NovelToon NovelToon
Di Buang Keluarga,Di Pungut Tuan Mafia

Di Buang Keluarga,Di Pungut Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

Suara tangisan bayi di ruang bersalin malam itu tidak membawa kebahagiaan bagi Husein. Bagi pria itu, jeritan napas pertama putri kecilnya adalah detik terakhir dari hembusan napas wanita yang paling dicintainya. Istrinya mengembuskan napas terakhir tepat setelah merenggang nyawa demi melahirkan sang buah hati.

​"Namanya... Kirana Husein..." bisik Husein dengan suara bergetar, memeluk tubuh istrinya yang telah mendingin tanpa sedikit pun menatap bayi di dalam boks bayi.

​Sejak hari itu, Kirana tumbuh bukan sebagai lambang cinta, melainkan sebagai bayangan duka yang teramat dalam bagi Husein. Setiap kali melihat wajah polos Kirana, yang terbayang di benak Husein hanyalah penderitaan dan kepergian istrinya. Rasa benci yang tidak adil mulai mengakar di dada Husein. Bagi Husein, kehadiran Kirana adalah alasan utama mengapa belahan jiwanya telah tiada.

​Demi menjauhkan Kirana dari pandangannya, Husein mengirim putri tunggalnya itu ke sekolah asrama di tempat yang sangat jauh sejak usia K

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanda-tanda Kehadiran Buah Hati

​Dua bulan telah berlalu sejak badai kehidupan Kirana dan Devan mereda. Tanpa adanya drama dan ancaman dari Siska—yang kini tengah menjalani hukuman penjara atas perbuatan kejinya—kehidupan pernikahan mereka berjalan begitu harmonis, manis, dan penuh kehangatan.

​Sebagai sekretaris pribadi sekaligus istri dari presiden direktur, Kirana terbukti mampu mengimbangi Devan. Ia bukan hanya pendamping yang setia di rumah, tetapi juga partner kerja yang sangat cerdas di kantor.

​Pagi itu, sinar matahari bersinar terang menembus gorden kamar utama mansion. Devan yang ada rapat darurat dengan jajaran direksi dari luar negeri harus berangkat ke kantor lebih awal. Pria itu sempat membelai lembut pipi istrinya dan mengecup kening Kirana sebelum meninggalkan tempat tidur.

​Tak lama setelah Devan pergi, kelopak mata Kirana perlahan terbuka. Namun, tidak seperti biasanya saat ia bangun dengan tubuh segar, pagi ini kepala Kirana terasa agak pening.

​Sesaat kemudian, gelombang mual yang hebat mendadak bergejolak dari dalam perutnya.

​"Ugh..." Kirana memegangi leher dan perutnya, mendadak menutup mulutnya yang terasa pahit.

​Tanpa sempat mengenakan piyama luarnya, Kirana langsung bangkit dari ranjang dan berlari tergesa-gesa menuju kamar mandi. Ia berlutut di depan wastafel, berusaha membuahkan isi perutnya.

​Uek! Uek!

​Namun yang keluar hanyalah cairan bening. Tubuh Kirana terasa lemas, pelipisnya dibasahi keringat dingin. Ia memegang pinggiran wastafel erat-erat, menatap bayangan dirinya di cermin dengan napas yang masih memburu.

​Mengingat siklus datang bulannya yang sudah terlambat hampir dua minggu, sebuah pemikiran mendadak terlintas di benaknya. Jantung Kirana berdegup kencang—campuran antara terkejut, cemas, dan rasa bahagia yang mendalam mulai membuncah di dalam dadanya.

​Melihat angka di kalender dan merasakan tubuhnya yang mendadak lemas, Kirana tahu ia harus segera memastikan prasangkanya. Namun, membayangkan Devan yang saat ini tengah memimpin rapat penting bersama para investor luar negeri, Kirana memilih untuk tidak mengganggunya. Ia ingin memberikan kepastian terlebih dahulu sebelum membawa kabar besar ini pada suaminya.

​Dengan perlahan, Kirana membasuh wajahnya di wastafel. Ia mengganti pakaiannya dengan gaun santai dan cardigan longgar.

​"Nyonya Muda, mau saya siapkan sarapan?" sapa seorang pelayan yang berpapasan dengannya di tangga utama.

​"Tidak perlu, Bik. Aku ingin keluar sebentar mencari udara segar," jawab Kirana dengan senyum tipis yang menenangkan.

​"Perlu saya panggilkan sopir dan pengawal untuk mengantar Nyonya?"

​"Tidak usah, Bik. Saya hanya pergi sebentar ke depan, tidak jauh kok. Jangan hubungi Devan ya, dia sedang ada rapat penting pagi ini," pesan Kirana lembut.

​Meskipun para pengawal di mansion sempat ragu, ketenangan dan ketegasan sikap Kirana membuat mereka tak bisa menahan sang Nyonya Muda. Kirana mengambil kunci mobil pribadinya, lalu melaju membelah jalanan kota yang cukup lengang menuju apotek terdekat.

​Rasa gemetar dan debar antisipasi makin membuncah di dadanya saat Kirana menghentikan mobil tepat di depan sebuah apotek. Ia melangkah masuk dan membeli beberapa buah testpack dari merek yang berbeda untuk memastikan keakuratannya.

​Kembali ke dalam mobil yang terparkir di pinggir jalan, Kirana menggenggam kantong kertas berisi testpack itu erat-erat. Hatinya berdesir hebat—membayangkan bagaimana reaksi Devan jika dugaan ini benar-benar terbukti nyata.

​Kirana kembali ke mansion dengan perasaan membuncah namun penuh kehati-hatian. Kantong kertas berisi beberapa testpack itu langsung ia sembunyikan dengan rapi di dalam tas pribadinya.

​Sesampainya di kamar tidur utama, rasa penasaran yang luar biasa mendorong Kirana untuk meraih ponselnya. Ia mulai menyusuri baris-baris artikel kesehatan di Google untuk mencari tahu cara penggunaan alat tes kehamilan yang paling akurat.

​Tips Kehamilan:

"Waktu terbaik untuk menggunakan testpack adalah pada pagi hari saat pertama kali buang air kecil. Kadar hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) berada pada tingkat tertinggi dan paling pekat di awal hari, sehingga memberikan hasil yang jauh lebih akurat."

​Membaca petunjuk tersebut, Kirana menghela napas pelan lalu menyunggingkan senyum tipis. Ia mengusap perut ratanya yang masih hangat dengan lembut.

​"Sabar ya... besok pagi Mama akan pastikan keberadaanmu," bisiknya lirih dengan perasaan haru yang sukar dilukiskan.

​Kirana memutuskan untuk menahan diri dan menunda tes tersebut hingga esok subuh demi mendapatkan hasil yang pasti. Ia tidak ingin terburu-buru dan memberikan harapan palsu pada dirinya sendiri maupun Devan.

​Tak lama kemudian, suara langkah kaki tegap yang sangat dikenalnya terdengar mendekat. Pintu kamar terbuka, menampilkan sosok Devan yang baru saja pulang dari kantor dengan wajah yang sedikit lelah namun seketika berseri begitu melihat sang istri.

​"Kirana... maaf ya, rapat hari ini benar-benar menyita waktu," ujar Devan seraya melangkah mendekat dan merengkuh Kirana ke dalam pelukan hangatnya, membenamkan wajahnya di leher sang istri yang wangi.

​Kirana menyandarkan kepalanya di dada Devan, menyembunyikan rahasia manis dan debaran jantungnya yang kian kencang, menantikan fajar menyingsing untuk membuka lembaran kejutan terbesar dalam hidup mereka.

1
Ariany Sudjana
puji Tuhan, hubungan Kirana dan Husein sudah membaik
Ariany Sudjana
hahaha Nara mana mau hidup susah? pasti ga beda sama murni, jadi pelacur murahan buat laki-laki kaya raya 🤣🤣😂😂
Waaaaaa_
😍😍😍😍
Ariany Sudjana
puji Tuhan, hubungan Kirana dan Husein juga dipulihkan
Ariany Sudjana
bagus Kirana, jangan ragu dan takut, Devan mendukung semua keputusan kamu, sekarang tinggal tunggu apakah Husein berkomitmen untuk memenuhi syarat itu
Ariany Sudjana
hahahaha mampus kamu murni, karena kesombongan kamu, perusahaan suami kamu bangkrut dan kalian siap-siap jadi gembel 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Devan and Kirana 😄🙏
Waaaaaa_: Makasih kak suport nya dari awal😍
total 1 replies
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Kirana dan Devan
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Kirana 😄🙏
Ariany Sudjana
ah ga seru, kirain si pelacur murahan dan preman itu akan diselesaikan dengan cara dunia bawah, malah dikasih ke aparat hukum
Ariany Sudjana
ga seru ini, kok Kirana dengan bodohnya langsung minum begitu saja, tanpa curiga sedikitpun. tadinya sih berharap Kirana membongkar kejahatan Siska di depan dewan direksi, tapi malah Siska yang menjebak Kirana, dan bodohnya Kirana masuk dalam jebakan itu. katanya Devan mengawasi, tapi masak Siska bisa menjalankan rencana tersebut, tanpa hambatan?
Ariany Sudjana
hah? Kirana kok langsung minum begitu saja? tanpa curiga sama sekali? bodoh sekali ya
Ariany Sudjana
semangat yah Kirana, dengan dukungan suami kamu, tunjukkan kamu itu perempuan baik-baik, cerdas dan mandiri, dan kamu tunjukkan kamu jauh lebih berkelas daripada si pelacur murahan Siska itu
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
tunjukkan pd keluarga mu klo kamu bisa berdiri di atas kakimu sendiri...semangat kirana
Ariany Sudjana
semangat yah Kirana untuk memulai hari baru, bekerja di Devan corp. tunjukkan kamu perempuan baik-baik, cerdas dan mandiri
Ariany Sudjana
bagus Devan, kamu tidak salah memilih istri, Kirana itu perempuan tangguh dan mandiri, dan tugas kamu melindungi Kirana dan menghancurkan keluarganya yang ga tahu diri itu
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kamu gk boleh lemah di depan mereka, kamu harus jd wanita tangguh dan balas perbuatan mereka
Ariany Sudjana
jangan takut Kirana, kamu harus bangkit dan kalahkan orang-orang yang ga tahu diri itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!