Perjuangan seorang Nayra Kalista yang menghadapi begitu kerasnya dunia ini, dunia yang tak adil untuk dirinya hidup. Dari kecil menjadi seorang yatim-piatu, hidup di panti asuhan, rela putus sekolah demi menjadi tulang punggung bagi saudaranya di panti asuhan. Sampai akhirnya harta satu-satunya yang dijaga selama ini direnggut oleh pria asing yang Nayra sama sekali tak kenal.
Hidupnya hancur bertubi-tubi. Apakah ia bisa menjalani hidup nya kembali setelah apa yang ia alami selama ini? Apakah Nayra bisa bahagia dengan cobaan yang begitu berat ini?
yuk mampir biar tau perjalanan hidup Nayra!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cacil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 32
🍁🍁🍁
"Kalau seperti ini Papa cukup percaya dengan perkataan Mama, tapi kita tidak boleh menyimpulkan secara langsung, karena bila kita sudah berharap padahal kenyataannya tak benar."
"Mama awalnya juga berpikiran seperti Papa tadi, tapi setelah melihat reaksi Andrian ketika mengatai Nayra. Mama jadi langsung percaya karena Andrian tak akan membentak Mama seperti ini demi wanita yang tak ia cintai."
"Semoga saja itu memang benar, kalau benar Mama tak sabar merasakan mempunyai cucu."
Nyonya Kumala sudah terbayang-bayang kalau akan mempunyai cucu dari anak satu-satunya itu. Tapi bayangannya tadi dipudarkan oleh suara suaminya.
"Tapi kalau memang anak itu bukan anak Andrian, apakah Mama masih merestui hubungan mereka?"
Nyonya Kumala melirik ke arah suaminya dengan sinis. "Kalau memang dugaan Mama salah maka Mama akan memisahkan Andrian dan Nayra."
"Tapi Andrian cinta terhadap wanita itu. Apakah Mama tega memisahkan Andrian dengan orang yang ia cintai."
"Mama akan mencarikan wanita lain yang lebih baik dari wanita itu jadi kalau memang benar anak wanita itu bukan anaknya Andrian maka Mama kembali menjodohkan Andrian dengan anak teman Mama, tapi kalau memang dugaan Mama benar bahwa anak itu anaknya Andrian maka Mama yang paling depan merestui hubungan mereka."
"Terserah Mama saja, Papa sudah capek menuruti semua keinginan Mama. Mungkin Andrian sudah lelah menuruti kemauan Mama juga," tuan Wijaya pergi dari kamar itu meninggalkan istrinya yang masih berdiri seperti patung.
Jlep!
Nyonya Kumala menelan salivnya mendengarkan perkataan suaminya tadi. Apakah memang benar bahwa dirinya begitu egois memaksakan kemauannya, tapi kemauannya ini bukan semata-mata demi kebaikannya tapi ini semata-mata demi kebaikan mereka dan keluarga.
***
Tok... tok... tok...
Suara pintu di ruangan Andrian terdengar diketuk. Andrian yang sedang enak-enaknya mengerjakan pekerjaannya terpaksa berhenti mendegar seseorang mengetuk pintu dari luar.
"Apa itu Nayra yang datang?" Andrian bertanya di dalam hatinya karena dari tadi Nayra belum sampai ke kantor. Dan tak ada kabar sama sekali bila dia terlambat atau tidak bisa masuk hari ini.
"Masuk!" titah Andrian dan tak lama kemudian seseorang yang mengetuk pintu tadi masuk ke dalam.
Dan memang benar dugaan Andrian bahwa itu adalah Nayra yang baru saja datang.
"Maafkan saya Pak terlambat masuknya," ucap Nayra sambil menundukkan kepalanya.
"Hm, kamu duduk saja dan lakukan pekerjaan mu," titah Andrian.
"hm... Itu Pak, sebanarnya ada yang saya ingin sampaikan ke Bapak."
"Tentang apa?"
"Ini..." Nayra menyodorkan sebuah surat terhadap Andrian. Andrian pun mengambil suratnya dan membacanya.
"Maksud kamu apa?"
"Saya akan mengundurkan diri dari kantor ini. Terima kasih Bapak telah mempercayai saya menjadi asisten Bapak tapi saya harus berhenti bekerja di perusahaan ini."
"Kenapa kamu berhenti bekerja di sini? Apakah gajimu kurang dari saya atau perlakuan saya yang keras terhadap mu? Bila seperti itu saya akan mengubahnya tapi saya mohon jangan berhenti dari sini!" terlihat Andrian memohon terhadap Nayra.
"Bukan itu alasan saya keluar dari sini."
"Apakah ini gara-gara Mama sehingga kamu berhenti dari sini?"
"Iya itu alasan ku berhenti dari sini tapi bukan itu saja, tapi karena aku takut bila lama bekerja denganmu akan perlahan-lahan mulai jatuh cinta. Sedangkan dendamku terhadap mu masih belum memudar sampai saat ini,"
batin Nayra.
"Jawab saya!" seru Andrian yang melihat Nayra dari tadi diam saja.
"Bukan itu juga, hanya saja saya tak bisa lagi bekerja di sini."
"Saya mau alasannya kamu berhenti dari sini!"
"Tidak ada alasan saya keluar dari sini, jika ada alasan mungkin itu karena saya ingin fokus mengurus anak saya saja."
"Bila tidak ada yang Bapak ingin tanyakan, maka saya permisi pergi dari sini," ujar Nayra memalingkan badannya untuk pergi dari sini.
"Tunggu!" cegah Andrian.
"Ada apa lagi Pak?"
"Ambil jatah pesangonmu ke ruang HRD!"
"Saya dapat pesangon? Tapi saya kan baru satu bulan bekerja di sini."
"Tidak pa-pa! Hitung-hitung itu bonus dariku karena telah bekerja dengan maksimal di perusahaan ini."
Nayra mendengar itu menjadi senang. Siapa si yang tak senang ketika mendapatkan uang, begitu juga Nayra yang senang mendapatkan uang. Di zaman sekarang realistis saja bahwa wanita senang mempunyai banyak uang.
"Terima kasih Pak atas kebaikan Bapak."
"Hm..." Andrian mengangguk sambil melihat wajah cantik Nyara. Bahkan sampai keluar dari ruangan nya saja ia masih tetap melihatnya.
Setelah mengambil pesangon dari HRD. Nayra pergi dari perusahaan itu sambil membawa barang-barangnya. Sebenarnya Nayra sangat berat meninggalkan perusahaan ini tapi ia tak mau bila berlama-lama ada di sana akan mendapatkan masalah kedepannya. Untung saja uang pesangon yang diberikan oleh perusahaan begitu banyak membuat Nayra bisa menggunakannya sampai beberapa bulan kedepan.
Kelvin sahabatnya Andrian tak sengaja melihat Nayra keluar dari perusahaan Grahatama dengan membawa barang banyak, seperti orang yang baru keluar dari pekerjaannya.
"Ada masalah apa asisten Andrian sampai keluar dari perusahaan? Apakah Andrian memecatnya?" gumam Kelvin yang memerhatikan Nayra dari kejauhan.
Kelvin yang memang ke sana untuk bertemu dengan Andrian dengan cepat masuk ke dalam perusahaan lalu menuju ruang Andrian.
Tanpa mengetuk pintu Kelvin langsung masuk ke dalam ruangan Andrian. Terlihat Andrian melamun ke arah luar jendela sambil menopang dagunya. Bahkan kedatangan Kelvin saja Andrian tak mengetahuinya.
"Andrian..." ujar Kelvin menepuk bahu Andrian dari belakang.
"Nayra..." spontan Andrian terpelonjak dari lamunannya lalu mengarah ke belakang karena ia kira Nayra lah itu yang memanggilnya.
"Sial! Lo kira gue Nayra sampai nyebut Nayra," ujar Kelvin.
"Huh! Aku kira kamu Nayra tadi. Mau apa kamu datang ke sini?" tanya Andrian terlihat judes.
"Santai bro! Gue cuma iseng-iseng aja ke sini, tapi tadi gue nggak sengaja lihat asisten lo keluar dari perusahaan ini membawa barang-barangnya, apakah lo baru saja memecatnya?" tanya Kelvin.
"Dia memundurkan diri dari perusahaan ini."
"Apa alasannya memundurkan diri?"
"Entahlah! Dia tak mau mengatakan alasannya."
"Jangan-jangan dia setress bekerja di sini gara-gara sifat lo kepada karyawan, hahaha...." terlihat Kelvin mengejek Andrian dengan candaan.
Tapi bukannya Andrian mengabaikan peketaan Kelvin, ia malah kepikiran apakah memang benar alasan Nayra keluar dari perusahaan ini karena sikapnya kepada Nayra.
"Apa mungkin sikapku terhadapnya membuat Nayra berhenti bekerja di sini?"
"Gue tadi cuma bercanda, jangan di bawa serius!"
"Tapi perkataan mu tadi ada benarnya."
"Dari tadi gue perhatiin lo hanya membahas tentang asisten lo itu aja, apakah lo suka sama dia?"
"Siapa bilang aku suka sama Nayra?."
See you again...
LIKE DAN KOMEN YA! KALAU IKHLAS BOLEH DI VOTE JUGA ^_^
typoo yaaaa