"Aku memang sanggup untuk menghapus namanya dan menggantikannya dengan nama suamiku di hatiku, tapi apa aku sanggup terus mempertahankan rumah tanggaku tanpa cinta dari suamiku? Yang selalu enggan untuk menyentuhku untuk lebih intim?" batin Suci
"Sampai kapan kamu tidak mencintaiku? Sampai kapan kamu akan terus belajar mencintaiku? Apa perlakuan manisku tidak bisa menggerakan hatimu walau pun sedikit saja Uci?" batin Arkan
"Bunda mohon nak, jadikan kakamu istri ke dua Arkan." ucap Anisa
Akan'kah rumah tangga Arkan dan Suci tetap utuh di saat Bunda dari Suci meminta Suci untuk menyutujui kakaknya menjadi istri ke dua dari suaminya?
Akan'kah Suci merelakan suaminya untuk kakanya sendiri di saat ia sudah mengandung benih dari suaminya karena menikah dengan dua wanita bersaudara kandung adalah haram? Atau Suci tetap mempertahankan rumah tangganya karena kakanya yang membatalkan pernikahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB. 32 Menceritakan masa lalu
Sore harinya Suci memutuskan untuk jujur tentang masa lalunya pada suaminya, ia takut kalau nanti suaminya tau masa lalunya itu dari orang lain.
Suci mondar-mandir di samping ranjang, tidak bisa di pungkiri kalau ia takut suaminya itu tidak bisa menerima masa lalunya dan lalu menghinanya seperti kakanya
" Suci, tenangin diri kamu." batin Suci
Arkan yang baru beres mandi, ia bingung melihat kelakuan istrinya yang terus mondar-mandir tidak jelas.
" Kamu kenapa Uci?"
Arkan mendekati istrinya dengan wajah bingung.
" Mas, sudah selsai mandi? Cepat sekali mas?"
" Cepat dari mana Uci? Mas di kamar mandi sudah 30 menit, kamu bilang cepat? Mandi kamu saja hanya 15 menit, lebih cepatan kamu, kamu lagi mikirin apa?"
Suci menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, mungkin karena gugup jadi ia merasa kalau mandi suaminya itu terlalu cepat. Arkan langsung pindah duduknya di atas ranjang, di bantu oleh istrinya.
" Sini, duduk di samping mas."
Suci mengangguk pelan, ia duduk di samping suaminya.
" Mas, Uci boleh cerita tidak?"
" Boleh, memangnya kamu mau cerita apa Uci?"
Arkan yang menatap mata istrinya, ia bisa melihat kalau mata istrinya sudah memerah, seperti akan menangis, itu membuat ia mengerutkan keningnya, ia bingung, istrinya itu belum bercerita apa pun, tapi istrinya sudah akan menngis.
" Kenapa Uci? Kalau memang berat, jangan cerita lagi."
Arkan tidak tega melihat mata istrinya yang sudah memerah. Suci hanya menggeleng pelan, ia harus menceritakan sekarang juga, sebelum suaminya tau dari orang lain, tapi hatinya juga sakit setiap mengingat masa lalunya.
" Mas, aku dulu pernah terjun ke dunia malam, aku dulu selalu pergi ke club malam."
Arkan yang mendengar ucapan dari istrinya sangat terkejut, jantungnya berdetak lebih kencang.
" Dulu setelah Ayah meninggal, aku sempat membenci Allah mas, aku benci karena Allah mengambil Ayah, belum cukupkah Ayah sakit-sakitan selama 4 tahun?"
Air mata Suci langsung mengalir deras, sakit rasanya kalau sudah mengingat tentang Ayahnya yang menyayanginya semasa hidupnya.
" Aku terjun ke dunia malam karena ingin melupakan masalah Ayah mas, aku belum siap di tinggal Ayah, hingga di mana ada kejadian kalau ke tiga temanku akan melecehkanku, untuk pertama kalinya lagi aku meminta bantuan pada Allah, setelah 3 bulan lebih aku membenci Allah, lalu mas datang untuk menolongku, di situlah mas aku mulai percaya kalau Allah masih sayang padaku Hiks... Hiks..."
Arkan sangat terkejut kalau Gadis yang di cintainya selama ini adalah istrinya sendiri, ia tidak menyangka kalau akan menikahinya.
" Apa ini adalah takdirku? Awal aku bertemu dengannya 3 tahun yang lalu aku langsung jatuh cinta dan saat ke dua kalinya aku bertemu dengannya, ada perasaan aneh di hatiku, walau pun aku tau saat itu belum tau siapa dia sebenarnya?" batin Arkan
Arkan menghapus air mata istrinya dengan ibu jarinya, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, ia masih setia menunggu ucapan selanjutnya dari istrinya.
" Terima kasih mas, mas sudah menolongku, kalau tanpa mas aku juga tidak tau akan seperti apa hidupku nanti, setelah kejadian itu aku belajar untuk lebih baik lagi mas, walau pun aku tau kalau aku saat itu begitu bebas, mungkin kalau orang tau masa laluku, aku akan di anggap Gadis munafik dan pura-pura polos, tapi aku hanya manusia biasa mas, aku tidak bisa menghapus masa laluku."
Arkan langsung memeluk istrinya, ia menepuk pelan punggung istrinya.
" Mas tidak berpikir seperti itu Uci, mas tidak akan pernah mengatakan kalau kamu munafik, mas bangga sama kamu yang mau berubah untuk lebih baik lagi."
Suci juga membalas pelukan dari suaminya, ia tidak pernah percaya kalau suaminya akan mengatakan itu, jelas-jelas kakanya sendiri saja tidak menerima masa lalunya dan selalu memojokannya karena masa lalunya terlalu bebas.
Siapa yang tidak bangga kalau Gadis yang di cintainya bisa berubah lebih baik? Tentu sangat bahagia seperti yang di rasakan Arkan sekarang, apa lagi Suci berubahnya tidak tanggung-tanggung hingga menjadi senior di pesantren Alhusna.
" Uci, bagai mana kamu tau kalau yang menolongmu itu mas?"
" Bunda yang bilang sama aku mas, bahkan Bunda saat itu mau mengucapkan terima kasih pada mas, Bunda datang ke kantor Wijaya Grup, tapi katanya mas memiliki perjalanan bisnis 1 bulan, jadi hingga sekarang Bunda belum mengucapin terima kasih, karena Bunda ingin aku yang mengucapkan terima kasih lebih dulu pada mas."
Ada rasa kecewa di hati Arkan, saat mendengar jawaban dari istrinya.
" Apa Suci menerima pernikahan ini hanya untuk berterima kasih padaku? Ya Allah, kenapa harus menjadi seperti ini, kalau saja aku tau dari awal siapa Suci sebenarnya, aku lebih baik mundur dari pernikahan ini, kenapa Suci harus mengorbankan kebahagiaannya hanya untuk membalas budi? Lalu harus di bawa kemana pernikahanku sekarang? Aku tidak sanggup kalau harus melihat Gadis yang aku cintai tidak bahagia." batin Arkan
Mata Arkan memerah, ia sedih dengan kejadian sekarang. Suci memeluk suaminya semakin erat, ia menenangkan pikiranya yang terus mengingat bayang-bayang masa lalunya, karena bagi ia pelukan suaminya adalah pelukan terhangat seperti pelukan Ayahnya.
Arkan yang merasa istrinya memeluknya semakin erat, ia hanya tersenyum getir, ia bingung sekarang harus bagai mana.
Setelah pikiran Suci semakin tenang, ia tidak terasa hingga tertidur di pelukan suaminya. Arkan yang mendengar suara tangis istrinya di ganti dengan suara nafas beraturan, ia hanya tersenyum.
" Maafin aku Uci, aku telah merusak kebahagiaanmu, aku cinta dan sayang kamu dari awal pertemuan kita." batin Arkan
Arkan dengan susah payah untuk memindahkan kepala istrinya di bantal, dengan posisi bantalnya di tengah ranjang, bukan di atas ranjang, karena kakinya lumpuh, ia tidak bisa berbuat banyak untuk membuat tidur istrinya nyaman. Setelah meletakan tubuh istrinya, Arkan mencium kening istrinya sekilas, lalu mencium ke dua mata istrinya.
" Jangan pernah menangis Uci, kamu adalah harta paling berharga dalam hidup mas, apa pun akan mas lakukan demi untuk membuat kamu bahagia, sekali lagi maafkan mas Uci."
Arkan berbicara dengan lirih, ia mengusap lembut pucuk kepala istrinya yang masih memakai hijab. Setelah itu Arkan langsung pindah ke kursi roda, ia menjalankan kursi roda itu ke ruangan kerja, ia butuh untuk menenangkan diri, ia bukan tidak menerima masa lalu istrinya, ia sangat bangga pada istrinya, tapi ia hanya berpikir kalau istrinya mau menikah karena ingin membalas budi, ia kecewa dan sakit hati.
Namen Arkan tidak ingin bertanya pada istrinya sama sekali tentang hal itu. Arkan mengunci ruangan kerjanya, ia juga menyalakan ruangan kedap suara, ia sekarang sedang tidak ingin di ganggu.
Mata Arkan hanya menatap sendu pada foto papahnya, memang kalau ada masalah apa pun ia akan bercerita di foto papanya, dan seolah-olah papanya itu mendengar keluh kesahnya.
" Pa, Arkan cinta sama Suci, tapi Suci tidak cinta sama Arkan, apa yang harus Arkan lakukan? Arkan tidak ingin Gadis yang di cintai Arkan bersedih karena keegoisan Arkan. Arkan ingin Suci bahagia pa."
ceritanya bagus kak,,,,,alurnya menarik gak membosankan,, and maafken kak aku gak komen per bab,, aku lebih suka komen setelah tamat baca ceritanya,,, yok kak lebih semangat lagi yokk😉😉😉
umpama,, bertanya, "tempat pendaftarannya dimana ya ? gitu thorr !!
bukan di mana iya ?..🙏🙏🙏