hai ini karya baruku guys. aku pemula
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon upilBTS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lelang berlian biru.
pagi itu terlihat cerah seakan mendukung apa yang akan mereka lakukan .
Terlihat Rolls-royce phantom hitam yang melaju mulus, Ahzel duduk di kursi belakang mengenakan dress hitam dengan potongan elegant, rambutnyadisanggul rendah dengan beberapa helai yang jatuh di wajahnya, wajahnya tenang tetapi matanya tajam, disebelahnya ruka mengenakan dres hijau zamrud yang kontrak dengan kulit bercahayanya, dagunya terangkat sedikit dengan penuh percaya diri.
Di kursi depan adrik mengemudikan mobil dengan satu tangan, sementara tangan lainya bersandar di jendela.
jasnya berwarna abu-abu gelap, dengan tato yang mengintip di balik pergelangan tanganya cahaya matahari pagi memantulkan bayangan tajam di wajahnya yang dingin
"kalau kita mencurinya kita juga harus melihat siapa saja yang menginginkanya", ujar ahzel.
Adrik mengangguk pelan" itu intinya".
Mobil mereka berbelok ke jalanan yang lebih sepi, mendekati rumah lelang yang berdiri di antara bangunan klasik khas eropa. keamananya tidak main-main, kamera pengawas di setiap sudut, penjaga berseragam hitam berdiri di gerbang utama, dan hanya mobil-mobil mewah dengan undangan eklusif yang diijinkan masuk.
Rolls-Royce mereka berhenti di depan pintu masuk. seorang valet segera datang, tetapi adrik turun lebih dulu, melemparkunci sembari melirik sekilas pria itu "jangan biarkan satu goresanpun ada dimobilku".
Pria itu menelan ludah dan mengangguk cepat
Ahzel dan Ruka turun dengan tenang, langkah mereka tenang namun penuh kendali. beberapa tamu lain sudah hadir, semuanya dari kalangn elite, pengusaha, aristrokat, hingga kolektor kelas atas.
Mata-mata langsung mengarah pada mereka, bukan hanya sekedar penampilan, tetapi karena aura yang mereka bawa. bukansekedar orang kaya tetapi orang berbahaya.
Ahzel melirik jam tanganya.
"Lelang akan segera di mulai".ucapnya singkat
Adrik melirik sekeliling mata abu-abunya yang tajam menangkap setiap detail " ayo masuk kita lihat siapa saja yang cukup bodoh untuk berpikir mereka memiliki berlian itu. "
Mereka melangkah masuk, di dalam suasana jauh lebih tenang, megah ekslusif, danpenuh dengan orang orang glamour.
Ruangan lelang di penuhi dengan cahaya keemasan dari lampu gantung kristal yang menggantung indah di langit langit, kursi kursi beludru tertata rapi, dan para tamu pengusaha kaya duduk dengan penuh wibawa beberapa berbicara pelan, beberapahanya menungu dengan tenang.
di tengah ruangan sebuah podium berdiri, dan di belakangnya, layar besar berlian biru langka yang akan di lelang hari ini. berlian itu berkilau dengan keindahan yang hampir tidak nyata disimpan dalam kotak kaca bertekanan tinggi dengan sistem keamanan tingkat militer.
pelelang, priatua dengan setelan hitam yang rapi, mengetuk palu di atas podium.
"Tuan- tuan dan nyonya-nyonya sekalian kita akan mulai pelelangan Blue phantom diamond berlian biru langka dengan kualitas sempurna
berat dua puluh lima karat, tawaran awal seratus juta dolar".
beberapa papan segera terangkat"seratus lima puluh juta"setu seorang pria tua di barisan depan.
"seratus delapan puluh juta".seorang wanita bergaun emas menimpali.
" bagai mana menurutmu"bisik ruka.
Ahzel menyipit mata melihat berlian itu"menarik".
papan lelang terus terangkat angkanya semakin naik"dua ratus lima puluh juta".
"empat ratus juta".
" setengah miliar".
mereka tidak datang untuk membeli, tetapiuntuj mengambil paksa.
Berlian itu bersinar di bawah sorotan lampu masih tersimpan aman di kotak kaca bertekanan tinggi, tawaran terakhir telah mencapai angka yang fantastis, dan hanya butuh beberapa ketupan palu sebelum lelang resmi di tutup.
Di sudut ruangan ahzel menyilangkan kaki, tampak santai seolah tidak ada yang menarik perhatianya, di sampingnya ruka menyesap sampanye dengan ekspresi tanpa cela, sementara Adrik sekilas melirik arlojonya tanda bahwa waktunya telah tiba.
Tanpa ada yang menyadari seutas senar tipis, hampir tak kasat mata sudah dipasang sebelum mereka memasuki ruangan, Ruka yang melakukanya dalam waktu kurang dari satu detik saat ia melewati salah satu pilar dekat podium, senar itu kini terhubung ke perangkat kecil yang bersembunyi di dalam clutch bag Ahzel.
saat palu hampir diketuk untuk terakhir kali, ahzel menekan tombol kecil di balik tasnya.
Klik!.
Dalam sekejap seluruh ruabgan mengalami Glitch pada layar CCTV bukan mati total hanya sedikit distori selama beberapa detik cukup untuk tidak menimbulkan kecurigaan, tetapi cukup lama untuk melakukan sesuatu yang mustahil.
Ahzel melempar bom asap yang langsung memenuhi ruangan.
dan dalam hitungan detik itu ruka bergerak, dengan kecepatan luasr biasa ia berdiri dari kursinya, berjalan ke arah balkon kecil yang menghadap langsung ke podium, tanganya yang cekatan bekerja dalam waktu sepersekian detik menghubungkan alat kecil ke sistem sensor keamanan berlian.
Hasilnya?.
Sistem membaca bahwa berlian masih ada di tempatnya meskipun nyatanya tidak.
Ruka sudah menggantinya dengan tiruan sempurna, dalam waktu dari 1 menit. pergerakanya halus tanpa suara dan pergerakan sedikitpun.
ruka kembali ke kursinya dan tetap santai alaram kebakan berhasik dihidupkan semuanya di suruh keluar setelah asapnya mereda mereka kembali masuk palu diketuk dan pemenang sudah ditentukan.
Ahzel tersenyum kecil matanya tersenyum kecil sembari melirik cincil di jarinya berlian biru mungil yang tampak seperti aksesoris biasa. tapi itulah Blue phantom diamond yang baru saja ia geser tanpa seorang pun mengetahuinya.
sementara itu adrik menyandarkan tubuhnya ke kursi, menatap pemenang lelang yang baru saja menghabiskan hampir 1 miliar dolar untuk kepingan kaca palsu.
*************
lampu redup menerangi ruangan ekslusif club ruang bawah tanah di New york. music berdentum pelan di luar tapi di dalam hanya ada orang orang yang penuh dosa .
Ahzel meletakan sebuah kotak kecil di atas meja jari jarinya mengetyk ringan permukaanya sebelum mendorongnya ke arah pak tua di sebrang sana, pak tua itu berpakaian rapi dengan jas mahal, dan tanganya berhiaskan cincin berlian, menatapnya tajam sebelum membuka kotak itu.
Berlian biru langka itu bercahaya di bawah lampu.
"kerja yang bersih" suaranya parau namun penuh kepuasan.
Ruka menyandarka tubuhnya ke kursi menyilangkan kaki"kami sudah menepati bagian kami"ucapnya dingin"sekarang giliran anda menepati janji."
pak tua itu menghelan nafas, lalu melirk adrik yang duduk tenang dengan sikao dinginnya.
Adrik hanya menatapnya tajam"kami tidak suka menunggu"
"seperti yang kalian inginkan akses penuh ke jaringan perdagangan gelap eropa" ujar pak tua itu sembari membeti tumpukan uang yang banyak juga.
sebenatnya Ahzel Ruka dan Adrik hanya pernu akses ke perdagangan gelap eropa.
"Ok senang berbisnis dengan anda" ujar Ruka.
mereak bertiga melangkah keluar dari club itu ingin pulang menuju mansion, diperjalanan Ahzel merenung perasaan.apa ini fuck, apa dia mencariku?.
**********
hayoloh Ahzel kalo kangen bilang aja max juga kangen itu. makasih ya gyus yang udah baca semoga rejekinya lancar terus see you di bab selanjutnnya💋.