuanya". Teriak Edward lagi.
" Percuma bang, eh mas eh mister, bagaimana aku memanggilmu?" tanya Laluna meledek.
"panggil saja dia Edward ". Laila yang menjawab.
"oh iya Edward, sekarang aku baru ingat, jadi yang menculik si Azka kemarin juga kamu, yang mencoba menyerang bang Fadli dan asistennya juga kamu ya?" tanya Laluna setelah tahu apa hubungan Edward dan Fadli.
"keparat, jadi kamu wanita yang selalu ikut campur urusanku". Teriak Edward.
"mana ini para cecunguk". Teriaknya lagi dan Luna menjawab dengan santai
"Ada tuh sudah aku tumpuk dalam got, kelihatanya mereka nyenyak dalam pingsannya". Ucapan Laluna membuat kedua ibu dan anak itu melongo dan juga membuat Edward meradang marah bukan kepalang, Edward langsung mengacungkan pistol ke arah Laluna dan dengan tak memakai ancang ancang dan aba aba, dia langsung menarik pelatuknya, 'dor' Luna miring ke kanan, peluru mengenai daun pintu dari kayu mahoni yang masih muda dan murahan itu , akhirnya jebol, tembakan kedua diarahkan ke muka Laila tanpa ada yang tahu pergerakan Luna tiba tiba peluru itu ada di jepitan jari telunjuk dan jari tengah Laluna tanpa mengenai wajah Laila sedikit pun, pistol diarahkan ke muka Bu Ayu, "jangan terlalu bangga dengan kehebatanmu atau ku bunuh bibiku tersayang ini", dan 'dor' tiba tiba dari arah belakang ada seseorang yang menembak Edward tepat di tangannya yang sedang memegang pistol, dan pistol terlepas sebelum meletus mengenai kening ibu Ayu, ternyata Hasan dan Fadil yang datang, Fadli sengaja menembak lengan Edward agar tak membunuh sepupunya itu, bagaimana pun mereka saudara, kalau masih bisa di selesaikan secara keluarga kalau nggak bisa ya apa boleh buat biar aparat yang bicara.
"Hasan, panggil ambulance bawa mereka kerumah sakit" perintah Fadli.
"oh ya bang Hasan, sekalian keempat laki-laki dalam got depan itu dibawa sekalian ke rumah sakit". Teriak manja Luna.
"hai Abang Fadli ketemu lagi kitanya". Ucap Luna manja, Laila melongo ternyata mereka sudah kenal, dan lagi Laila heran kemana perginya cewek perkasa tadi yang mampu menggenggam letusan peluru, kini yang ada seorang gadis remaja biasa yang manja, dan Bu Ayu sungguh terkesan akan kehadiran Laluna.
@@&@@