Bagaimana bila di malam pernikahan mu dengan kekasih mu, kamu malah menemukan calon istri mu sedang bermesraan dengan pria lain dan kamu yang merasa frustasi malah mabuk - mabukan dan dengan tidak sengaja malah merenggut kesucian dari gadis yang sudah kamu anggap sebagai adik kandung mu sendiri.
Itu semua terjadi pada Aydan Atallah Balendra yang merenggut sesuatu yang berharga dari gadis berkaca mata yang cantik dan periang juga sangat menyayangi nya yang bernama Nara Ayesha Razkya sehingga gadis itu berubah jadi gadis dingin yang sangat membenci nya.
Akankah Aydan dapat mengembalikan keceriaan dan kasih sayang Nara pada nya, atau sebalik nya rasa benci yang akan semakin bertambah saat Aydan berusaha dengan berbagai cara untuk mendapatkan maaf dari Nara. Dan apakah cinta akan tumbuh dalam hati kedua nya? Kalian bisa membaca nya dalam novel ini yang merupakan lanjutan dari novel Terjebak Cinta CEO Tampan. Semoga suka🥰🥰🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liest Holiest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Sore hari itu Nara pulang lebih awal dan seperti biasa nya Aydan akan mengikuti wanita itu tanpa sepengetahuan nya sampai Nara selamat sampai di rumah nya baru setelah itu dia akan pulang ke mansion karena hari ini akan ada acara di mansion nya.
" Assalamualaikum... Nara pulang" salam Nara saat tiba di rumah nya.
" Walaikum sallam" Nami menghampiri Nara dan mencium putri nya itu.
" Lho, bunda mau pergi? Kemana?" Nara mengerutkan kening nya sambil menelisik penampilan bunda nya yang sudah terlihat rapi.
" Oh ya, bunda lupa mengabari kamu. Bunda dan ayah akan pergi ke mansion untuk makan malam" Nami tampak ragu mengatakan nya.
" Mansion? Memang ada acara apa bun?" Nara penasaran akan ada acara apa di keluarga Balendra karena Nami dan Razky jarang sekali pergi ke sana kalau tidak ada acara.
" Mommy mu ingin mengadakan pesta kecil - kecilan untuk menyambut kedatangan Dimas ke Jakarta"
" Om Dimas di Jakarta Bun?" Nara tampak terkejut.
" Ya, dia datang untuk menggantikan pekerjaan Aydan di Balendra Corp" Nami berkata dengan santai nya.
" Menggantikan, memang dia kenapa?" Terlihat segurat raut kecemasan pada wajah Nara saat ini.
" Kamu tidak tahu, setelah kejadian itu pekerjaan Aydan kacau balau dan dia jarang datang ke perusahaan. Entah apa yang di lakukan anak itu" Nami mengulum senyum nya karena dia tahu apa yang sedang di lakukan Aydan akhir - akhir ini. Tentu saja membuntuti putri cantik nya itu.
" Benarkah?" Terlihat wajah Nara sekarang sangat cemas dan juga sendu.
Sebenar nya Nami sengaja mengatakan itu untuk melihat apakah Nara masih peduli dengan kak Aydan nya itu atau tidak karena sejak dulu Nami tahu betul kalau Nara sangat menyayangi kak Aydan nya itu. Terbukti kejadian malam itu di mana semua nya di renggut dari Nara, itu juga terjadi karena rasa peduli dan rasa sayang Nara pada Aydan.
" Apa kamu mau ikut ke mansion atau mau di sini? Nanti bunda telfon Ayan untuk menemani mu" ucap Nami lagi.
" Aku ikut saja" jawab Nara cepat saat mendengar kalau bunda nya akan meminta Ayan untuk menemani nya, tentu saja Nara tidak mau karena Nara merasa jengah melihat Ayan. Bayangkan saja selama Nara sudah kembali masuk bekerja, hanya wajah Ayan yang selalu muncul di hadapan nya. Kemanapun Nara pergi Ayan selalu mengikuti nya dan itu membuat Nara agak frustasi di buat nya. Nara fikir lebih baik dia ikut ayah dan bunda nya saja, dan siapa tahu saja Nara akan bertemu dengan Aydan di sana walaupun dia tidak tahu apa dia akan bisa menghadapi trauma dan ketakutan nya saat bertemu dengan Aydan dari pada dia harus frustasi karena harus melihat Ayan juga di rumah nya setelah seharian dia di ikuti oleh Ayan di perusahaan.
" Apa kamu yakin sayang? " Nami tampak menunjukan wajah khawatir nya untuk menyembunyikan rasa senang nya. Jujur saja memang ini rencana Nami yang sebenar nya. Nami ingin Nara kembali terbiasa dengan Aydan agar mereka bisa segera menikah. Bukan apa - apa, Nami hanya ingin putri nya bisa menikah karena bagaimana pun Nara dan Aydan sudah melakukan hal yang seharusnya di lakukan oleh pasangan suami istri dan jelas Nara sudah bukan gadis perawan lagi. Dan kalau Nara tidak menikah, maka apa status putri nya itu perawan bukan tapi tak punya suami dan Nara juga bukan janda. Jadi Nami hanya ingin yang terbaik untuk putri nya itu.
" Aku yakin bun" Nara mengangguk mantap.
" Tapi bagaimana kalau kamu bertemu dengan dia?" Nami masih menunjukan wajah yang cemas.
" Do'akan saja agar aku bisa melawan ketakutan ku itu, aku tidak mungkin terus menghindari nya apa lagi mengingat hubungan keluarga kita, aku tidak mau merusak semua nya" Nara berusaha meyakinkan bunda nya. " Baiklah aku bersiap dulu, tunggu aku!" Nara pun langsung masuk ke dalam kamar nya untuk bersiap - siap, dan di saat yang bersamaan Razky keluar dari dalam kamar nya dengan pakaian rapi nya.
" Ada apa bun? Seperti nya seneng bener?" Razky yang melihat istri nya tersenyum pun yakin telah terjadi sesuatu yang istimewa.
" Nara kita mau ikut ke mansion, katanya dia ingin melawan rasa takut nya terhadap Aydan" ucap Nami dengan senang nya.
" Benarkah? Bagus itu!" Razky menganggukan kepala nya dan Nami pun menganggukan kepala nya dengan senyum yang tak pudar dari bibir nya.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara itu di mansion, tampak Fika, Yuki dan Alice sedang menyiapkan makan malam yang di bantu oleh beberapa pelayan untuk acara malam ini tampak tersenyum senang setelah menerima telpon dari Nami barusan. Ya, Nami langsung mengabari ke tiga sahabat nya itu.
" Aku tidak sabar ingin melihat Nara, semoga saja dia sudah tidak ketakutan pada putra ku" Fika sangat senang mendengar kabar bahwa Nara mau datang ke mansion nya.
" Aku juga, aku tidak tega melihat Nara seperti itu" Yuki terlihat sendu saat mengingat keadaan Nara yang selalu ketakutan saat melihat Aydan.
" Aku juga senang, akhir nya Fika sebentar lagi akan mendapatkan menantu" Alice terkekeh saat mengatakan nya.
" Ish, aku jadi iri dengan mu. Putra ku dan adikku salah satu nya belum ada tanda - tanda membawa gadis mana pun ke rumah untuk mereka nikahi" Yuki membuang nafas nya kasar.
" Apa kamu mau menjodohkan anak mu dengan anak ku, kita bisa seperti Fika dan Nami kalau seperti itu" Alice tiba - tiba saja mengatakan ide gila nya.
" Apa kamu tidak salah Al? Apa kamu tidak lihat Rifki dan Alea seperti tom and Jerry yang tidak pernah akur" Fika menunjuk ke arah di mana Alea kini sedang berdebat dengan Rifki di tempat yang tak jauh dari sana sedangkan Angga terlihat acuh dan sibuk dengan ponsel nya tanpa menghiraukan perdebatan ke dua orang yang ada di dekat nya. Aydan masih di dalam kamar nya karena baru pulang dari aktifitas nya.
" Ish, apa kamu tidak ingat bagaimana aku dan Jay dulu? Kami juga tidak pernah akur, selalu saja berdebat. Tapi ternyata itu karena kami saling perduli satu sama lain nya" Alice mengingat kembali hubungan nya dulu dengan suami nya.
" Aku dan Adzriel juga" Yuki mengangguk setuju.
" Kalau di fikir - fikir kalian benar juga" Fika terkekeh saat mengatakan nya. Obrolan itu pun terus berlanjut di sela pekerjaan yang mereka lakukan di dapur sambil menunggu tokoh utama malam ini yang belum datang, siapa lagi kalau bukan Dimas.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
spill visual aydan dan nara dong plis 🙏🏼🥰🥰