Dia amanah yang harus dijaga, sekaligus godaan neraka!.
12 tahun yang lalu sebuah insiden kecelakaan yang merenggut nyawa sepasang suami istri , namun sebelum kepergian nya presiden direktur menitipkan putrinya sekaligus semua harta warisan untuk nya pada Hans yang berstatus sebagai asisten pribadi .
Sebagai balas budi Hans menerima tanggungjawab itu mengingat jasa Pak Bobby yang sudah membesarkan dan menyekolahkan nya hingga bisa seperti sekarang.
" Iya Pak, Saya akan menjaga dan Melindungi Ayra seperti bapak menjaga nya " ucap Hans ketika Pak Bobby menggenggam tangan nya dengan nafas tersengal.
" Sa, sayangi , dia , " pesan terakhirnya presiden direktur mengelus kepala putri kecilnya yang sudah menangis sesenggukan memeluk nya sementara sang ibu sudah pergi lebih dulu .
" Papa" teriak Ayra ketika Papa nya juga pergi meninggalkan nya .
" Tenang kamu masih punya Om " ucap Hans memeluk gadis kecil itu.
Tapi bagaimana jika gairah Hans muncul disaat gadis itu menginjak dewasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mul_yaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19 Maafkan aku Om
Keesokan paginya begitu terbangun Hans langsung memegang dadanya begitu membuka mata .
" Ayra " Hans masih merasa tidak percaya kalau benar-benar Ayra yang tidur disampingnya.
Perlahan Hans menyentuh wajah Ayra untuk memastikan bahwa dia tidak sedang berhalusinasi dan ternyata benar Ayra .
" Ini beneran dia " ucap Hans tersenyum mengelus kepala Ayra yang masih tidur memeluk sebelah tangan nya .
Hans teringat bahwa semalam Ayra membantunya bekerja seperti nya tidur karena kelelahan.
" Astaga padahal aku hanya berniat tidur sebentar saja , tapi mengapa malah tertidur sampai pagi dengan begitu pulas " ucap Hans yang niatnya pura-pura tidur saja untuk menghukum Ayra yang berani bertanya apakah Hans menyayangi nya .
" Aku merasa nyaman bahkan ketenangan saat ada kamu Ay " ucap Hans mengelus-elus kepala Ayra dengan sayang.
Perlahan Hans mendekatkan wajahnya mengecup kening dan pipi Ayra , perlahan hasrat Hans mulai naik rasanya benar-benar ingin memiliki Ayra sepenuhnya.
" Mmmh" Ayra yang masih tertidur pulas itu bergumam karena merasa terganggu dengan pergerakan disekitar nya .
Muachhh.
Hans mengecup bibir Ayra namun beberapa saat setelah nya Ayra membuka mata , hingga membuat Hans panik dan tersadar dengan apa yang telah dilakukan nya .
" Om ngapain dikamar aku?" tanya Ayra langsung duduk setelah melepaskan pelukannya di lengan Hans .
" Tidak terbalik Ay?" pertanyaan Hans mengangkat sebelah alisnya seperti nya Ayra tidak menyadari apa yang telah Hans lakukan padanya .
Ayra mengedarkan pandangannya ke sekitar dan menggaruk tengkuknya, setelah menatap ke sekitar ternyata dia yang berada dalam kamar Hans .
" Oooo, se, semalam , setelah pekerjaan selesai, aku, aku ketiduran Om" kata Ayra menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena telah menuduh Hans .
" Ya udah nggak apa-apa, pergilah mandi " ucap Hans turun dari atas ranjang dan segera masuk ke kamar mandi .
" Tidak, tidak , ini salah, astaga apa yang aku lakukan" ucap Hans menyalakan shower dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin .
" Aku tidak seharusnya mengecup bibir Ayra " sesal Hans meninju dinding kamar mandi , hasrat benar-benar telah membutakan matanya sampai tanpa sadar menyentuh Ayra .
" Ya tuhan " Hans mengerang dan terus memukul dinding kamar mandi dibawah air shower yang mengguyur tubuhnya.
...........
Selesai mandi dan berpakaian Hans turun untuk sarapan namun sungguh didalam pikiran nya di penuhi Ayra serta segala Hans yang terjadi pagi ini .
" Selamat pagi Om, mengapa begitu lama aku sudah menunggu Om sedari tadi " cemberut Ayra yang duduk dimeja makan .
" Ma, maaf kan Om, tadi perut Om mules sehingga agak lama di kamar mandi " alasan Hans yang masih berdiri namun pandangan nya tidak luput dari bibir Ayra .
Setiap saat yang terbayang-bayang dalam ingatan Hans ketika dia mengecup bibir lembut Ayra hingga perlahan Hans kembali merasakan gairah nya naik .
" Ayo Om kita sarapan" ajak Ayra yang sudah lapar menunggu Hans terlalu lama .
" Ayo , kita sarapan " rengek Ayra memegang tangan Hans dan memaksa nya duduk.
Setelah nya mereka sarapan dalam diam .
" Pelayan keluar lah" ucap Ayra membuat Hans menjadi bingung dan heran .
" Kenapa? Kamu ingin bicara dengan Om?" tanya Hans yang diangguki Ayra .
" Jangan-jangan Ayra tau lagi soal tadi pagi " batin Hans dengan begitu cemas .
" Aku mau minta maaf, maafin aku Om "kata Ayra yang membuat Hans semakin bingung saja.
" untuk apa Ayra"? Tanya Hans malah tersenyum.
" Karena udah tidur di kamar Om dan maafin juga karena udah meluk Aku pikir Om boneka aku " kata Ayra yang merasa Hans marah padanya karena tidur tanpa izin di kamar Hans .
" Maafin aku Om" mohon Ayra merasa lancang .
" Maaf untuk apa ?" tanya Hans
" Jadi Om nggak marah aku tidur di kamar Om?"
yg dijodohkan dgn Ayra dah nongol, gmn tuh tindakan Hans selanjutnya ya
Ayra gak sengaja dengerin gak ya saat Hans ngomong mencintainya, mungkin dengerin dan sikapnya berubah 🤔