Pernikahan nya dengan seorang duda beranak dua,menyisakan luka yang setiap hari nya di rasakan oleh Fifian,,sang mantan istri yang selalu membayangi rumah tangga nya membuat sang suami tidak perhatian pada nya..Di tambah lagi pekerjaan yang selalu menyibukan diri nya..
Ketikan Fifian meminta cerai barulah Alexander sang suami menyadari akan kesalahan nya..
Akankah Fifian memaafkan Alexander..???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dada_1407, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasa Nasi Padang
Selesai berdandan , Fifian pun segera bergegas ke luar rumah,Hampir satu jam setelah suaminya mengirim pesan, Fifian baru selesai dandan. Sebenarnya dandan nya gak lama,tapi melamun dan overthinking yang banyak membuang waktunya..
Begitu sampai di halaman depan, Fifian terkejut melihat mobil suaminya datang.
"Kok mas Alex pulang,katanya mau ngajak makan siang..?" tanya Fifian begitu suaminya turun dari mobil dan menghampirinya
"Aku pikir kamu tiba-tiba berubah pikiran dan nggak mau makan siang denganku,Ya sudah aku pulang dan mau menjemput kamu."
Jujur saja Fifian sedikit terharu,dia tak menyangka suaminya sampai datang ke rumah untuk menjemputnya.
"Itu aku lama karena.... Biasalah perempuan mas.." Fifian sambil tersenyum canggung
"Sini aku lihat lebih dekat hasil dandan selama 1jam.." goda Alex sambil menatap istrinya dari atas sampai bawah.
"Apaan sih mas.."Fifian mendorong dada suaminya dengan malu-malu
"Ternyata hasilnya nggak mengecewakan kamu sangat cantik..istri siapa ini.." Alex tersenyum jahil seraya mencolek puncak hidung istrinya.
"Istri kamu lah,mas.."
"oh kirain istrinya Pak Udin.." ucap Alex menatap Pak Udin tukang kebun nya yang sedang memangkas tanaman.
Fifian lalu mencubit perut suaminya..Alex tertawa lalu menarik istrinya ke dalam pelukan nya, Fifian sangat terkejut , tumben sekali suaminya mau memeluknya..
sepertinya Alex memang benar-benar ingin berubah lebih perhatian padanya.
Fifian tidak tau harus bagaimana,ia tidak membalas atau menolak pelukan suaminya.Rasanya masih aneh dan canggung suaminya memeluk nya.
Namun tidak di pungkiri hati Fifian sangat bahagia. Memang susah memiliki hati yang gampang baper, agar hatinya gampang baper ini terluka, Fifian berharap kali ini mas Alex benar-benar berkomitmen dengan ucapan nya yang ingin berubah.
"Mas udah dong pelukan nya,malu tuh di lihatin pembantu sama tukang kebun kamu..!" Fifian berusaha melepas pelukan suaminya.
Alex tidak menghiraukan permintaan istri nya dan terus memeluk semakin erat, Baru 10 menit kemudian setelah merasa puas Alex pun melepas pelukan nya.
"Ayo mas kita makan ,aku udah laper banget.."
"Makan nya di rumah aja ya ,aku nggak rela istriku yang cantik ini di lihatin orang lain.."
"Tadi kan udah janji mau ngajak makan siang di luar mas,kok sekarang jadi berubah pikiran sih..Aku udah dandan cantik loh ini mas..!"
"Oh jadi kamu dandan cantik ini buat cari perhatian cowok-cowok lain gitu..?"
"Iya..siapa tahu ada CEO tampan kaya raya kecantol sama aku..!"
"Nggak ada CEO yang tampan kaya raya selain suami kamu ini..!"
"Idih.. sombong amat.."
"Bukan sombong tapi kenyataan.." Alex menyibakan rambutnya ke belakang seraya mengedipkan mata jahil pada istrinya.
"Udah ah narsisnya nanti aja,aku udah laper ayo buruan kita ke restoran.."
Fifian menarik tangan suaminya dan mengajaknya masuk ke dalam mobil. Karena bujukan istrinya dengan pasrah Alex pun melajukan mobilnya menuju ke restoran yang juga pilihan istrinya. Fifian memang suka sekali masakan padang.. terutama rendang.
"Sumpah mas di sini rendang nya enak banget.." ucap Fifian begitu mereka duduk di salah satu kursi yang kosong.
"Semua makanan di mata kamu juga enak,kamu kan tukang makan.." cibir Alex pada istrinya yang hobi makan.
"Ya..h mending tukang makan dari pada tukang..." Fifian menjeda kalimatnya. dan menyipitkan mata pada suaminya.
"Apa..?Tukang Selingkuh..?Mau bilang gitu kan..?"
"Aku belum ngomong loh Mas,kok kamu udah nebak gitu sih.." Fifian tertawa
Tak lama makanan pun datang. Fifian segera makan dengan lahap dan tidak ada jaim jaim nya.
Inilah salah satu yang Alex suka daei sifat Fifian. Dari zaman masih menjadi sekertaris nya sampai sekarang menjadi istrinya. Fifian selalu berusaha menjadi dirinya sendiri, Tapi bedanya setelah menjadi Fifian yang pendiam.
Terkadang Alex rindu candaan dan tawa riang Fifian.. Alex bertekad akan mengembalikan senyum yang telah dia renggut dari wajah cantik istrinya.
"Kok gak makan mas,ayo dong coba enak banget ini rendangnya.." ucap Fifian heran karena suaminya hanya diam dan memperhatikan nya makan.
"Cuma lihat kamu makan,aku udah kenyang,."
"Ya udah mas Alex diem aja,biar aku yang makan semuanya.."
Alex tertawa pelan..
Fifian tak memperdulikan suaminya dan lanjut makan dengan lahap. Namu diam-diam tanpa suaminya tahu , hari ini dia sangat bahagia karena bisa makan berdua.. Selera makannya juga sudah kembali..biasanya Fifian tak berselera untuk makan,tapi kali ini semua makanan terasa enak di lidahnya.
Fifian jadi mengerti saat ada orang yang mengatakan cinta,itu menyembuhkan..Tapi Fifian juga percaya cinta itu Luka, Fifian merasakan sendiri betapa sakitnya luka karena cinta,bahkan uang ,makanan ,barang mewah,sama sekali tidak bisa menghibur hatinya yang terluka..
"Kenyang.." ucap Fifian begitu selesai menghabiskan makanan nya.
"Seneng..?"
Fifian mengangguk..
"Mau kemana lagi ?Hari ini kamu bebas kemana aja, Aku udah bilang sama sekertaris aku untuk membatalkan jadwal siang ini sampai nanti sore.."
"Serius..?"
"Emang muka aku kelihatan bercanda..?"
"Muka kamu sering kelihatan nyebelin ,Mas. Rasanya setiap melihat kamu,aku pengen nonjok kamu.."
"Masa sih..? Bukan nya mau cium ..?"
Fifian membulatkan mata dengan pipi merona merah.
"Apaan sih mas,siapa juga yang mau cium.."
Fifian mendorong kursi ke belakang dan berdiri,lalu kembali ke mobil duluan.Sementara Alex hanya senyum-senyum sendiri melihat ringkah istrinya.
Selesai membayar nasi padang , Alex pun bergegas manyusul istrinya masuk ke dalam mobil.
"Habis ini kemana ya Mas..?Aku nggak kepikiran mau pergi kemana. Kamu sih ngajaknya dadakan banget.."
"Ya kan yang dadakan itu enak.."
"Enak apanya.."
"Contohnya kayak gini.."
Tiba tiba Alex manangkup pipinya dan mendaratkan ciuman di bibirnya. Seketika Fifian membulatkan mata terkejut. Dia benar-benar kaget dengan ciuman dadakan suaminya.
Alex menegakkan badannya setelah puas mengulum dan merasakan lembutnya bibir Fifian.
Alex mengecap ngecap bibirnya merasakan sisa-sisa bibir Fifian di bibirnya.
"Rasanya nasi padang.." ucap Alex yang seketika membuat Fifian tertawa
"Ya iyalah Mas,kan tadi aku habis makan nasi padang. Kamu sih main nyosor aja.." Fifian memukul dada suami nya dengan gemas.
"Tapi tetap enak rasanya,gurih ada asin-asinnya gimana gitu.."
"Itu mah rasa nasi padangnya,bukan rasa bibir aku.." Fifian tertawa,Merasa konyol dengan ucapan suaminya.
"Udah ah jalan dulu sambil mikir kita mau kemana lagi .." ucap Fifian yang langsung di turuti suaminya dengan melajukan mobilnya.
"Tadi nasi padangnya enak Mas. Kapan-kapan kita kesana lagi ya sama anak-anak. Gina sama Gani pasti suka juga.."
Ale tersenyum dan mengangguk. Dia senang,walau dalam keadaan apapun Fifian selalu mengingat anak-anaknya.
***