21+ sesuai rate!
Menjadi partner di atas ranjang untuk Alberto selama setahun.
Membuat Nessa, wanita cantik yang sejak awal hanya membutuhkan imbalan setelah melayaninya.
Kini memiliki perasaan lebih dari hanya sekedar pemuas untuk Alberto, sang cassanova yang tidak mengenal cinta.
Apalagi Alberto adalah pria yang sudah memberikan tempat tinggal, dan menolongnya dari kekerasan yang di alaminya setahun lalu, saat Nessa masih menjadi kupu-kupu malam.
Akankah Nessa bisa mendapatkan cinta Alberto? Atau sebaliknya, mengingat lagi siapa Alberto.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maafkan Aku
Mendengar apa yang di katakan oleh Nisa, Al yang sedari tadi sibuk dengan laptop yang ada di hadapannya, kini menoleh ke arah Nisa yang masih berdiri tidak jauh dari tempatnya berada.
"Apa kamu tidak berkaca dengan apa yang kamu katakan?" tanya Al sambil menyunggingkan senyum sinis dari sebelah sudut bibirnya. "Yang aku tahu setan itu gentayangan di malam hari. Bagaimana dengan dirimu, yang baru pulang jam segini? Apa kamu termasuk golongan setan?"
"Sialan! Apa kamu mengatai ku?"
"Tidak, aku hanya bertanya," sambung Al, yang kembali lagi mengfokuskan tatapan matanya pada layar laptop yang ada di hadapannya.
"Di mana ponselku Al?" tanya Nisa kembali, ketika pertanyaannya tadi belum mendapatkan jawaban dari Al.
"Sudah aku jual, dan uangnya sudah aku berikan pada pria itu," bohong Al padahal ponsel Nisa dirinya letakkan di atas meja nakas di samping tempat tidur.
"Jangan bercanda, aku tahu Kev–" Nisa tidak jadi meneruskan ucapannya, beralih menutup mulutnya dengan satu tangannya, ketika dirinya hampir saja keceplosan menyebutkan nama Kevin.
Al kembali menatap Nisa sambil menautkan ke dua alisnya, saat Nisa tidak jadi meneruskan ucapannya.
Nisa yang di tatap oleh Al, dengan segera membalik tubuhnya, dan ingin meninggalkan Al, namun langkahnya terhenti saat Al memanggilnya.
"Jadi wanita itu jangan bodoh. Percuma sekolah sampai sarjana, tapi masih di manfaatin oleh orang lain,"
Mendengar apa yang di katakan oleh Al, Nisa membalik tubuhnya untuk menatap Al.
"Tahu apa kamu dengan kehidupan Aku, pria yang kamu temui kemarin malam itu adalah klien Aku," bohong Nisa, saat Kevin tadi menceritakan, jika ada seorang pria yang menemuinya kemarin, lalu Kevin menceritakan ciri ciri pria yang menemuinya, dan Nisa yakinin itu adalah Al. "Dan aku ingatkan, jangan pernah mencampuri kehidupan aku, mengerti!"
"Siapa juga yang ingin mencampuri kehidupan kamu, kamu pikir aku peduli padamu, oh tidak," sahut Al yang langsung mematikan laptop yang ada di hadapannya, lalu beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya ingin menuju tempat tidur.
"Jika kamu tidak peduli denganku, kenapa kamu menemui pria itu kemarin malam?" tanya Nisa membuat Al menghentikan langkah nya sejenak sebelum dirinya melangkahkan kakinya kembali menuju tempat tidur, tanpa menanggapi pertanyaan Nisa.
"Bodoh sekali diriku, untuk apa kemarin aku menemui pria itu, kurang kerjaan amat," batin Al lalu menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Sementara itu Nisa yang tidak mendapat jawaban dari Al, melangkahkan kakinya menuju ruang ganti untuk mengganti pakaian.
Nisa terdiam sejenak di dalam ruang ganti saat sudah mengganti pakaian, lalu mengelus perutnya yang masih rata, saat usia kandungannya baru memasuki usia lima minggu.
Buah hati yang di dapat dari Kevin pria yang sangat di cintai nya, hingga Nisa rela melakukan apa pun untuk Kevin.
Pria yang pernah menolongnya saat mobil yang di kendarai pecah ban di tengah jalanan sepi di pinggiran ibu kota, dan saat itu dirinya sedang kesal dengan ke dua orang tuannya yang melarang nya bergaul dengan siapa pun.
Dan dari situ hubungan ke duanya menjadi lebih dekat, saat Kevin bisa membuatnya nyaman Nisa.
"Ya Tuhan aku tidak bisa seperti ini terus dengan Al. Aku harus mendekati Al, agar semua orang percaya jika anak ini adalah anak Al," ucap Nisa, kemudian keluar dari ruang ganti.
Nisa naik ke tempat tidur, saat Al sudah memejamkan matanya, dan ini pertama kalinya Nisa naik ke tempat tidur di mana Al sudah berada di tempat tidur tersebut, pasalnya biasanya Nisa memilih tidur di sofa saat di tempat tidur sudah ada Al.
Kemudian Nisa merebahkan tubuhnya dan memiringkan tubuhnya untuk menghadap ke arah Al yang tidur terlentang dengan ke dua lengannya sebagai bantalan.
"Al, maafkan aku atas sikapku selama ini padamu," ucap Nisa, tentu saja Al mendengar apa yang di katakan oleh Nisa, karena dirinya belum tertidur dan hanya memejamkan mata. "Mulai saat ini bagaimana jika kita memulai awal yang baru," ucap Nisa lagi, dan sekarang satu tangannya memeluk perut Al.
Bersambung.........................