"sebenarnya disini yang mesum siapa Aku atau kamu ,honey"! tanya bhara laki laki yang kini sedang mengungkung tubuh Zahra ,gadis berusia 18 tahun yang baru saja lulus sekolah.
Zahra terdiam ,sungguh kali ini dia tidak bisa berkutik ketika bhara menindihnya saat ini, gadis yang selalu penasaran dengan rasanya bercinta ,sepertinya akan merasakannya di bawah belenggu serangan CEO posesif yaitu tuan bhara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 30
"Dara"!!
Kata bhara lirih sambil menatap sekilas pada wanita berpakaian sexy di depannya itu.
"Bhara ada yang perlu aku bicarakan dengan mu,aku di utus papa untuk meeting dengan mu".
Jelas dara yang sepertinya laki laki di depannya ini tidak tertarik dengannya meskipun kini penampilannya sudah sangat sempurna .
Bhara pun menatap kearah Kelvin meminta sebuah jawaban .
Kelvin hanya mengangguk,memang benar pagi ini dia ada rapat dengan perusahaan milih tuan Mahendra,tapi siapa sangka jika dara anak tuan Mahendra langsung yang datang mewakilinya.
"Hemmm,ayo"!!
Kata bhara akhirnya kembali melangkah menuju lif yang akan membawanya menuju lantai tertinggi di gedung tersebut .
Bhara pun langsung menuju ruang meeting dan bukan keruangan CEO.dan itu mampu membuat dara sedikit cemberut,inginnya meeting di dalam ruangan ceo hanya berdua dengan bhara ,tapi apa ini,di ruang meeting bahkan ada Kelvin dan Martin dan juga dua laki laki yang mungkin juga salah satu petinggi di perusahaan tersebut.
2 jam berlalu meeting pun kini telah usai.
Bhara pun beranjak dari duduknya .
"Tunggu ,bhara"!
Sergah dara yang melihat bhara akan meninggalkan ruangan tersebut.
Bhara pun menghentikan langkahnya dan menatap ke arah wanita yang kini sudah berdiri dan mendekat ke arahnya .
"Apa ada waktu untuk kita makan siang bersama".
Tanya dara dengan tatapan menggoda..
"Maaf,dara sepertinya aku masih banyak pekerjaan,mungkin lain waktu".
Jawab bhara masih dengan nada sopan.
Dara pun hanya mengangguk dengan raut wajah kecewa,sedangkan bhara kembali melanjutkan langkahnya menuju ruang CEO.
"Awas saja kau bhara,akan aku buat kamu bertekuk lutut kepadaku,bhara"!!
Geruntuh dara di dalam hatinya dengan perasaan kesal karena sudah mendapat penolakan dari bhara.
"Bagaimana apa kamu masih marah dengan om duda itu".
Tanya Silvia yang kini sedang duduk di kantin bersama Zahra dan Erina.
"Tidak,,"!!
"Sudah baikan,ya".
Sahut Erina.
'emmm"!!
"Cie,cie yang lagi kasmaran ,gimana rasanya"!
Tanya Silvi sambil menarik turunkan kedua Alisnya.
"Apanya"!!
Jawab Zahra dengan pipi yang sudah bersemu merah.
"Katakan ,sudah pernah ciuman apa belum selama ini".
Bugh'"!!
"Mana ada"!!
Sahut Zahra mengelak namun pipi nya nampak sangat merah saat ini .
Jam pulang sekolah pun tiba.
Bhara yang sudah berada di depan sekolahan Zahra .
"Aku duluan ya"!!
Kata zahra kepada kedua temanya langsung berlari keluar dari kelasnya dengan tergesa gesa .
"Ada yang aneh tidak"!
"Yaa,kita harus mencari tahu ,jangan sampai kita ketinggalan info tentang nya".
Sahut Erina yang juga merasa aneh dengan tingkah Zahra hari ini.
Brak "!
Pintu mobil pun di tutup oleh Zahra saat dia sudah masuk ke dalam mobil mewah tersebut.
"Ada apa honey,".
Tanya bhara yang melihat nafas ngos ngosan dari gadis di sampingnya itu.
"Tidak ada"!
Jawab Zahra sambil mengatur nafasnya yang sedikit ngos ngosan akibat berlari.
"Kita mau kemana "!
Tanya Zahra sambil menatap ke arah bhara sekilas,ya sekilas saja jangan lama lama nanti duda satu itu bisa baper.
"Makan siang,aku akan mengenalkan seseorang denganmu".
Jawab bhara sambil melajukan mobil nya ke sebuah tempat di mana Bella dan kedua anak nya sudah berada di sana untuk makan siang.
30 menit berlalu sampailah mobil yang di tumpangi bhara dan Zahra di sebuah restoran.
"Om duda"!!
Teriak Michella begitu menggemaskan .
Zahra pun tersentak dengan ucapan anak berusia 3 tahun nan itu yang nampak gemoy di usianya.
"Siapa kakak cantik ini"!?
Tanya Michella saat sudah berada di gendongan bhara.
"Kenalkan ini kekasih om"!
Terlihat Michella pun bingung dengan ucapan laki laki dewasa yang sedang menggendongnya itu.
"Apa itu kekasih"!
Tanya Michella dengan otak yang sudah berputar putar.
"Calon istri"!
Blush"!!
Zahra yang mendengar pun mendadak merah merona pipinya.
Sahut Bella yang sedari tadi hanya diam menyaksikan tingkah anak kembarnya.
"Jadi om bhara mau menikah ya"!
Celetuk mikel yang kini sedang duduk di samping sang mama dengan mainan robot di tanganya.
"Yaa"!!
Sahut bhara sambil mendudukan Michella ke tempat duduknya.
"Kenalkan ini kedua keponakan ku".
Kata bhara akhirnya memperkenalkan kedua anak kembar yang kemaren bisa membuat Zahra cemburu buta,dan kalap seketika .
"Jadi keponakan ya,aku kira".
Gumam Zahra sambil tersenyum kecut melirik ke arah bhara .
"Hallo kakak"!!..
Sapa Michella sambil mengulurkan tangannya ke arah Zahra
Dengan senang hati Zahra pun membalas uluran kedua bocah kembar yang sangat menggemaskan itu.
Di sebuah makam siang itu tuan sagata yang baru saja sampai ke kota Surabaya.
"Angeline,maafkan mama yang baru bisa mengunjungi mu selama 18 tahun setelah kepergian mu".
Kata nyonya Farah dengan air mata yang sudah mengalir di wajah nya.
"Sayang,"!!
Kata tuan sagata menguatkan sang istri.
"Tidak apa apa pa,,mama tidak apa apa"!
Sahut nyonya Farah yang tak ingin membuat suaminya khawatir dengan kondisi nya.
"Sayang besok kita akan ke jakarta ,sebaiknya kita kembali ke hotel agar kamu tidak kelelahan.
Kata tuan sagata sambil menenangkan sang istri yang sedari tadi terus menangis .
Nyonya Farah pun mengangguk dan akhirnya berdiri dari tempatnya.
Di sisih lain.
"Honey,,besok aku ada undangan pesta pernikahan,apa kamu mau menemaniku"!?
anya bhara saat sudah kembali berada di dalam mobil setelah makan siang dengan adik dan kedua keponakannya itu.
"Apaa,,tapi"!!
"Tidak ada tapi,jika kamu tidak mau maka aku akan pergi dengan wanita lain".
Ancam bhara sekaligus ingin tahu reaksi gadis kecilnya ini.
"Bugh'"!!
"Memang tidak cukup ya, dengan satu wanita,dasar buaya"!!
Umpat Zahra yang mendadak kesal.
"Berarti jika kamu marah itu tandanya kamu mau,baiklah besok akhir pekan aku akan menjemputmu jam 3 sore , bersiaplah "!!
Zahra tidak menjawab hanya tersenyum malu malu.
"Baiklah,aku pulang dulu".
Kata Zahra yang sudah akan turun dari mobil yang kini sudah berhenti tepat di depan rumahnya.
Namun tangan kekar bahra dengan cepat menarik lengan Zahra hingga gadis cantik itu pun terduduk kembali di kursinya semula.
Cup"!!
Dengan gerakan cepat bhara pun mencium bibir mungil Zahra yang sudah membuat nya candu dan sangat candu.
Melumatnya bahkan mengisap bibir bawah Zahra yang begitu kenyal dan manis itu.
Zahra pun hanya mampu terdiam dan menikmati pagutan kedua bibir tersebut .
Tok. Tok. Tok.