AWAS, BUCIN!!
Kisah Laluna Kasih yang rela menjadi istri Casanova demi menguak misteri hilangnya Lira Winara sang Kakak.
Entah naas atau beruntung, sebab kedatangannya ke Jakarta justru membuat dirinya harus bertemu dengan Presdir Tengil nan muda yang memiliki obsesi untuk memilikinya.
Kenapa naas? Masalahnya adalah, Luna sudah bergelar sebagai istri ke dua Mike Lorenzo.
Dijadikan Obsessi Tuan Billionaire yang bukan suaminya, lalu bagaimana dengan suami sahnya yang juga menyimpan rahasia di balik kehangatannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Restu²
"Letakkan semuanya di sana!"
Suara cempreng milik wanita bertubuh mungil terdengar. Para pelayan dan pengawal segera melakukan titah sang Nyonya besar.
"Mam," tegur Kaesang. Akhirnya Ibunda tercinta datang membawa restu dan doanya.
Alula menegakan kepala, mata tajamnya menatap tidak suka pada calon besannya.
Berani betul wanita itu menghina putranya, padahal rumah tinggalnya saja tidak lebih besar daripada kamar milik Kaesang.
Kalau saja Kaesang tidak mencintai Luna, tidak sudi Alula Humaira berurusan dengan wanita tukang caci maki ini.
Setelah cukup menimbang dan mempelajari banyak hal dari kisah Luna, Kaesang, Mike, Alula menjadi tahu seluruh ceritanya.
Terlebih, Bastian sempat mengatakan bahwa pernikahan Luna dan Mike dibatalkan. Dari situ Alula dan Rayden menyelidiki alur cinta Luna dan putranya.
Meski belum begitu memaafkan ulah Kaesang yang lebih mementingkan Luna daripada dirinya, Rayden tetap objektif.
Rayden sengaja membuat huru-hara untuk bisa membatalkan pertunangan Kaesang dan Valerie yang tidak lebih tulus dari Luna.
Benar saja, dengan drama dihilangkannya nama Kaesang dari kartu keluarga, Rayden dan Alula jadi tahu bagaimana Valerie dan Diaz menunjukkan watak aslinya.
Sementara Luna, gadis itu tetap mau bersama Kaesang dengan ataupun tanpa harta dan tahta R-build group.
Meski Kaesang memiliki banyak uang, tetap saja ketulusan diperlukan.
"Nyonya ini..." Diana mengernyit, wajah Alula terlalu familiar di kalangan masyarakat kelas atas.
Ala emak-emak kesal, Alula mendongak congkak. "Alula Humaira, istri dari owner R-build group, lebih tepatnya lagi Ibu dari CEO tampan R-build group," perkenalnya.
"Mam," tegur Kaesang kembali. Ia masih belum percaya, ibunya datang ke tempat calon istrinya. "Tante di sini?" tanya Luna.
"Mam?" Diana mencetuskan pertanyaan yang segera dijawab oleh Alula.
"Dia anak ku, sekarang kamu mau minta apa lagi? Coba sebut, biarkan anak ku menikahi anak mu," sombong Alula, lalu menyerahkan kotak berisi kertas-kertas. "Semua sertifikat ini, apa masih kurang?" tanyanya lagi.
"Sebentar!" Bingung dengan keadaan ini, Diana meraih lengan putrinya untuk diseret pada sudut tempat. "Luna."
"Kenapa Ma?"
"Kamu yang kenapa?" ketus Diana. "Kenapa kamu nggak pernah bilang kalau pacar kamu anak Nyonya Alula? Kamu mau bikin malu Mama?" tanyanya menyudutkan.
Luna pun tak paham harus mengatakan apa, nyatanya dari awal dia menjalani hubungan bersama Kaesang, semua orang tak memberi restu pada mereka.
Sembari menunggu Luna dan Diana mengkonfrontir permasalahan mereka, Kaesang mendekati ibunya.
Jujur, ia sendiri tidak berekspektasi lebih pada ibunya. "Mami ngapain di sini?" tanyanya.
"Tentu saja mendampingi mu," ketus Alula.
Tanpa menoleh wanita mungil itu bicara. Wajah Alula masih jutek, mungkin karena berurusan dengan Diana.
"Mami yakin kasih restu?"
"Hmm," gumam Alula seraya mengibaskan kipas ditangannya.
"Thanks Mam," peluk Kaesang. Alula yang rindu, ibu tiga anak itu membalas pelukannya.
Akhirnya, Kaesang kembali dalam dekap hangatnya. Ia tak jadi kehilangan putra mahkota tercintanya.
Setelah cukup lama Diana dan Luna bercakap cakap di belakang mereka, Alula kembali menggaung- kan pertanyaan.
"Jadi gimana?"
Diana segera mendekat, kali ini bibir merahnya menyengir sangat ramah, bahkan terkesan sangat hormat. "Luna."
"Iya Ma."
"Kamu bikin minum Sayang," titahnya, lantas mengalihkan pandangan pada Alula Humaira sang calon besan. "Mari duduk Nyonya."
Alula memutar bola matanya, sudah diduga sebelumnya, setelah mendapat banyak barang mewah Diana pasti berlaku baik.
Luna menurut untuk mengambil minum di dapur, sementara Diana, Kaesang dan Alula duduk melingkar pada sofa monochrome.
"Begini," celetuk Diana. Sejenak ia menghela napas dalam berusaha eling dari mimpi yang ternyata bukan mimpi.
Pemuda tampan yang ia anggap akan menjadi benalu bagi Luna, ternyata sultan dari keturunan Mas Rafael.
CEO muda dari perusahaan yang gedungnya tersebar luas di mana-mana. Oh Tuhan, Luna benar-benar anak yang bisa dia banggakan.
Diana menyengir. "Jujur, saya sendiri tidak tahu menahu mengenai asal usul Nak ini," tunjuknya pada Kaesang, bahkan mengusap lembut lengan pemuda itu.
Tak ada Diana yang marah-marah, wanita itu terlihat sangat ramah, dalam radius 10 km mungkin sudah terkena dampak diabetes dari perlakuan manisnya.
"Hmm, lalu?" jutek Alula.
Diana mengangguk. "Itulah makanya saya tidak pernah memberi restu mereka berdua," jawabnya jujur. .
Manusiawi, karena ketakutan terbesar dari seorang ibu adalah ketika putrinya dinikahi laki-laki sembarangan.
"Jeng tahu sendiri kan, banyak pemuda asal asalan yang cuma modal ganteng buat dapet anak gadis orang," tambahnya.
"Jujur saja, saya sendiri belum siap kalau Luna diperistri orang asing yang tidak jelas asal usulnya," imbuhnya.
"Kaesang Narendra Wardhana, nama anak pertama saya Kaes!" Alula memperkenalkan putranya yang tampan.
"I-iya Jeng, saya catat, Kaesang," sambung Diana menyengir. Pandangan beralih ketika Luna datang membawa sebuah nampan.
"Minum dulu Jeng," sopannya.
Alula meraih satu cangkir demi meluruhkan keringnya tenggorokan. Teh manis dengan kehangatan yang pas membuat moodnya lebih baik.
Diana mengusap lembut wajah tampan calon menantunya. "Pantesan ganteng, ternyata anaknya Rayden Mas yang dulu sering masuk majalah brand fashion sama bisnis," pujinya.
Alula menarik sudut bibirnya. Giliran ada uang saja mantu disayang-sayang. Manusia matre, umpatnya dalam batin.
"Jadi lamaran kami ditolak?" tanya Alula.
"T-tidak," geleng Diana. "Tentu saja tidak, saya dengan senang hati menerima lamaran Nak ini," katanya. "Bila perlu kita langsungkan saja pernikahannya sekarang juga!"
"Benar begitu?" sambung Kaesang. Luna tersenyum saat duduk di antara calon suami dan ibunya.
"Tapi terlalu cepat Sayang!" Alula menginterupsi. "Kita perlu banyak persiapannya," tambahnya.
Diana menyela. "Alah Jeng, kelamaan kalau nunggu persiapan, lebih baik akad saja dulu, baru setelah itu kita pikir resepsinya," usulnya.
"Manusia matre ini."
"Lihat, terlalu berbahaya kalau anak kita tidak cepat-cepat dinikahkan, mereka sudah saling cinta, bahaya-bahaya," timpal Diana kembali.
"Mami setuju kan?" sambung Kaesang.
Alula menggeleng. "Kamu masih perlu datangi lagi Papi mu," sarannya.
Bersamaan dengan itu, dentuman sepatu besar terdengar di sana. Semua orang menoleh pada arah yang sama.
Rayden datang dengan menyertakan ketampanan dan wibawanya. Bastian juga hadir di tengah-tengah mereka.
"Lakukan saja secepatnya!" tegas Rayden.
"Tuan," sapa Diana. Wanita paruh baya itu berdiri menyambut kedatangan calon besan prianya.
Dahulu, saat masih kuliah Diana juga mendengar tentang kepopuleran dan ketampanan RMR.
Tak menyangka, sekarang putrinya akan menjadi menantu pria berdarah Jawa Italia itu.
Rayden menatap Bastian. "Atur semuanya, acara harus sudah dilakukan sebelum jam sembilan malam!" titahnya.
"Oke, asal ada wali, bisa diatur," sambung Bastian.
Mendengar kabar gembira ini, tiada yang lebih bahagia selain Luna dan Kaesang.
semua happy cuma mike yg merasakan buah dr keserakahannya..
Makasih ya kk Acha.../Kiss//Kiss/🙏
🤭🤭
💪💪
coba Luna juga sodara tiri Lira. bisa jdi 33 mau tetap dijadikan istri../Smug//Smug/
jangan2 Brian adalah pewaris tunggal yg sedang menyamar😄😄
kawiin..kawiinnn.. nanti malam Kaes kawin...🤭🤣🤣
Tapi habis itu lanjut lagi jalani hidup..
kuberi 1 permintaan..🤣🤣