NovelToon NovelToon
Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / Duda / Ibu Pengganti
Popularitas:583.9k
Nilai: 5
Nama Author: saputri90

Nayla Putri Atmaja (21) seorang gadis riang yang tengah menempuh pendidikan di sebuah universitas swasta di kota Jakarta, tak pernah menyangka hidupnya akan serumit ini setelah ia bertemu dengan Bayu Pratama (30). Seorang dosen muda yang mengisi mata kuliah di semester lima. Selain menjadi seorang dosen Bayu merupakan seorang pengusaha muda. Pria yang cukup sukses dan berpendidikan tinggi, namun menyandang status duda beranak satu.

Entah disengaja ataupun tidak pertemuan mereka di kampus menjadi awal kisah cerita mereka dimulai. Hidup Bayu yang semula terlihat begitu datar, kini berubah menjadi sangat menyebalkan ketika takdir mempertemukan dirinya dengan sosok Nayla yang memiliki sikap menjengkelkan, merepotkan, banyak maunya, bicara sembarangan dan blak-blakan. Sangat berbanding terbalik dengan kehidupan Bayu yang terlihat begitu tenang, datar dan tertutup.

Mau tau kelajutan kisah mereka selanjutnya? Yuk simak terus cerita Jodoh Tak Diundang...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saputri90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JTD Bab 32

Nayla melangkahkan kakinya menaiki anak tangga,  ia berjalan menuju ruang kerja suaminya. Dibukanya pintu ruang kerja suaminya itu, ia mendapati sang suami berada di balik meja kerjanya, dengan mata yang tetap fokus menatap laptop di hadapannya, seolah mengabaikan kedatangan dirinya.

Tak perduli dengan sikap cuek Bayu yang mengabaikan kedatangannya, Nayla tetap menghampiri suaminya itu, kini ia sudah berdiri tepat di belakang kursi kerja sang suami. Ia sedikit mengintip layar laptop sang suami yang menampilkan gambar grafik-grafik yang tak ia mengerti, kehadiran Nayla yang berada di samping Bayu sama sekali tak memecahkan konsentrasi Bayu yang saat ini sedang menganalisis grafik saham milik perusahaannya.

“Mas, Apa kamu tidak lapar?” tanya Nayla yang masih setia berdiri di belakang kursi kerja sang suami.

“Aku lapar, bahkan sangat lapar.  Tapi pekerjaanku belum selesai,” jawab Bayu dengan mata yang masih menatap layar laptop di hadapannya.

Kesal. Tentu saja saat ini Nayla sangat kesal. Bukan hanya kesal karena  kedatangannya diabaikan tapi juga merasa kesal karena jawaban Bayu yang lebih mementingkan pekerjaannya dibandingkan dirinya sendiri.

“ Sepenting itukah pekerjaanmu sampai menyiksa dirimu yang sudah kelaparan?” tanya Nayla yang duduk begitu saja di atas pangkuan Bayu.

Bukannya menjawab  Bayu malah berusaha menyingkirkan tubuh Nayla dari pangkuannya,”Nay, apa yang kamu lakukan? menyingkirlah! Aku sedang banyak pekerjaan,”perintah Bayu pada Nayla yang sedikit mendorong tubuh Nayla agar menyingkir dari pangkluannya.

“Tidak, aku tidak akan menyingkir Mas, sekalipun aku menyingkir, kamu tak akan menemukan aku lagi di dalam hidup mu,” ancam Nayla yang seketika menghentikan tangan Bayu yang terus saja berusaha menyingkirkan Nayla dari pangkuannya.

Bayu menyenderkan tubuhnya pada sandaran kursi dan menarik tubuh Nayla kedalam dekapannya.

“Kamu mengancam ku?” tanya Bayu seraya menatap lekang wajah lelah Nayla.

“Ya. Aku mengancam mu, Mas. Kenapa apa kamu tidak suka?” jawab Nayla yang membalas tatapan mata suaminya.

“Kenapa wajahmu terlihat lelah sekali? Kamu habis melakukan apa hum?” tanya Bayu tanpa menjawab pertanyaan Nayla.

“Aku baru selesai masak. Aku kesini untuk mengajakmu makan,”jawab Nayla yang memainkan kancing kemeja putih yang Bayu kenakan.

“Kamu masak? Kamu bisa masak Nay?” tanya Bayu seolah tak percaya dengan apa yang istrinya lakukan.

“Iya bisalah Mas, kata bunda perempuan itu harus pintar masak, kalau istri gak bisa masak, mau dikasih makan apa suami dan anaknya. Walaupun kita orang berkecukupan yang bisa beli atau membayar orang untuk mrnyiapkan makanan kita tapi tetap saja istri harus bisa masak, agar kita tidak bergantung dengan tenaga orang lain,” terang Nayla.

“Ternyata tak salah Mas menikahi kamu, baiklah sekarang mari kita review masakan perdana kamu untuk Mas,” jawab Bayu yang kemudian mengajak Nayla untuk berdiri.

Keduanya berjalan bersama menuju ruang makan, Sultan yang berada di ruang keluarga segera berlari menghampiri Bayu dan Nayla, ketika keduanya sudah menuruni anak tangga terakhir.

“Papi Mami!” pekik Sultan yang berlari kearah mereka. Bayu sudah bersiap untuk menggedong putranya seperti biasanya, tubuhnya sudah merunduk dengan tangan yang sudah melayang di udara, namun sayangnya Sultan tak lari kepelukannya, putranya itu malah lari kepelukan Mami barunya yang berdiri tepat disamping dirinya.

Dengan rasa sedih dan kecewa, Bayu mengehempaskan nafasnya dengan helaan nafas kasarnya.

“Ohh… sedihnya, dia sudah melupakan ku sekarang,” dengus Bayu dengan lirikan matanya yang tajam kearah Sultan yang berada di dalam gendongan Nayla.

Nayla terkekeh geli mendengar perkataan Bayu barusan, ia menepuk pelan pundak suaminya dengan tawa yang tak bisa ia tahan.

“Sabar ya Pih, pesona mu memang sudah memudar di mata putra mu,”

“Ya-ya, kamu benar,” Bayu melangkah pergi meninggalkan keduanya. Ia duduk di kursi meja makan dan langsung menatap hidangan yang tersaji di atas meja makan.

“Sepertinya enak. Mih, Papi mau coba semuanya ya!” pinta Bayu pada Nayla yang masih berjalan menghampiri meja makan.

“Iya, tunggu sebentar. Mami mau dudukkan Sultan di kursinya,” jawab Nayla.

Nayla menyendokkan makanan untuk Bayu dan juga Sultan. Setelah selesai menyendokkan makanan untuk mereka. Nayla bukannya menyendokkan makanan untuk dirinya, ia malah menghampiri Suster Marni yang sedang membereskan mainan.

“Sus, sudah biarkan, jangan dirapihkan dulu, takutnya Sultan masih mau main lagi setelah selesai makan malam nanti!” perintah Nayla yang berdiri tak jauh dari Suster Mirna.

“Baik Nyonya,” jawab Suster Marni yang menunduk patuh.

“Ayo kita makan bareng dulu Sus, pasti Suster sudah lapar,” ajak Nayla yang seketika membuat Suster Marni terkejut.

“Sa-saya makannya nanti saja Nyonya, setelah Tuan dan Nyonya selesai,” tolak Suster Marni yang merasa tak pantas makan semeja dengan Tuan dan Nyonyanya sejak siang tadi.

“Saya tak menerima penolakan Sus, ayo cepat!” Nayla menarik tangan Suster Marni hingga ke meja makan.

“Duduklah disamping putra ku, Sus!” Perintah Nayla pada Suster Marni yang hanya dijawab anggukan kepala dari Suster Marni.

Jujur saja saat ini Suster Marni merasa tak enak hati dengan kebaikan hati Nayla, yang sama sekali tak membedakan dirinya yang hanya seorang jongos. Sejak siang tadi, setelah pulang membeli mobil, mereka pergi makan di sebuah restoran mewah. Hal yang tak pernah diduga sebelumnya oleh Suster Marni, biasanya dia diperbolehkan makan setelah majikannya terutama Sultan sudah selesai menghabiskan makanannya, tapi tadi siang sunghuh berbeda. Nayla meminta putranya itu makan sendiri tanpa bantuan Suster Marni dan suster Marni di minta makan bersama tanpa harus menunggu mereka selesai.

Jika ditanya bagaimana respon Bayu dengan apa yang dilakukan istri kecilnya itu seperti apa. Sepertinya Bayu sama sekali tak menjadikan hal itu sebagai sebuah masalah. Ia membiarkan Nayla mengatur segalanya mulai saat ini, ia membiarkan Nayla berperan sebagai ratu seutuhnya di rumah tangganya ini.

Bayu dan Sultan nampak menikmati masakan Nayla, terbukti dari Bayu yang kembali minta disendokkan nasi dan lauk-pauk yang dimasak Nayla.

“Nambah Mih!” ucap Bayu sembari menyodorkan piring yang sudah kosong pada Nayla.

Nayla segera mengambil piring kosong itu dan kembali mengisi piring itu dengan nasi dan lauk pauk seperti porsi sebelumnya.

“Wah… makasih sayang, masakkan kamu top markotop sampai nambahkan aku jadinya,” puji Bayu saat menerima piring yang sudah terisi itu dari tangan Nayla.

“Mami, Sultan juga mau tambah bolehkan?” ucap Sultan yang juga ingin nambah seperti Papinya.

“Boleh dong sayang, sini mana piring Sultan!” jawab Nayla yang meminta piring kosong anaknya.

“Biar saya saja yang mengambilkannya Nyonya,” ucap Suster Marni yang merebut piring kosong Sultan dari tangan Nayla.

“Oh ok Sus,” jawab Nayla yang bisa membaca raut wajah tak enak hati dari Suster Marni.

Suster Marni pun mengambilkan makanan untuk Sultan. Sultan begitu antusias menerima piring dari Suster Marni. Putra sambungnya itu begitu menimati masakannya hingga piring keduanya pun habis dalam waktu sekejab. Sama sekali tak ada drama sulit makan seperti biasanya yang dialami Suster Marni ketika waktu memberi makan majikan kecilnya ini. Takjub. Rasa itulah yang kini ia rasakan.

1
Ulna Yana
kak , update dong 😔😭
laelatul qomar
Luar biasa
💗vanilla💗🎶
dihh pake diucapin lagi
Ella Ella
ceritanya mkin amburadul Thor
Pipit F 🤩
Naylul emang kang kompor suka kalo sodara-sodaranya susah
Cliff💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
siap2 ajalah para opa2🤭🤭🤭pembalasan nay lbh kejam🤣🤣
bayangan
🤭🤣🤣🤣 bapknya sendiri aja tkut sama kelakuan anaknya si naylul 🤣🤣
Ramadhani Kania
siap2 y oppa2 d marahi nenek uyut....🤭😂😂
Wu Shi Des
bagus Thor, semangat up nya...
Pipit F 🤩
waduh mode adu domba ini mah sesama kakek kakek 🤣🤣
emang bener-bner si Nayla
Pipit F 🤩
kena skak matt
Pipit F 🤩
emang istri durhakim 😅
Cliff💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
nay hbs makn dimsum mendptkan wangsit🤭
Cliff💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
🤣🤣🤣🤣
Cliff💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
🤣🤣🤣nay tau aja yg mahalan🤦‍♀️
Cliff💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
🤣🤣🤣msh mode marah2
bayangan
wah si nayla mau adu domba ni ke kakek abraham 🤣 bakalan seru tuh kakek kakek adu mulut gegara sinayla 😅
🍒⃞⃟🦅🥑⃟gaibfarm🦉𝐕⃝⃟🏴‍☠️
otaknya bnr² encerr si Naylul
Pipit F 🤩
kasian ini para pelayan di grebek para tetua mafia emak rmak 😅🤣
Pipit F 🤩
istri istri mode singa semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!