NovelToon NovelToon
My Magic Room

My Magic Room

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Irish_kookie

Jemi adalah seorang gadis yang tertutup dan sulit membuka dirinya untuk orang lain. Kepergian ibunya serta kekerasan dari ayahnya membuat Jemi depresi hingga suatu hari, seorang pengacara datang menemui Jemi. Dia memberikan Jemi kalung Opal berwarna ungu cerah. Siapa sangka kalung Opal itu bisa membawa Jemi ke ruang ajaib yang bisa membuatnya berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Ruang itu pun berkembang menjadi sebuah tempat yang diimpikan Jemi.
Ikuti terus kisah Jemima Shadow, yuk!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irish_kookie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana

"Dia tidak bisa bicara, Kai!" tukas Jemima dengan nada tinggi saat Kai menceritakan tentang pertemuannya dengan Lily.

Entah bagaimana malam itu, saat berada di ruang ajaib, Lily mendekatinya dan meminta bantuan Kai untuk segera mengeluarkan dia dari sana.

Saat itu, Kai sempat bertanya, "Kau-, maksudku, Anda bisa bicara?"

Namun, bukan jawaban yang diterima Kai. Sebuah pusaran tiba-tiba datang dan seolah menalan dirinya.

Dia terjatuh di atas ranjang rumahnya dan setelah itu, dia tidak dapat tidur sampai pagi.

"Untuk apa aku berbohong padamu, Jemi? Lily memintaku untuk mengeluarkan dia dari ruangan itu," kata Kai membela diri.

Jemima duduk terdiam. "Bagaimana suara ibuku, Kai? Apa dia mirip denganku? Suaranya maksudku."

Kai tersenyum dan menatap Jemima. "Karena ibumu berada persis di depanku, aku bisa melihat dengan jelas bagaimana wajahnya dan dia cantik. Sama sepertimu."

Jawaban Kai membuat Jemima menoleh cepat ke arah pemuda itu. Kedua matanya berbinar dan senyumnya mengembang. "Benarkah?"

Kai mengangguk dan saat itu, Ashley menghampiri mereka berdua dengan wajah cemberut. "Kalian selalu berduaan dan aku selalu tertinggal."

"Tidak ada yang meninggalkanmu, Ash. Kai sedang bercerita kalau dia bertemu ibuku di ruang ajaib itu dan ibuku bisa berbicara!" kata Jemima dengan bahagia.

Namun, Ashley tetap memberengut. Wajahnya terlihat kesal dan iri.

Gadis itu merasa dikucilkan dan ditinggalkan oleh Jemima dan Kai. Tetapi, dia juga terkadang tidak mengerti apa yang sedang mereka berdua bicarakan.

"Jemi, menurutku kau harus mengembalikan kalung itu kepada nenekmu. Kalau tidak begitu, kau akan tergantung dengan ruangan itu dan sebenarnya, kalian juga bukan keluarga, kan?" kata Ashley tiba-tiba.

Baik Jemima dan Kai saling berpandangan. Selama ini, hubungan mereka berdua semakin dekat karena kalung itu.

"Kenapa kau berkata seperti itu, Ash?" tanya Jemima. "Nenek sudah memberikan kalung ini kepadaku dan nenek juga minta tolong kepadaku untuk menemukan ibuku. Salahnya di mana?"

Ashley terdiam sesaat. Saat ini, dia memang sedang dikuasai rasa cemburu karena jarang sekali dilibatkan setiap kali ada percakapan tentang kalung itu.

"Aku juga membutuhkanmu untuk menolongku, Ashley," kata Jemima lagi.

Dan jawaban Jemima itu membuat Ashley terhenyak. Rasa cemburunya perlahan memudar. "Kau membutuhkanku? Untuk apa?"

"Untuk masuk ke dalam ruangan itu lagi karena kalung ini sudah terasa panas dan berat," jawab Jemima. "Aku tidak bisa melakukannya seorang diri."

Kai memegang kalung Jemima dan benar saja apa yang dikatakan gadis itu. Kalung itu panas sekali dan rasanya seperti terbakar.

"Bagaimana caranya kita masuk ke dalam sini tanpa harus ditarik?" tanya Kai.

Anehnya, saat kalung Jemima berada di dekat kalung Kai, benda itu bergerak lemah sesaat, lalu terjatuh lagi.

Jemima menggelengkan kepalanya. "Kita harus bertemu dengan nenek!"

"Dan kali ini, nenek Golda harus ikut bersama kita," kata Jemima tegas.

Entah apa kaitannya dengan nenek Golda, tetapi Jemima merasa mereka saling terhubung.

"Apa mungkin nenek Golda-mu itu sahabat nenekku, Kai?" tanya Jemima. Otaknya mulai menyusun dan mencari kepingan puzzle kehidupan satu per satu.

Kai mengangkat kedua bahunya. "Aku tidak tau, tapi mungkin saja begitu. Lalu, bagaimana dengan kalung itu? Bagaimana menurutmu, Ashley?"

Ashley terkejut. Dia tak menyangka akan diikutsertakan dalam percakapan yang membuat pikirannya tersesat seperti ini.

Biasanya hanya Kai dan Jemima saja yang berbicara. Hatinya sedikit tenang, tetapi dia tidak paham tentang apa pun.

"Aku tidak tau. Kalaupun misalnya nenek kalian ini saling mengenal dan berteman, kenapa nenek Jemi mengatakan kalau temannya hilang?" tanya Ashley dengan hati-hati.

Kini, ketiga sahabat itu terdiam, tenggelam dalam pikiran masing-masing.

"Intinya, kita harus bertemu dengan nenekku dulu dan mungkin, kita harus menjemput nenekmu juga, Kai. Kita akan pertemukan mereka," kata Jemima bersemangat.

Namun, tiba-tiba saja udara di sekitar mereka berubah.

Angin kencang datang dan sebuah pusaran besar datang menghampiri mereka.

Pusaran angin itu menabrak apa pun yang menghalangi jalannya.

Semua benda yang dilewatinya beterbangan dan berjatuhan. Ruang ganti karyawan itu, sudah tidak berbentuk lagi.

"Jangan pusaran itu lagi!" teriak Kai di tengah kegaduhan itu.

"Apa it-, ... Aarrrggghhh!"

***

1
Andira Rahmawati
hadir thorr..👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!