Aiu Himmler harus menanggung semua atas apa yang dia lakukan di masa lampau. Tak punya belas kasih dan sombong waktu duduk di bangku sekolah berimbas pada kehidupannya setelah dia mulai bekerja.
Dulu ada seorang murid laki laki pindahan dari korea, penampilannya bisa di bilang di bawah rata rata. Gemuk sipit dan semua yang berbau bau aneh melekat pada dirinya. Kang Joong Woo, dia laki laki yang tak pernah mengenal rasa benci kepada sesama, penuh dengan belas kasih dan kebaikan.
Namun semua itu berubah karena perlakuan Aiu terhadapnya.
Dia di buly habis habisan setelah berani menyatakan perasaannya kepada Aiu.
Di situlah Joong Woo yang selalu menebar senyum, seketika tak pernah terlihat sama sekali.
Beberapa tahun kemudian Aiu di pertemukan kembali dengan Joong Woo yang sudah berubah.
Tetapi Aiu di tuntut untuk merubah penampilannya di depan Joong Woo.
"Kau pasti akan menyesal ketika tahu siapa perempuan ini sebenarnya"
Apa yang sebenarnya terjadi?
Baca kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMaeera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Bukan Gay
Cindy dan Nari masih terlihat duduk di bangku terkadang mereka terlihat saling melirik satu sama lain dengan senyum canggung yang selalu menghiasi bibir mereka.
"Spertinya temanku akan kembali dalam waktu yang cukup lama" ucap Cindy kepada Nari.
"Dasar Aiu sampai kau kembali aku akan mencincangmu!" gumam Cindy dalam hati.
"Oh sepertinya teman laki-lakiku juga akan kembali lama" Nari kemudian terlihat bersiap-siap dia beranjak berdiri dari bangku.
"Aku harus pergi untuk mencarinya karena ponselnya tak bisa dihubungi"
"Baiklah" Cindy menganggukan kepala.
"Baru beberapa langkah meninggalkan Cindy, Oh Nari menoleh kemudian berucap.
"Apa kau ingin ikut denganku kita cari bersama-sama teman kita yang menghilang" ucapnya diiringi senyuman manis.
Cindy berfikir ingin menunggu Aiu lebih lama akan tetapi sepertinya ide Nari jauh lebih bagus.
"Baiklah aku ikut denganmu" Cindy beranjak dari bangku kemudian menyusul Nari, mereka berdua berjalan menyusuri jalan utama sambil mencari keberadaan Joong Woo dan Aiu.
***
Kincir angin raksasa itu mulai bergerak perlahan dan sangat pelan. Joong Woo tersadar dia langsung menarik tangannya kembali mendorong kepalanya ke belakang menjauh dari Aiu.
"Aku buktikan kalau aku bukan gay! aku dan Min Joon hanya berteman" Joong Woo terhenyak kaget.
"Tunggu! kenapa aku menjelaskan hal ini kepadanya? astaga bahkan aku harus sampai mencium bibirnya?"
Joong Woo tersadar sepertinya apa yang baru saja dilakukan itu diluar kendalinya. Dengan tenang Joong Woo melangkah mundur Kembali ke tempat semula bersikap seolah tak terjadi apa pun saat itu.
Aiu berusaha tenang dadanya masih terlihat bergerak naik turun dengan cepat perempuan itu menghela nafas panjang menetralkan nafasnya.
"Bagaimana ini? Astaga apa yang baru saja Joong Woo lakukan! dia baru saja menciumku?" Aiu masih melamun, meraba bibirnya mencerna apa yang baru saja Joong Woo lakukan kepada bibirnya.
Pipinya bersemu merah padam, Aiu tak berani mengarahkan pandangan ke Jung Woo yang berdiri didepannya mereka saling menghindar berusaha keras untuk tak saling bertatapan.
Tetapi terkadang tanpa sengaja pandangan mata mereka bertemu. Suasana di antara mereka berubah menjadi canggung Aiu beranjak dari bangku lalu berdiri menghadap kaca kembali menatap ke arah luar.
Kincir angin itu bergerak perlahan semakin turun.
***
"Dari mana asalmu? Nari memulai pembicaraan di antara mereka.
"Aku dari Indonesia tapi sudah lumayan lama tinggal di Korea. Dari mana kau tahu kalau aku asli bukan orang Korea? Oh ya aku lupa pasti dari wajahku ya karena terlihat sangat berbeda dengan kalian" ucap Cindy.
Nari menganggukkan kepala.
"Iya" mereka berdua pun tertawa.
"Kalau pekerjaan? di mana?"
"Aku bekerja di perusahaan Grup Kang, tadinya aku tinggal di pusat kota tapi setelah dipindah tugaskan ke kota X aku jadi harus pindah tempat tinggal juga karena kalau aku tetap tinggal di pusat kota perjalanan untuk menuju ke perusahaan yang ada di kota X cukup lumayan jauh."
"Grup Kang? Apa itu perusahaan milik Nyonya Kang?" Nari bertanya untuk memastikan.
"Iya benar"
"Kalau begitu kau pasti tahu Joong Woo? maksudku Kang Joong Woo"
"Oh iya Joong Woo, dia memimpin perusahaan baru Nyonya Kang di kota X" Cindy menganggukkan kepalanya.
"Wah Kebetulan sekali aku datang hari ini bersamanya tapi entahlah ke mana dia pergi" Nari membuang pandangannya ke sekitar.
Cindy terdiam ketika tahu Joong Woo juga datang ke tempat itu.
"Kenapa perasaanku jadi tidak enak seperti ini?" batin Cindy.
"Aiu semoga saja kau tidak bertemu dengan Joong Woo, astaga kemana anak itu pergi" gumam Cindy.
Cindy dan lari terus berjalan sambil berbincang namun Nari tak pernah berhenti untuk menghubungi Joong Woo walau pun dia tahu panggilannya tak pernah terhubung karena ponsel Joong Woo mati.
Tak lama kemudian tanpa sengaja pandangannya tertuju kepada kincir angin raksasa yang ada di depan matanya.
Pandangannya menyapu setiap gerbong yang mengelilingi kincir angin itu. Hingga akhirnya ada salah satu gerbong yang menarik perhatiannya tak terlihat begitu jelas tapi nari seperti merasa tak asing dengan seseorang yang berdiri membelakangi kaca dengan hoodie berwarna putih.
Sempat ragu tetapi ada sisi dimana dia yakin bahwa itu adalah Joong Woo.
"Joong Woo?" ucapnya lirih, keningnya berkerut halus. Nari kemudian melangkah mendekat dan menunggu sampai di mana tiba saatnya gerbong yang ditunggu berhenti tepat di bawah.
"Hei kau mau ke mana?" ucap Cindy namun sepertinya Nari tak pendengar karena dia lebih fokus kepada kincir angin.
Cindy mempercepat langkahnya menyusul Nari mereka berdua berhenti. Pandangan Nari tertuju hanya pada sebuah gerbong dan dia semakin yakin ketika gerbong itu turun ke bawah semakin dekat, dia bisa memastikan bahwa laki-laki yang berdiri bersandar di kaca itu adalah Joong Woo.
Gerbong itu turun hingga akhirnya sampai ke dasar pandangan Nari berpindah ke arah perempuan yang berdiri di sisi lain keningnya berkerut berpikir keras siapa perempuan yang ada di dalam gerbong itu.
Pintunya terbuka belum sempat melangkah tubuh Joong Woo langsung terpaku di tengah-tengah pintu matanya tertuju kepada Nari yang sudah berdiri di depannya.
"Nari?" Joong Woo sangat merasa bersalah dia sampai lupa kalau dirinya datang ke pameran itu bersama Nari.
Nari menatap Joong Woo dengan tatapan penuh tanda tanya, kemudian bola matanya bergerak menatap perempuan yang berdiri di belakang Joong Woo.
"Gadis itu lagi?" ekspresi wajahnya datar tak terbaca.
"Aiu!" Cindy berlari kecil menghampiri Aiu.
Nari lalu mengalihkan pandangan ke arah Cindy yang berhasil menghampiri sahabatnya itu.
"Oh jadi mereka berteman?"
Sadar bahwa Joong Woo sedang melihat ke arahnya, Nari kemudian memasang ekspresi wajah gembira. Perempuan itu tersenyum melangkah mendekat kemudian berucap.
"Kau benar-benar membuatku khawatir! kau nakal ya" Nari meraih daun telinga dan menariknya seperti orang dewasa yang sedang memberi pelajaran kepada anak kecil yang membangkang.
"Nari apa yang kau lakukan!" Joong Woo meraih tangan nari menghentikan perempuan itu.
Aiu yang masih berdiri di belakangnya hanya diam menyaksikan pemandangan di depan matanya.
"Permisi" Aiu berucap sembari melangkah keluar, dia kemudian berpamitan kepada Joong Woo dengan membungkukkan setengah badannya.
"Presdir aku permisi dulu" Aiu mengalihkan pandangannya ke arah Nari kemudian dia tersenyum dan menundukkan kepalanya.
Joong Woo menganggukkan kepala tapi dia tak berani menatap ke Aiu. Perempuan itu dengan cepat menarik tangan Cindy membawa sahabatnya keluar dari arena permainan kincir angin.
Dan setelah Aiu pergi menjauh Joong Woo baru mengalihkan pandangannya menatap punggung Aiu yang sudah semakin menjauh.
Semangat dan sehat sllu..
dia berkorban lagi untuk Joong woo
ayo Joong woo kejar Aiu ke jakarta...