NovelToon NovelToon
TIRAKAT

TIRAKAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Novel ini berdasarkan kisah nyata.

Nama tokoh, nama tempat, atau nama daerah sudah diganti demi menjaga kerahasiaan identitas asli.

Apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, laku tirakat tertentu, profesi tertentu, atau latar daerah tertentu dengan para pembaca semua, mohon dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SOSOK PEREWANGAN YANG MULAI MENEMANIKU

Aku merasakan sosok yang duduk di sebelahku itu, mulai ikut berbaring di atas kasurku. Namun posisinya ia ada di belakangku yang posisi miring.

Semakin merinding, semakin cepat nafasku...

Dan kedua mataku terbuka perlahan, saat terasa dengan jelas, ada tangan yang menyentuh pundakku dari belakang. Terasa dingin...

Aku masih posisi berbaring miring, menghadap ke arah foto almarhumah ibu, dan kebetulan di sebelahnya ada kaca.

Apa yang kulihat dari kaca itu amat sangat membuatku terkejut, namun tubuhku serasa mati, tak mampu bergerak, tak mampu bergeser, hanya kedua mataku saja yang mampu kugerakkan. Dan kedua bibirku gemetar pelan.

Aku melihat dengan jelas dari kaca itu, ada sosok yang menemani di belakangku, sosok yang sama persis seperti yang kulihat waktu di pendopo saat mengajar mengaji di awal kisahku. Sosok yang wajahnya sama dengan wajahku. Namun kali ini ia memakai baju berwarna hijau, dengan selendang berwarna kuning keemasan di lehernya, dan rambutnya yang panjang terurai seperti rambutku. Dan wajahnya juga tidak pucat.

Sosok itu memegang pundakku, tersenyum sambil menatapku melalui pantulan kaca di depanku. Kemudian sosok itu membelai rambutku dengan lembut.

"Jangan takut... Aku akan menemanimu mulai malam ini..." ucap sosok itu sembari membelai rambutku.

Dengan gemetar bibirku, tapi dengan tubuh yang seolah kaku, aku memberanikan diri...

"Si-si-siapa kamu?"

Sosok itu menatapku dengan tajam, kembali tersenyum, dan menjawabku...

"Nanti kamu juga akan tau Nisa..."

Aku yang terus menerus dibelai rambutnya oleh sosok itu, perlahan lahan seperti merasakan kasih sayang yang seperti almarhumah ibu. Belaiannya terasa sangat penuh perasaan. Dan karena itu aku mulai seperti tak takut lagi. Tubuhku tak lagi merinding.

Bahkan... Aku bisa menggerakkan badanku...

Aku perlahan berbalik badan, posisiku terlentang sekarang. Dan aku menatap sosok itu yang masih ada di sampingku.

"Apakah... Kamu perewangan ibuku?" tanyaku.

"Atau kamu adalah roh ibuku? Menyamar menjadi wajahku?" tanyaku lagi.

Sosok itu tak menjawab satu pun pertanyaanku itu. Ia hanya terus menatapku dengan lembut. Dan juga senyumannya yang terasa hangat sekarang.

Aku seperti kosong... Entah aku masih ada di dunia nyata atau pindah dimensi lain... Tapi semua suasana kamarku masih sama. Ataukah... Sosok ini menyatakan dirinya ke dunia nyataku?

Dengan lembut sosok itu berkata, "Akan ada banyak yang menyukai wangi darahmu... Dan mulai malam ini hidupmu tak akan seperti biasanya..."

"Apa maksudnya?" tanyaku.

"Kamu begitu istimewa Nisa... Sama seperti ibumu..." jawab sosok itu.

"Aku... Gak paham apa maksud perkataanmu..." sahutku.

Kemudian sosok itu membelai pipi kananku, kemudian mencium dahiku. Aku sampai terpejam sesaat ketika merasakan dua bibir sosok itu. Terasa dingin. Dan aroma nafasnya... Harum... Seperti harumnya bunga kantil...

"Sekarang... Tidurlah... Besok akan menjadi hari pertama... Hari pertama untuk hidupmu berubah..." ucapnya lembut.

Lalu sosok itu dengan tangannya, membelai dahiku, turun ke mataku, seperti mengusap wajah seorang anak yang begitu ia sayangi.

Dan... Akupun... Perlahan-lahan... Merasakan kantuk yang amat berat...

Kedua mataku mulai terpejam perlahan...

Dan menjadi gelap semuanya...

--------------------

Di alam mimpiku...

Aku seperti berada di sebuah pendopo bambu. Terbaring tubuhku. Namun aku berbaring sambil dipangku oleh sosok itu tepat di atas kedua pahanya.

Ia masih memakai baju kemben berwarna hijau, dengan selendangnya berwarna kuning berkilau keemasan, dan mengenakan kain jarik batik menutupi bagian tubuh bawahnya.

Dengan lembutnya ia membelai rambutku... Dan semerbak aroma harum bunga kantil tercium memenuhi ruang udara di sekitarku...

1
CADAS JALARAMBANG
betul
Kristiana Subekti
thor kau gantungkan ceritamu thor😭😭
Deni Komarullah: 🤭🤭🤭 Biar penasaran Kak... 🙏🙏🙏
total 1 replies
👣Sandaria🦋
wah. berarti memang ada ya yg begitu begitu Thor? ini kisah nyata kan? gen millenial kurang percaya ini😀
Deni Komarullah: Iya Kak... Dan ini cerita dari teman saya yang memang menggeluti dunia semacam ini...
total 1 replies
👣Sandaria🦋
gegara hobby melamun ini si Nissa, makanya hantu pengen ngajak main😅
👣Sandaria🦋
Tirakat di sini artinya apa, Thor? apakah sama dengan kelompok tarekat yg puasa dan hari raya idul fitri beda waktu?🤔 soalnya itu yg kuingat😅
👣Sandaria🦋: oh iya. berarti beda kalau gitu. aku belum paham ini cerita. ntar lanjut baca dulu. yg aku maksud tadi kelompok aliran tarekat yg biasanya puasa dan lebaran ada selisih waktu.
total 2 replies
👣Sandaria🦋
komen pertama nih, author. menarik judulnya☺️
Deni Komarullah: 😍😍😍 Terima kasih ya... Semoga suka sama ceritanya...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!