NovelToon NovelToon
Pesona Duda Memikat Hati Kembang Desa

Pesona Duda Memikat Hati Kembang Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Romansa pedesaan / Anak Genius / Selingkuh / Duda
Popularitas:60.2k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Jika biasanya istri yang dikhianati suaminya, maka yang terjadi pada Rohan tidak demikian. Dia lah yang dikhianati oleh sang istri.

Pernikahan yang dibangun oleh cinta nyatanya tak selalu manis. Rohan harus menerima kenyataan pahit istrinya berselingkuh.
Perceraian pun tak terelakkan. Ia mendapatkan hak asuh putra putrinya yang baru berusia 5 dan 3 tahun.

Tak ingin berlarut dan mengingat sakit hatinya, Rohan menjual semua asetnya di kota dan berpindah ke desa.

Namun siapa sangka, di sana dia malah menjadi primadona.

"Om Dud, mau dibantuin nggak jemur bajunya? Selain jago dalam pekerjaan rumah, aku juga jago dalam hal lain lho."

Entah sejak kapan itu terjadi tapi yang jelas, gadis itu, gadis yang dijuluki Kembang Desa tersebut mulai mengusik kehidupan dan hati Rohan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eleeeh 07

Hoeeek hoeeek

Sesampainya di rumah ketika dini hari, Ista mengeluarkan semua isi perutnya. Itu karena dia banyak mengonsumsi minuman beralkohol.

Di pesta ulang tahun sang teman yang diadakan di kelab malam itu, minuman keras tentu bukan sesuatu yang aneh. Semua orang di sana pasti akan meminumnya, entah sedikit atau banyak. Dan Ista termasuk yang banyak meminumnya.

Semua itu bukan tanpa alasan. Ada sesuatu hal yang membuatnya tidak kontrol dalam meminum minuman keras tersebut. Alasan itu adalah karena nama sang mantan suami disinggung.

"Apa sih kurangnya Rohan sih, Is. Buset dia baik banget lho jadi laki. Gue aja pengen punya suami model kayak dia,"ucap salah satu teman.

"Dia emang baik, tapi nggak tahu kenapa gue capek ngadepin dia,"sahut Ista. Sebenarnya dalam hati terdalam, Ista sendiri tidak tahu mengapa dia menduakan Rohan.

"Dia terlalu baik buat aku, hahahah. Alasan basi. Tapi ya terserah lo sih, ini hidup-hidup lo. Dan gue sih seneng-seneng aja. Karena lo udah pisah sama dia, lo jadi bisa kayak gini, hahaha."

Ucapan sang teman itu lah membuat Ista menenggang minuman keras tak hanya menggunakan gelas, melainkan dari botolnya langsung.

Tepukan tangan dan sorak sorai dari teman-temannya membuat Ista selah lepas kendali. Sambil mengingat Rohan, dia terus menenggak minuman itu. Ista pun berakhir diantar oleh sopir pengganti milik sang teman. Dan sesampainya di rumah, ia memuntahkan semua isi perutnya.

"Ah sial, ini karena terlalu banyak minum. Aku harus tidur, kepala ku pusing banget, ughhh." Ista mengeluh dengan sakit kepala yang senarnya ia sebabkan sendiri itu. Dia minum-minum bebas kendali, tanpa berpikir akibatnya. Apalagi di rumah dia hanya sendirian.

Bruk!

Ista menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur tanpa mengganti bajunya lebih dulu. Saat ini yang diinginkannya hanyalah tidur dan tidak ada yang lain.

"Ndaaa, banun ndaaa. Liesha lapel. Nda banun, Liesha haus. Banun Nda, ayo banun."

"Diem napa sih? brisik banget."

Ista terbangun dari tidurnya karena terusik dengan suara anak keduanya. Tapi ketika dia membuka matanya, anak perempuannya itu tidak ada di sana.

Ista baru ingat, saat ini dia hanya sendirian saja di rumah. Anak-anaknya, sudah tak ada lagi bersamanya.

"Sialan!"umpatnya sambil memijat pangkal hidungnya yang berdenyut. Rasa pusing itu masih memenuhi kepalanya.

"Aku harus minum obat ini. Kalau nggak pusing akibat minum semalam bakalan masih terasa."

Dengan perlahan Ista bangun dari tempat tidurnya, berjalan menuju ke dapur. Dia mengambil air putih dan meminumnya hingga gelas yang ia isi penuh itu kosong. Ista juga membuka kulkas, tapi isinya kosong. Tak ada satu pun makanan di sana.

Ada sesuatu yang dia ingat, saat masih menjadi seorang istri, ketika suami dan anak-anaknya masih ada di sana, kulkas tak akan pernah kosong seperti ini. Isinya penuh dengan bahan makanan. Bukan hanya itu, di meja makan juga pasti ada makanan karena Rohan pasti sudah membuatnya.

"Brengsek!"umpatnya lirih.

Ya, wanita itu hanya bisa terus mengumpat, meluapkan rasa kesalnya. Sungguh tidak jelas, dia kesal dengan siapa, dan kesal karena apa.

Drtzzz

Suara dering handphone terdengar nyaring. Di rumah yang tidak ada siapa-siapa kecuali dirinya itu, suara deringnya bisa terdengar dengan jelas.

Tidak seperti dulu ketika masih ada anak-anak, suara telepon atau pesan tidak akan terdengar nyaring seperti ini.

Ista kembali berjalan ke kamarnya, mengambil handphone yang ada di dalam tas, dan melihat siapa yang menelponnya.

Haaah

Ista menghembuskan nafasnya kasar. Sebenarnya saat ini dia enggan berbicara ataupun bertemu dengan Dani, apalagi suara Riesha masih terngiang jelas di telinganya.

Anak yang sudah lebih dari sebulan tak dilihatnya itu, entah mengapa sekarang tiba-tiba mengusik dirinya.

Apa Ista membencinya? Entah, Ista sendiri tidak tahu. Tapi yang jelas dia merasa kesal sekarang ini.

"Ada apa, Dan? Kalau mau ketemu, maaf aku nggak bisa. Aku lagi nggak enak badan," ucapnya. Lebih dulu Ista mengantisipasi dengan bicara seperti itu sebelum Dani benar-benar mengajak bertemu.

"Kamu sakit? Apa aku perlu ke rumahmu sekarang?" sahut Dani. Suaranya menunjukkan kekhawatiran.

"Nggak usah, aku nggak apa-apa. Nanti abis minum obat juga sembuh kok. Ini cuma pusing belaka," jawab Ista, wanita itu tidak memberitahu penyebab mengapa dirinya tidak enak badan.

"Oke kalau begitu. Istirahat lah," ucap Dani langsung menutup panggilannya. Pria itu menghembuskan nafasnya kasar. Dia sudah begitu terikat dengan Ista, tapi sepertinya Ista tidak demikian.

Dani sadar betul bahwa Ista tidak sepenuh hati dengan hubungan mereka.

"Apa aku harus ngelepasin dia? Tapi, aku terlanjur cinta dengannya," ucap Dani lirih.

Seolah dirinya saat ini merasa frustasi. Inginnya adalah segera meresmikan hubungan, tapi Ista sendiri belum menginginkannya. Dani pun akhirnya berpikir untuk memberi jarak, namun dia merasa bahwa jarak yang terjadi diantara mereka akan berakhir dengan perpisahan.

"Sekarang aku harus apa?" ucapnya sambil mengusap wajahnya kasar.

Drtzzzz

Handphone nya berdering. Dani pikir itu panggilan dari Ista, tapi ternyata bukan.

"Kenapa?" ucapnya dengan enggan.

"Ya elah, gitu amat sih. Kayaknya gue buat sementara nggak ke kantor dulu ya. Ada sesuatu yang lagi gue urus. Kalau udah kelar, gue langsung balik lagi."

Jawaban seseorang dari sebrang sana semakin membuat Dani kesal. Tanpa menjawab dan tanpa memberi tanggapan apapun, Dani menutup panggilan itu secara sepihak.

"Dasar nggak jelas. Seneng banget ngelakuin sesuatu dengan sesukanya sendiri. Kapan tuh anak bakalan dewasa sih," keluhnya.

Banyak sekali hal yang dipikirkan. Rasanya ia ingin pulang dan merelaksasikan pikirannya. Tapi pekerjaan yang menumpuk tak mungkin bisa ditinggalkan. Meski kantor ini adalah miliknya sendiri, bukan berarti dia bisa melakukan segala hal sesuka sendiri.

"Papa papa, Mama kemana sih?"

"Mama udah nggak suka sama Papa, jadi sekarang Mama nggak bisa lagi sama-sama dengan kita."

Degh!

Dani yang baru saja fokus dengan pekerjaannya seketika langsung menghentikan fokusnya. Tidak sengaja dia mendengar potongan adegan dalam film di televisi dalam ruangannya.

Akhirnya Dani pun menontonnya sejenak. Ia tidak mengira bahwa adegan selanjutnya adalah sesuatu yang dialaminya.

"Jadi Mama lebih suka sama om itu ya, jadi ninggalin kita."

Degh!

Hati Dani bak ditikam dengan belati yang tajam. Dia teringat tentang hubungannya dengan Ista.

Ada hal yang baru saja disadari pria itu, yakni ada anak yang paling menjadi korban. Ada anak yang merupakan pihak paling tersakiti.

"Maaf," ucapnya lirih.

TBC

1
Dewi kunti
ank2mu
dewi rofiqoh
Ista beneran ibu yang gk punya hati
marie_shitie💤💤
dia itu bukan ibu tapi iblis yg tau hanya hawa nafsu
marie_shitie💤💤
Rohan juga g mau dah byk mikir panjang dan g segampang itu buat terima km kembali
marie_shitie💤💤
hey km udah g ada hubungannya m Rohan yg ad km mlh bunuh Rohan biar JD fitnah
Dew666
🪻🪻🪻🪻🪻
GiZaNyA
Ista itu maunya diurusin Rohan... nanti kalau dia udah sehat ya dia nyari Selingkuhan lagi... ngga beres emang si Ista ini..
Heni Mulyani
lanjut
Oma Gavin
jangan salah persepsi ya rohan disini ista ngga murni minta rujuk karena menyesal dan masih cinta ama loe dia cuma takut miskin ngga punya duit lagi makanya muka tembok dia ngemis" minta rujuk
Dwi ratna
yg ditakutkan ista tuh cuma uang mknya dia rela ngemis rujuk k Rohan krna Dani sm gio udh gk ada yg mau
Dwi ratna: kirain kmren sakit kena karma ternyata blm ya kak, msh blm sadar dia🙈🙈
total 2 replies
ElHi
kurasa udah sakit EMG si Ista. mau diomongin model apapun ya GK akan visa
GiZaNyA
semoga setelah kejadian ini membuat Rohan mantap buat nikah sama Bestari biar anak2nya bisa mendapatkan sosok Ibu yang benar2 menyayangi...
Vie
iya memang anak yang selalu jadi kirban, harus memilih antara ayah atau ibu yang harus mereka ikuti... 😔😔😔
Eka 1982
Bagus
Eka 1982
Bagus
marie_shitie💤💤
untungnya rumah ibun g jau
marie_shitie💤💤
itu ciri khas rumah kampung.... ad pintu blkngny beda model rumah modern pintunya cm depang atau pun samping jarang ada
marie_shitie💤💤
waaahhh kali ini aku setuju
GiZaNyA
Ista kenapa gak sadar2 siihhh... anak2nta lhooo takut dan gak peduli sama dia.. masih nekaaattt aja... heraaannn
Sri Supriatin
tks upnya 2 bab Thor 😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!