NovelToon NovelToon
Married By Challenge

Married By Challenge

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Nikahkontrak / Perjodohan / Cintamanis / Tamat
Popularitas:7.2M
Nilai: 5
Nama Author: SkySal

Warning!!!
21+
(DALAM TAHAP REVISI)

Sarah Fergueson, gadis berusia 16 tahun itu tak terkejut melihat tamu di rumah nya, Devano Lake, seorang pria berusia 25 tahun, sahabat sekaligus rekan kerja kakak nya itu memang sering bertamu kesana, namun apa jadi nya jika kedatangan Devano kali ini malah akan merubah hidup Sarah.

"Aku dan Sarah telah lama menjalin kasih, kami bahkan sudah bercinta, aku ingin menikahi nya sebelum dia hamil dan akan mempemalukan kalian"

Sarah hanya membuka mulut nya lebar dengan mata yg melotot sempurna, ibunya terkena serangan jantung, ayahnya begitu shock dan kakak nya sangat marah.

"Itu tidak mungkin" seru sang Kakak sembari bersiap memukul Devano, namun Devano segera menunjukan chat antara dirinya dan Sarah yg memang sangat romantis selama tiga bulan terakhir.

Devano melirik Sarah yg masih terkejut sambil ia berseringai bak iblis dan menatap Sarah penuh kemenangan. Sementara Sarah hanya bisa menyesali tindakan bodoh nya yg mengikuti tantangan sahabat nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 30

"Apa? William phobia dengan apapun yg berhubungan dengan kereta?"

Dominic mengangguk, sementara Devano terlihat tak percaya mendengar hal itu. Ia berfikir sudah sangat mengenal William tapi rupanya tidak.

"Baiklah, Dom. Terimakasih, kau boleh pergi" Dominic pun meninggalkan ruangan Devano. Meninggalkan Devano dengan perasaan yang kacau.

.

.

.

Sarah langsung memeluk Freya saat Freya mengabarkan rencana Sarah berhasil, dan sekarang saat nya mencari tahu bukti lagi bahwa William tidak bersalah. Dan sebelum itu, Sarah meminta Freya supaya mau mengantarkan nya menemui William karena kedua orang tua Sarah melarang Sarah bahkan hanya untuk mendekati kantor polisi. Freya yg mengerti Sarah pasti merindukan kakak nya pun bersedia mengantar Sarah kesana.

Dan di sinilah Sarah sekarang, menemui kakaknya yg berpakaian tahanan. Sarah terlihat menahan amarah dan kesedihan melihat kakak nya dalam keadaan yg seperti ini.

"Siapapun yg melakukan ini, engga akan Sarah lepaskan" geram Sarah yg membuat William terkekeh dengan sikap sok jago Sarah. Padahal dia hanya gadis 17 tahun.

"Pertama, selamat ulang tahun, Sayang. Hadiah mu menyusul nanti. Kedua, kamu itu adik kakak dan masih kecil, jadi jangan sok jago, okey?" Sarah mendengus mendengar hal itu. William mengacak ngacak rambut Sarah karena merasa gemas "Dan menjauhlah dari kasus ini, Sarah. Kamu masih sekolah" William mengucapkan hal yg paling Sarah benci, yaitu selalu di anggap anak anak yg harus selalu di lindungi.

"Sebenarnya justru Sarah, Naina dan Jacob yg membantu, Will. Kamu jangan khawatir, Sarah sudah dewasa dan memang sudah saat nya dia turun ke lapangan seperti sekarang. Karena hidup itu perlu tekad, keberanian dan kecerdasan, dan kamu harus bangga Karena adikmu yg baru berusia 17 tahu ini memiliki semua itu" tutur Freya meyakinkan William. William tampak berfikir sejenak dan ia mengamati adiknya yg saat ini tersenyum bangga atas pujian yg di lontarkan Freya. William teawa kecil dan sekali lagi ia mengacak ngacak rambut Sarah.

"Kakak selalu bangga sama kamu" ujarnya kemudian yg membuat Sarah semakin tersenyum lebar "Dan sepertinya kakak akan mengirim mu ke sekolah detektif terbaik nanti" lanjut William.

"Ide bagus. Oh ya, tapi Sarah rasa orang yg menjebak kakak kurang totalitas" ujar Sarah yg membuat William dan Freya mengernyit "Karena seharus nya Airin itu menjebak kakak dengan cara yg lebih masuk akal. Contoh nya, memasukan obat perangsang kedalam minuman, kemudian bercinta beneran supaya hasil visum nya nyata dan.... Auhhhh.."

Sarah langsung meringis kesakitan saat William dan Freya menjewer Sarah secara bersamaan.

" Gimana bisa fikiran mu seliar itu? "tanya William tak percaya dan ia juga mendapatkan tatapan maut dari Freya.

" Bukan liar, Kak. Tapi Sarah berfikir secara logis dan cerdas" bantah Sarah yg membuat William geleng geleng kepala.

"Tapi kalau di fikir fikir Sarah benar juga, will. Kenapa Mereka cuma mengarang cerita? sebenarnya ini celah yg sangat besar untuk membuktikan kamu engga salah" ujar Freya kemudian.

Namun sayang pembicaraan itu tak bisa di lanjutkan karena sipir penjara sudah meneriaki mereka kalau waktu berkunjung mereka sudah habis. Sarah menatap sipir itu sambil cemberut dan mencebikan bibir nya membuat sipir itu malah tertawa gemas.

"Sarah pulang dulu, Kak. Kakak yg sabar ya, kami akan mengeluarkan kakak" tutur Sarah sedih dan ia memeluk William bergantian dengan Freya.

"Seharusnya aku yg melindungi kalian, bukan sebaliknya" ujar William merasa bersalah.

"Kata papa, kita harus selalu bisa melindungi yg kita cintai. Tak peduli siapa yg lebih kuat atau lebih tua"

"Dan selama ini kamu memang selalu melindungiku dan menjaga ku. Jadi sekarang giliran ku" tutur Freya. Dan sebelum berpisah, sekali lagi mereka berpelukan.

.

.

.

Saat pulang ke apartemen, Sarah di kejutkan dengan Devano yg sudah ada disana. Dan yg lebih mengejutkannya lagi, Devano mengatakan akan menginap disana karena ia merindukan Sarah. Sarah benar benar tak habis fikir dengan tingkah Devano namun karena ada kedua orang tuanya, Sarah iya iya saja. Karena seperti biasa, yg kedua orang tuanya tau Sarah dan Devano saling mencintai.

Sementara niat kedatangan Devano bukan hanya merindukan Sarah meskipun memang sangat benar ia merindukan Sarah. Tapi tujuan utama Devano adalah ingin tahu kenapa pria dewasa seperti William bisa phobia dan bahkan pingsan hanya karena di perlihatkan video rel kereta.

Devano menanyakan hal itu saat makan malam, dan seperti biasa, Jason dan Venita masih menganggap Devano teman William yg baik.

"William kecelakaan lima tahun yg lalu di London. Di rel kereta, dia koma selama lima bulan dan kami hampir menyerah. Tapi keajaiban terjadi, William sadar tapi dia hilang ingatan dan tak bisa mengingat apa yg terjadi sebelum nya" tutur Jason yg membuat Devano sangat terkejut dan tak percaya.

"William hilang ingatan?" tanya Devano dan Jason mengangguk.

"Jadi sampai sekarang William masih engga ingat dengan kejadian sebelum kecelakaan?" tanya Devano lagi.

"Engga, dan kami memang engga mau dia ingat. Karena itu bisa menimbulkan trauma yg sangat besar dalam hidup nya. Karena itulah sampai sekarang William engga pernah lagi ke London meskipun setiap tahun teman teman kampus nya yg di London mengadakan reunian" jelas Venita.

Devano semakin tak mengerti, dia fikir dia sudah mengenal William tapi ternyata dia tidak tahu apapun tentang William kecuali bisnis nya.

Sementara Sarah yg mendengar percakapan suami dan kedua orang tua nya itu hanya menyimak sambil menikmati makanan nya.

Dan setelah makan malam selesai, Sarah membereskan meja makan, membersihkan dapur dan mencuci piring sendirian karena mama nya masih harus istirahat total. Devano datang dan membantu, Devano merasa kasihan melihat Sarah yg bekerja padahal dulu Sarah tak pernah bekerja sedikitpun baik di rumah Devano maupun dirumah ayahnya.

"Engga usah, Dev. Kamu istirahat aja" seru Sarah namun Devano tetap membantu nya. Sarah pun tak lagi berbicara, kedua nya diam dengan kesibukan dan fikiran masing masing. Dimana keduanya sama sama sibuk memikirkan William.

Setelah semua aktifitasnya selesai, Sarah dan Devano masuk ke kamar Sarah.

"Dev..." seru Sarah saat Devano mengganti kaos nya yg basah "Aku ingin mengatakan sesuatu"

"Mengatakan apa? seperti nya serius" tanya Devano. Sarah naik ke atas ranjang dan dia menepuk ranjang di sisi nya, meminta Devano duduk disana. Devano pun merangkak naik ke atas ranjang.

"Dev, kamu sudah sangat baik sama aku dan keluarga ku, kamu juga teman baiknya Kak Will, jadi aku rasa kamu berhak tahu apa yg sebenarnya terjadi dengan Kak Will" tutur Sarah yg membuat Devano sangat penasaran dan ia tak sabar menunggu Sarah bercerita. Tapi di sisi lain, Devano merasa bersalah karena Sarah menganggapnya baik padahal Devano telah menghancurkan keluarga Sarah untuk memuaskan hasrat balas dendam nya karena William sudah menghancurkan hidup adik nya. Dan Devano juga balas dendam pada Jason Venita karena mereka membiarkan putra mereka bebas setelah apa yg di lakukan nya.

Itulah alasan Devano menghancurkan William dan kedua orang tuanya.

Dan sekarang, apa yg akan Sarah ungkap tentang William?

"Memang apa yg belum aku tahu tentang William?" tanya Devano sangat penasaran

"Sebenarnya Kak Will engga kecelakaan lima tahun yg lalu. Dia di serang saat mencoba melindungi seorang gadis"

"Apa?" tanya Devano tak mengerti maksud Sarah.

"Saat itu aku ada di sana, di London. Aku ikut kak William yg pergi untuk reunian karena aku sangat ingin tahu London dan ingin liburan disana. Disana Kak Will bertemu dengan mahasiswi baru yg sampai sekarang aku engga tahu dia siapa dan dari mana. Tapi kak Will mengatakan pada papa dan mama bahwa kak will jatuh cinta pada gadis itu dan akan menjadikan menantu di keluarga kami. Itulah yg aku dengar saat Kak Will berbicara di telfon sama Papa Mama.. "

Devano masih setia menyimak, ia bahkan sangat serius mendengarkan setiap kata yg di ucapkan Sarah. Hatinya mulai bergejolak dan rasa penasaran kian membesar dan ia sangat tak sabar Sarah segera menyelesaikan cerita nya.

"lalu?" tanya Devano lagi.

"Lalu suatu hari, kami jalan jalan di sore hari, menikmati kota London sebelum kami pulang. Tapi saat kami berjalan didekat hotel tempat kami menginap, kami melihat sebuah mobil yg melaju kencang di depan kami, menarik perhatian kami. Dan kami memperhatikan mobil itu, lalu tiba tiba seorang gadis terlihat di mobil itu dan ia seperti berteriak minta tolong. Kak Will yg melihat gadis itu tampak sangat terkejut seolah mengenal nya. Saat aku bertanya siapa gadis itu, Kak Will mengatakan dia lah gadis yg ia bicarakan dengan Mama nya. Seketika aku mengerti pasti dia yg Kak will ceritakan ke Mama Papa. Dan kak Will mengatakan dia harus menolong gadis itu dan meminta ku kembali hotel sendirian. Aku kembali, dan aku menunggu Kak Will semalaman, aku ketakutan dan menangis sendirian di kamar hotel karena Kakak engga juga balik bahkan sampai pagi..." Dan Sarah menangis mengingat masa masa itu, dimana saat itu ia hanyalah gadis 12 tahun, di negara asing, sendirian dan kakak nya menghilang.

"Aku 12 tahun saat itu, Dev..." seru Sarah dengan nafas tercekat dan ia tak bisa membendung air matanya lagi.

Sementara Devano, ia merasa di sambar petir mendengar setiap kata dari cerita Sarah. Devano mencoba tak percaya, tapi Devano tahu Sarah tak mungkin berbohong.

"Aku ketakutan dan terus menangis, aku menelpon Papa dan mengatakan kalau kak William menghilang, aku di amankan pihak polisi sambil menunggu kedatangan Papa dan polisi juga mencari Kak Will tapi kak will engga ketemu" Sarah menghapus air matanya. Ia menarik nafas dan mencoba mengontrol perasaan nya mengingat saat saat paling menakutkan dalam hidup nya. sementara Devano masih mencerna setiap kata yg di ucapkan Sarah. Antara percaya dan tidak, tapi Devano bisa merasakan ketakutan dan kesedihan Sarah dalam suara Sarah yg seolah masih trauma akan saat saat itu.

"Dan polisi menemukan kak will setelah tiga hari, di rel kereta bawah tanah, dalam keadaan bermandikan darah dan penuh luka. Kak Will mengalami cidera otak yg sangat parah akibat pukulan benda tumpul di belakang kepala nya. Kak Will di hajar habis habisan tapi kami bersyukur karena kakak masih hidup. Dan Syukurlah ada teman Papa Yg membantu papa bisa segera terbang ke London saat itu juga" tutur Sarah.

Kemudian ia menatap Devano dan terlihat Devano masih tercengang mendengar cerita Sarah.

Benarkah semua itu?

Kini fikiran dan perasaan Devano mulai kacau dan liar, ia tak pernah tahu fakta itu. Karena memang pada fakta nya Devano tak pernah mencari tahu apa yg terjadi. Saat Caitlin menyebutkan nama William, Devano langsung menyimpulkan bahwa William lah pelaku nya dan yg Devano langsung fokuskan hanyalah mencari William siapa dan kemudian merencanakan balas dendam. Tanpa mencari tahu hal yg lain nya.

Dan jika apa yg Sarah ceritakan benar, maka Devano membuat kesalahan yg sangat besar dan tak termaafkan.

"Tapi kenapa... Papa mu mengatakan itu adalah kecelakaan?" tanya Devano setengah berbisik.

"Kami engga pernah membicarakan hal itu lagi untuk menghindarkan Kak will dari trauma nya dan juga supaya aku bisa melupakan kejadian itu. Saat itu aku masih 12 tahun, Dev. Aku bahkan takut saat Mama telat menjemput ku di sekolah dan aku harus menunggu nya sendirian. Lalu bagaimana mungkin aku engga takut dan kemudian trauma saat aku di tinggal sendirian di negara asing dan kakak ku menghilang"ujar Sarah yg membuat hati Devano terenyuh dan rasa bersalah semakin mencekiknya.

Dan tiba tiba Devano langsung memeluk Sarah dengan sangat erat dan menggumamkan kata

"I'm sorry"

Sarah berfikir Sorry itu adalah kata turut bersedih atas apa yg menimpa Sarah saat itu. Sehingga Sarah membalas pelukan Devano dan mengatakan tak apa. Karena itu hanya masa lalu dan Sarah baik baik saja sekarang, Sarah juga belajar sesuatu dari masa masa itu. Yaitu Sarah harus selalu kuat dan berani menghadapi apapun yg terjadi dalam hidup nya.

▫️▫️▫️

Tbc...

1
Hidriati Idefasa
Luar biasa
Wildan
Lumayan
Wildan
Biasa
Entin
Luar biasa
Entin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Dengan sacara gak langsung Devano membuka celah orang ke 3 masuk dlm rumah tangganya..
Qaisaa Nazarudin
Ya nyesel kan kamu,, Sementara dulu kan kamu yg maksanya utk tetap bersama Vano,Kamu yg nyanjung2 Vano..
Qaisaa Nazarudin
Mungkin saat ini Jason mengatakan dia gak mau punya cucu dari keturunan Devano kan,Makanya Sarah langsung kabur,nyelamatin anaknya dari Jason dan Will..
Qaisaa Nazarudin
Venita tlah di butakan dgn kebaikan Devano,padahal semua itu kebohongan doang,Gimana ya reaksi Venita saat tau kebenarannya dan siapa yg tlah bikin keluarga dan putranta masuk penjara ya,Apa Venita madih bisa menyanjung Devano,Atau malah jantungan dan langsung mampos..kesel aku..
Qaisaa Nazarudin
Terus Caitlin nya di mana sekarang??🤔🤔
Aprilia Hadiwasana: Di London sm ibu kandung nya, di rawat dsna.. fi bab sblm2 ny sudah djlaskan kok sm othor 😊😊
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Harusnya Sarah belajar dari kesilapan nya saat kelicikan Vano lakukan membuat mereka langsung bisa menikah..Dan bikin surat hitam putih perjanjian itu,Dasar Bocil,Masih kecil malah sok soan mau bikin tantangan,Otak aja baru se ons..ckck
Qaisaa Nazarudin
Mungkin Sarah itu otaknya di atas rata2 ya..Biasanya umur 16tahun itu baru klas 1 SMA..Ini Sarah udah kelas 2 aja...
Eunike Uline: anak saya 17 tahun semester 1
total 1 replies
deandra syahfitri
Luar biasa
Yuliana Purnomo
hadeeehh iRI dengki dipelihara,,rin Karin
Yuliana Purnomo
uuuh,,,emang ya kalau dari sono nya gak bener,,yacch susah diluruskan,,Karin karin
Yuliana Purnomo
masa iya Bu intan pangling sama anak sendiri
Yuliana Purnomo
kog bisa menjadi Thor,,Bu intan??? gmn cerita nya
Yuliana Purnomo
halaaaah akal akalan Airin aja itu,, waspada lah sarah
Yuliana Purnomo
good job Naina
Yuliana Purnomo
ada ikatan batin antara keduanya,,jadi bisa saling merindukan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!