NovelToon NovelToon
Gadis Absurd Penakluk Pewaris Dingin

Gadis Absurd Penakluk Pewaris Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Komedi / Misteri / Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Alea hidup dalam realitas kemiskinan mulai dari tagihan listrik dan kontrakan yang menunggak memaksanya berjuang keras banting tulang demi memenuhi kebutuhannya sendri.

Di sisi lain, Arka Adiwangsa hidup dalam kemewahan namun dibayangi darah, pengkhianatan, dan rahasia gelap keluarganya.

Hingga pertemuan tak terduga di tepi jembatan malam itu menjadi titik balik yang mengubah segalanya.

Dua dunia yang bertolak belakang pun berbenturan: Alea perlahan terseret ke dalam pusaran bahaya dunia mafia, sementara logika absurd gadis itu tanpa sadar menundukkan sisi gelap di dalam diri Arka.

Ketika nyawa dan uang receh dipertaruhkan di meja yang sama, akankah sang pewaris takhta akhirnya luluh dan menaklukkan hati Alea? Atau justru mereka harus kembali melangkah di jalan masing-masing?

Kisah mereka lebih dari sekadar pertemuan dua dunia yang tak seharusnya bersentuhan. Penasaran? Langsung baca saja ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

​"Tunggu apa lagi, Bos?! Ayo buruan! Gue nggak sudi harta pensiun gue disita buat bayar pot bunga estetik yang harganya di-markup!" serunya panik, kembali menyeret Arka menuju pintu keluar darurat alih-alih menggunakan lift tempat Kevin dan teman-temannya tadi melarikan diri.

​Arka hanya bisa pasrah, membiarkan dirinya ditarik oleh gadis mungil itu menuruni tangga darurat. Di balik ekspresi datarnya, ada kepuasan luar biasa. Menghadapi dua algojo profesional sewaan dan saudara tirinya dalam waktu berdekatan sama sekali tidak membuat mental Alea goyah. Gadis ini benar-benar terbuat dari titanium bercampur logika ekonomi.

​Tiga puluh menit kemudian, motor sport Arka kembali membelah jalanan ibu kota dan meluncur mulus ke dalam basement khusus VIP gedung penthouse.

​Begitu pintu lift terbuka dan mereka melangkah masuk ke dalam unit penthouse, Alea langsung menjatuhkan diri ke atas sofa kelabu arang. Ia merentangkan kedua tangannya, menghirup aroma pendingin ruangan bercampur sandalwood dalam-dalam.

​"Gila... hari ini beneran rollercoaster," desah Alea, menatap langit-langit marmer.

"Mulai dari bolos, diancam pakai cek kosong, nangkep boneka capit, sampai disatroni sales MLM jalur pakasaan. Jantung gue butuh asuransi tambahan deh."

​Arka meletakkan kunci motornya di atas kitchen island, lalu berjalan mendekati sofa. Ia merogoh saku bagian dalam jaket kulitnya, mengeluarkan sebuah kotak pipih berwarna hitam matte tanpa merek, dan melemparkannya perlahan ke pangkuan Alea.

​Tuk!

​Alea mengerjap cepat, mengambil kotak itu, dan membukanya. Di dalamnya terdapat sebuah smartphone keluaran terbaru yang desainnya sangat ramping, elegan, dan tanpa logo merek apa pun di punggungnya.

​"Bos? Ini apaan?" Alea menatap Arka dengan dahi berkerut.

"Kalau lo mau nawarin kredit HP ke gue, sorry ya, gue nggak sanggup bayar cicilannya. Dan kalau ini hadiah... gue nggak mau nanggung pajak barang mewahnya!"

​"Itu inventaris kerja," jawab Arka tenang.

"Lo adalah manajer pribadi merangkap penjaga aset. Gue butuh lo selalu bisa dihubungi dua puluh empat jam. Biayanya sudah di-cover penuh. Paket data unlimited, anti-sadap, dan tidak perlu diisi ulang seumur hidup."

​"Wah! Serius?!" Alea langsung memeluk ponsel baru itu dengan senyum semringah. Layar retak ponsel lamanya mendadak terasa seperti artefak prasejarah.

"Tenang aja, sebagai karyawan yang berdedikasi tinggi, gue pasti fast response! Ditelepon jam tiga pagi pun gue siap!"

​Arka tersenyum tipis. "Pastikan ponsel itu tidak pernah lepas dari genggaman lo, Alea."

​Apa yang tidak Alea ketahui, ponsel itu terhubung langsung dengan satelit militer jaringan bawah tanah milik Arka. Sebuah imperium gelap raksasa yang menguasai seluruh Asia, yang ia bangun dengan darah dan keringatnya sendiri, benar-benar terlepas dari bayang-bayang keluarganya.

__________

​Di waktu yang sama, di sebuah ruang kerja mewah di lantai paling atas Gedung Adiwangsa Corporation, atmosfer terasa sedingin es.

​Hartawan Adiwangsa sang konglomerat paling berkuasa yang memimpin gurita bisnis keluarga itu, duduk di balik meja mahoninya yang besar. Baginya, uang dan kekuasaan bisa menundukkan segalanya. Ia bukanlah bos mafia, melainkan pebisnis kejam yang tak segan menyewa jasa jaringan dunia bawah untuk membersihkan halangannya.

​Pintu ruangan terbuka tanpa ketukan. Kevin melangkah masuk dengan kemeja seragam SMA Pelita Bangsa yang masih kusut. Sebagai anak dari istri kedua, Kevin tahu betul bagaimana cara memanfaatkan posisinya untuk mencari muka di hadapan sang ayah.

​"Pa!" adu Kevin dengan nada merengek, persis seperti anak kecil yang baru saja kalah main.

"Papa harus tindak tegas Kak Arka! Masa jam sekolah dia malah bolos ke arcade? Yang lebih parah, dia bawa cewek miskin itu bersamanya! Waktu Kevin tegur baik-baik buat ngingetin dia soal nama baik keluarga, Kak Arka malah ngancam mau bikin Kevin dan teman-teman Kevin cacat, Pa!"

​Hartawan mendengus pelan, menyesap cerutu Kuba-nya tanpa ekspresi berarti. Ia menatap anak bungsunya itu dengan pandangan menahan amarah.

​"Sudahlah. Papa tahu kelakuan kakakmu itu," jawab Hartawan datar, sama sekali tidak berniat meladeni drama Kevin lebih jauh.

"Kau kembalilah pulang. Jangan mencampuri urusan ini, biar Papa yang urus."

​Mendapat respons yang dingin, Kevin mencebikkan bibirnya kesal, lalu berbalik keluar dari ruangan sambil bersungut-sungut karena gagal memprovokasi ayahnya untuk langsung menghukum Arka.

​Sepeninggal Kevin, asisten pribadi Hartawan, seorang pria berkacamata dengan tablet di tangannya, melangkah maju dari sudut ruangan yang remang. Pria inilah yang mengurus segala pekerjaan kotor sang konglomerat.

​"Laporan, Tuan Besar," ucap asisten itu dengan nada kaku.

"Bukan saja cek kosong kita ditolak, tapi agen-agen profesional dari sindikat yang Tuan sewa dengan harga ratusan juta itu... juga gagal menjalankan tugasnya."

​"Gagal?" Mata Hartawan menajam, urat di pelipisnya berdenyut.

​"Benar, Tuan. Tuan Muda Arka menghajar mereka hingga babak belur. Kemampuan bela diri Tuan Muda berada jauh di luar perkiraan kita."

​Hartawan terdiam. Ia pikir, kemampuan bela diri Arka hanyalah hasil dari pergaulan jalanan anak muda yang memberontak. Ia sama sekali tidak tahu bahwa putra yang ingin ia kendalikan itu adalah Supreme Leader dari sindikat mafia Asia, sosok yang justru paling ditakuti oleh agen-agen bayaran yang baru saja Hartawan sewa.

"​Anak itu semakin tak terkendali dan bertingkah liar hanya karena seorang gadis miskin, aku harus bertindak cepat sebelum gadis rendahan itu mencuci otaknya!" batin Hartawan penuh amarah.

​Menggunakan kekerasan fisik terbukti menjadi langkah yang bodoh, karena Arka justru akan memasang badan dan semakin protektif terhadap gadis itu. Hartawan menekan ujung cerutunya ke asbak kristal. Otak bisnisnya berputar. Jika ia tidak bisa memisahkan mereka dengan cara kasar, ia akan menggunakan cara yang paling elegan namun sangat menghancurkan.

​"Tahan semua pergerakan orang lapangan," titah Hartawan dingin.

"Kekerasan hanya akan membuat Arka semakin waspada dan defensif."

​"Lalu, apa langkah selanjutnya untuk gadis itu, Tuan?"

​Seringai licik dan sangat arogan terukir di wajah tua Hartawan.

​"Kita tidak perlu repot-repot mengusirnya. Kita buat tikus kecil itu pergi sendiri karena sadar diri," ucap Hartawan penuh kepuasan.

Ia menatap asistennya lekat. "Hubungi keluarga konglomerat Suryanegara. Katakan pada mereka, Adiwangsa Corporation setuju untuk membahas rencana perjodohan Tuan Muda Arka dengan putri tunggal mereka, Clarissa Suryanegara."

​Asisten itu sedikit terbelalak, namun segera mengangguk patuh.

​"Gadis itu satu sekolah dengan Kevin di Pelita Bangsa, dan aku tahu dia sudah mengejar-ngejar Arka sejak lama." lanjut Hartawan, matanya berkilat penuh kemenangan.

Arka memang tak pernah melirik Clarissa sedikit pun, tapi itu tidak penting bagi Hartawan. Yang terpenting adalah status keluarga Suryanegara yang setara dengan mereka.

​"Siapkan jamuan makan malam resmi yang paling mewah akhir pekan ini, dan pastikan kau menyebarkan rumor perjodohan ini ke seluruh lingkaran elite serta media sekolah Harapan Warga."

​Hartawan menyandarkan punggungnya ke kursi kebesarannya. "Gadis rendahan itu butuh tamparan realitas. Begitu dia melihat Arka bersanding dengan putri konglomerat asli, harga dirinya akan hancur lebur. Dunia mereka berbeda. Biarkan dinding kasta sosial ini yang mencekiknya perlahan, sampai ia sendiri yang memohon untuk merangkak pergi dari sisi putraku."

​Bersambung...

1
neny
wkwkwk,,dmn ada gaun butik makan nambah jd sobek🤣🤣,,ada2 ajh Alea mah,,lucu banget sih km😍
neny
yes,,aq dukung rencana mu arka,,biar papa mu malu udh merencanakan lamaran itu buat mempermalukan alea,dan biar Clarissa jg gk kepedean sm km,,biar di lawan sm si bar bar alea🤣🤣
neny
is apa sih hartawan ini,,Alea kan GK tau siapa arka sebenarnya,,GK perduli dia mah,,yg tertarik kan arka,,Alea mah nganggap nya bos besar,,yg sayang klau di lepas,,lagian ngapain nyuci otak arka,,mending nyuci baju🤣🤣
neny: 😄😄😄😄😄
total 2 replies
Umi Zein
kenapa Al?! jantung nya msh aman kaan dibaperin bos' Arka 🤣🤣🤣
Umi Zein
dasar Alea pikirane, gak uang ya makanan. dah lah Al sekarep mu 😂😂
riniandara: /Grievance//Grin/
total 1 replies
Umi Zein
Alea di lawan soal harga jasa dirinya. ooh no 🤣🤣🤣
Umi Zein
ya ampun Al yaa kalii sekelas Arka nyuruh jaga katering hajatan 🤦🏻‍♀️🤣🤣
riniandara: otak Alea gak nyampe mikir panjang kak/CoolGuy//Facepalm/
total 1 replies
Umi Zein
yakin pak tua Alea bakalan pergi?!😏 yakin banget Loe! belum tau aja Alea bar2 mah bukan pacarnya Arka jdi kyanya dia gak akan perduli tuh sma stts hubungan Arka 🤣🤣🤣
riniandara: yupz ketebak banget ya wataknya alea hehe
total 2 replies
Umi Zein
wkwk Kaka othor bisa aja ngasih nama2 turunan pemaran tokohnya. Hartawan punya Suryanegara 🤣🤣🤣
riniandara: biar beda dari yang lain kak /Shhh/
total 1 replies
neny
itu 2 sales suruhan nya hartawan,atau cecunguk nya Kevin,,lemah banget,,GK ada gerakan taktis untuk menangkal serangan Alea,,secara kan anak buah nya hartawan dr kelompok elite
Dewi kunti
memalukan🙈
Dewi kunti
Alexa sp lagi ini thooor
riniandara: Alea kak salah ketik maaf ya
total 1 replies
Umi Zein
dasar sodara tiri gak tau diri. pake fasilitas tuan muda tp seolah2 dia yg punya kuasa... ngaca woiii Klevon🙄😠 hrsnya elu tuh sungkem sm Arka 😏😏
Umi Zein
Waduuh Alea mau dia pain tuh?!😳🤭
udh lah jngan suka mancing2 Alea yg bar2 ini, bisa kena bogem loh buru**nya nnt 😂😂😂
Umi Zein
udh Al mengalah aja, pokoknya yg bukan donatur, dilarang mengatur 😂😂😂
Umi Zein: betul kan kak othor sudah prosedur nya Kya gtu 😀😀
total 2 replies
neny
wkwkwk,,licik ya Alea,,klau menang ajh dia minta traktiran batagor sebulan penuh,,eh pas ditanya klau kalah,,gk mau jawab dia🤣🤣🤣,,dasar Alea,,GK mau rugi fia🤣🤣🤣
neny: /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
total 2 replies
neny
Alea,,km itu target,,tau target gak sih,,gemes aq tuh baca nya,,pinter2 gmn ya Alea ini,,nyawa terancam ajh masih bs buat lelucon🤣🤣,,malah nego pake qris lg, haduuhh,,emng bener sih pake cek mah lama cair nya,,lebih cepat pake qris🤭
neny
wkwkwk,,dasar Alea mata duitan,,apa2 duit,,apa2 duit,,🤦,,gk tau apa arka sengaja berbuat demikian buat ngelindungi Alea dr hartawan,,🤭
Sastri Dalila
🤣🤣🤣😅
Dewi kunti
typo Alexa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!