NovelToon NovelToon
Wanita Hamil Di Rumah Mertuaku

Wanita Hamil Di Rumah Mertuaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:24.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zemima dan Arsyad sudah menikah selama dua tahun. Selama itu pula pernikahan mereka baik-baik saja. Apalagi Arsyad juga selalu bersikap baik dan lembut sebagai suami.

Selama itu pula mereka belum di karuniai anak, dan Arsyad tak mempermasalahkan hal itu. Tapi berbeda dengan sang ibu yang menginginkan cucu dengan alasan Arsyad sudah mapan dan memiliki pekerjaan bagus. dia sudah harus punya keturunan.

Namun beberapa bulan terakhir, suaminya sering sekali ke rumah ibunya tanpa mengajak Zemima. Namun suatu hari, saat Arsyad tengah malam pergi diam-diam, Zemima mengikutinya. ternyata Arsyad pulang ke rumah ibunya dan di sambut wanita hamil.

Apa Zemima akan menghancurkan keluarga Arsyad yang sudah membohonginya? padahal pekerjaan bagus yang di dapat Arsyad tak lepas dari bantuan Zemima. Mereka tidak tahu kalau Zemima adalah pewaris tunggal perusahaan besar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zemima 17

Zemima melangkah keluar dari pintu utama rumah dengan keanggunan yang sempurna. Setiap derap langkah sepatu hak tingginya berbunyi ritmis di atas lantai marmer, memancarkan aura ketenangan dan kendali penuh yang tak tergoyahkan. Di luar, udara pagi yang segar menyambutnya, sementara mobil sedan hitam sudah terparkir rapi di depan teras dengan mesin yang menyala halus.

Maya yang berdiri bersiap di samping pintu mobil segera membukakan pintu dengan cekatan begitu melihat sang atasan mendekat.

"Selamat pagi, Bu Zemima," sapa Maya santai namun penuh penghormatan, matanya menyimak ekspresi Zemima yang sama sekali tak menunjukkan sisa ketegangan dari interogasi terselubung di meja makan tadi.

"Pagi, Maya," balas Zemima ramah. Ia mengulas senyum tipis yang begitu natural, seolah baru saja menikmati pagi yang hangat dan damai bersama suaminya.

Zemima melangkah masuk dan mendudukkan dirinya di kursi belakang. Ia merapikan rok gaun kerjanya yang elegan, meletakkan tas genggamnya di pangkuan, lalu mengibaskan rambut panjangnya ke belakang bahu. Begitu Maya menutup pintu dan mengambil tempat di kursi pengemudi, mobil pun perlahan bergerak mulus melintasi pekarangan rumah menuju jalan raya.

"Langsung ke kantor, Bu?" tanya Maya seraya melirik spion tengah.

"Iya, Maya. Ke kantor seperti biasa," sahut Zemima tenang. Ia meraih tablet kerja dari dalam tasnya, menyalakan layarnya, dan mulai memeriksa agenda harian perusahaannya.

Tidak ada rona amarah di wajahnya, tidak ada getaran panik atau desakan emosi yang meledak-ledak. Raut wajah Zemima benar-benar jernih, tenang bagaikan permukaan danau yang tak terusik angin. Bagi siapa pun yang melihatnya pagi ini, Zemima adalah sosok eksekutif muda yang siap menaklukkan dunia bisnis, bukan seorang istri yang baru saja menguliti kebohongan besar suami dan keluarga mertuanya.

Di perjalanan, Zemima menyesap kopi dingin yang sudah disiapkan Maya di dalam tumbler. Ia membolak-balik berkas laporan keuangan Vrans Holding Company dengan cermat, memberikan beberapa instruksi singkat via pesan suara kepada sekretarisnya, dan bahkan sempat menanggapi obrolan ringan Maya terkait jadwal rapat siang nanti.

Namun, di balik ketenangan yang membungkus dirinya secara sempurna, pikiran Zemima bekerja bagai mesin taktis yang bergerak presisi. Ia tahu persis, reaksinya yang begitu sopan, pemaaf, dan bahkan berinisiatif membawakan kue ke rumah ibu mertuanya sore nanti akan membuat Arsyad dan keluarganya makin kebingungan. Ketakutan paling mematikan bagi seorang pembohong bukanlah saat mereka dimarahi, melainkan saat korban kebohongan mereka bersikap terlalu baik dan tak tertebak.

Zemima menyandarkan punggungnya, menatap keluar jendela menyaksikan deretan gedung pencakar langit yang mulai disinari matahari. Senyum tipis kembali terukir di bibirnya, senyuman seorang ratu yang sedang menata papan catur, membiarkan para pionnya merasa aman sebelum skakmat terakhir dijatuhkan.

Setibanya di gedung perkantoran Vans Holding Company, Zemima menyusuri koridor lantai utama dengan langkah anggun yang memikat perhatian beberapa staf. Maya berjalan sigap dua langkah di belakangnya, memegang tablet berisi detail agenda penting hari ini.

"Bu Zemima, sepuluh menit lagi kita ada jadwal meeting ekspansi investasi dengan jajaran direksi dari Altamas Group," panggil Maya seraya mencocokkan jadwal.

"Ini calon mitra strategis baru kita. Katanya, CEO Altamas Group sendiri yang turun tangan memimpin rapat kali ini karena proyeknya berskala sangat besar."

Zemima mengangguk anggun. "Bagus. Saya lebih suka berurusan langsung dengan pengambil keputusan utama. Persiapkan berkas proposal valuation di ruang rapat utama."

"Sudah siap semua, Bu," jawab Maya sigap.

Zemima melangkah masuk ke Executive Meeting Room. Ruangan megah berarsitektur modern itu didominasi dinding kaca tebal dengan pemandangan lanskap kota. Beberapa eksekutif dari Altamas Group sudah duduk rapi di sisi kanan meja oval panjang.

Namun, perhatian Zemima seketika terpaku pada sosok pria bertubuh tinggi tegap yang berdiri menatap luar jendela, mengenakan setelan jas kustom berwarna charcoal grey yang terpotong sangat pas di bahunya. Pria itu berbalik begitu mendengar pintu berderit halus.

Manik mata kedua orang itu saling mengunci di udara.

Sekilas, pijakan Zemima tertahan setengah detik. Pria di hadapannya memiliki rahang yang tegas, ukiran wajah maskulin yang matang, serta sorot mata tajam yang begitu familier. Aura dingin mendominasi.

Pria itu mengulas senyum tipis, senyuman khas yang dulu sangat Zemima kenali lima tahun lalu di koridor kampus Fakultas Ekonomi.

"Zemima...?" panggil pria itu dengan suara berat berkarisma, ada nada tak percaya yang lolos dari sela bibirnya.

Zemima mengerjap pelan, menguasai dirinya dalam sekejap mata. Senyum profesional penuh pesona langsung terpasang indah di wajah cantiknya.

"Rayhanan...?"

Pria itu, Reyhanan Arisanjaya Altamas, melangkah lebar melintasi meja, mengulurkan tangannya dengan gestur yang hangat dan penuh rasa hormat.

"Astaga, Mima... What a small world. Jadi 'Zemima Vans Aksara' sang CEO utama Vans Holding Company yang disegani di dunia bisnis ini... ternyata kamu?"

Zemima menyambut uluran tangan Rayhanan. Genggaman pria itu kokoh namun sangat lembut.

"Dan aku tidak menyangka, 'R. Arisanjaya Altamas' yang namanya melejit di industri investasi dua tahun terakhir ini adalah Reyhanan, ketua BEM kampus yang dulu hobi bolos kuliah demi rapat organisasi dan selalu di kejar banyak wanita,"

Raditya terkekeh renyah, tawa lepas yang seketika mencairkan kekakuan udara profesional di ruangan itu. Anggota direksi dari kedua belah pihak saling melempar pandang terkejut melihat keakraban mendadak antara dua pimpinan tertinggi mereka. Apalagi tawa Reyhanan yang jarang mereka lihat bisa lepas seperti itu.

"Duduklah, Mima," Rayhanan mempersilakan dengan gestur sangat gentleman, menggeserkan sendiri kursi utama untuk Zemima sebelum ia duduk tepat di seberang meja.

"Terakhir kita bertemu saat acara kelulusan sepuluh tahun lalu, kan?" bisik Rayhanan hangat, matanya memancarkan rasa kagum yang tak ditutup-tutupi saat menatap penampilan Zemima yang begitu elegan.

"Kamu tidak berubah sedikit pun. Malah makin... memesona dan dominan."

Zemima terkekeh halus, memiringkan kepalanya sedikit. "Terima kasih atas pujiannya, Ray. Tapi mengingat waktu kita berharga untuk ekspansi bisnis ini, bagaimana kalau nostalgia kita simpan untuk nanti?"

"Tentu," sahut Rayhanan seraya membetulkan kancing jasnya. matanya berkilat penuh antusiasme profesional.

"Business first."

Selama satu jam berikutnya, ruang rapat menjadi saksi adu kecerdasan dan karisma antara Zemima dan Rayhanan. Cara Zemima menyampaikan paparan presentasi, ketajamannya menganalisis rasio risiko keuangan, serta artikulasinya yang tegas membuat Rayhanan tak henti-hentinya menatap kagum.

Begitu pula sebaliknya, Ray membuktikan dirinya bukan sekadar pria tampan bersetelan mahal, ia cerdas, taktis, dan menawarkan skema kerja sama bernilai triliunan yang sangat menguntungkan pihak Zemima.

"Maka dari itu, Altamas Group berkomitmen mengucurkan suntikan dana tahap awal sebesar dua triliun rupiah untuk lini ekspansi Vans Holding Company," tutup Rayhanan tegas seraya menutup dokumennya.

Tepuk tangan meriah membahana di dalam ruang rapat. Kerja sama besar resmi terjalin.

Saat para staf dan direksi mulai membereskan berkas dan mengundurkan diri keluar ruangan secara tertib, Rayhanan tetap berdiri di tempatnya. Maya yang mengerti situasi memberi kode pelan pada Zemima, lalu ikut pamit keluar ruangan, menyisakan Zemima dan Rayhanan berduaan.

1
Adinda
jijik aku lihat benalu mokondo pula ditambah tukang selingkuh,gak nafkahi zemima kayak punya kuasa aja
nely_48
blm jg zemima beneran selingkuh km suami dajjal udh kebakaran jenggot,, apa kabar nya diri km sendiri yg udh jelas n nyata selingkuh sm s dina n lg hamil pula tuh s gundik nya
nely_48
pria n suami yg mulia hati nya s Arsyad ini,, sampe² semua anggota keluarga nya D gundik nya D kasih makan n foya-foya pake uang haram dr hasil korupsi D kantor istri nya
Fitria Syafei
emang enak..rasain ..rasain... mati berdiri nti kau kalau kau tau siapa sesungguhnya Zamima ntuh Arsyad 😏 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Arieee
kebakaran jenggot tuhhhhhh🤣🤣🤣🤣🤣
ryuka
wkwkwkkwk.. siap2 arsyad sbentar lagi kamu kembali ke setelan awall 🤭🤭🤭
Yam_zhie: sabar ya
total 1 replies
Ilfa Yarni
kelamaan thor ah bosan munggunya terlalu diulur2
Yam_zhie: ya mau gimana Bun nanti aku kena sentil Edi kalau dari awal lambat terus cepet. gak dapat duit othor 🙈🙈🙈😭😭
total 1 replies
Aretha Shanum
sat set lah jangan ditunda2
Yam_zhie: kalau kecepatan hukumannya enak dong 🤣
total 1 replies
Fitria Syafei
syukurin semakin di gin kan istrimu Arsyad ...😏 KK cantik pinisirin 🙄
ryuka
senin adalah hari kehancuran mu arsen 🤭🤭🤭
Yam_zhie: biar dia pusing dulu 🙈🙈🙈
total 1 replies
Ilfa Yarni
aduuuh msh Lama bomnya iih aku yg gregetan jadinya
Yam_zhie: sabar ya maaaakkk🤣🤣🤣
total 1 replies
Ma Em
Mampus Arsyad kamu tdk akan menjadi kepala cabang malah kamu akan dipecat mungkin setelah Zemima tau tau semua kebusukan Arsyad juga keluarganya , selamat menyesal dan jadi gembel Arsyad .
Irsyad layla
jgn diundur terus deh ini mergokin nya malah bosen bacanya jadinya
nely_48
otak udang kau Arsyad,, nilep uang kantor buat foya-foya,, dasar org miskin d angkat derajat oleh istri bukanya bersyukur mlah makin menjadi korupsi
nely_48
josjis ath zemima,, jgn d ulur² trs
Fitria Syafei
hahahah baru jadi simpanan aja deh pengeretan apalagi jadi bini kedua ..ntuh laki orang lagi kelojotan ntuh kalau benar bini sah nya CEO di tendang deh kalian 😏 KK cantik kereen 🥰 terimakasih 🥰
ryuka
diihhh ada yg halu udah di nikahin 🤭🤭🤭🤭🤣
Oma Gavin
wkwkwk belum apa" sudah pusing arsyad baguslah nanti saat tau kebenarannya jadi stroke 🤣🤣🤣
Ilfa Yarni
aduh zemima kpn km Skalkmat ini orang
Fitria Syafei
KK cantik mantaf 😍 kereen 😍 terimakasih 😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!