NovelToon NovelToon
THUNDEROUS

THUNDEROUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Horor / Supernatural / Vampir / Manusia Serigala / Epik Petualangan / Persahabatan / Penyeberangan Dunia Lain / Roh Supernatural / Barat
Popularitas:153.4k
Nilai: 5
Nama Author: ittiiiy

Lanjutan Kisah dari Caelvita-119 yang sudah resmi menjabat yakni tokoh utama andalan Felix bersama dengan Pemimpin Alvauden Cain dan juga Tan, Teo dan Tom yang masih belum diketahui bagaimana kabarnya. Di season kedua ini, kita akan bisa melihat bagaimana perubahan Tiga Kembar.

Setelah Perang Besar Pertama Caelvita-119, Viviandem sudah dibangkitkan dan semua aktivitas di Mundebris kembali berjalan normal. Hingga terdapat masalah pertama yang muncul di Penjara Aluias. Disinilah awal mula konflik di season kedua ini dimulai.

Di season dua ini juga akan lebih menunjukkan bagaiamana permusuhan antara Aluias dan Sanguiber. Bagaimana kedua Viviandem dari Kerajaan yang berbeda ini selalu saja tidak pernah sependapat. Tapi Felix sendiri lahir dari Ayah yang seorang Raja Aluias dan Ibu yang seorang Ratu Sanguiber.

Apakah dengan itu, Aluias dan Sanguiber bisa berdamai? atau tetap saja tidak memberi perbedaan besar?!
Silahkan simak kisahnya, selamat membaca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ittiiiy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31 : Siapa Camden Sebenarnya?!

Saat Felix membuka mata, kembali bangun ditubuhnya dengan Cain dan Tiga Kembar yang masih sibuk mengobrol seperti tidak kekurangan bahan obrolan atau lebih tepatnya seperti menebus waktu yang telah mereka lewatkan. Bahkan tidak ada yang sadar mungkin kalau Felix tadi sedang tertidur.

Felix menatap pergelangan tangan Cain yang masih ada gelang Alexandrite sementatara Tan, Teo dan Tom sudah tidak ada karena telah terpakai saat peperangan. Memang sangat berguna karena sempat menyelamatkan mereka tapi tetap saja tidak membuat perbedaan besar, "Maaf karena gelang buatanku tidaklah banyak membantu ...." kata Iriana menyesalkan bagaimana itu tidak bisa menyelamatkan nyawa Tiga Kembar.

"Setidaknya Cain ... masih memilikinya." begitulah cara Felix berterimakasih.

"Itu juga menandakan dia tidaklah dipojokkan selama peperangan, menandakan dia sudah sangat kuat sampai sebenarnya tidak perlu lagi gelang itu. Menurutku masih ada kekuatan lainnya yang tidak diperlihatkan oleh Cain selama peperangan berlangsung." kata Iriana tidak menyadari kalimat Felix barusan, hanya mengatakan apa yang ingin dikatakan.

"Tapi, lebih baik tetap dipakai untuk berjaga-jaga. Aku juga mau memintamu mengajarkanku cara membuat gelang Alexandrite lagi untuk mereka bertiga." kata Felix.

"Jangan bilang kau menunda untuk mengetuk pintu Caelvita sebelumnya karena kau mau membuat gelang?!" tanya Iriana.

"Tidak, aku ingin menemui Cairo terlebih dahulu." kata Felix.

"Sebaiknya begitu, karena membuat gelang seperti itu membutuhkan waktu yang lama ...." kata Iriana.

"Aku tidak menyangka kau bisa sesabar itu, saat itu ... mengetahui bahwa kau akan mati dan membuat gelang untuk generasi selanjutnya." kata Felix.

"Biasanya Caelvita itu fokus hidup dan bekerja untuk masa sekarang saja. Tidak ada yang hidup terlalu memikirkan masa depan. Karena begitulah Caelvita, masa saat ini ... generasi masing-masinglah yang penting. Tapi aku berbeda, Felix ... aku memikirkan dan melakukan yang terbaik untuk masa sekarang dan masa depan sama-sama besarnya tanpa ada yang berat sebelah." kata Iriana.

"Kau memang selalu aneh, aku tidak heran lagi ...." kata Felix yang sebenarnya sependapat dengan Iriana tapi tidak diperlihatkan.

...****************...

"Tolong, jangan mati selama aku pergi ...." kata Camden memegang bahu Cairo.

"Kau pikir aku tidak bisa menjaga diriku selama lima menit tanpamu?!" Cairo merasa tersinggung.

"Kau tidak tahu saja disekitarmu semuanya adalah buronan ...." Camden berbisik dengan cara menakutkan, "Dan bukan karena kabur dari penjara seperti kita. Tapi karena membunuh ...." Camden semakin melebih-lebihkan.

"Lucu sekali, cepatlah pergi!" kata Cairo menghempaskan tangan Camden yang dibahunya dan memukul-mukul telinganya karena geli gara-gara Camden terlalu dekat tadi berbisik.

Cairo dan Camden sepakat untuk mengisi perut dulu di kedai samping penginapan. Tapi Camden tidak sabar melihat kamar yang telah mereka pesan. Katanya ingin melihat bagaimana perbedannya setelah lama tidak kesana. Tapi Cairo jadi sendirian menyantap makanan di kedai itu. Dengan mata yang seperti akan menyantapnya juga. Tidak seperti makanan yang berada didepannya yang diolah dan dibumbui, sepertinya mereka lebih memilih untuk memakan Cairo secara mentah-mentah.

"Tenanglah Cairo ...." Cairo tetap memasang wajah datar, seperti yang telah diberitahu Camden. Kalau auranya yang seorang manusia tidak akan kelihatan, jadi dia hanya perlu berpura-pura kelihatan meyakinkan kalau dirinya kuat sehingga tidak diremehkan sehingga bisa diserang.

"Ow, kelihatannya dia baik-baik saja ...." kata Camden melihat dari jendela kamar di lantai 26. Sedangkan Cairo berada di atap kedai lantai 16 karena lantai lainnya sudah terisi penuh. Pelanggan kebanyakan juga menginap dan bermain di kedai itu untuk waktu yang lama. Hanya perlu menambahkan uang dan bisa tinggal di kedai itu berapa lamapun itu. Tapi untungnya karena itu juga Camden bisa mengawasi Cairo dari jauh dengan Cairo yang berada di meja atap kedai.

Camden memasuki kamar penginapan langsung melihat keadaan Cairo terlebih dahulu. Sama sekali kelihatan tidak tertarik melihat kamarnya itu.

"Aku harus tahu bagaimana kau kalau sendirian, karena saat bertemu Caelvita. Aku tidak akan lagi ada didekatmu dan sepertinya tidak akan lagi bertemu denganmu Cairo." kata Camden dalam hati sambil memperhatikan Cairo.

Cairo sudah menyantap banyak sekali makanan. Karena memang lapar dan juga karena ingin mencoba segala jenis makanan disana. Tapi Camden tidak kunjung datang-datang juga, "Apa dia ketiduran?!" tanya Cairo.

"Sepertinya aku tidak perlu lagi mengambil jalan memutar yang jauh begini ...." kata Camden masih di tempat yang sama, "Dia juga cepat belajar dan Caelvita memang harus tahu berita yang akan disampaikan Cairo itu secepatnya. Aku juga tidak bisa terus mengulur waktu karena anak buah Ferdinand sedang mencari Cairo. Dia pasti akan menutup-nutupi hal ini lagi dari Caelvita. Walau dia akan bilang lagi kalau akan menyelesaikan semuanya tapi Cairo akan dikurung dan aku yakin menemukan Efrain akan membutuhkan waktu yang lama. Aku harus membuat Cairo cepat bertemu Caelvita dan kembali ke Mundclariss secepatnya juga." Camden membuka jendela dan melompat turun kemudian menggunakan pembatas pagar beranda kamar disetiap lantai sebagai tempat loncatan untuk sampai di tempat Cairo berada.

"Kau darimana saja?!" tanya Cairo tidak sadar kalau sedang berteriak menjadikan dirinya pusat perhatian lagi.

"Wah, kau baik-baik saja?!" Camden melihat banyak piring, mangkuk yang sudah kosong di meja, "Perutmu tidak ada tanda-tanda akan meledak?!"

"Entah kenapa napsu makanku disini sangat tinggi, apa karena perbedaan waktu ya?!" Cairo juga tidak sadar sudah makan begitu banyak.

"Karena pertumu sudah terisi penuh, em ... sangat penuh ...." kata Camden dengan mengerutkan wajah.

"Apa?! Kau mau aku olahraga?!" Cairo menebak-nebak.

"Kau harus tidur." sahut Camden.

Cairo melongo mendengar itu, sama sekali tidak seperti apa yang ditebaknya, "Apa?! Bukankah harusnya olahraga tapi kau malah menyuruhku tidur?!"

"Tidur sangat baik untuk mencerna makanan, kalau olahraga kau bisa saja muntah karena terlalu kenyang." kata Camden.

"Aku tahu kalau pikiranmu itu sangat unik tapi ini tidak terduga ...." kata Cairo tertawa, "Bukankah guru itu seharusnya menyuruh berlatih keras, tapi kau sangat santai."

"Kau sudah tahu banyak, aku hanya perlu mengisi bagian kosong saja darimu yang menjadi kelemahan." kata Camden baru memesan makanan untuk dirinya dan semua piring kosong bekas Cairo melompat turun dari meja makan dengan muncul kaki pada piring dan peralatan makan lainnya berbaris lurus rapi masuk kedalam dapur langsung bersiap untuk dicuci. Cairo sempat kaget tapi ekspresinya tetap dijaga karena bisa saja ada yang memperhatikannya tidak terbiasa dengan hal seperti itu.

Cairo menguap, Camden mengira Cairo benar akan ke kamarnya untuk tidur. Tapi terlihat Cairo keluar dari kedai dengan Camden yang mengawasi dari atap kalau Cairo tidak menuju penginapan.

Cairo berjalan-jalan disekitar sana dan menemukan gedung kosong, "Sepertinya disini cocok ditempati ...." Cairo akhirnya membuka jubahnya yang longgar dan kebesaran yang menutupi wajah dan seluruh tubuhnya. Kemudian memanjat naik disetiap balok gedung itu hingga sudah dekat bagian atap, Cairo kemudian melompat dan meraih bagian balok atap di dalam gedung itu dan mulai melakukan pull up diatas ketinggian yang tidak main-main.

...-BERSAMBUNG-...

1
R⃟•D•I👏OFF
kapan lanjut kk
R⃟•D•I👏OFF
bagus banget
Vazdlia
kangen FCT3 kemana kah ini?? udh lama gak up 🥲🥺
Restia Nia
rindu FCT3 kak.....
Vazdlia
yaa ampun sampe lupa ini nyampe mana ceritanya, terakhir ini ngapain mereka aku sampe lupa 😭😭
With_maysa
semangat kaaaak😇💪🔥🔥🔥
Vazdlia
masih menunggu 🙂🙂
Restia Nia
masih menungguuu😊😊😊
🍉SEMONGKO
tuyulku tampil/Facepalm//Facepalm//Facepalm/,,
Restia Nia
selamat tahun baru 2024 juga buat kk author,, semoga apa yg di cita²kan akan terijabah ditahun ini, semoga semakin semangaaatt,,,💪💪💪💪
ittiiiy: Aamiin/Pray/ semoga sehat selalu juga dan apa yg diinginkan tahun ini perlahan" smuanya tercapai/Smile/
total 1 replies
Andi Hasni
sehat selalu thor
Suya
asik 🙈
Andi Hasni
/Drool//Drool/
Restia Nia
selamat berjuan Tan.. semoga sukses..
doaku menyertaimu...🤲🤲🤲😁😁😁
ikut deg²an yaaaahhh🤭
ittiiiy: Kasian operasi sendirian/Facepalm/
total 1 replies
🌸Santi Suki🌸
keren ceritanya. 👍👍👍
Nikodemus Yudho Sulistyo
'Lini Masa' mampir nih.
༄༅⃟𝐐QueenCy
mampir kk
WiraBP
+1 vote! semangat 🔥🤭
WiraBP: bener🤭😆
total 4 replies
Andi Hasni
sehatki selalu thor
Taki
Semangat 🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!