NovelToon NovelToon
(Bukan) Perjaka Tua

(Bukan) Perjaka Tua

Status: tamat
Genre:Tamat / CEO / Pengganti
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Puput

Niat hati menikah di umur 22 tahun tapi sampai umur 30 tahun dia belum menikah? Reka Sanjaya seorang CEO tampan yang sukses memimpin Sanjaya Group, dia gagal menikah karena calon istrinya meninggal dalam sebuah kecelakaan hingga membuatnya trauma menjalani sebuah hubungan sampai dia berumur 30 tahun.
Tak sengaja dia bertemu dengan Nayla, cleaning service baru di perusahaannya. Nayla sangat mirip dengan calon istri Reka yang telah tiada. Hal itu membuat Reka menganggap Nayla adalah Azkia hingga dia menawarkan sebuah bisnis pernikahan, yang disetujui oleh Nayla karena Nayla sedang membutuhkan uang.
Apakah keduanya bisa saling jatuh cinta? Bagaimana jika penghalang perasaan itu justru seseorang yang telah tiada?
Baca yuk!! Jangan lupa jadikan favorit.

Sequel dari Godaan Sang Mantan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar Bahagia

Reka dan Nayla terus berpegangan tangan saat melihat hasil USG di layar itu. Mereka tersenyum melihat calon anaknya meski masih sebesar kacang.

"Kantong janinnya sudah terlihat, ini janinnya masih sebesar kacang." Dokter kandungan itu menjelaskan secara detail hasil USG dan keseluruhan kesehatan Nayla beserta kandungannya.

Begitu juga dengan Reka, banyak sekali yang Reka tanyakan. Mulai dari makanan, aktivitas sampai urusan percintaan mereka. Dia harus benar-benar bisa menjaga Nayla dan calon anaknya itu.

Setelah merasa jelas dengan informasi yang mereka dapat, mereka keluar dari ruang dokter kandungan.

Satu tangan Reka masih setia di pinggang Nayla. Bahkan senyum bahagia itu masih terus mengembang di bibir mereka.

"Jadi seperti ini rasanya akan memiliki seorang anak. Kebahagiaan ini tak bisa diungkapkan dengan kata-kata."

Nayla mengangguk pelan. "Aku juga Mas. Sebelumnya aku gak pernah membayangkan akan memiliki anak di usia 20 tahun. Aku masih harus banyak belajar juga. Untung Mas Reka banyak bertanya tadi."

"Iya, aku juga masih butuh banyak belajar. Mulai sekarang aku harus bisa menjadi suami siaga." mereka berdua berjalan pelan menuju tempat parkir.

Reka membuka pintu mobil untuk Nayla, setelah membantu Nayla masuk ke dalam mobil, dia segera berjalan dan masuk ke kursi pengemudi.

"Nanti kita adakan makan malam di rumah. Aku akan undang kedua orang tua aku dan adik-adik aku untuk umumkan kabar bahagia ini." Reka menghidupkan mesin mobilnya dan beberapa saat kemudian mobil Reka mulai melaju meninggalkan tempat parkir rumah sakit. "Dari dulu aku dijadikan bahan ejek adik-adik aku, katanya alat tempur aku gak ada gunanya selain buat buang air kecil, tapi sekarang terbukti kan betapa ampuhnya tembakan aku."

Nayla tertawa mendengar cerita suaminya itu. Iya, memang sangat ampuh. Baru sebulan unboxing sudah jadi. "Mas Reka bisa aja."

"Iya, julukan perjaka tua itu udah musnah. Nanti biar aku balap jumlah anak adik-adik aku. Baru punya dua anak saja sudah sombong." canda Reka.

Nayla mencubit pinggang Reka karena perutnya terasa kram menertawakan candaan suaminya itu. "Udah ah, perut aku sampai kram ketawain Mas Reka. Memang Mas Reka mau punya anak berapa?"

"Semampu kamu."

Nayla hanya melongo mendengar jawaban Reka. "Semampu aku?"

"Iya, kan kamu yang merasakan prosesnya, mulai dari hamil terus melahirkan. Selama itu aku hanya bisa kasih suport kamu dengan kasih sayang dan materi. Nanti setelah lahir, baru kita bisa rawat sama-sama. Aku gak mau memaksa kamu harus punya anak berapa." Terang Reka panjang lebar sambil tetap fokus menatap jalanan yang terpantau lancar.

Nayla menatap Reka dengan mata berbinarnya. Tidak salah, dia memilih Reka sebagai pendamping hidupnya. Reka benar-benar bisa menghargai wanita.

"Aku sayang banget sama Mas Reka." Nayla mengecup singkat pipi Reka.

Reka tersenyum dengan satu tangan yang mengulur mengusap pipi Nayla. "Aku juga sayang sama kamu."

Beberapa saat kemudian, mobil Reka berhenti di depan rumahnya. Mereka berdua turun dari mobil sambil bergandengan tangan mesra.

"Nayla..." Bu Lela langsung menghampiri putrinya yang baru beberapa langkah masuk ke dalam rumah.

Nayla melepas genggaman tangannya lalu memeluk ibunya.

"Ibu khawatir sekali dengar kabar kamu pingsan semalam, tapi Ibu tidak boleh ke rumah sakit. Kamu sakit apa, nak?"

Nayla meregangkan pelukannya dan tersenyum. Dia memang belum memberi tahu kabar bahagia itu pada ibunya. "Ada calon cucu Ibu di perut Nayla."

"Kamu hamil, Nak?" Bu Lela kembali memeluk Nayla. "Ibu bahagia sekali dengarnya. Semoga kamu dan calon anak yang ada di kandungan kamu selalu sehat."

"Iya. Amin."

Bu Lela melepaskan pelukannya lalu merengkuh pinggang Nayla dan berjalan menuju ruang tengah. "Kalian sudah makan?"

"Sudah, tadi kami sarapan di rumah sakit." jawab Reka sambil menghubungkan panggilannya pada kedua orang tuanya.

"Ya sudah kalian istirahat dulu saja."

"Sayang, kamu istirahat dulu aku mau telepon Mama." Reka duduk di sofa ruang tengah.

Nayla menganggukkan kepalanya lalu masuk ke dalam kamarnya.

...***...

Malam itu di rumah Reka sangat ramai dengan keluarga besarnya. Kedua pasang orang tua yang sudah berumur kepala lima itu terus menggoda Reka.

"Tuh kan, ampuh langsung jadi."

"Keturunannya siapa dulu dong."

Kevin dan Niko tertawa cukup keras. Kedua bapak itu memang sangat berpengalaman perihal bercocok tanam.

"Kalau gini sih, aku percaya kalau memang udah berfungsi maksimal." kata Raffa sambil mengambil makanan sepiring penuh, adik Reka yang satu itu memang sedikit bandel.

Satu jitakan mendarat di kepala Raffa, "Anak dan istri kamu mana gak diajak?"

"Anak aku lagi demam, jadi biar Papanya aja yang mewakilkan. Nanti bungkus ya." kata Raffa sambil mengunyah makanannya.

"Astaga, memang uang kamu masih tipis aja, udah otw jadi bos juga."

Raffa hanya bercengir kuda sambil melahap makanannya.

Sedangkan Nayla sedari tadi hanya menatap nasi yang ada di piringnya. Perutnya terasa mual lagi.

"Sayang, kok gak dimakan?" tanya Reka lalu meraih sendok yang ada di tangan Nayla. "Sini aku suapin."

Keluarga besar Reka jelas tertawa dan menggoda pasangan itu.

"Ternyata Reka bisa romantis juga." kata Papa Kevin yang memang baru tahu kemesraan mereka.

"Eh, jangan salah, dari pengantin baru mereka ini mesra banget. Kita yang pengantin lama kalah." kata Ayah Niko.

Nayla hanya tersenyum malu sambil memakan suapan demi suapan dari Reka. Entahlah, mengapa dia hanya mau makan dari suapan tangan suaminya.

"Jadi Nayla hanya mau makan kalau kamu suapi?" tanya Mama Alea sambil menatap gemas Reka dan Nayla.

"Iya Ma. Dari semalam Nayla maunya aku suapi. Tapi gak papa, aku malah senang." Reka tersenyum sambil menyuapi Nayla lagi.

"Haduh, bucin sekali."

"Kayak kalian gak aja." balas Reka mengatai adiknya itu.

Mereka semua kembali tertawa kemudian mulai menghabiskan hidangan yang ada di atas meja.

1
Angel Sahati
yg sabar Nayla ya
Erlie
Luar biasa
Fajar Ayu Kurniawati
.
Anonymous
bgsss
Nuraida Wazni
Luar biasa
Atoen Bumz Bums
A
Pendiem
lanjut terus thor...👍
Pendiem
lanjut
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
Luar biasa
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
awal yang bagus👍
𝘉𝘭𝘢𝘤𝘬 𝘸𝘩𝘪𝘵𝘦
Hai salam kenal
Anizar S Pelawi
aku syukaaa ceritanya kaaaakk
Ryan Jacob
semangat Thor
HARTINMARLIN
🤭🤭😄😄😆😆😂😂 😂😂
HARTINMARLIN
saya mampir di cerita mu
Vina Vina
Tega amat bilang ke calon istri bahwa di hatinya masih ada ruang untuk wanita lain. Walaupun dah meninggal.
Ana Akhwat
Dari awal sampai akhir ceritanya bagus z suka, singkat padat dan jelas, tidak berbelit-belit, buat penulisannya semangat selalu, semoga karya karyanya makin sukses
Adila Ahmad
b
Sabaku No Gaara
Luar biasa
Sabaku No Gaara
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!