Seorang Dokter Jenius dari masa depan bereinkarnasi kembali ke dalam raga seorang putri bangsawan, yang menikah dengan pria yang sangat membenci dirinya. Hingga pada suatu hari yang nahas, dia pun diasingkan ke sebuah wilayah terkutuk bersama pelayannya, karena tuduhan.yang keji.
*
"Aku tidak akan menyerah! Sudah diberi kehidupan dan kesempatan kedua, masa harus aku sia-siakan?"
*
Jadilah saksinya, wahai langit! Jika aku, akan mengguncang dunia kuno ini dengan semua keahlianku!"
*
"Nona, tapi Anda tidak bisa apa-apa, loh!"
*
"Tenang saja ... Dewa memberkatiku dalam komaku kemarin, dan aku akan menunjukkan keahlianku!"
*
Bagaimana kisah si Dokter Jenius ini di dunia kuno yang tidak terdapat di dalam sejarah Kekaisaran?
*
Apakah dia mampu membangun kekuatannya sendiri di sana?
*
Ikuti kisah si Dokter Bar-bar hanya di sini ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 22: Mendadak Lahiran!!!
***
Setelah selesai makan malam, mereka langsung berjalan perlahan menuju gerbang Kediaman Duxi.
Anlian mengelus-elus perutnya yang sudah terlihat membesar, karena mengandung anak kembar.
"Ah! Senang sekali kalau perut kenyang seperti ini ... Rasanya seperti Wonder Woman! Hahahahaha ..." seloroh Anlian sambil tertawa ngakak.
Shen Luo tersenyum saat melihat Anlian bahagia, jarang sekali dia melihat calon ibu itu tertawa lepas seperti ini.
"Kalian tahu tidak? Restoran itu semakin lama, semakin berani dalam menghidangkan pesanan mereka. Setiap porsi isinya semakin banyak! Wah, aku berasa seperti para pekerja berat itu saat makan, porsi jumbo woy! Hahahaha!" lanjut Anlian yang terlihat sangat cerewet malam itu.
"Bukankah kamu yang memesan paling banyak?" timpal Shen Luo dengan nada bercanda.
"Itu semua untuk anak-anakku yang rakus ini, tahu! Mereka butuh banyak energi, agar lahir nanti tidak keriput seperti bayi mon-yet!" sahut Anlian sambil melirik kesal ke arah Shen Luo.
Shen Luo mengangkat kedua tangannya tanda menyerah, wajahnya dipenuhi senyuman hangat.
"Baiklah ... baiklah! Anak-anak itu yang rakus, Ibunya tidak ..." ujar Shen Luo.
Yaoyao yang melihat tingkah mereka pun tersenyum, dia hanya berharap agar Nonanya bahagia.
Terlalu banyak penderitaan yang dialami Nonanya itu, walau dia tahu ... sebenarnya jiwa nonanya sudah tiada. Namun, raganya masih berdiri dihadapannya dengan jiwa dari dunia lain.
Sulit untuk percaya, namun faktanya memang seperti itu.
Saat Yaoyao hendak mengetuk gerbang kediaman mereka, tiba-tiba Anlian memegang perutnya dengan wajah pucat.
"Aaakhhh!"
"Anlian?! ... Ada apa?!" tanya Shen Luo, panik.
Yaoyao langsung memapah Anlian dari sebelah kiri, wajahnya terlihat khawatir.
"Nona kenapa? Kontraksi palsu lagi?" tanya Yaoyao.
Anlian menghentikan langkahnya, lalu dia berkata:
"Sepertinya bukan kontraksi palsu ... Aku merasa akan melahirkan mereka malam ini!" ujar Anlian sambil mengernyit menahan sakit.
Brush!
Sepertinya air ketuban Anlian sudah pecah, dan dia benar-benar akan melahirkan malam ini.
"Tuh! Air ketuban aku sudah pecah! Cepat, bawa aku ke kamar!" pinta Anlian kepada Shen Luo dan Yaoyao.
Shen Luo refleks menggendong Anlian, dan berlari masuk ke dalam kediaman sambil berteriak panik.
"Ashura Neraka! KUMPUL!!!" teriak Shen Luo, yang membuat Anlian menutup telinganya.
"Hmp! Berisik! Aku ini hanya ingin melahirkan, bukan mati!!" dengus Anlian dengan wajah kesal.
"Tidak perlu berteriak-teriak begitu, Shen Luo!"
"Maaf ... Aku panik sekarang ... beneran panik! Bisakah kamu berhenti memarahiku?" sahut Shen Luo dengan wajah memelas.
"Oke!"
♨
Di dalam kediaman itu, dalam hitungan detik sudah menjadi kacau-balau.
Mereka semua berkumpul dengan wajah panik, karena Nona mereka ingin melahirkan penerusnya.
Bagaimana tidak panik?
Mereka belum pernah mengalami hal ini, oke?
Mereka semua 'bujangan', saat dibuang ke dalam wilayah Terkutuk Utara karena fitnah.
Shen Luo berdiri dihadapan mereka dengan wajah gugup.
Sedangkan Yaoyao menemani Anlian di dalam kamarnya.
"Kalian semua, dengarkan perintahku! Cari bidan sekarang juga! Cari mereka dimanapun juga!" perintah Shen Luo dengan wajah datar.
"Siap laksanakan!"
Menggunakan topeng Ashura Neraka, mereka langsung menyebar bagaikan cahaya yang melesat di langit kelam.
Tujuan mereka hanya satu, yaitu:
'CARI BIDAN SAMPAI DAPAT!'
Anlian berbaring dengan wajah cemberut, suasananya terlalu berisik diluar sana.
"Mereka sedang apa sih?! Berisik sekali!" tanya Anlian pada Yaoyao.
"Tenang, Nona ... Mereka sedang berbagi tugas atas perintah Shen Luo, agar mencari bidan untuk membantu Nona melahirkan ..." jawab Yaoyao sambil mengelap peluh Anlian.
"Yaoyao, aku akan melahirkan anak ini sendiri. Siapkan baskom air panas dan pakaian bayi yang sudah aku persiapkan! Gunting, alkohol, dan jarum akupuntur milikku, sekarang!" perintah Anlian kepada Yaoyao.
Yaoyao membeliakkan matanya, saat mendengar permintaan majikannya itu.
"Jangan bercanda, Nona! Ini urusan tiga nyawa, bukan latihan untuk menangani orang melahirkan!" seru Yaoyao dengn wajah serius.
Mendengar ucapan Yaoyao, Shen Luo langsung masuk ke dalam kamar Anlian.
"Benar! Jangan bercanda, istriku! Jangn buat kami tambah panik lagi!" timpal Shen Luo dengan rambut acak-acakan.
Anlian memandang mereka berdua dengan wajah kesal.
"Aku ini Tabib Ajaib! Dan aku yang paham dengan kondisi tubuhku sendiri! Anak-anakku sudah tidak betah di dalam sana, mereka sudah paham sendiri jalan keluarnya. Sekarang, ambilkan yang aku minta tadi, Yaoyao! Jika terjadi sesuatu dengan anak-anakku karena kelambatan kalian, maka nyawa kalianlah yang akan aku ambil sebagai gantinya!" perintah Anlian dengan nada tegas.
Yaoyao dan Shen Luo saling pandang sebentar, lalu mereka menelan salivanya dengan berat.
Gluk!
"Ba---baik, Nona!"
♨
Saat Yaoyao mempersiapkan semua yang diminta oleh Anlian, para Ashura Neraka datang dengan tangan kosong.
"Lapor, Pemimpin! Semua bidan tidak ada dirumahnya, karena mereka juga sedang menolong wanita yang melahirkan!"
"Saya menemukan seorang dukun beranak di Desa A, namun dia sudah sangat renta dan tangannya gemetar. Saya memutuskan tidak membawanya, takut dia malah melukai 'Tuan muda kecil dan Nona muda kecil' kita nanti ..."
Anlian yang mendengar laporan itu dari dalam pun teriak ...
"Aakh! Sudah ... sudah! Tidak perlu bawa siapapun ke sini! Aku akan melakukannya berdua Yaoyao! Kalian diam saja dan jangan BERISIK!!!" seru Anlian dari arah kamar.
"Kami mengerti, Pemimpin!"
Di dalam kamar, Anlian duduk bersandar dengan kaki tertekuk dan terbuka.
Di atasnya ad sebuah kain sutra warna hitam melindungi pemandangan berdarahnya.
Yaoyao dan Shen Luo berdiri di sisinya, bersiap untuk menanti kelahiran si kembar.
"Apakah semuanya sudah siap?" tanya Anlian.
"Sudah, Nona!"
"Baik ... Berikan jarum akupuntur yang sudah kamu sterilkan tadi, Yao ..." pinta Anlian.
Yaoyao memberikan apa yng Anlian minta, lalu dia kembali lagi ke tempatnya berdiri dengan wajah tegang.
Anlian langsung menusukkan jarum tersebut ke area sekitar perutnya, lalu dia bergumam pelan.
"Keluarlah, Nak ... Ibu menantimu ..."
Anlian merasakan sebuah tekanan kuat di bawah sana, dan tidak lama kemudian ...
"Oweeek! ... Oweeek!"
"Lahir! ... Bayinya sudah keluar!" seru Yaoyao sambil membuka penghalang untuk mengambil bayinya.
"Potong tali pusarnya, sisakan sekitar 5 cm dari arah pusar, lalu bungkus dengan kasa yang sudah dibubuhi alkohol agar tidak infeksi ..." perintah Anlian kepada Yaoyao dengan suara lirih.
"Baik, Nona!"
Yaoyao melakukan semuanya dengan sangat hati-hati, setelah selesai, dia membasuh tubuh bayi mungil itu dengan air hangat, dan langsung membungkusnya dengan kain bayi warna biru.
"Ini adalah Tuan Muda kecil, Nona ..." ujar Yaoyao sambil terus menatap bayi mungil itu.
"Berikan kepada Shen Luo, dan bersiap untuk menyambut yang kedua ..." ujar Anlian.
"Oke ..."
Shen Luo mengambil bayi itu dengan tangan gemetar, lalu dia menatap bayi itu dengan senyuman.
Namun, balasan yang dia terima adalah seringaian kecil dari bayi yang ada di dalam gendongannya.
Shen Luo: "Apa aku mengalami halusinasi? Kenapa aku melihat bayi ini menyeringai kepadaku tadi?"
Bayi: "Hmmp! Jangan harap bisa dekat sama aku, ya! Kamu bukan Ayah kandungku! Jangan sok ramah deh!"
Tidak beberapa lama kemudian, tangisan merdu bayi kedua pun terdengar.
"Oweeek! ... Oweeek!"
Suaranya sangat bening dan merdu, beda dengan bayi pertama tadi yang kuat dan mendominasi.
Yaoyao langsung melakukan seperti yang pertama tadi, lalu dia membungkusnya dengan kain warna merah muda.
"Cantik sekali!" puji Yaoyao dengan wajah berbinar.
Shen Luo menaruh bayi pertama, lalu menggendong bayi kedua yang lebih cantik dan imut.
"Hai, cantik ... Ini ayahmu ..." gumam Shen Luo, gembira.
Kedua bayi itu belum bisa melihat dengan jelas, namun mereka mendengarnya.
Bayi perempuan mungil itu langsung mengerucutkan bibirnya, dan langsung menangis saat mendengar suara Shen Luo.
Klik!
Tiba-tiba ada sebuah suara seperti kunci terbuka di kepala mereka bertiga, membuat ketiganya terpaku.
"Ibuuuuu! Singkirkan pria ini dari akuuuu! Dia bukan ayahku! huhuhu ..."
Suara susu itu terdengar di dalam benak mereka, membuat mereka langsung membuat kesimpulan:
'MEREKA BISA MENDENGAR SUARA HATI KEDUA BAYI INI!!'
Anlian menatap Yaoyao dan Shen Luo, lalu keduanya mengangguk dengan serempak.
"Rahasiakan semuanya!" perintah Anlian, sambil mengambil kedua bayi itu ke dalam pelukannya.
"Baik, Nona!"
Anlian memeluk kedua anaknya dengan penuh kasih sayang, dan mencium kedua bayi itu dengan lembut.
"Selamat datang ke dunia, anak-anak hebatku ... Ibu dan ayah sambung kalian sangat menyayangi kalian. Jangan nakal, oke? Ibu dan Ayah Shen Luo akan membesarkan kalian dengan baik ..." gumam Anlian ditelinga mereka.
Kedua bayi itu mengerjapkan matanya, lalu suara hati mereka terdengar kembali.
"Wah! Ibuku sangat cantik sekali! Dan Ayah sambungku sangat tampan! Aku adalah anak yang beruntung!" ujar suara susu perempuan yang riang.
"Aku hanya sayang dan menurut sama Ibuku, tidak kepada laki-laki itu! Ayah biologisku lebih tampan dan kaya dari dia, aku akan mencari Ayah nanti ..."
Anlian menatap kedua bayi itu sambil tersenyum, dan Yaoyao sedang sibuk membersihkan semua kekacauan yang ad di dalam sana.
Anlian menatap kedua bayi itu dengan mata berbinar.
"Mereka lahir saat malam berganti pagi ..." gumam Anlian.
"Apakah kamu sudah menyiapkan namanya?" tanya Shen Luo.
Anlian tersenyum lembut, lalu dia memeluk bayi laki-lakinya.
"Nama anak ini adalah 'Duxi Mingye'. Ming artinya Cahaya, dan Ye adalah malam. Arti namanya adalah Cahaya yang terlahir di penghujung malam ..." ujar Anlian.
Shen Luo terdiam sejenak, lalu dia mengangguk setuju.
"Nama yang sangat indah ..."
Lalu Anlian menggendong si cantik, dan meletakkan si tampan.
"Dan dia namanya 'Duxi Yuexin'. Yue artinya bulan, dan Xin adalah hati. Arti namanya adalah Bulan yang akan menjaga seluruh hati di dunia ..." ujar Anlian sambil mengelus pipi lembut bayi itu.
"Wah! Nama yang sangat indah sekali, Nona! Dia pasti akan tumbuh menjadi seorang putri kecil yang sangat cantik!" sahut Yaoyao yang baru saja masuk.
"Selamat datang ke dunia, Mingye dan Yuexin. Semoga kalian bisa tumbuh sehat, cerdas, dan kuat!" ujar Yaoyao dan Shen Luo serempak.
♨
Diluar sana, sinar mentari mulai membuka cakrawala dengan cahayanya.
Seluruh anggota Ashura Neraka berlutut di depan kamar Anlian dengan wajah gembira.
"Selamat atas kelahiran Tuan muda kecil dan Nona muda kecil, Nyonya Anlian!"
"Jangan lupa untuk mentraktir kami arak spiritual ya Nyonya! Hahahahaha!"
"Tuan Shen, selamat menjadi ayah baru! Semoga bisa mendidik mereka dengan baik! Hahahaha!"
Suara-suara ceria memenuhi kediaman itu, membuat hati Anlian, Yaoyao, dan Shen Luo menghangat.
Shen Luo menatap Anlian penuh kehangatan, walau dia hanya seorang 'Suami' diatas kertas, namun perasaan yang dia miliki sekarang sangat tulus untuknya.
Anlian pun sama ...
Dia merasa jika Shen Luo ini cukup baik untuknya.
Entah bagaimana kedepannya, dia serahkan semua kepada Author.
Author: "Hehehehe ..."
♨♨♨
Terima kasih atas dukungan kalian dengan membaca cerita ini. Jika kalian suka tolong bantu Author d4ngan komen, like, Subscribe, dan ratingnya oke? 😊🙏🏻
Terima kasih ...💖💖💖