NovelToon NovelToon
Istri Kecil Gus Azkar

Istri Kecil Gus Azkar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Perjodohan
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Aroma melati yang merebak di gedung itu terasa mencekik paru-paru Rina. Harusnya, hari ini menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya. Namun, di balik riasan bold dan kebaya putih mewah yang melekat di tubuhnya, ada hati yang sedang hancur berkeping-keping.

​Di sampingnya, duduk Gus Azkar. Pria itu tampak tenang, nyaris tanpa cela. Dua bulan lalu, saat Azkar datang melamar ke rumahnya, Rina tak punya kuasa untuk menolak keinginan orang tuanya. Azkar adalah menantu idaman—seorang ustadz muda yang dihormati, santun, dan memiliki garis keturunan pemuka agama yang terpandang.
​Tapi bagi Rina, Azkar adalah orang asing yang memisahkan dunianya dengan Bian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Rahasia di Balik Galeri

Matanya membelalak tak percaya. Di sana, di dalam folder pribadi yang tersimpan rapi, ia melihat sisi Rina yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan. Foto-foto itu diambil saat Rina masih duduk di bangku SMP.

Dalam foto itu, Rina tampak begitu berani. Ia berfoto tanpa mengenakan sehelai benang pun di depan cermin, memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sangat berisi dan proporsional untuk gadis seusianya kala itu.

Payudaranya yang tampak besar dan bentuk tubuhnya yang molek terlihat begitu kontras dengan kondisi Rina yang sekarang. Di foto lama itu, pipi Rina tampak chubby dan merona, memancarkan aura kepercayaan diri yang luar biasa.

Azkar menelan ludah dengan susah payah saat membaca keterangan atau caption yang ditulis Rina di bawah foto tersebut:

"Gila, sexy banget gue. Mana tahan suami gue nanti kalau lihat ini."

Perih yang Menghujam

Hati Azkar mendadak mencelos. Ia beralih menatap raga Rina yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Perbedaannya sangat menyakitkan. Rina yang di foto tampak begitu bangga dengan kecantikan fisiknya, kini tampak sangat kurus, pucat, dan tulang selangkanya terlihat menonjol karena berat badan yang turun drastis akibat tekanan batin.

Azkar menyadari satu hal: Rina dulu adalah gadis yang ceria, penuh percaya diri, dan mungkin sedikit nakal dalam artian menghargai kecantikannya sendiri. Namun, setelah menikah dengannya dan melewati masa-masa kelam, cahaya itu padam. Tubuh yang dulu ia banggakan kini menyusut karena kesedihan yang tak berkesudahan.

"Apa yang sudah aku lakukan padamu, Rin?" bisik Azkar pedih.

Ia merasa sangat bersalah. Rina yang dulu penuh gairah hidup dan bermimpi untuk mempesona suaminya, kini justru terbaring nyaris tak bernyawa karena ulah suaminya sendiri. Foto-foto itu seolah menjadi pengingat bagi Azkar bahwa ia telah "menghancurkan" seorang gadis yang dulunya begitu mencintai dirinya sendiri.

Azkar segera menutup galeri itu dengan perasaan campur aduk—antara terpesona, kaget, dan hancur secara bersamaan. Ia meletakkan ponsel itu kembali, lalu menggenggam tangan kurus Rina.

"Mas janji... Mas akan kembalikan senyummu yang dulu. Mas akan buat kamu bangga lagi dengan dirimu sendiri," tekadnya dalam hati.

____________________________________________________

Azkar baru saja menemukan sisi "berani" Rina yang selama ini terpendam di bawah tekanan depresi.

____________________________________________________

Gus Azkar masih terpaku, mencoba menetralkan detak jantungnya yang berpacu cepat setelah melihat sisi lain dari istrinya yang begitu berani di masa lalu. Namun, lamunannya terpecah saat ia merasakan jemari di dalam genggamannya bergerak kecil.

Rina mengerjap, kelopak matanya yang berat perlahan terbuka. Hal pertama yang ia lihat bukan lagi bayangan mengerikan, melainkan wajah suaminya yang sangat dekat. Namun, saat kesadarannya mulai pulih sepenuhnya, mata Rina turun ke arah tangan Azkar yang masih memegang ponsel miliknya—dengan layar yang masih menyala.

Seketika, wajah Rina yang tadinya pucat pasi berubah menjadi merah padam. Ia teringat apa yang terakhir kali ia buka di galeri itu sebelum ia jatuh sakit. Jantungnya serasa mau copot.

"Mas... Mas Azkar..." suara Rina serak, ia mencoba bangkit meskipun tubuhnya masih sangat lemah. "Ponsel itu... Mas lihat apa?"

Azkar yang tertangkap basah hanya bisa mematung. Ia mencoba bersikap tenang, namun rona merah di telinganya tidak bisa berbohong. "Mas... tadi ada pesan masuk, Rin. Jadi Mas buka."

1
angel
egois sekali azkra ini kenapa pemeran ceweknya gak dikasih sekolah sih😔😔
Rina Casper: nanti ke atas bab di sekolahin kok😇
total 1 replies
angel
cerita nya lumayan bagus untuk halaman pertama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!