NovelToon NovelToon
Istri Sah Yang Tak Sudi Diceraikan

Istri Sah Yang Tak Sudi Diceraikan

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:41.1k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Menikah muda dan Kirana menyerahkan seluruh masa depannya untuk menjadi penopang di balik kesuksesan Gibran. Lima belas tahun ia setia mengabdi sebagai ibu rumah tangga, merawat anak-anak dan memastikan nama suaminya bersinar sebagai pria sempurna yang dipuja publik.

​Namun, ketika harta dan tahta telah tergenggam, Gibran justru menganggap Kirana bab lama yang harus dibuang demi wanita lain.

​Surat gugatan cerai dilayangkan. Satu kali, dua kali, hingga tiga kali.

​Gibran mengira Kirana akan menangis mengemis cinta. Betapa naifnya. Bagi Kirana, ketenangannya bukanlah kepasrahan, melainkan strategi catur dingin.
Saat Gibran sibuk bertarung di ruang sidang, Kirana melangkah anggun menikmati masa mudanya yang tertunda. Kirana sengaja menjaga nama baik suaminya tetap bersih memastikan aset yang dibangun bersama berada di puncak nilai tertinggi.

​Ketika Gibran mulai kehabisan napas, Kirana melayangkan pukulan balik. Ia mengincar delapan puluh lima persen harta gono-gini dan secara takt

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Istri Sah Yang Tak Sudi Diceraikan

​

​Pagi itu, gedung perkantoran megah berlantai belas di kawasan bisnis Sudirman tampak angkuh dari luar. Namun, di dalam ruang rapat utama lantai sembilan kantor pusat perusahaan media dan konten digital yang dipimpin oleh Melani sebagai Direktur Utama suasana terasa membeku dan mencekam.

​Melani duduk di kursi pimpinan dengan setelan blazer merah marun yang mencolok. Riasan wajahnya tebal, namun tak sanggup menyembunyikan lingkaran hitam di bawah matanya. Di hadapannya, jajaran manajer senior dan tim legal perusahaan menunduk kaku dengan lembaran-lembaran dokumen laporan evaluasi bisnis yang berhamburan di atas meja kaca.

​"Bisa ulangi lagi laporanmu?!" suara Melani melengking tajam, memecah keheningan ruang rapat yang tegang.

​Manajer Operasional perusahaan menelan ludah dengan susah payah sebelum memberanikan diri angkat bicara. "M.. Maaf, Bu Melani... Dua klien utama kita dari sektor e-commerce dan ritel kecantikan baru saja mengirimkan surat pemutusan kerja sama secara sepihak pagi ini. Mereka memilih membayar denda pembatalan kontrak dan menanggung kerugian daripada melanjutkan proyek kampanye digital dengan perusahaan kita."

​"Kenapa?!" bentak Melani seraya menepuk meja rapat hingga cangkir kencang bergetar. "Proyek itu sudah berjalan lima puluh persen! Kenapa mereka mendadak mundur?!"

​"Alasan mereka murni terkait brand safety, Bu," lanjut sang manajer dengan suara gemetar. "Gelombang serangan netizen di media sosial sudah tidak terkendali. Akun resmi perusahaan kita digrebek puluhan ribu komentar negatif. Produk-produk klien yang kita promosikan ikut kena imbas boikot netizen karena sosok Ibu yang diserang sebagai... maaf, sebagai pihak ketiga dalam skandal Pak Gibran."

​Mendengar kata pihak ketiga, wajah Melani seketika memerah padam. Urat-urat halus di pelipisnya menegang menonjol. Ia mencengkeram tepi meja, matanya membelalak penuh kemurkaan.

​"Netizen sampah!" amuk Melani tanpa peduli lagi pada wibawanya di hadapan para bawahannya. "Mereka itu cuma sekumpulan orang bodoh yang tidak tahu apa-apa! Mereka tidak tahu bagaimana beratnya saya membangun perusahaan ini dari nol sampai bisa bermitra dengan NexTech Group! Mereka cuma ikut-ikutan membela wanita tua yang sok teraniaya itu."

​Melani berdiri dari kursinya, berjalan mondar-mandir di depan layar proyektor yang menampilkan grafik penurunan interaksi media sosial perusahaannya yang anjlok drastis.

​"Kalian pikir serangan netizen itu murni?!" cemooh Melani dengan tawa sinis yang dipaksakan. "Bukan! Saya yakin seratus persen itu semua adalah buzzer bayaran Kirana! Wanita itu sengaja mengeluarkan uang miliaran untuk menyewa pasukan siber demi menghancurkan nama baik saya dan merusak reputasi bisnis saya! Kirana itu licik! Dia memakai orang-orang bayaran untuk membuat seolah-olah seluruh Indonesia membencinya."

​Seluruh jajaran manajer di ruang rapat itu hanya bisa saling pandang dalam diam. Mereka tahu betul bahwa serangan publik itu murni akumulasi kemarahan dan kekesalan masyarakat atas perilaku Melani sendiri, terutama usai tulisan kiasan puitisnya yang sok suci di media sosial kemarin. Namun, tak ada satu pun karyawan yang berani membantah amukan sang Direktur Utama yang sedang kalap tersebut.

​"Atur strategi PR baru sekarang juga!" perintah Melani tegas dengan nada mengancam. "Matikan semua kolom komentar akun perusahaan! Rilis pernyataan pers resmi bahwa dinamika pribadi pimpinan tidak ada hubungannya dengan profesionalisme perusahaan! Kalau ada klien lain yang mencoba kabur, ancam mereka dengan pasal wanprestasi tertinggi! Paham?."

​"Pa...paham, Bu Melani," sahut para stafnya kompak meski dengan hati penuh keraguan.

​Rapat yang penuh dengan hawa kebas dan amarah itu akhirnya dibubarkan secara paksa oleh Melani. Dengan langkah kaki berkedak keras, ia kembali ke ruang kerja pribadinya, menutup pintu dengan hempasan kuat, lalu melempar tas tangannya ke atas sofa.

​Baru saja ia hendak menuangkan segelas air dingin untuk menenangkan sarafnya yang tegang, ponsel pribadinya di atas meja kerja berdering nyaring.

​Melihat nama Mama tertera di layar, jantung Melani mendadak berdegup kencang. Ia meremas jemarinya yang dingin sebelum akhirnya menggeser tombol hijau dan menempelkannya ke telinga.

​"Halo, Ma..." sapa Melani, berusaha memasang nada suara setenang mungkin.

​"Melani! Mau sampai kapan kamu dan Gibran biarkan berita kotor ini menggoreng nama keluarga kita?!" suara ibunya dari seberang telepon langsung menyambar dengan nada tinggi dan ketus, tanpa basi-basi sapaan hangat. "Papamu sampai darah tingginya naik tadi pagi membaca berita! Keluarga besar di kampung sudah heboh semua."

​Melani memejamkan matanya erat-erat, memijit pangkal hidungnya yang terasa pening. "Ma... tolonglah, jangan makin bikin Melani pusing. Melani lagi urus pekerjaan di kantor."

​"Gimana Mama tidak pusing, Melani?!" potong ibunya tak kalah sengit. "Dua tahun lalu kamu bilang sudah dilamar secara resmi sama CEO kaya itu! Kamu bilang bakal segera dinikahi secara sah dan jadi nyonya besar! Tapi mana kenyataannya sekarang?."

​Melani menelan ludahnya yang terasa begitu pahit. Posisinya kini benar-benar terdesak dari dua arah,bisnisnya diguncang skandal, dan keluarganya menagih kepastian status.

​"Dua tahun kamu cuma diikat pakai cincin lamaran tanpa kejelasan!" omel ibunya lagi dengan nada penuh kekecewaan. "Dua tahun kamu bersembunyi! Sekarang malah namamu hancur dituduh jadi pelakor yang merusak rumah tangga orang! Kalau Gibran itu memang laki-laki gentleman dan bertanggung jawab, kenapa dia diam saja?! Suruh Gibran itu pakai uang dan pengacaranya buat membungkam media sekarang juga! Kenapa dia biarkan kamu dirujak sama netizen satu Indonesia?."

​"Ma, Mas Gibran lagi usahakan..."

​"Usahakan apa?!" selak ibunya gemas. "Suruh dia selesaikan urusan cerainya dengan wanita itu cepat-cepat! Kenapa istrinya masih bisa menguasai rumah, menuntut macam-macam, dan bikin nama kamu busuk di mana-mana?! Kalau Gibran tidak bisa lindungi kamu dan tutup mulut media hari ini, Mama sama Papa yang akan datang ke Jakarta nuntut kepastian sama dia."

​Melani bernapas memburu, dadanya naik turun menahan gumpalan emosi dan gengsi yang menghentak-hentak.

​"Ma! Cukup!" bentak Melani akhirnya, tak sanggup lagi menahan cecaran tersebut. "Mama sama Papa tidak usah ke Jakarta! Tolong, stop nonton berita di TV atau baca grup-grup gosip itu."

​"Melani, Mama cuma mau kepastian..."

​"Dengarkan Melani baik-baik, Ma!" potong Melani dengan nada suara yang penuh obsesi mutlak. "Mas Gibran sangat mencintai Melani! Perceraian dia dengan wanita itu sudah di depan mata! Mas Gibran sudah angkat kaki dari rumah lama itu dan sekarang tinggal sama Melani! Ini cuma masalah waktu sebelum persidangan selesai!"

​Melani mengepalkan tangannya rapat-rapat, mengikrarkan keyakinan butanya sendiri di hadapan sang ibu.

​"Dipastikan sebentar lagi Melani bakal menikah secara sah sama Mas Gibran!" tegas Melani seraya menahan getar di suaranya. "Melani bakal jadi Nyonya Gibran Raditya yang sah, menguasai perusahaan NexTech Group, dan membungkam semua mulut orang-orang yang meremehkan Melani selama ini! Jadi Mama sama Papa tenang saja di rumah, suruh Mas Gibran yang selesaikan semuanya."

​Tanpa menunggu balasan dari ibunya yang masih ingin mencerca, Melani langsung mematikan sambungan telepon secara sepihak. Ia melempar ponselnya ke atas meja kerja, lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi pimpinan seraya menghembuskan napas berat.

​Ruang kerja yang luas dan mewah itu kini terasa amat menyempit dan menyiksa. Melani memandangi cincin berlian di jari manisnya cincin lamaran rahasia dari Gibran dua tahun lalu yang kini terasa bagaikan ikatan semu yang menyeretnya ke dalam jurang kehancuran.

​"Aku tidak boleh kalah..." gumam Melani lirih pada dirinya sendiri dengan pendar mata yang dipenuhi kebencian membara. "Kirana... kamu pikir kamu bisa menghancurkan bisnis dan namaku pakai buzzer bayaranmu itu? Tidak akan pernah! Minggu depan di sidang kedua, aku akan pastikan Mas Gibran menghancurkanmu sampai tak berbekas."

​Melani tidak menyadari bahwa di balik dinding angkuhnya dan keyakinan butanya pada Gibran, Kirana telah menyiapkan sebuah kejutan hukum terbesar sebuah bom perselingkuhan dan penggelapan dana proyek yang tidak hanya akan meruntuhkan karier Gibran, melainkan juga menyeret perusahaan milik Melani sendiri masuk ke dalam kepailitan dan kehancuran total.

1
No Nong
kenapa cerita kek cerita aki² andre🤣🤭
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
Herni Aulia
ini ceritanya dari kisah andre taulani bukan si🤭
Rahmawati Amma
gue suka yg cerita kaya gini😍
Rahmawati Amma
nah ini yg aku suka ceritanya menjadi janda walau pun sendiri tapi janda berkelas traktir kopi thor🍵 karna gue suka ceritanya ngak ada nikah lagi sampai tamat 😁✌️🙏
Mutia Agustin
lanjut bonchap thor
Noey Aprilia
Laahhh....
udh end aja....krain kirana bkln jdoh sm bp arab....😁😁😁...
mksh crtanya kk....aku otw crtamu yg lain....💃💃💃....
Muft Smoker
looooo koq udh tamat kak ,,
kirain msh berlanjuut lgii ,, pdhal Kayla blum pulang loo dr Singapura ,,
tp ttap makasih buat cerita ny yx kak ,,
dtggu karya terbaru ny
Ilfa Yarni
loh kok udah tamat aja pdhl msh ingin Baca kelanjutannya dgn Mr ziyadh
Heni Setiyaningsih
lohh udah tamat,kirain Kirana berjodoh sama Ziyad
Muft Smoker
kehidupan Kirana ma ank2 ny makin damai
yula
lho ko evan msih 10th . bab awal2 klas 1 sma. kakaknya klas 3 sma
Rahmawati Amma: iya aku juga bingung bab awal katanya anak pertama udah msk sma kelas3 yg anak ke dua sma kelas 1 tapi usia pernikahannya 15 tahun yg saya kaget apakah anak2nya kirana loncat kelas atau jenius 🤔
total 1 replies
Rahmawati Amma
🤣🤣🤣🤣🤣
Rahmawati Amma
bagus saya suka 🤣🤣🤣
Ilfa Yarni
berarti kirana ga mau nikah lg dong
DIFAN2: Novel *"SULUNG"* hadir dengan keseruan jalan ceritanya, yg penasaran yuk Mampir.
total 1 replies
Noey Aprilia
Udh msuk rak kk...aku nycil dlu bcanya,tkut nyesek....hikkss....
Rahmawati Amma
loh anak pertamanya udah mau tamat sma sedangkan anak ke dua baru masuk sma sedangkan nikah 15 tahun berarti klu ngak salah perhitungan anak pertama usianya 14 tahun anak ke dua kira2 usianya 12 tahun kok udah pada sma apakah anak2nya loncat kelas ataukah jenius🤔🤔🤔
Anonim
Lama di lanjurkan
Noey Aprilia
Cieeee.......
ada yg brflower2 kya'nya nih....spa tau aja bnrn jdoh buat kirana.....😁😁😁
Ilfa Yarni
semangat menyongsong mass dpn yg ceria
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!