NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI JADI IBU TIRI JAHAT

TRANSMIGRASI JADI IBU TIRI JAHAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Duda / Mengubah Takdir
Popularitas:114.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Senggrong

Viona tidak menyangka jika dirinya akan ber transmigrasi menjadi seorang ibu tiri jahat pada tahun sembilan puluhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Senggrong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERMINTAAN MAAF

Vina dan Kakek Damar sudah tiba di kebun kopi. Vina yang baru pertama kali melihat secara langsung tanaman kopi sedikit tertegun.

Tanaman kopi merupakan spesies semak hijau dari genus coffea dan Famili rubiaceae. Biji tanaman ini disangrai, dihaluskan , dan diseduh menjadi minuman berkafein yang sangat populer di seluruh dunia.

Kopi memiliki bunga putih bersih dan memiliki aroma yang unik. Setelah berbunga, bunga yang sudah tua gugur dan tempat yang sebelumnya tumbuh bunga akan muncul buah berbentuk lonjong atau bulat secara bergerombol. Dikenal dengan sebutan ceri kopi. Saat muda buah kopi berwarna hijau dan merah cerah saat matang. Biji buah berada di dalam daging buah yang manis. Biji inilah yang akan dipakai sebagai minuman.

Sebenarnya tidak banyak orang yang menanam kopi. Semua tanaman itu sudah ada sejak dulu. Kemudian diwariskan diwariskan secara turun temurun.

Kebetulan lahan milik tetangga kanan kirinya juga ditanami kopi. Semuanya berbuah cukup lebat. Tinggal menunggu masa panen saja Mungkin tidak sampai dua bulan, kopi-kopi itu sudah siap dipanen.

"Kopinya lebat banget!" seru Vina dengan semangat.

"Siapa dulu yang rawat," kata Kakek Darma dengan bangga. Keduanya tertawa bersama.

"Hari ini Kakek mau membersihkan rumput. Kamu yang gali jahenya, " kata Kakek Darma memberi instruksi.

Vina langsung bernafas lega. Seumur hidup ia belum pernah membersihkan rumput, beda dengan Vina yang asli. Namun kalau hanya sekedar menggali ia bisa.Karena Ia sering menanam bunga dirumahnya.

Lahan Kakek Darma  berukuran 20 meter x 100 meter. Jadi luasnya 2000 meter persegi. Dalam satu petak ada sekitar 320 pohon kopi.

Disini tidak hanya ada pohon kopi saja. Kakek Darma juga menanam cabai , kunyit, pisang,pepaya dan juga jahe. Kebetulan jahenya sudah bisa di panen.Selain itu Kakek Darma  juga menanam beberapa pohon yang sengaja ditanam untuk pakan ternaknya.

Vina menerima tugas dari kakek Darma dengan baik. Awalnya agak kikuk, namun lama kelamaan ia sudah mulai terbiasa . Vina sangat menikmati pekerjaan barunya. Tau-tau keranjang yang tadi ia bawa sudah penuh dengan jahe.

"Cukup segitu saja. Besok dilanjutkan lagi, " kata Kakek Darma mengingatkan saat melihat keranjang .

"Apa Kakek sudah selesai?"

"Belum. Sisanya bisa dilanjutkan esok hari atau lusa. Sekarang Kakek mau cari rumput dulu. Sambil menunggu Kakek selesai, Kamu bisa petik cabai yang sudah merah."

"Baik."

Tanpa menunggu diperintah dua kali, Vina pun memanen cabai yang berwarna merah. Tidak banyak, tetapi cukup dipakai untuk membuat sambal selama satu minggu. Setelah selesai keduanya pun pulang.

Vina pulang sambil meletakkan keranjang yang berisi jahe tadi keatas kepalanya. Biasanya disebut ngguengan istilah menyunggi  . Sedangkan Kakek Darma memikul rumput.

Selain menggali jahe, Vina juga menggali sedikit kunir untuk ia pakai jadi bumbu masakan. Tidak lupa juga memanen cabai yang sudah merah. Hari ini keduanya mendapatkan panen besar.

Setelah itu keduanya pun pulang. Vina tidak menyangka jika tubuh ini sangat kuat. Ia sudah membayangkan tidak kuat mengangkatnya. Ternyata ia sangat mudah mengangkatnya

Kakek Darma tidak mengetahui apa yang sedang ia pikirkan. Lagi pula Beliau sudah tahu sejak lama.

Seperti saat berangkat tadi, keduanya pulang melewati rumah Jaka. Vina dan Kakek Jaka tidak berniat untuk berhenti. Tetapi kedua anak tirinya tiba-tiba memanggilnya.

"Tante galak tunggu dulu dong! " panggil Bian sambil berlari ke arahnya. Adin juga tidak mau kalah. Gadis cilik itu berlari mengikuti kakak kembarnya.

"Ada apa? "

"Ada yang ingin Kami tanyakan. "

"Tanyanya nanti saja boleh tidak. Tante harus segera pulang. Atau Kalian mau ikut ke rumah Tante. "

"Tidak bisa! "

"Baiklah kalau begitu. "

Vina menurunkan keranjangnya, kemudian meminta Kakek Darma untuk pulang terlebih dahulu.

"Kakek pulang dulu saja. Saya akan berbincang dengan mereka dulu, " kata Vina dengan sopan. Kakek Darma tidak menolak. Apalagi ia masih punya banyak kerjaan yang masih menunggu.

"Ada apa? " tanya Vina setelah Kakek Darma pergi.

"Kue tadi beneran buat Kami? " tanya Adin penasaran.

"Hmm kenapa? tidak suka? "

"Hmmm... apa rasanya enak? "

"Kalian belum memakannya? " tanya Vina dengan heran. Padahal sudah lama ia berada di ladang.

"Belum."

"Kenapa tidak dimakan? "

".... " Bian dan Adin menundukkan kepalanya dengan cemberut. Bukannya mereka tidak mau memakannya. Namun Mereka takut setelah kue itu mereka makan, Vina kembali marah pada mereka. Seolah mengerti dengan apa yang ada didalam pikiran mereka, Vina berlutut sehingga sejajar dengan mereka.

"Kue itu Tante berikan sebagai permintaan maaf karena selama ini Tante telah berbuat jahat pada Kalian. Maafkan Tante ya, " pinta Vina dengan tulus. Meski buat dirinya yang telah berbuat jahat pada mereka, tetapi karena ia yang menempati tubuhnya, maka ia perlu meminta maaf pada mereka.

Bian dan Adin langsung tercengang mendengarnya. Mereka tidak menyangka Tante galak mau minta maaf pada mereka.

"Apa yang Kamu lakukan pada kembar! " teriak Dewi dengan suara nyaring. Dewi menghampiri mereka sambil berkacak pinggang.

"Apa lagi yang Kamu inginkan? " tanya Dewi sekali lagi. Ia melindungi si kembar di belakang tubuhnya.

"Aku hanya ingin meminta maaf tidak ada yang lain, " kata Vina dengan jujur.

"Apa dengan Kamu meminta maaf, Abangku mau kembali padamu. Jangan mimpi! "

"Aku tidak berfikir sampai sejauh itu. Kalau memang Jaka tidak mau menerima ku kembali juga tidak masalah. Lagipula hubungan Kita juga tidak seperti sepasang suami istri."

Suara Vina tidak keras, tetapi masih bisa di dengar oleh Jaka. Jaka kaget mendengarnya. Tapi apa yang dikatakan Vina tidak ada yang salah.

Sejak keduanya menikah, mereka belum pernah tidur satu kamar. Meski Kakek Darma bilang Vina akan mengurusnya setelah menikah, namun dalam kenyataannya hanya keluarganya yang mengurusnya.

Vina dan Jaka tidak pernah melakukan kontak fisik sama sekali. Keduanya menikah atas dasar keterpaksaan. Jaka termenung cukup lama. Sampai tidak sadar Dewi dan si kembar telah masuk ke dalam rumah.

"Bang! "

"Ada apa? "

"Apa yang sedang Abang pikirkan?"

"Tidak ada. "

"Kok dari tadi melamun terus. Jangan bilang Abang sedang memikirkan si Pipin ya! " seru Dewi dengan galak.

"Kamu terlalu banyak berfikir. Apa pekerjaan mu sudah selesai? kok sudah pulang"

"Sudah. Kebetulan tadi ngelihat Vina sedang berbicara dengan si kembar. "

"Ayah sama Ibu mana? "

"Masih ada di ladang. "

"Lah... katanya sudah selesai. Kok mereka masih ada di ladang? "

"Aku diminta untuk pulang duluan. Sekalian diminta untuk masak. Takutnya Adin sama Bian lapar, " jawab Dewi sambil melirik keduanya yang sedang asyik sendiri. Kedua langsung melotot begitu mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh si kembar .

"Kalian dapat kue itu dari mana? " tanya Dewi dengan agak was was.

"Tante galak yang kasih, " jawab Adin dengan enteng.

"Hah! .... kok bisa? "

"Ya bisa lah. Enak lagi kuenya."

"Apa benar yang dikatakan mereka? "

"Hmmmm."

"Ada udang dibalik batu. Pasti Dia sedang merencanakan hal-hal buruk lagi. "

"Jangan suka berfikiran buruk. Siapa tahu Dia memang sudah berubah dan mau meminta maaf sama si kembar."

"Abang percaya kalau dia bisa berubah? "

"Kenapa tidak? "

".... "

"Orang lain mungkin bisa berubah, tapi kalau Vina_"

"Kenapa kalau Vina? apa dia bukan manusia? "

"Bukan begitu maksudku. Aku hanya tidak percaya kalau Vina bisa berubah, " ucap Dewi dengan lirih.

"Sudahlah.... bagaimanapun Vina masih istriku. Cobalah untuk menghormatinya."

"Bukannya Abang mau menceraikannya? "

"Cerai atau tidak itu urusan Abang. Jadi orang lain tidak perlu ikut campur."

"Aku adikmu bukan orang lain! "

Jaka menghela nafas dengan kasar. Susah banget ngomong baik-baik sama Dewi. Padahal bukan itu maksudnya. Ia mencoba untuk mengutarakan kata-kata yang pas untuk Dewi fahami.

Adin dan Bian bertindak sebagai pendengar yang baik. Mereka tidak menghiraukan pembicaraan mereka sama sekali. Tau-tau semua makanan yang dibawa oleh Vina habis tak bersisa.

1
Yuni Anto
ayo next lagi doank Thor 🥰🥰🥰💪💪💪 terus lah pokoke 😍😍😍/Determined//Angry//Determined//Angry/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Ayo jelasin Januu
Osie
/Frown//Frown//Frown/baru mu melotot eh continue..dahlah lembek lagi
Lina Sofi
ok banget ceritanya dan bikin kita terhibur
Lina Sofi
lg seru y terpotong 😄😄 tetap semangat ✊
Yuni Anto
🥰🥰 lanjut lagi donk Thor 💪💪💪😍😍😍
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Siap2 loh dikerjain mba kun 👻/Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Hhhmmm lemah juga sih kau jadi laki 😏
Rangiku Gin
sistem engga mau rugi 😩😩
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
😅 Kteatif Vina
Ebhot Dinni
bagus
Nanik S
ceritanya sama bagus kek lainn
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Othor up na lama kaliii /Proud/ dikit pula
Yuni Anto
innalilahi wainailaihi Raji'un KKA author tersayang kamu para fans novel KKA turut berduka ya 💪💪💪 terus bwt kka/Angry//Determined//Angry//Determined//Angry/
Nurul Senggrong: Terima kasih kak🙏🙏🙏🥰
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Janu ini mimpi kah 🤔
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Innalillahi Wainnailaihi Roji'unn.. Turut berduka thor.. /Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Syama2 /Determined//Determined/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Eeehhh ketemu mereka lgi
Osie
nah ini bapak yg rela ninggalin vina n ibunya demi wanita lainkan
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Aih Vina masih punya bpk toh
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Mau belo oven apa udah ada listrik gitu 🤔
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Oohhh 🤣 oven kompor toh /Facepalm/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!