NovelToon NovelToon
One Piece: Sang Kaisar Api Abadi

One Piece: Sang Kaisar Api Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Time Travel / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / One Piece / Fantasi Isekai
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tang Lin

Seorang pemuda dari dunia modern yang sangat mengidolakan Portgas D. Ace terbangun di tubuh Ace, tepat beberapa saat sebelum ia bertemu dengan Shirohige.

Mengetahui nasib tragis yang menantinya di Marineford, ia bertekad untuk menjadi lebih kuat, menguasai Mera Mera no Mi melampaui batas alaminya, dan mengumpulkan pengikut (serta orang-orang tercinta)

untuk mengubah sejarah Grand Line.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tang Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERTARUNGAN MELAWAN SILVER BLADE PIRATES

Kaizerr mengangkat tangan—menghentikan empat anak buahnya yang sudah siap menyerang.

"Tunggu. Aku mau test mereka dulu sendirian. Kalian hanya turun kalau aku kasih sinyal."

Empat orang itu mengangguk dan mundur ke kapal—meskipun terlihat tidak rela.

"Kalian beruntung," Kaizerr berkata sambil putar pedangnya dengan santai. "Aku cukup sportif untuk bertarung adil. Dua lawan satu sudah cukup advantage untuk kalian."

"Jangan meremehkan kami," Sabo memperingatkan sambil aktifkan Observation Haki maksimal. "Kau akan menyesal."

"Oh? Percaya diri sekali. Aku suka itu!"

Kaizerr menghilang.

Bukan Soru biasa. Ini lebih cepat—hampir seperti teleportasi.

Observation Haki-ku berteriak bahaya dari belakang!

Aku reflex putar tubuh sambil block dengan Hinokami—

CLANG!

Pedang Kaizerr sudah ada di sana—bertabrakan dengan blade-ku. Kekuatan benturan menciptakan kawah kecil di tanah tempat kami berdiri.

"Reflex bagus! Tapi—"

Dia menghilang lagi sebelum aku bisa counter.

Muncul di samping Sabo dengan slash horizontal cepat.

Sabo gunakan Future Sight—sudah prediksi dan duck di bawah slash. Langsung counter dengan thrust ke arah perut Kaizerr.

TEKKAI!

Tubuh Kaizerr mengeras. Thrust dipantulkan.

"Rokushiki juga? Dan Haki yang kuat!" Sabo mundur cepat—waspada penuh.

"Tentu saja. Aku mantan Marine Captain sebelum jadi bajak laut. Semua teknik Marine sudah kukuasai," Kaizerr tersenyum lebar. "Dan bukan hanya itu—"

Pedangnya mulai bersinar dengan cahaya perak yang sangat terang. Aura aneh mengalir dari blade—seperti campuran antara Haki dan sesuatu yang lain.

"Aku juga user Devil Fruit. Gin Gin no Mi. Buah Perak. Paramecia type yang kasih aku kemampuan kontrol perak dalam bentuk apapun."

Tanah di sekitarnya mulai berubah—pasir menjadi debu perak yang melayang di udara. Membentuk belasan pedang perak yang mengapung di sekitar Kaizerr.

"Dan dengan kombinasi Rokushiki, Haki, dan Devil Fruit—aku pernah bertarung sejajar dengan Rear Admiral. Bahkan sempat bikin satu Vice Admiral terluka serius."

Dia bukan bohong. Aura yang dipancarkan sekarang jauh lebih intens dari sebelumnya—setara atau bahkan lebih kuat dari Doberman tiga tahun lalu.

"Ace, ini serius," Sabo berbisik sambil ambil stance defensif. "Dia level Vice Admiral sungguhan."

"Aku tahu. Maka kita juga harus serius."

Aku aktifkan Mera Mera no Mi Awakening. Tanah di sekitarku berubah jadi magma dan api—menciptakan area dominasi elemen.

Sabo aktifkan Conqueror's Haki penuh. Aura hitam-merah menyelimuti Ryuseikon.

"Oho! Logia Awakening dan Conqueror's Haki! Kalian memang bukan bocah biasa!" Kaizerr terlihat makin excited. "Ini akan menyenangkan!"

Dia serang pertama.

Belasan pedang perak terbang dari segala arah—masing-masing dengan kecepatan peluru dan dilapisi Armament Haki.

Aku ubah tubuh jadi api dan menyebar—Logia intangibility. Pedang menembus tapi tidak ada damage.

Tapi Kaizerr sudah prediksi itu.

"Silver Rain: Exploding Edge!"

Semua pedang yang menembus tubuh apiku meledak bersamaan—menciptakan gelombang shock dan pecahan perak tajam kemana-mana.

"Guh!"

Meskipun dalam bentuk api, ledakan internal tetap bikin damage. Aku terpaksa reform dengan luka goresan di beberapa tempat.

"Logia memang kuat. Tapi ada cara untuk tembus pertahanan itu—ledakan internal!" Kaizerr menjelaskan sambil sudah siapkan serangan berikutnya.

Sabo mencoba serang dari blind spot dengan kecepatan maksimal—

Tapi Kaizerr putar kepala sambil tersenyum.

"Observation Haki-ku juga tidak kalah, bocah!"

Dia tidak perlu bergerak. Tanah di bawah Sabo tiba-tiba berubah jadi perak cair—menjebak kaki.

"Apa?!"

"SORU!"

Kaizerr muncul di depan Sabo yang terjebak dengan pedang sudah terayun—

Aku tidak akan biarkan!

"HIKEN!"

Kepalan api putih besar terbang dengan kecepatan tinggi—intercept Kaizerr sebelum slash-nya mengenai Sabo.

BOOM!

Ledakan memaksa Kaizerr mundur. Sabo gunakan kesempatan itu untuk hancurkan perak cair dengan Armament Haki dan kabur dari jebakan.

"Teamwork yang bagus!" Kaizerr memuji sambil landing dengan sempurna—tidak ada luka. "Tapi masih belum cukup!"

Dia tancapkan pedang ke tanah.

"Silver Domain: Thousand Blades Hell!"

Seluruh area pantai radius lima puluh meter berubah jadi perak. Dan dari perak itu muncul ribuan—RIBUAN—pedang kecil yang semua mengarah pada kami.

"Ini gila..." aku bergumam sambil lihat hutan pedang yang mengelilingi kami dari semua arah.

"Tidak ada ruang menghindar. Kalian harus tembus dengan kekuatan!" Kaizerr berteriak sambil angkat tangan.

"SERANG!"

Ribuan pedang menyerang bersamaan dari segala arah—atas, bawah, kiri, kanan, depan, belakang. Tidak ada celah sama sekali.

"SABO! KESINI!"

Sabo langsung lari ke sampingku. Kami berdiri punggung-ke-punggung.

"Aku block depan, kau block belakang!" aku berteriak.

"Oke!"

Aku alirkan Mera Mera no Mi maksimal. Api putih meledak dari tubuh menciptakan dome pelindung di sisi depanku.

Sabo gunakan Armament Haki dan spin Ryuseikon dengan kecepatan ekstrim—menciptakan barrier angin yang deflect pedang di sisi belakangnya.

CLANG CLANG CLANG CLANG CLANG!

Bunyi logam bertabrakan terdengar ribuan kali dalam beberapa detik. Percikan api dan perak beterbangan kemana-mana.

Bertahan. Terus bertahan.

Lima detik. Sepuluh detik. Lima belas detik.

Energi mulai terkuras cepat—maintain dome api dan barrier angin untuk pertahanan total menguras banyak stamina.

"Ace! Aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi!" Sabo berteriak—suaranya mulai terengah.

"Aku juga! Kita harus serang balik—SEKARANG!"

Kami hentikan bertahan. Langsung serang dengan semua kekuatan yang tersisa.

"GUREN ENBU!"

Aku slash dengan Hinokami—menciptakan gelombang api putih berbentuk naga yang membakar semua pedang perak di jalurnya.

"RYUU SENPUU!"

Sabo thrust dengan Ryuseikon—menciptakan tornado angin dengan Conqueror's Haki yang menghancurkan pedang perak di sisinya.

Dua serangan menyatu—api dan angin menciptakan badai destruktif yang menghancurkan Silver Domain.

ROOOAAARRR!

Kaizerr terpaksa melompat mundur untuk hindari badai—untuk pertama kalinya dia terlihat sedikit terkejut.

"Kekuatan destruktif luar biasa! Kombinasi elemen memang powerfull!"

Tapi dia tidak terluka sama sekali. Pertahanan Armament Haki-nya terlalu kuat.

"Tapi belum cukup untuk kalahkan aku!"

Dia tarik pedang dari tanah. Perak di sekitar tubuhnya mulai berkumpul—membentuk armor perak penuh yang menutupi seluruh tubuh.

"Silver Armament: Kaiser Mode!"

Aura yang dipancarkan meningkat drastis. Ini mode pertarungan seriusnya.

"Sekarang aku akan serius sedikit. Tunjukkan padaku semua yang kalian punya—atau kalian akan mati!"

Dia dash dengan kecepatan yang bahkan Observation Haki-ku hampir tidak bisa ikuti.

Muncul di depanku dengan pedang sudah terayun—dilapisi Armament Haki dan perak sekaligus.

"SILVER FANG!"

Aku cross-block dengan Hinokami dilapisi Conqueror's Haki—

BOOOMMM!

Benturan menciptakan gelombang shock yang menghancurkan tanah di sekitar kami. Aku terdorong mundur sepuluh meter—kaki meninggalkan alur dalam di pasir.

"Kekuatannya naik berlipat...!" aku meringis—tangan gemetar dari benturan.

Kaizerr tidak kasih waktu recovery. Dia sudah muncul di depan Sabo dengan kombinasi slash cepat.

Sabo gunakan Future Sight untuk prediksi dan dodge semua—tapi Kaizerr terlalu cepat. Beberapa slash sempat menyentuh dan meninggalkan luka goresan.

"Kau lihat sepuluh detik ke depan kan? Impressive. Tapi aku bisa bergerak lebih cepat dari prediksi itu!"

Dia accelerate lagi—sekarang bergerak dengan kecepatan yang bikin Future Sight tidak berguna karena bahkan setelah prediksi, tubuh tidak bisa react cukup cepat.

"SABO!"

Aku harus bantu. Tapi Kaizerr terlalu cepat—aku tidak bisa intercept dengan gerakan biasa.

Maka aku gunakan teknik yang jarang dipakai karena terlalu menguras energi.

Mera Mera no Mi Awakening mode kedua—Fire God Mode.

Seluruh tubuhku berubah jadi api murni. Tidak ada bagian fisik tersisa. Pure elemental form.

Kecepatan naik drastis—sekarang bisa bergerak secepat api menyebar.

WHOOOOSSHH!

Aku muncul di antara Kaizerr dan Sabo dalam sekejap—block slash yang akan mengenai Sabo dengan Hinokami.

CLANG!

"Oh? Mode baru? Menarik!" Kaizerr tersenyum lebar.

Kami engage dalam pertukaran cepat—slash, parry, dodge, counter. Semua dalam kecepatan yang mata normal tidak bisa lihat.

CLANG CLANG CLANG CLANG!

Percikan api dan perak menciptakan cahaya terang seperti petir.

Sabo gunakan kesempatan ini untuk prep serangan besar. Dia mundur dan mulai kumpulkan semua energi spiritual.

Observation Haki maksimal. Conqueror's Haki mengalir ke Ryuseikon sampai aura hitam-merah sangat pekat. Dan teknik rahasia yang baru dia develop enam bulan lalu—

"Ace! Aku siap! Distract dia selama lima detik!"

"Oke!"

Aku push lebih keras. Serang Kaizerr dengan kombinasi slash dan Hiken beruntun—tidak kasih waktu bernapas.

Kaizerr bertahan dengan Silver Armament—tapi fokusnya terpecah antara bertahan dan mencari celah menyerang.

Lima detik.

"RYUUOU HAKKE: TATSUMAKI MESSATSU!"

Sabo unleash teknik terkuatnya—kombinasi Advanced Armament (Ryuou/Internal Destruction), Observation Haki (Future Sight), dan Conqueror's Haki (Coating) sekaligus.

Tornado angin dengan destructive power luar biasa—bukan hanya merusak dari luar tapi juga hancurkan dari dalam dengan Ryuou.

Kaizerr mata melebar—ini pertama kalinya dia terlihat benar-benar shocked.

"Advanced Armament?! Bocah dua belas tahun menguasai teknik itu?!"

Dia coba dodge tapi terlalu lambat—tornado sudah menelan dia.

ROOOAAARRRRR!

Silver Armament-nya retak. Armor perak hancur jadi pecahan. Dan yang paling penting—luka dalam muncul di dada dan lengannya dari Internal Destruction.

"GUAAHHH!"

Untuk pertama kalinya—Kaizerr terluka serius.

Dia jatuh berlutut setelah tornado berhenti—napas terengah berat, darah mengalir dari luka di dada.

"Kalian... benar-benar monster..." dia bergumam sambil coba berdiri. "Umur belasan tahun tapi sudah kuasai Advanced Armament dan Awakening..."

Kami juga dalam kondisi tidak baik. Energi hampir habis. Luka di beberapa tempat. Napas terengah.

Tapi kami masih berdiri.

"Menyerah?" aku bertanya sambil angkat Hinokami—siap untuk serangan terakhir kalau dia masih mau lanjut.

Kaizerr diam sejenak. Menatap kami dengan tatapan rumit—kagum, respect, tapi juga sedikit takut.

Lalu dia tertawa. Tertawa keras meskipun sakit.

"HAHAHAHA! Luar biasa! Kalian benar-benar sekuat rumor! Bahkan lebih kuat!"

Dia berdiri dengan susah payah—dibantu armor perak yang reform untuk support tubuhnya.

"Aku menyerah. Aku kalah. Kalian lebih kuat dari yang kukira."

Dia angkat tangan—sinyal menyerah.

Empat anak buahnya di kapal terlihat shock—tidak percaya kapten mereka yang terkenal kuat menyerah pada dua bocah.

"Tapi ingat—" Kaizerr menatap kami serius. "—aku cuma bajak laut level Paradise. Di New World, ada monster jauh lebih kuat dari aku. Yonko Commander yang bisa kalahkan aku dalam lima menit. Yonko sendiri yang bisa kalahkan aku dalam satu serangan."

"Kalian memang kuat untuk East Blue—bahkan untuk Paradise. Tapi di New World, kalian masih level menengah. Jangan sombong."

Peringatan yang jujur dan berguna.

"Terima kasih untuk peringatannya," aku menjawab sambil sarungkan Hinokami. "Dan terima kasih untuk pertarungan yang bagus. Kami belajar banyak."

"Sama-sama. Dan satu saran—kalau kalian mau masuk Grand Line suatu hari, jangan langsung ke New World. Kuatkan diri di Paradise dulu. Kumpulkan kru yang kuat. Baru masuk New World."

"Kalau tidak, kalian akan mati sebelum sempat tunjukkan potensi penuh."

Dia berjalan kembali ke kapal dengan dibantu anak buahnya.

"Dan Ace, Sabo—aku akan tunggu di Grand Line. Suatu hari kalau kalian masuk, mari bertarung lagi. Saat itu aku mau kalian di peak power."

"Kami tunggu hari itu juga!"

Kapal Silver Blade Pirates berlayar pergi—meninggalkan kami yang kolaps kelelahan di pantai.

"Itu... pertarungan terberat sejak Doberman..." Sabo terengah sambil berbaring di pasir.

"Ya... dia bahkan lebih kuat dari Doberman tiga tahun lalu... mungkin setara Doberman sekarang yang pasti sudah lebih kuat juga..."

"Tapi kita menang."

"Ya. Kita menang."

Kami tertawa meskipun lelah dan sakit.

Menang melawan bajak laut level Vice Admiral.

Bukti nyata bahwa tiga tahun latihan neraka tidak sia-sia.

Bukti bahwa kami bisa bertahan di Grand Line nanti.

Tapi juga reminder—masih banyak yang lebih kuat di luar sana.

Yonko. Admiral. Yonko Commander.

Masih panjang jalan menuju puncak.

Tapi kami tidak akan menyerah.

Akan terus tumbuh. Terus jadi lebih kuat.

Sampai tidak ada yang bisa halangi mimpi kami.

Sampai Luffy bisa jadi Raja Bajak Laut dengan aman.

Sampai kami bisa ubah takdir yang sudah ditulis.

Api dan angin terus berkobar.

Menuju badai yang akan guncangkan dunia.

1
I'm Nao
kenapa si ace ama sabo ga belajar rokushiki? kan lumayan teknik nya bisa buat pertarungan di udara
I'm Nao
hmmm bukan nya itu mutlak ya? bagi user devil fruit
Wahyu🐊
Semoga Kalian Suka Sama Karya ku Ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!