NovelToon NovelToon
Untuk Satu Hati.

Untuk Satu Hati.

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Playboy / Kehidupan Tentara / Tamat
Popularitas:540.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: NaraY

Apa yang terjadi jika ada seseorang yang masuk dalam hidupmu adalah orang yang usianya jauh di atasmu dan bukan type yang sefrekuensi denganmu. Di saat kamu mengharapkan bebas, namun dia adalah pria yang protective dan penuh aturan.

Ini adalah kisah cinta ringan sepasang manusia.. tentang seorang gadis usil dan riang namun bertemu dengan pria jebolan pesantren tapi mesumnya setengah mati.

Tampilannya mungkin urakan dan begajulan bak preman pasar memang begitu meresahkan tapi siapa sangka pria tersebut sangat menghargai wanita terlebih saat sudah jatuh cinta, garang tersebut lenyap dan berubah lembut.. selembut kapas.

note : TINGGALKAN JIKA TIDAK TAHAN KONFLIK DI DALAMNYA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Pulih

Di saat semua anggota sudah tertidur. Bang Gumantar dan Bang Enggano tak bisa memejamkan mata, mereka terjaga dan kini keduanya sedang duduk di temani dua cangkir kopi di tempurung kelapa.

Irene dan Hanin sudah tidur. Hanin tidur di samping Bang Gumantar dan Irene tidur di samping Bang Enggano.

Bang Enggano menarik nafas panjang. Kini dirinya menyadari hatinya yang lelah. Dua tahun menemani Irene tak terasa cukup untuk melunakkan hati Mamanya Alden Mahameru. Ucap benci yang selama ini selalu terucap ternyata hanya sekedar kata. Pertemuan tadi pagi sudah jelas menunjukkan bahwa cinta di hati Irene untuk sahabatnya tak akan pernah padam.

Kepala Bang Gumantar masih berputar-putar antara sadar dan tidak, sosok Irene terasa begitu dekat dalam hatinya namun ada tanggung jawab besar dalam dirinya untuk menjaga Hanin.

"Noven.."

Bang Gumantar menoleh, mungkinkah benar selama ini namanya Letnan Novendra Mahameru tapi nama itu juga tidak asing melekat pada jiwanya. "Hmm.. jawabnya singkat.

"Tak inginkah kamu kembali ke kota menemui orang tuamu? Mereka merindukanmu." Kata Bang Enggano.

"Aku tidak bisa keluar dari adat. Aku juga sudah punya Hanin." Jawab Bang Gumantar.

"Kehidupan apa yang kamu jalani? Benarkah kamu sudah menikah dengan Hanin?? Kita harus meluruskan situasi. Kamu memiliki kehidupan di luar sana. Banyak tangisan karena kepergianmu. Kembali lah..!!"

Bang Gumantar menengadah menatap langit luas. Suara jangkrik dan dengkuran para anggota team Bang Enggano menambah riuh suara malam itu.

"Aku menikah dengan Hanin secara adat. Kampung ini hanya paham tentang leluhur dan nenek moyang." Jawab Bang Gumantar.

"Berarti kamu dan Hanin........"

"Aku tidak Zina. Aku belum melakukan hubungan badan dengan Hanin. Aku paham kepercayaanku No. Lagipula Hanin itu terlalu naif dan polos. Aahh.. aku tidak tau bagaimana menjabarkan lugunya seorang Hanin."

"Aku paham."

"Aku sempat bingung dengan diriku sendiri. Ada sesuatu yang aku pahami, tapi banyak juga puzzle yang hilang dari hidupku." Imbuh Bang Gumantar. "Tapi.. aku punya janji pada bapa tua untuk tidak meninggalkan Hanin, sebab dia tidak punya siapa pun di dunia ini. Sekarang dia hanya punya aku saja."

Bang Enggano masih belum bisa berkata apapun. Memang dirinya belum memenuhi bagian apapun dalam hidup Irene, tapi tetap saja kejadian hari ini membuat semua hal menjadi rancu. Apalagi perkara ini bukan persoalan kecil dan membutuhkan pemikiran dan keputusan dari orang tua.

"Pelan-pelan kita jalani sambil memikirkan jalan keluarnya..!!"

***

Pagi hari Irene baru terbangun dari tidurnya tapi Hanin sudah berkutat dengan perapian. Sepagi itu Hanin sudah mengaduk sagu dan merebus seluruh bahan makanan untuk semua orang. Gadis itu terlihat sangat tenang tapi kadang kelakuan nya masih kekanak-kanakan. Maklum saja, semua orang pasti tau jika gadis itu masih sangat belia dan muda.

Bang Gumantar usai menimba air dan Bang Enggano baru menunaikan ibadah paginya. Usai sholat ia segera bergabung untuk membantu Bang Gumantar.

"Ini pekerjaan mu setiap pagi??" Tanya Bang Enggano.

"Iya, mengambil air dari sungai." Jawab Bang Gumantar kemudian menuang air dalam tempayan.

"Tak ada latihan fisik Batalyon tapi kau binsik disini ya." Bang Enggano tertawa melihat bentuk fisik sahabatnya memang tidak berubah.

Namun sesaat kemudian Bang Gumantar terhenyak. Siluet ingatannya tentang Irene kembali lagi. Ia meremas kepalanya yang sudah terasa berputar-putar.

"Ireeeneee..!!!!!" Pekiknya. "Astagfirullah.." Bang Gumantar tumbang menabrak bilik bambu di rumah itu.

"Abaaaaang.." jerit Hanin terkejut melihat Bang Gumantar. "Kenapa kalian datang dan mengacau disini. Bang Gumantar suamiku..!!" Hanin melarang semua orang mendekat, ia memeluk Bang Gumantar dengan erat.

Irene tidak bisa menahan tangis melihatnya. Ia hanya bisa menatap wajah Bang Enggano dengan perasaan pilu sekaligus takut pada pria tersebut.

:

Bang Gumantar usai menguras seluruh isi perutnya, ingatannya kembali. Karena saat ini posisi Irene sedang magang sekolah perawat, sehingga dirinya yang merawat Bang Gumantar secara langsung.

Kini Bang Gumantar sudah sadar bahwa dirinya adalah Letnan satu Novendra Mahameru. Ia menatap sahabatnya yang masih berdiri menemaninya dalam perawatan.

Hatinya pedih saat tau kini Irene telah bertunangan dengan sahabatnya itu namun dirinya juga mengingat masalah pernikahan adatnya dengan Hanin.

Disana Hanin tak bersuara, hanya air mata yang mengungkapkan bahwa gadis itu juga merasakan kepedihan yang sama.

"Gano.. Hanin.. bisa aku bicara berdua dengan Irene?" Pinta Bang Noven.

Awalnya Hanin menolak tapi Bang Enggano tetap menarik tangan gadis itu.

//

"Apa kabar sayang?" Sapa Bang Noven. Kini Bang Noven dan Irene berdiri berhadapan dan saling menatap.

"Irene sehat Bang."

Bang Noven menyatukan keningnya pada kening Irene mengurai rindu terpendam beberapa tahun lamanya. Ia memeluk sembari menyentuh perut Irene dan menyadari perut itu pernah berisi buah cintanya untuk Irene.

"Anakmu laki-laki Bang, sudah pintar. Persis seperti Ayahnya. Namanya Alden.. Alden Mahameru." Kata Irene.

Rasanya Bang Noven tak sanggup menahan laju air mata. Lelehan bening tumpah menetes di wajah Irene. "Alhamdulillah.. terima kasih atas segala perjuangan mu sayang. Maaf begitu lamanya Abang meninggalkanmu."

Irene ikut terisak mendengarnya. Irene melepas pelukan itu. "Abang sudah menikah dengan wanita lain."

Semakin pedih Bang Noven mendengarnya. Bang Noven menyadari kini hidupnya sedang terhimpit masalah baru.

"Abang akan mengurusnya." Bisik Bang Noven mengarahkan wajahnya mendekati bibir Irene. "Abang merindukanmu, sangat rindu."

Irene menjauh, ada sakit hati tak sanggup membayangkan kebersamaan suaminya dengan Hanin.

"Hanin............"

"Percayalah.. demi Allah Abang tidak pernah menyentuhnya." Kata Bang Noven.

Irene tak percaya begitu saja, mana ada orang yang sudah menikah tapi tidak saling menyentuh. Irene menepis tangan Bang Noven tapi Bang Noven tidak membiarkan Irene pergi begitu saja.

"Irene sudah tunangan."

"Tapi kamu masih sah istri Abang. Kamu tidak bisa melanjutkan pernikahan sama Gano..!!" Ucap tegas Bang Noven.

"Tapi Abang sudah punya Hanin..!!!!" Irene terus memberontak sampai Bang Noven merasa kewalahan.

"Abang tidak peduli meskipun semua jalan sudah buntu. Kamu tetap punya Abang..!!" Bang Noven mengangkat irene lalu merebahkannya di ranjang bambu.

"Baaang..!!!"

Bang Noven menutup mulut Irene dengan telapak tangannya. "Hhsstt.. Diam dek. Kamu mau semua orang melihat kita?????"

"Tapi........"

Seakan tak ingin kehilangan Irene lagi, Bang Noven menyerang Irene dengan laju nafas yang memburu.

//

"Kami biasa mandi di sungai ini. Sekalian cari ikan."

"Ya sudah, Abang mau mandi. Dua hari Abang belum mandi." Jawab Bang Gano.

Hanin mengangguk kemudian turun ke sungai. Dengan alat seadanya Hanin mencari ikan. Tak butuh waktu lama sudah banyak ikan yang terjaring setelah itu dirinya meletakan keranjang tersebut di tepi sungai.

Jarak Bang Gano dan Hanin hanya berbatas batu besar, area laki-laki dan perempuan tapi saat itu Bang Gano penasaran, ekor matanya melirik ke arah Hanin yang sedang melepas gelungan rambutnya hingga rambut panjangnya tergerai. Hanin pun melonggarkan kain yang terlilit di dadanya.

"Subhanallah.. Masya Allah.. Astagfirullah.." gumamnya tapi kedua bola mata itu sama sekali tak beralih. "Duuuhh.. ngelu." Bang Gano menggigit bibirnya, hatinya cemas karena tubuhnya mendadak tegang melihat kemolekan putri pedalaman.

.

.

.

.

1
ren_iren
keren
Sari Ana
Thor,,,kisah putrinya Kapten Seno ada ngga ya???
Kirana Putri
karya karya kak naray keren semua
Kirana Putri
Luar biasa
Si Memeh
menarik jalan cerita nya thor..komplit
fhittriya nurunaja
Luar biasa
Imaz Ajjah
jd ikutan nangis bacanya Thor...
Surabaya Honda
next Thor 😊👍
Surabaya Honda
next Thor, interesting
Surabaya Honda
awesome,, interesting Thor 😊👍
Julia sweet
tumben niy Thor biasanyà cerita ttg militer, army ganti anak santri..
Nor Mala
Luar biasa
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Nama irene nya diambil dr sebelah mana nya ya slnya namanya Diandra Sasikirana 🤔
Rahmah Rahmah
gk jelas
Surabaya Honda
Interesting Thor 👍
aurel chantika
aku mampir mak
aurel chantika
sabar bang🤣🤣🤣
salamah@dede
hhee.. 😂
salamah@dede
kayak nya seru ni..

saya mampir.... thor
🙏
Rahmah Rahmah
blm apa² udh lucu,tpi agak sedikit susah memahami bahasa nya,tpi gpp lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!