Seorang gadis desa yang di Carikan jodoh oleh sang kakek,badan yang semakin lelah dan umur yang kian bertambah usia,membuat sang kakek mencari kan sang cucu jodoh,agar ada yang menemani cucu nya yang tidak punya siapa - siapa lagi,di saat kakek nanti sudah tiada. dan di pertemukan dengan 2 Pria kakak beradik yang sangat berbeda sikap nya membuat Reina sangat binggung saat di suruh oleh sahabat kakek nya memilih siapa yang akan Reina pilih sebagai suami.
hari - hari Reina di mulai di rumah itu untuk mengenal sebelum ia menjatuhkan pilihan.
Menurut kalian siapa yang akan di pilih Reina?,Yuk di simak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31 - Menyetujui
Gilang mengetuk pintu kamar Kakek nya.
Tok
Tok
Tok
"Masuk saja." Saut Kakek Irwan.
Gilang pun masuk setelah di beri izin pada Kakek nya.
"Ada apa Gilang?." Tanya Kakek Irwan,yang sedang membaca koran.
"Aku menyetujui pernikahan ini kek,tapi aku akan tinggal di rumah sendiri setelah menikah nanti." Ucap Gilang.
Kakek Irwan lalu melepas kaca mata baca nya dan melihat ke arah cucu nya yang berdiri di hadapan nya.
"Ya terserah kamu,asal Reina bisa kamu jaga dengan baik,Kakek tidak ingin terjadi sesuatu pada Reina ketika kelusr dari rumah ini dan tinggal bersama kamu di luar." Ucap Kakek Irwan.
"Aku tidak mungkin menyakiti nya kek." uCap Gilang.
"Ya bagus lah,kakek tahu kamu bisa bertanggung jawab untuk istri mu kelak,jadi kamu sudah menyetujuinya?." Tanya Kakek Irwan.
"Iya kek." Jawab Gilang dengan wajah datarnya.
"Bagus la,kakek serah kan semua pada mu,urus acara pernikahan mu dengan baik secepatnya." ucap Kakek Irwan dan Gilang mengangguk .
.
.
.
.
Gilang lalu masuk ke ruangan kerja nya setelah ia keluar dari kamar kakek nya.
Ia mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang.
"Hallo Bos." Jawab Seorang wanita di telefon yang adalah sekertaris nya Gilang.
"Carikan rumah yang siap huni dalam Minggu ini untuk ku." Ucap Gilang.
"Baik Bos." Jawab Titi sekretaris Gilang.
"Untuk apa Bos mencari rumah,apa dia di usir oleh keluarga nya." Gumam Titi setelah Gilang mematikan sambungan telefon nya.
.
.
.
.
Ditempat lain.
Reina duduk melamun di perpustakaan.
bukan membaca,ia malah lebih banyak melamun dan air mata menetes di pipinya.
Tidak ada tempat ia menangis yang paling sepi,hanya di perpustakaan itu saja. ia duduk pun bukan di meja makan.melainkan di lantai bersembunyi di balik rak rak yang begitu banyak buku.
Saat sedang melamun,tiba - tiba saja Seseorang datang dan memberikan nya sebuah sapu tangan untuk menghapus air mata nya.
dengan cepat Reina mengangkat kepala nya dan melihat Elang yang berdiri di hadapan nya.
Reina mengambil sapu tangan itu dan mengelap air mata nya.
"Untuk apa duduk dan menangis disini." Ucap Elang sembari duduk di samping Reina.
"Kau juga untuk apa duduk disini." Saut Reina.
"Aku mendengar seseorang sedang menyedot hingus nya di balik rak ini dan itu sangat menganggu." Ucap Elang.
Reina yang mendengar pun mendorong Elang dengan siku nya karena tahu Elang sedang mengejek nya.
Reina tersenyum meski ia masih sedih,sementara Elang pun tersenyum melihat Reina yang terhibur dengan suaranya.
"Kau sedih akan menikah dengan Gilang?." Tanya Elang.
Reina hanya menoleh melihat Elang dan ia tidak menjawab nya dan kembali menundukkan kepalanya.
"Mungkin saja Tuhan mengtakdirkan kalian untuk bersama,Jadi jangan bersedih." Ucap Elang.
"Aku pikir kau tak mau berbicara dengan ku lagi,kau menghindari ku beberapa hari ini." Ucap Reina.
"Aku marah tapi bukan pada mu,aku marah pada diri ku karena sudah melukai mu kemarin,aku minta maaf." Balas Elang.
"Kau memang laki - laki yang baik Elang,itu sebab nya aku menyukai mu." Gumam Reina melirik ke arah Gilang yang sedang menatap buku nya.
"Bagaimana dengan wajah mu,apa masih sakit?." Tanya Elang sembari menoleh ke arah Reina.
Reina mengeleng - geleng kan kepala sembari tersenyum. Elang pun memandangi Reina yang tersenyum,Ia memandangi wajah gadis itu dengan sangat dekat.
"Tetap lah tersenyum seperti ini,aku akan selalu ada untuk mu,meski kau sudah menikah dengan Gilang,aku tahu semua terjadi karena ketidak sengajaan." gumam Elang.
gak suka tp nempel x