NovelToon NovelToon
Telepati Cinta Sang Mafia

Telepati Cinta Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Pulau Terpencil
Popularitas:301
Nilai: 5
Nama Author: Kartini Quen

davindra Shaquille adijaya ,,, adalah seorang anak tunggal dari Narendra adijaya yang terkenal sebagai mafia kejam di seluruh jagat raya dunia hitam,
ia selalu menjadi anak kebanggaan ayah nya ,namun sejak ibu nya meninggal Narendra adijaya menikah lagi dengan seorang perempuan yang sudah memiliki satu anak , Gilbert Robert adalah saudara tirinya ,sejak saat itu kehidupan Davindra mulai berubah , kepercayaan sang ayah yang mulai memudar , kasih sayang sang ayah yang mulai luntur dan terbagi, membuat davindra tumbuh menjadi seorang yang keras kepala dan tidak mau mengalah ,,
di masa remaja nya ia menyukai gadis yang bernama
Aurora zahera ,gadis cantik dan manis yang membuat hari hari nya berwarna ,namun warna itu seketika hilang Ketika Aurora pergi dan pindah ke luar negeri ,,
mungkin kah mereka akan bertemu kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kartini Quen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pepet terus pak

Aurora terbangun dari tidurnya ,malam ini masih menunjukkan pukul 01:00 dini hari,

ia berjalan ke luar kamar dan berdiri di depan kaca balkon apartemen,

pemandangan malam masih terlihat jelas ,,lampu malam masih terlihat terang namun suasana kota sudah cukup sepi ,

saat menyingkapkan gorden nya ia melihat seorang pria berdiri tepat di bawah apartemennya, Aurora tinggal di lantai 3 apartemen ,balkon nya memang menghadap ke arah taman ,jadi dia bisa melihat jelas jika orang itu sedang memperhatikan kamar nya

" siapa dia " monolognya

Perlahan Aurora membuka pintu balkon dan ia melihat seseorang itu walaupun tidak terlalu jelas siapa orang nya ,namun ia bisa tahu siapa di balik Hodie hitam dan berdiri di balik pohon taman

" cowok itu lagi" ucap nya

tringgg!!

sebuah pesan masuk di ponsel yang ia pegang

" hi dokter kecil ku"

" Davin,kenapa dia bisa tahu nomor ponsel ku" monolog nya

triinggg!!

ponsel Aurora bunyi kembali

(" turun cantik") isi pesan itu

" apaan sih dia" batin Aurora

(" sini turun ,saya nungguin nih" )pesan masuk lagi

(" siap kamu?" )balas Aurora b, pura pura tidak tahu

(" gak usah pura pura gak tahu)"balasan pesan nya

(" dari mana kamu dapat nomor aku?")

(" apapun tentang mu saya pasti tahu ,jika tidak tahu ,saya akan cari tahu")

(" ayok cepat turun ,saya tunggu")

(" mau ngapain,?)

(" mau kamu yang turun, atau saya yang naik ke atas?")

Aurora tak menjawab lagi

" duh ,mau ngapain sih dia ?"Aurora terlihat panik sendiri

(" yaudah kalau gak mau turun ,saya pulang ,tapi nanti kamu ambil ke resepsionis ya di bawah ,saya titip sesuatu buat kamu, bye cantik") Davin kembali mengirim pesan

" hufffhhh !!

" akhirnya ,dia pergi juga, tapi dia nitip apa ya?"

Triinggg!!

Bunyi ponsel Aurora kembali bunyi

(" jangan lupa di ambil , dokter kecilnya Davin")

Aurora menggelengkan kepalanya

" tengil nya masih sama ternyata " batin nya

Aurora memutuskan untuk mengambil sesuatu yang di katakan Davin

" yaudah,aku turun deh "

dia pun sampai di resepsionis dan bertanya

" maaf mas apa tadi ada titipan buat saya?" tanya Aurora

" oh ,mbak Aurora ya ?"tanya resepsionis

" betul mas"

" ini mbak " resepsionis pun menyerahkan buket bunga Aurora dan satu paper bag

" terimakasih mas"

" iya sama sama mbak"

Aurora pun kembali ke kamar nya dan melihat bunga dan paper bag yang berisikan entah apa , karena Aurora belum membuka nya

" besok ajalah buka nya ," ucap Aurora dan iya pun kembali ke kamar Dengan membawa paper bag dan bunga pemberian Davin

Keesokan paginya suara ketukan pintu terdengar dari luar , Aurora sudah siap untuk pergi ke rumah sakit,

ia membuka pintu dan ternyata mika sudah berdiri di depan dan sudah siap untuk bekerja .

" pagi dokter Aurora , apakah hari ini sudah siap untuk melawan dunia " ucap nya

" tentu , sangat siap suster cantik" jawab Aurora

" dokter emang paling tahu cara memuji dengan baik"

" yuk berangkat " ajak Aurora

" gak mau nawarin sarapan dulu nih dok?"

" kita sarapan di kantin saja , nanti aku yang traktir "ucap Aurora

" yeah , thanks ya cwantik"

" hmm," Aurora hanya berdehem

Davin terus tersenyum mengingat kejadian semalam , setelah Raka masuk ke kamar apartemen nya ,Davin kembali pergi ke basemen untuk mengambil mobilnya ,

Saat waktu sudah menunjukkan pukul 01:00 dini hari ,ia membawa mobilnya di keheningan malam ,

" pak " panggil raka

" pak" panggil Raka lagi

" astaga ini kenapa si bos" pikir Raka

" pak Davin " panggil Raka cukup kencang

" kamu ngapain sih panggil saya teriak begitu ,gak sopan tahu" kesal Davin

" lagian bapak dari tadi saya panggilin ,kagak nyaut nyaut ,mana senyum senyum sendiri lagi ,serem banget ,kaya orang kesambet "

" saya tuh lagi senang ,kamu gak bisa ya ,liat saya senang sebentar ,"

"ya ,gak apa apa pak, kalau bapak senang saya pun ikut senang"

" ada rencana apa ?" tanya Davin

"rencana apa pak?"

" kamu tuh gimana sih ka ,misi kita semalam ,masa kamu lupa,mau saya pecat kamu"

" eh , jangan dong pak ,elah,,, , kalau saya di pecat nanti cacing cacing saya di perut makan apa ,masa cuma makan air liur saya doang ,"

" makanya kamu ada rencana apa untuk misi menaklukkan dokter kecil saya itu?"

Raka tampak berpikir

" ahaha"

" kaget saya rak"

" saya punya Edi " ucap Raka

" ide Raka ,bukan Edi ,Edi itu guru bahasa Inggris saya yang dulu suka hukum saya"

" pasti gara gara bapak gak ngerjain pr kan?"

" iya , apalagi " jawab Davin

" saya juga pernah pak ,dulu tuh guru bahasa arab saya yang suka hukum saya"ucap Raka

" kenapa kamu di hukum , pasti gara gara kamu gak tahu ya bahasa arab nya peci?"

" emang bapak tahu bahasa arab nya peci apa?"

" tahu dong "

" apa coba?"

" WADDA HULU" jawab Davin

" ah ,benar benar , harusnya saya jawab gitu ya pak"

" emang kamu jawab nya apa?"

" saya cuma geleng pak"

" geleng mobil"

" geleng kepala dong ,masa iya geleng mobil ,lucu juga bapak ya"

" astaga ,ini kenapa kita jadi ngomongin itu sih ,kita kan lagi bahas misi"

" iya juga ya pak"

" kamu sih "

" ya bapak juga duluan "

" kenapa jadi nyalahin saya?"

" eh ,nggak pak ,saya siap salah "

Tak lama suara dering ponsel Davin berbunyi

" hallo prof" sapa Davin di telpon

" hallo nak Davin ,gimana untuk keberangkatan,apa semuanya sudah siap?"

" siap pak ,Raka sudah atur semuanya, semoga tidak ada kendala ya pak"

" baik , terimakasih nak ,apa nak Davin jadi ikut ?" tanya profesor Lukas

" oh iya pak tentu ,nanti saya akan ikut bersama kalian , sekalian juga saya membantu dan melihat situasi di sana"

" lalu bagaimana dengan pekerjaan nak Davin?"

" nanti pekerjaan saya akan di handle sama asisten pribadi saya yang tampan dan menawan ini prof"

" oke , baiklah , terimakasih nak "

" iya prof ,sama sama"

Davin menutup telponnya

" giliran kaya gini aja saya di puji puji " bisik Raka

" saya dengar loh Raka "

" eh ,, enggak kok pak saya gak ngomong apa apa"

" kamu tuh harusnya dukung saya , karena saya akan satu kapal sama dokter kecil saya"

" tentu saja pak ,saya sangat mendukung,tapi nanti kalau saya rindu sama bapak gimana pak "

" ya kamu tinggal nyusul saya lah, kalau nggak kita video call "

" eh tunggu ,kamu normal kan?"

" apaan sih pak ya ,saya normal lah "

" bagus deh , nanti saya coba Carikan gebetan buat kamu nanti di sana "

" belagu banget mau cariin gebetan , sendiri nya aja ,masih di tolak "

" Raka saya dengar kamu ngomong apa "

" he..he...

Raka hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal

" jadi apa misi nya nanti?" tanya Davin

" Pepet terus pak jangan sampai lengah" ucap raka

Jangan lupa komentar dan masukan nya ya teman teman 😻

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!