NovelToon NovelToon
Started Without Love

Started Without Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:916.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Prepti ayu maharani

"Tapi, kalau gue kepilih nanti jadi ketua OSIS, lo harus jadi pacar gue." -Kavin

"Siapa takut!" -Alina

----------

Pernah gagal move on?
Apa yang kalian lakuin saat kalian gagal move on?

Kenalin, namaku Alina. Aku salah satu dari ribuan orang yang gagal move on. Namun caraku untuk mengurangi kadar kegalauan dari gagal move on adalah dengan menulis.

Hingga aku bertemu dengan dia, tanpa sengaja. Laki-laki tengil yang membuatku menaruh rasa.

Dan, inilah kisahku .........

-----------------

Update setiap hari ✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prepti ayu maharani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SWL 30

“Morning!” ucap Kak Arga sembari membuka helm yang ia kenakan.

Ini adalah hari pertamaku resmi berpacaran dengannya. Dan pagi ini ia sengaja menjemputku untuk berangkat ke kampus bersama.

Aku tersenyum. “Tumben pakai motor?”

Kak Arga mengangguk dengan senyuman. “Ini motornya Bang Dimas, sengaja pinjem supaya bisa berduaan sama pacar naik motor.”

Aku terkekeh. “Biar apa gitu?”

Kak Arga memamerkan deretan giginya. “Biar romantis,” ucapnnya membuatku tertawa lalu meraih helm yang sengaja ia bawa untukku.

Aku memperhatikan helm tersebut dengan seksama. “Jangan bilang helm ini punya Kak Rina?”

Lagi-lagi Kak Arga memamerkan deretan giginya dan mengangguk.

Aku tertawa dan segera mengenakan helm tersebut.

“Bisa nggak?” tanyanya dan bersiap membantuku.

Aku mengaitkan pengaitnya dan mengangguk. “Bisa kok. Yuk, berangkat.”

Kak Arga mengangguk namun detik berikutnnya ia mendongak dan melihat ke arah rumahku.

“Ibu sama Ayah udah berangkat,” ucapku membuat Kak Arga membulatkan bibirnya hingga membentuk huruf ‘o’ lalu bersiap naik ke motor.

Aku memperhatikan Kak Arga yang sudah bersiap di motor. Lalu tersenyum menatapnya, ini nampak berbeda dengan Kak Arga biasanya. Dan entah mengapa, aku lebih suka dia yang seperti ini.

“Kenapa gitu banget ngeliatinnya?” tanya Kak Arga yang sudah menungguku untuk naik.

Aku menggeleng pelan. “Seneng aja liat Kak Arga kaya gini.”

Kak Arga terkekeh. “Lebih keliatan badboy badboy gitu ya?” tanyanya sembari menaikan kerah bajunya.

Aku tertawa lalu berpegangan pada pundaknya dan naik ke atas motor ninja sebelum akhirnya motor tersebut membawa kami menyusuri ibu kota untuk kembali kepada realita.

Tangan Kak Arga menarik satu tangannya dan menggenggamnya.

“Nanti jatoh,” ucapku yang malah membuatnya tertawa.

Saat kecepatan laju motor mulai naik, aku pun melepaskan tanganku dari genggamannya dan membiarkannya fokus pada kemudi.

Aku memejamkan mataku sembari menyenderkan kepala pada punggungnya. Menikmati angin pagi yang menampar wajahku dengan kesejukannya.

Hingga di sebuah perempatan, kami berhenti karena lampu lalu lintas yang berubah warna menjadi merah.

“Na,” ucapnya di sela-sela perjalanan kami.

Aku yang tengah asik menikmati sejuknya pagi pun menoleh dan menatapnya melalui kaca spion. “Kenapa?”

“Laper,” lanjutnya terkekeh malu.

Aku menggelengkan kepalaku dan tertawa. “Memang belum sarapan tadi?” tanyaku.

Kak Arga menggeleng dengan senyumannya.

Mataku pun menyusuri penjual nasi uduk yang biasa aku beli. Ah, itu dia! “Mau makan nasi uduk nggak?” tawarku padanya.

Kak Arga tampak berpikir. “Enak nggak?” tanyanya yang sepertinya tidak yakin.

Aku melebarkan mataku. “Memang belum pernah makan nasi uduk?” tanyaku.

Kak Arga menggeleng.

Aku menghela napas dan tersenyum. “Mau nyoba nggak?”

Akhirnya ia mengangguk dan aku pun menunjuk penjual nasi uduk yang sering aku beli jika aku lupa untuk sarapan.

Kak Arga mengangguk mengerti, dan saat lampu lalu lintas berubah warna menjadi hijau, ia pun membawa motor itu menuju penjual nasi uduk yang ku tunjuk tadi.

Aku melepas helm dan turun dari motor lalu menghampiri Ibu penjual nasi uduk. “Bu, nasi uduknya satu porsi ya?”

“Iya neng.”

Aku pun mengajak Kak Arga untuk duduk di kursi yang telah di sediakan.

“Kamu nggak beli juga?” tanya Kak Arga padaku.

Aku menggeleng. “Aku udah sarapan tadi,” jawabku.

Tak lama, nasi uduk yang ku pesan tadi pun datang dengan membawa segelas air.

“Ini buat si eneng atau si akang?” tanya sang suami yang juga membantu istrinya berjualan nasi uduk di pinggir jalan ini.

“Si akang, Pak,” ucapku menunjuk Kak Arga yang langsung mendapat tatapan tajam dari Kak Arga.

“Akang, akang,” ucap Kak Arga merengut sebal saat Bapak tadi sudah pergi meninggalkan kami berdua.

Aku tertawa mendengar komentar Kak Arga yang tak ingin di panggil Akang. “Terus maunya di panggil apa?”

“Ayang,” jawabnya sembari menatapku dengan tatapannya yang membuatku tak kuasa untuk tertawa.

Kak Arga terkekeh lalu mengaduk nasi uduknya dengan sambal dan juga orek tempe yang menjadi pelengkapnya. “Mau barengan nggak?” tawarnya.

Aku menggeleng pelan. “Buat Kak Arga aja.”

Kak Arga menggeleng lalu menyuapkan nasi uduk tersebut ke mulutku. Aku sudah menolaknya, namun karena paksaannya, akhirnya aku mengalah dan membuka mulutku untuk melahap nasi uduk tersebut.

“Enak nggak?” tanyanya sembari kembali meraih nasi tersebut dengan sendok di tangannya.

Aku yang masih mengunyah nasi uduk pun hanya menjawab dengan anggukan. Dan detik selanjutnya giliran ia yang menyuapkan nasi uduk tersebut ke dalam mulutnya.

Aku menatapnya yang tengah mengunyah dan melahap nasi uduk. Dan tak lama, ia pun tersenyum dan berkata, “Enak banget!”

Aku terkekeh lalu menatapnya dengan senyuman di wajahku. Lucu sekali melihatnya seperti ini.

“Mau aku suapin lagi nggak?” tanyanya dengan nasi yang masih berada dalam mulutnya.

Aku menggeleng, namun lagi-lagi ia menyuapiku dan tertawa.

“Kapan-kapan kita janjian nggak usah sarapan di rumah ya?”

Aku mengernyitkan dahiku. “Terus?”

“Sarapan disini aja,” ujarnya.

Aku terkekeh lalu mengangguk membuatnya tersenyum.

“Makasih ya Na, berkat kamu, aku jadi suka nasi uduk,” ucap Kak Arga membuatku tertawa. “Eh, enggak-enggak!”

“Terus apa?” Aku menaikan kedua alisku.

Kak Arga tersenyum. “Karena nasi uduk, aku jadi semakin suka kamu.”

Aku terkekeh, lalu tersenyum dan menatapnya lekat. “Makasih ya kamu selalu ada buat aku,” ucapku.

Kak Arga mengangguk. “Makasih juga udah kasih kesempatan,” ucapku lalu meraih tangaku dan menggenggamnya. “Jangan tinggalin aku ya?”

Aku menggeleng. “Nggak akan.”

“Ehem!” deham seseorang di samping kami yang membuatku melepas tanganku dari genggaman Kak Arga.

Aku merasa malu, rupanya sejak tadi mereka memperhatikanku dan Kak Arga.

“Kok dilepas sih Mbak?” tanya laki-laki yang berada di samping meja kami.

Aku tersenyum malu. “Nggak papa, hehe.”

Kak Arga terbatuk dan menatapku dengan gelak tawa.

Jangan lupa klik love dan tulis komentarnya ya 💛

1
Qaisaa Nazarudin
Lho lho lho..Aku malah baca kisah Kana Artana dulu baru novel yg ini (ORTU KANA) OAALAHH..😂😂😂😂🙏🙏🙏
Qaisaa Nazarudin
Maaf ya thor..Tapi aku lebih suka baca bab nya dikit kayak gini,jalan ceritanya to the point gini,Dari beratus-ratus bab udah kayak drama ikan terbang,males bacanya..Tq ya thor cerita mu bagus,Semoga sehat selalu dan sukses selalu..PESAN KU APAPUN KOMENTAR PARA RIDERS,JADIKAN MOTIVASI YA,JANGAN MASUKIN KE HATI..👏👏👍👍💪💪💪⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐💕💕💕💕💕💌🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Qaisaa Nazarudin
ia aku juga tertanya-tanya kemana Rafa??..Apa kabar Rafa??
Qaisaa Nazarudin
Lha ternyata Denish adeknya Dimas,
Qaisaa Nazarudin
Jurusan IPA kan emang berkecimpung dgn bidang kesehatan,Lha kamu malah nyerong jauh,SASTERA apaan..
Qaisaa Nazarudin
Lho kok Kavin langsung ngambil keputusan pindah aja,apa udah pasti kalo Alina balikan sama Rafa..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkkwk SKAKMATT buat loe Alina..apa kabar hati loe..Kan ku bilang juga apa,Pasti nih cewek adek atau sepupunya Rafa,Makanya dengerin dulu penjelasan nya..
Qaisaa Nazarudin
Waahh si Playboy cinta pandang pertama keknya..😂
Qaisaa Nazarudin
Terkadang apa yg kita liat tdk seperti apa yg berlaku..
Qaisaa Nazarudin
Alina terlalu terburu-buru harusnya minta kejelasan dari Rafa..ckk
Qaisaa Nazarudin
Pasti Alina salah paham nih,mungkin gadis itu adek atau sepupu nya Rafa..tapi emang patut di curigain,udah janjian berjam2 tp gak nongol2,eh ketemu dia dgn cewek lain,siapa juga yg gak mikir ke lain?
Nala Ratih Soemarna
Apa mungkin si Kavin ngira Alina balikan sama Rafa, terus dia punya cewek lain sekarang? mangkanya dia minta maaf sama Alina? 😑
Nala Ratih Soemarna
Jangan-jangan sebenarnya si Alina salah paham sama si Rafa? knp Alina gk mau dengerin penjelasan si Rafa dulu. Tapi salah si Rafa juga sih ingkar janji, udah di tungguin lama2 gk dateng2 malah ada di jalan lagi meluk cewek, meski belum pasti itu selingkuhannya atau cuma sodaranya 😑
risa
good
Febi Miftah Rianti
kan gak semua salah ny Alina,, dasar sotoy Lo bil
Irwin Mmf
jangan" Arga d suruh Amara LG dktin Alina, Amara kan benci ma alina
Irwin Mmf
walau udah kpl 3 tetap aj suka kisah sma
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) , FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA ( end ) & DENDAM DI MASA LALU" dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Maryani Yani
Alina & Kevin aja
Yulia Fitri
Alina &kavin
Dv Chalik
Kasian Nabila..
napa Alina ga balik ma Rafa ja Thor..
biar g da hati yg terluka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!