Arga adalah seorang dokter yang sangat jenius dimasanya, hampir semua penyakit bisa dia sembuhkan, karena kejeniusannya dia diberi julukan sebagai Dewa Obat.
karena sebuah kesalahan seorang dewa dia mati tersambar petir, untuk menebus kesalahannya sang Dewa menghidupkannya kembali menjadi seorang pangeran di jaman kuno, Dia terlahir kembali dengan ingatan kehidupan sebelumnya, Dengan kejeniusan dan bantuan dari Dewa dia akan merubah nasib dunia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Akhmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabur dari sekte
"Kemana kalian akan pergi?" Ucap penjaga perbatasan sekte
"Kami ingin menjalan kan misi." ucap Xiao Tian
"Tunjukkan surat perintah kalian!" Ucap Penjaga perbatasan
"Ini." Ucap Xiao Tian
Xiao Tian memberikan kertas tugas yang dia dapatkan dari penjaga gedung sekte, Tak disangka ekspresi dari penjaga perbatasan begitu terkejut, Sikapnya menjadi berubah 180 derajat, Tampang yang seram saat pertama bertemu berubah menjadi tampang yang begitu sopan dan ramah.
"I..ini, Maaf karena mengganggu perjalanan kalian, Silahkan lanjutkan perjalanan semoga sukses dalam misi kalian." Ucap Penjaga itu dengan senyuman
"Baiklah tak masalah, Sampai jumpa paman penjaga." Ucap Xiao Tian
#Wilayah murid luar tingkat 5
"Ketua tolong balaskan dendamku!"
"Ada murid yang berani menghajarku!" Ucap Gong
"Siapa yang berani menghajarmu?" Ucap Chunku
"Na...namanya Xiao Tian ketua!" Ucap Gong
"Siapa itu aku tak pernah dengar?" Ucap Chunku
"Itu adalah murid baru, Dia telah menghajarku dengan ditemani Su Yan dan si gendut." Ucap Gong
"Oh jadi kau kalah dari sekumpulan bocah!"
"Kau kemari hanya untuk mengadu?" Ucap Chunku
"Tapi bocah itu sangat kuat tuan." Ucap Gong
"Cih apa dia tahu kalau kau adalah bawahanku?" Ucap Chunku
"Sialan sepertinya tidak ada cara lain selain berbohong, Kalau tidak dia tak mau menghajar bocah itu." pikir Gong
"Ya dia tahu, Dia bahkan bilang kalau dia tak tak takut kepadamu ketua, Dia bilang kalau aku hanyalah sampah yang berharap kepada seorang pecundang." Ucap Gong
"Apa dia benar-benar berkata begitu?" Ucap Chunku dengan wajah kesal
"Bagus sepertinya dia terpancing, Sudah kuduga dia paling tak suka kalau dipanggil pecundang." Pikir Gong
"Ya itu benar Dia berkata seperti itu, Dia juga bilang kalau pecundang sepertimu tak layak melawannya." Ucap Gong
Duakkkk
"Beraninya dia berkata seperti itu!" Ucap Chunku sambil menghancurkan meja
"Sepertinya aku terlalu berlebihan, Tapi ini juga bagus, Bocah itu pasti akan tamat." Pikir Gong
"Bawa aku ketempatnya sekarang!"
"Akan kuhabisi bocah sombong itu!" Bentak Chunku
#Wilayah murid luar tingkat 3
"Panggil dia kemari!" Ucap Chunku
Semua anak buah Chunku masuk ke dalam kamar Xiao Tian Tapi tak menemukan siapapun.
"Lapor ketua di dalam tak ada satu orangpun, Jangan kan orang, Barang-barangnya pun tidak ada." Ucap salah satu anak buah Chunku
"Mereka pasti sudah lari, Cari di wilayah tingkat 2 dan tingkat 1 mungkin saja mereka bersembunyi di tempat mereka yang dulu!"
"Jika perlu geledah semua bangunan disana!" Ucap Gong
Setelah menggeledah semua bangunan, Mereka tak menemukan Xiao Tian dimanapun, Hingga salah satu murid ada yang mengatakan kalau dia melihat mereka pergi ke gedung sekte untuk mengambil misi.
#Gedung sekte
"Paman wang, katakan padaku apakah ada 1 orang bocah bernama Xiao Tian mengambil misi disini?" Ucap Chunku
"Aku tak terlalu ingat, Yang datang kesini begitu banyak hari ini." Ucap penjaga gedung
"Dia pergi dengan si Gendut yang suka menjalankan misi rendahan." Ucap Gong
"Oh dia ya, Aku ingat , kalau tidak salah dia mengambil misi membasmi iblis di luar sekte." Ucap Wang
"Hmmm bisakah kau tunjukkan misi yang telah kau stempel?" Ucap Chunku
"Ini misi yang mereka lakukan." Ucap Wang
"Membasmi iblis di kerajaan angin?"
"Inikan misi peringkat S kenapa kau berikan misi ini kepada pemula seperti mereka!" Ucap Chunku
"Aku yakin misi itu peringkat C dan hanya untuk beberapa hari, Biar aku lihat." Ucap Wang sambil menarik surat yang dia stempel
"Mati aku, Ternyata aku salah memberi misi karena agak mengantuk waktu itu, Kalau mereka pergi ke sana, Aku jamin mereka tak akan kembali." Ucap Wang
"Ketua apakah kita sudahi saja ini?"
"Mereka mungkin sudah mati jika pergi kesana." Ucap Gong
"Cih benar-benar menyebalkan, Aku tak suka melepaskan mangsaku begitu saja, Siapa tahu dia mengambil misi ini hanya untuk kabur dariku, Dia hanya ingin keluar sekte dan menyelamatkan diri tanpa menuntaskan misi." Ucap Chunku
"Benar juga kenapa aku tak kepikiran ya."
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Ucap Gong
"Buat poster buronan dengan wajah mereka bertiga, Dan sebarkan ke semua desa dan kerajaan terdekat!"
"Kalau dia sudah mendengar kabar kematiannya aku akan puas."
"Tak ada yang bisa hidup setelah menyebutku sebagai pecundang!" Ucap Chunku
"Ba..baik ketua." Ucap Gong
Clebbb Chunku menusuk Gong dengan pedangnya.
"Ke..ketua apa maksudmu?"
"Kenapa kau..." sebelum menyelesaikan kalimatnya Gong yang masih terluka parah karena Xiao Tian ditambah tusukan pedang beracun dari Chunku dia tewas seketika
"Bukankah sudah kubilang tak ada yang bisa hidup setelah menyebutku pecundang?"
"Meski kau hanya mengulangi kata-katanya secara tak langsung kau juga menyebutku sebagai pecundang."
"Ingatlah jika kalian tak ingin bernasib sama sepertinya jangan pernah mengatakan hal tabu itu dihadapanku lagi, Kalian mengerti?" Ucap Chunku
"ka..kami mengerti." ucap para anak buah Chunku
"Paman wang anggap saja kau tak melihat kejadian ini ya." Ucap Chunku
"Ah tenang saja aku orangnya pelupa." Ucap Wang
"Bagus sekali aku memang bisa mengandalkan paman." Ucap Chunku
"Seperti yang diharapkan dari anak orang yang berpengaruh, Memperlakukan nyawa manusia seperti nyawa serangga." Pikir Wang
"Semuanya cepat pergi keluar sekte dan sebarkan poster mereka!"
"Kalau penjaga gerbang menghalangi kalian, tunjukan lencana ini !" Ucap Chunku sambil melempar lencana
"Xiao Tian tunggu saja ajalmu!" Ucap Chunku
#Di luar sekte
"Hachu, Apa aku kena Flu ya?"
"Aku sering bersin belakangan ini." Ucap Xiao Tian
"Boss kemana kita akan pergi?" Ucap si Gendut
"Tentu saja jalan lurus menuju misi kita,
Hahaha." Ucap Xiao Tian
"Ke..ketua bisakah kulihat kertas misinya?" Ucap Su Yan
"Ini lihat saja." Ucap Xiao Tian dambil memberi kertas misi
"Dibelakangnya ada peta jangan sampai hilang ya!" Ucap Xiao Tian
Setelah membaca misinya, Seketika Su Yan menggigil ketakutan, Wajahnya membiru seakan dia mau mati.
"Hei kenapa kau diam saja, Sini aku juga ingin lihat!" Ucap si Gendut
Setelah membaca surat misi Si Gendut langsung pingsan.
Sebenarnya ada apa dengan kalian?" Ucap Xiai Tian yang tak mengerti misi macam apa yang telah dia ambil
Karena mereka berdua tak merespon Xiao Tian memukul kepala mereka.
Bukkk
"Woi kenapa malah diam!"
"Dan kau gendut kenapa malah pingsan!" Teriak Xiao Tian
"Ke..ketua ini misi tingkat S, Kita tak boleh kesana, Kita kabur saja dan cari tempat aman." Ucap Su Yan
"Memangnya ada tempat aman?"
"Kita kan jauh dari kerajaan mu, Bahkan untuk ke kerajaanku saja perlu 7 hari dengan berjalan kaki." Ucap Xiao Tian
"Setidaknya itu aman, Kerajaanku sangat jauh dari sini hingga perlu satu bulan untuk kesana dengan jalan kaki, Jadi sudah diputuskan kita ke kerajaanmu saja ketua!" Ucap Su Yan
"Baiklah kita pergi ke kerajaanku lebih dulu, Toh memang kita harus lewat sana agar mencapai kerajaan Angin." Ucap Xiao Tian
"Hahah kau ini bercanda ya!"
"Kalau sudah sampai dikerajaanmu kita pasti aman, Tak perlu takut lagi diburu para keparat itu!" Ucap Su Yan
"Benar boss tolong pikirkan lagi." Ucap Si Gendut
"Ya sudah kalau tak mau ikut kalian bisa pergi tanpaku." Ucap Xiao Tian
"Tunggu boss jangan tinggalkan kami di hutan, Tanpa peta kami bisa tersesat." Ucap Si Gendut
"Ketua berjanji tak akan ribut lagi jadi biarkan kami ikut." Ucap Su Yan
"Hei Su Yan apa kau yakin?" Bisik Si Gendut
"Tenang saja, Kita pira-pura saja dulu, Setelah sampai di kerajaannya kita akan aman dan tak perlu ikut dia lagi." Bisik Su Yan
"Apa yang sedang kalian bicarakan?" Ucap Xiao Tian
"Tidak ada kok benarkan Su Yan." Ucap Si Gendut
"Iya tidak ada kok, Ini hanya obrolan seorang teman." Ucap Si Su Yan
"Sejak kapan kalian jadi seakrab ini?" Ucap Xiao Tian
"Sejak kami memiliki pemimpin yang sama." Ucap Si Gendut
"Terserah kalian saja, Ayo lanjutkan perjalanan, Kita membuang banyak waktu gara-gara kalian, Kalau tidak mereka menyusul nanti." Ucap Xiao Tian
"Ba..baik." Ucap Si Gendut dan Su Yan
sayang banget padahal seru