NovelToon NovelToon
Reincarnation Of The Ancient Ruler

Reincarnation Of The Ancient Ruler

Status: sedang berlangsung
Genre:Action
Popularitas:623
Nilai: 5
Nama Author: blueberrys

Dahulu kala, seorang Kaisar Kuno yang agung berhasil menyatukan empat kekaisaran dan menaklukkan dewa penguasa demi melindungi keseimbangan dunia. Namun, di puncak kejayaannya, ia dikhianati dan ditikam dari belakang oleh murid kesayangannya sendiri yang bekerja sama dengan sekte iblis, hingga raganya jatuh ke dalam lembah kegelapan. Sepuluh ribu tahun berlalu, sang Kaisar bereinkarnasi menjadi Shang Zhi, seorang bocah miskin yang hidup menderita di jalanan. Tragedi kembali menghampirinya saat ibunya tewas, memicu takdir baru ketika ia diselamatkan oleh seorang master misterius.



Perjalanan Shang Zhi menuju Perguruan Tian Long membawanya bertemu dengan Yun Xi, seorang gadis periang yang perlahan menumbuhkan benih romansa di tengah kerasnya pengembaraan. Namun, bahaya selalu mengintai saat kelompok perompak menyerang dan memaksa segel misterius dalam tubuh Shang Zhi bangkit, mengubahnya menjadi sosok buas yang tak kenal ampun demi melindungi orang yang dicintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blueberrys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gemuruh di lembah kabut

Shang Zhi melompat ke punggung Raja Serigala Api yang raksasa. Dengan satu perintah batin, binatang buas itu melesat seperti kilat merah, menembus kabut dan hutan. Ia tidak lagi menjadi buruan. Kini, ia adalah pemburu yang sedang mengejar mereka yang telah mengkhianatinya.

Keheningan abadi di Lembah Kabut biasanya hanya diusik oleh desiran angin yang membawa aroma tanah basah dan lumut purba. Namun malam ini, kesunyian itu pecah berkeping-keping oleh deru langkah kaki yang serampangan. Lu Feng, dengan jubah sutranya yang kini kotor terkena noda lumpur, berlari memimpin keempat pengikutnya. Napas mereka tersengal, menciptakan uap putih di udara malam yang membekukan.

Sesampainya di perbatasan luar, di mana kabut mulai menipis, Lu Feng berhenti. Ia bertumpu pada lututnya, mencoba meraup oksigen sebanyak mungkin. Perlahan, sebuah seringai kejam mulai merayap di wajahnya yang pucat. Ia menoleh ke arah kegelapan pekat yang baru saja mereka tinggalkan.

"Hah... hah... dia pasti sudah menjadi kotoran serigala sekarang!" Tawa Lu Feng pecah, terdengar parau dan penuh kebencian. "Beraninya si jelata itu menatapku dengan mata seperti itu. Tidak ada seorang pun di ranah Formation Qi, apalagi sampah tak berbakat seperti Shang Zhi, yang bisa selamat dari terkaman Raja Serigala Api. Tulangnya pasti sudah hancur menjadi serpihan di perut makhluk itu!"

Pengikutnya ikut tertawa, sebuah tawa yang lahir dari rasa lega karena telah berhasil melenyapkan duri dalam daging mereka. Namun, tawa itu tidak bertahan lama.

BUM!!!

Sebuah getaran hebat menghantam tanah, membuat genangan air di sekitar kaki mereka beriak kencang. Burung-burung malam terbang menjauh dalam kepanikan. Dari kedalaman kabut yang seolah membelah diri, muncul sepasang titik cahaya merah raksasa yang membara.

ROAARRRR!!!!

Raungan itu bukan sekadar suara itu adalah gelombang energi yang menggetarkan tulang-tulang mereka. Lu Feng jatuh terduduk, wajahnya yang tadi penuh kemenangan kini berubah menjadi topeng ketakutan yang murni. Dari balik tirai kabut, muncullah sosok monster legendaris, Raja Serigala Api, yang bulunya berkilauan seperti bara api yang ditiup angin.

Namun yang lebih mengerikan bukanlah sang monster, melainkan sosok yang berdiri tegak di atas punggungnya. Pemuda itu, dengan jubah yang compang-camping namun berkibar dengan wibawa yang tak terlukiskan, menatap mereka dari ketinggian. Wajah Shang Zhi pucat pasi, namun matanya mata itu mengandung kedalaman samudera es abadi yang siap menenggelamkan siapa pun yang berani menentangnya.

"Kau... bagaimana mungkin?! Ini mustahil! Kau seharusnya sudah mati!" teriak Lu Feng histeris, suaranya melengking tinggi seperti tikus yang terpojok.

Shang Zhi tidak membalas dengan kata-kata. Kata-kata terlalu berharga untuk disia-siakan pada manusia kerdil seperti Lu Feng. Ia hanya menggerakkan ujung jarinya, sebuah gestur kecil namun penuh kuasa. Seolah menerima perintah dari dewa, Raja Serigala Api menerjang maju.

Kekacauan meledak seketika. Jeritan ketakutan membelah malam. Meski Shang Zhi menahan niat membunuhnya karena kematian yang terlalu cepat adalah sebuah anugerah bagi pengkhianat ia membiarkan sang serigala menyebarkan teror. Lu Feng dan pengikutnya kocar-kacir, merangkak di atas tanah, memohon ampun sambil merasakan cakar-cakar tajam dan panas api yang membakar kulit mereka. Mereka melarikan diri dengan luka-luka yang tidak hanya akan membekas di tubuh, tapi juga akan menghantui mimpi buruk mereka selama sisa hidup mereka.

Setelah bayangan Lu Feng dan kelompoknya menghilang di kejauhan, suasana kembali sunyi. Shang Zhi perlahan turun dari punggung sang raja hutan. Namun, begitu kakinya menyentuh tanah, dunia seolah berputar hebat. Kekuatan Ancient Emperor yang ia panggil secara paksa telah menguras setiap tetes energi kehidupan dari tubuh fananya yang masih lemah.

"Uhuk!"

Darah segar berwarna merah pekat merembes dari sudut bibirnya, jatuh menetes ke atas tanah yang membeku. Segel kuno di punggungnya terasa seolah-olah ada logam cair yang dituangkan langsung ke saraf tulang belakangnya. Rasa sakitnya begitu luar biasa hingga pandangannya mulai bintik-bintik hitam.

Raja Serigala Api merintih pelan, sebuah suara yang sangat kontras dengan raungannya tadi. Makhluk itu menundukkan kepalanya yang besar, menjilat tangan Shang Zhi yang gemetar dengan lidahnya yang hangat.

"Pergilah... tugasmu selesai... kembalilah ke sarangmu," bisik Shang Zhi dengan suara yang nyaris hilang.

Dengan berat hati, sang raja hutan berbalik dan menghilang ke dalam kabut, meninggalkan pemuda itu sendirian dalam kegelapan. Shang Zhi berusaha melangkah, setiap inci tubuhnya terasa seperti ditusuk ribuan jarum. Kesadarannya mulai memudar. Langit malam seolah runtuh menimpanya.

Saat ia terjatuh, hal terakhir yang ditangkap oleh matanya yang mulai meredup adalah sekelebat warna biru, biru yang cerah seperti langit musim semi. Seorang gadis berlari kencang ke arahnya, jubah murid elitnya melambai panik. Isak tangis yang memilukan memanggil namanya, bergema di antara pepohonan tua, sebelum semuanya menjadi gelap gulita.

Shang Zhi terbangun dalam keadaan yang sangat asing. Seluruh sendinya terasa kaku, seolah ia baru saja dibekukan dalam es dan kemudian dicairkan secara paksa. Ia mengenali langit-langit kayu yang retak di sana-sini. Ini adalah gubuknya di Paviliun Kayu Layu, tempat paling terpencil dan sederhana bagi murid luar sekte.

Udara malam menyelinap melalui celah-celah dinding, membawa hawa dingin yang menusuk. Namun, di tangan kanannya, ada sebuah sensasi hangat yang nyata.

Ia menolehkan kepalanya yang terasa seberat batu. Di sana, di samping tempat tidurnya yang keras, Yun Xi terduduk di lantai yang dingin. Kepalanya bersandar pada tepian kayu tempat tidur, wajah cantiknya tampak kuyu dan sangat lelah. Tangannya menggenggam erat tangan Shang Zhi, seolah ia takut jika ia melepaskannya, pemuda itu akan melayang pergi ke alam baka.

Di atas meja kecil di samping mereka, terdapat baskom kayu berisi sisa air hangat, beberapa jenis tanaman obat yang telah ditumbuk, dan kain kompres yang sudah mendingin. Hati Shang Zhi bergetar. Ia tahu betapa ketatnya aturan Sekte Tian Long seorang murid elit dari sekte dalam dilarang keras menginjakkan kaki di area murid luar saat malam hari, apalagi di asrama pria. Yun Xi telah mempertaruhkan reputasi dan statusnya demi dirinya.

"Yun... Xi..." suara Shang Zhi pecah, hanya berupa bisikan kering.

Mendengar suara itu, Yun Xi tersentak bangun. Matanya yang sembab karena air mata seketika membelalak. Untuk beberapa detik, ia hanya terpaku, seolah meyakinkan dirinya sendiri bahwa ini bukan mimpi. Kemudian, tangisnya pecah lagi. Ia langsung menghambur memeluk Shang Zhi, namun gerakannya sangat hati-hati, seolah Shang Zhi adalah porselen retak yang bisa hancur kapan saja.

"Bodoh! Kau benar-benar bodoh, Shang Zhi!" isaknya di ceruk leher Shang Zhi. "Lu Feng kembali dengan tubuh penuh luka dan mengatakan kau tewas dimakan monster... Aku tidak percaya. Aku tidak mau percaya! Aku berlari ke lembah itu, mencarimu di tengah kegelapan yang mengerikan... dan aku menemukanmu tergeletak... kau tidak bernapas dengan benar, tubuhmu sedingin mayat..."

Shang Zhi merasakan dadanya sesak, bukan karena luka, tapi karena rasa haru yang tak terbendung. Tangannya yang masih gemetar terangkat perlahan, mengusap rambut panjang Yun Xi yang halus. "Maafkan aku... aku selalu membuatmu khawatir."

Yun Xi melepaskan pelukannya, menatap mata Shang Zhi dengan tatapan yang bercampur antara kemarahan dan cinta yang mendalam. "Kau demam hebat, Shang Zhi. Tubuhmu sangat panas sampai air kompres yang kutaruh di dahimu langsung menguap. Tetua Mei Ling membantuku membawamu kembali secara diam-diam. Beliau bilang aliran energimu sangat kacau, seolah ada badai yang mengamuk di dalam pembuluh darahmu. Apa yang sebenarnya kau lakukan di lembah itu?"

Shang Zhi terdiam sejenak. Rahasia tentang reinkarnasinya sebagai kaisar kuno adalah beban yang harus ia panggul sendiri. Jika dunia tahu siapa dia sebenarnya, Yun Xi akan menjadi target pertama bagi musuh-musuhnya.

"Aku hanya... memaksakan sebuah teknik terlarang yang kutemukan di perpustakaan lama untuk menakuti serigala-serigala itu," ucapnya bohong, meski matanya menunjukkan kejujuran akan rasa terima kasihnya. "Jangan khawatir, esensi hidupku kuat. Aku akan segera pulih."

Malam semakin larut, dan keheningan di gubuk itu menjadi semakin dalam, namun tidak lagi terasa dingin. Yun Xi dengan telaten kembali membasahi kain kompres dengan air herbal yang ia selundupkan dari kediaman Tetua Mei Ling. Setiap gerakannya penuh dengan kasih sayang yang tulus.

"Yun Xi, kembalilah ke asramamu. Jika ada patroli sekte yang melihatmu di sini, kau akan dalam masalah besar," kata Shang Zhi pelan.

Yun Xi menggeleng tegas, matanya yang berkaca-kaca memancarkan tekad yang tak tergoyahkan. "Biarkan saja. Aku akan tetap di sini sampai fajar. Aku tidak peduli dengan gelar murid elit atau hukuman sekte. Saat aku melihatmu tergeletak di tanah lembah itu, Shang Zhi... dunia seolah berhenti. Aku baru sadar bahwa semua kekuatan kultivasi ini tidak ada artinya jika kau tidak ada di sampingku."

Shang Zhi menatap langit-langit gubuknya yang tua. Ingatannya melayang ke ribuan tahun yang lalu, di mana ia duduk di atas singgasana emas, dikelilingi oleh ribuan pelayan, namun dikhianati oleh murid yang ia cintai seperti anak sendiri. Di kehidupan itu, ia memiliki segalanya tapi tidak memiliki siapa pun.

Namun sekarang, di gubuk reyot yang berbau kayu lapuk dan obat-obatan pahit ini, ia menemukan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada kekuatan absolut.

"Yun Xi," panggil Shang Zhi dengan nada yang lebih lembut dari biasanya.

"Ya?" Yun Xi mendongak, jemarinya masih memijat lembut pergelangan tangan Shang Zhi untuk membantu melancarkan aliran energi.

"Terima kasih. Di dunia yang dingin dan penuh pengkhianatan ini, kaulah satu-satunya kehangatan yang membuatku ingin tetap bertahan."

Pipi Yun Xi memerah mendengar pengakuan itu. Keberanian muncul dari rasa syukurnya karena Shang Zhi telah kembali dari ambang maut. Ia mendekatkan wajahnya, dan dengan sangat lembut, ia mendaratkan sebuah kecupan di dahi Shang Zhi. Sebuah ciuman yang membawa janji dan perlindungan.

"Dan kau adalah duniaku, Shang Zhi. Maka dari itu, kau harus berjanji untuk tidak pernah meninggalkan dunia ini mendahuluiku. Cepatlah sembuh."

Dalam dekapan kehangatan tulus itu, energi di dalam tubuh Shang Zhi yang tadinya liar mulai tenang, tunduk pada kelembutan yang diberikan Yun Xi. Di luar sana, angin malam masih berhembus kencang, membawa berita ke seluruh penjuru sekte tentang kembalinya seorang pemuda yang dianggap sampah dari lembah kematian. Fajar yang akan segera tiba tidak hanya akan membawa sinar matahari, tapi juga akan menjadi awal dari badai yang akan meruntuhkan tatanan sombong Sekte Tian Long selamanya.

...Bersambung.... ...

1
urrr🍈
aduh... sedihnya sampe sini🥹🥲
pinguin: author bilek : kasi senang aja dulu🤭
total 1 replies
urrr🍈
dalam bgt kata-katanya
urrr🍈
suka bgt sama cara penyampaiannya /Smile/
Adi tt
done
Adi tt
oke done
Adi tt
💪🤣🤣
book of novel
Bang, kalo boleh bertanya. Ini bab sudah berapa kali revisi?
pinguin: gapapa bg sama² berusaha, semangat 💪
total 3 replies
Adi tt
semangat BG di tunggu ch selanjutnya 💪
pinguin: okee makasi yaa
total 1 replies
Adi tt
lanjut bg semangat💪
pinguin: di tunggu yaaa
total 1 replies
Adi tt
done
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!