davindra Shaquille adijaya ,,, adalah seorang anak tunggal dari Narendra adijaya yang terkenal sebagai mafia kejam di seluruh jagat raya dunia hitam,
ia selalu menjadi anak kebanggaan ayah nya ,namun sejak ibu nya meninggal Narendra adijaya menikah lagi dengan seorang perempuan yang sudah memiliki satu anak , Gilbert Robert adalah saudara tirinya ,sejak saat itu kehidupan Davindra mulai berubah , kepercayaan sang ayah yang mulai memudar , kasih sayang sang ayah yang mulai luntur dan terbagi, membuat davindra tumbuh menjadi seorang yang keras kepala dan tidak mau mengalah ,,
di masa remaja nya ia menyukai gadis yang bernama
Aurora zahera ,gadis cantik dan manis yang membuat hari hari nya berwarna ,namun warna itu seketika hilang Ketika Aurora pergi dan pindah ke luar negeri ,,
mungkin kah mereka akan bertemu kembali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kartini Quen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ilmu telepati cinta
" gue tanya sekali lagi siapa yang nyuruh lho?"
pria itu tak menjawab dia hanya tersenyum getir
" mending lho ngaku deh " ucap Raka
" kalau gue gak mau buka suara?"
" gue pastiin hukuman lho makin berat " ancam Davin
" oh gue tahu , pasti si Gilbert kan yang nyuruh lho?"
" gak ada hubungannya sama Gilbert" jawab nya
Davin menarik baju pria itu dan berkata
" siapapun yang berani berurusan sama gue ,gue jamin hidup nya gak akan pernah bisa tenang"
" Sekarang gue tanya apa motif lho nembak gue ,gue saja gak kenal siap lho"
" buat gue nembak itu masalah gampang,gak perlu kenalan dulu "
bughh!
Davin menghajar wajah pria itu dan petugas pun menghampiri
" maaf pal ,di larang ada kekerasan di sini" ucap polisi
" pak sabar," ucap Raka
" maaf pak Davin seperti nya waktu jenguk anda sudah habis "
" baik pak , terimakasih " ucap Davin
Petugas pun membawa pria itu kembali ke sel tahanan
" Raka , kenapa dia tidak bisa di interogasi, siapa dia , kalau memang dia sepupunya Gilbert ,tapi kok saya tidak pernah melihat nya selama ini"
" kabarnya sih mereka sepupu jauh gitu pak,pak Gilbert juga jarang berinteraksi dengannya " jawab Raka
" kita pulang sekarang pak?"
" kamu kalau mau pulang duluan saja ,saya harus ke rumah sakit jemput Seno "
" Seno kenapa pak?"
" dia keracunan makanan "
" astaga kok bisa ?"
" iya ,Bu Mirna gak tahu kalau Seno itu alergi kacang ,
Raka mengangguk
" baik pak kalau begitu mari saya antar ke rumah sakit ,"
" oke "
Senopati adalah anak dari sahabat Davin , orang tua nya meninggal akibat kecelakaan pesawat saat usia seno 2 tahun , sekarang usia seno sudah 4 tahun ,kini dia di rawat oleh sepasang suami istri yang pernah bekerja di rumah Davin
Aurora bersiap untuk pulang ,ia melepas jas putih nya dan mengambil tas nya ,
" Ra ,udah mau pulang?" tanya mika
" iya nih"
" kita main dulu yuk , kemana kek " ajak mika
" mau kemana sih mik?"
" kita ke play ground gimana"
" ngapain ,itu kan buat anak anak"
Tak lama Adam pun menghampiri mereka
" hai Ra ,mik"
" hai dok, duuh maaf ya dok tadi siang saya gak bisa nemenin dokter makan ,saya sibuk banget tadi"
" iya gak apa-apa bisa next time,oh iya kalian udah mau pada pulang"?
" iya ,kita mau pulang,tapi mika mau ngajak main dulu , gimana kalau sama dokter Adam aja main nya , dokter Adam bisa kan nemenin mika?" tanya Aurora
" saya,,,,"
" pasti bisa dong dok " ucap Aurora
" iya bisa"
" naah mik ,kamu dokter Adam aja ya jalan nya ,aku soalnya ada urusan dulu"
" eh apaan sih Ra,nggak gini maksudnya "
" udah sih ,aku tahu dari dulu kamu memang ngefans sama dokter Adam ,ini kesempatan mik" bisik Aurora
" yaudah kalau gitu saya siap siap dulu ya " ucap Adam
" eh iya silahkan dok"
Tak lama seseorang menghampiri mereka
" permisi dokter Aurora ,apa dokter ada waktu , sebelum Seno pulang ,dia pengen ketemu dokter katanya " ucap ibu Seno
" kebetulan Bu ,saya juga mau ke ruangan Seno "
" mik,gue nemuin pasien gue dulu ya ,Bae Bae lho sama dokter Adam " ucap mika
"mari Bu " ajak Aurora
" doktel cantik ,aku mau pulang ,tapi aku gak mau pulang " ucap Seno
" gimana gimana?" tanya Aurora
" aku kan di suruh pulang sama doktel ,tapi aku gak mau pulang,aku maunya di sini aja sama doktel cantik "
hmm,,, nanti kapan kapan dokter main ke rumah Seno deh boleh gak?"
" yeahhh boleh banget doktel, boleh kan mah?"
" boleh dong " jawab Bu Mirna
"nanti aku akan kenalkan doktel cantik sama om Davin ,om Davin itu lucu loh" ucap nya
" oh iya "
"maaf Bu saya boleh tanya?"
" boleh dok"
" Seno ini ,,,,"
tak lama suara langkah kaki terdengar dan ,,,,
" om daviiin" teriak Seno
" hai ganteng nya om,siap pulang ?" tanya Davin
Aurora langsung terdiam ketika melihat Davin,
sedangkan Davin belum menyadari kalau di situ ada Aurora
" om punya hadiah nih" ucap Davin memberikan paper bag pada Seno
Melihat paper bag seno , Aurora jadi teringat dengan sesuatu yang pernah di berikan Davin saat tengah malam itu , paper bag itu belum sempat ia buka ,kini berada di dalam lemari nya
Davin pun tersadar jika di ruangan itu ada Aurora ,
" hai " sapa Davin sambil tersenyum sumringah
" selamat sore pak Davin " balas Aurora
" loh dokter kenal sama pak Davin?" tanya Bu Mirna
" kita ,,," ucap Davin dan Aurora berbarengan
" waah kompak ya ," ledek Bu Mirna
mereka pun tersenyum canggung
" pak Davin ini rekan kerjanya profesor Lukas pemilik rumah sakit ini " jawab Aurora
" oh iya ,,,
" doktel cantik ,ini om Davin ,doktel cantik mau gak jadi istri nya om Davin " celetuk Seno
Davin pun terkejut mendengar perkataan Seno
" duuh sayang , kenapa jadi kamu yang melamar dokter cantik ," ucap Davin canggung
" waah ,pak Davin mau ada rencana lamar dokter cantik ya " ledek Bu Mirna
" Bu Mirna setuju gak kalau saya dan dokter cantik?"
" waah ibu mah setuju banget atuh , dokter Aurora ini sangat ramah ,Seno juga suka sama dokter Aurora " jawab Bu Mirna
" maaf Bu ,kaya nya pak Davin cuma bercanda deh " ucap Aurora
" eh ,kata siapa saya bercanda"
" Bu Mirna ,Seno , sebentar ya ,om mau bicara sebentar dulu sama dokter cantik "
" oh iya silahkan pak" ucap Bu Mirna
" mari dok ikut saya"
Davin mengajak Aurora ke luar ,,
" mau ngapain lagi sih ?" tanya Aurora saat di luar,
" sini ikut saya " Davin menarik tangan Aurora
" apaan sih ,gak usah pegang pegang begini "
" makanya nurut "
Aurora pun mau tak mau mengikuti langkah Davin
" kita mau kemana sih ,kan bicara di sini"
" saya mau nya di tempat sepi " ucap Davin
" saya gak mau , nanti saya di apa apain lagi"
Davin terkekeh
" tenang aja saya bukan pedofil "
Davin mengajak Aurora ke taman kecil di sana
" kenapa harus di sini sih?"
" biar lebih enak aja ngobrol nya"
" bukan nya kamu mau jemput Seno pulang, nanti dia kelamaan nungguin kasian"
" Seno sabar kok anak nya "
" langsung aja mau apa?'
" duduk " ucap Davin
Aurora pun duduk di kursi taman rs
" kamu apa kabar?" tanya Davin
" jauh jauh ke sini cuma nanya kabar"
" kenapa emang nya ,salah?"
" nggak sih , nggak salah"
" terus"?
" saya baik ,"
" tinggal jawab aja susah amat"
" maaf ya saya sibuk akhir akhir ini,jadi gak sempat nemuin kamu" ucap Davin
" buka. Urusan saya "
" kok gitu?'
" kenapa harus minta maaf ,kan itu hal kamu"
" iya ,tapi saya selalu kangen sama kamu, memang nya kamu gak kangen sama saya ,saya selalu mimpiin kamu nangis terus loh kalau malam" ucap Davin
" kok bisa pas ya kalau aku suka nangis malam malam"
" saya tahu lah "
" apa dia bisa dengar suara hati aku"batin Aurora
" saya tahu apapun tentang kamu, kalau saya gak tahu saya akan cari tahu"
" selalu kata kata itu"ucap Aurora
" Karena saya punya ilmu telepati cinta "jawab Davin