Ica gadis beruasia 21 tahun ,tak pernah menyangka akan menikah dengan Sakha lelaki 26 tahun .
lelaki idaman wanita dari segi paras dan harta, kini menjadi suami yang terpaksa di nikahinya setelah kejadian malam itu .
Pernikahan yang harus nya bahagia malah menjadi petaka bagi Ica .
Demi nama baik keluarga Ica harus tetap bertahan disisi suami nya, yang super dingin bak balok es di kutub utara itu , bertahan dari perlakuan kasar bahkan perselingkuhan suami nya.
Hingga suatu saat Sakha menyadari daya tarik istri nya, dan diam - diam mulai jatuh cinta , tapi sayang nya pada saat itu hati istrinya mulai goyah .
sakha makin kelabakan , mengetahui ternyata daya tarik istri nya tak hanya membuat dia jatuh cinta .
Ada pria lain yang berharap Sakha melepas kan Ica , pria yg menjadi sandaran ketika Ica membutuhkan nya .
Sakha benar -benar harus berjuang mempertahan kan rumah tangga yang sudah dia runtuhkan sendiri .
berjuang menumbuh kan cinta istri nya yg sedikit -demi sedikit hampir memudar karena ulah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# Ketahuan
suda hampir satu minggu Sakha sibuk dengan urusan perkebunan. ninja ( julukan pencuri buah sawit) yang sudah lama pakum kini beraksi lagi, biasa lah kalau harga buah sawit melambung tinggi ,mereka pasti beraksi kembali, kali ini mereka beraksi dengan cara kekerasan.
Beberapa PK terluka oleh sajam dan harus dilarikan kerumah sakit, Sakha terpaksa minta bantuan satuan polisi guna mengamankan area perkebunannya.
Sebenarnya mereka tidak bergerak sendiri, ada orang berpengaruh yang mengendalikan mereka ,
orang tersebut juga yang menampung buah curian para ninja, tanpa peran orang berpengaruh tersebut para ninja mana mungkin bisa melakukan aksinya , siapa yang berani menampung buah curian yang sudah pasti terkena pasal dan melanggar hukum.
Setiap hari ada saja pencuri yang tertangkap dan di giring kekantor polisi
tapi bukannya membuat jera yang lain, malah mereka bertambah berani.
Keadaan ini membuat Ica hawatir suaminya kadang tak pulang kerumah demi mengurus para pekerja, pekerja adalah urat nadi di perkebunan , jadi harus di jaga dengan baik, begitulah pandangan Sakha terhadap pegawai.
Keadaan ini sudah hampir sebulan di alami Ica ,
Sakha kadang pulang kadang juga tidak
Ica tidak protes karena itu masalah pekerjaan.
Ica sedang tiduran di ruang tv ketika suaminya pulang dari kerja, Ica melihat jam dinding jam sebelas malam.
"Beum tidur sayang .." Sakha mencium kening Ica lembut.
"Belum ngantuk mas"
"Jangan tidur terlalu malam sayang jaga kesehatan mu dan buah hati kita " Sakha bembelai perut Ica yang belum terlihat membesar.
"Iya mas"
"Aku mandi dulu, siapkan bajuku sayang" ujar Sakha menggandeng tangan istrinya kedalam kamar.
Ica menyiapkan baju suaminya saat suaminya berada di kamar mandi.
Tak sengaja Ica melihat layar hp suaminya hidup
pesan masuk tertera dilayar tapi tak terdengar nada notipikasi di hp.
Sekilas Ica membaca pesan yang tampil di layar, lalu hilang bersama matinya layar hp.
"Kok gak mampir kha" bunyi pesan itu,
layar kembali hidup , pesan baru kembali masuk
"kangen kha " bunyi pesan berikutnya di sertai emot yang membuat hati Ica seketika memanas.
Ica duduk di sisi tempat tidur, menahan tubuh nya yang terasa limbung, Ica menarik napas dalam , menggirup lalu membuangnya perlahan.
tenang ca , tenang ,jangan terburu buru menyimpul kan , bersikap lah biasa , seolah tak terjadi apa apa batin Ica berusa membuat dirinya setenang mungkin, itu hanya pesan tak membuktikan apa pun.
Sakha keluar kamar mandi mengambil baju yang di siapkan Ica lalu memakainya
Ica berpura pura sibuk dengan hp nya, dia tak berani menatap Sakha dia takut tak dapat menyembunyikan perasaannya. sekilas Ica melihat Sakha membuka hp nya.
"Aku keluar sebentar sayang" ujar Sakha seraya mencium kening Ica.
Ica mengangguk, ekor matanya mengikuti kepergian Sakha, hatinya seperti di hujam sembilu, sakit...
Ica mengusap - usap perutnya perlahan, ada nyeri di relung hatinya
"Jangan berprasangka sayang kita selidiki kebenaran nya oke" gumam Ica perlahan seoalah bicara pada buah hatinya.
Tiga puluh menit berlalu Sakha baru masuk kedalam kamar, Sakha naik ke atas ranjang , menatap tubuh Ica yang sepertinya sudah tertidur dengan posisi membelakanginya.
Ica tidak sedang tidur dia hanya pura pura tertidur, hatinya terasa begitu sakit saat perlahan sakha mengecup lembut keningnya, lalu tidur seraya menyentuh perutnya.
Dada Ica terasa sesak, diam-diam Ica meneteskan air matanya , apa sebenarnya yang terjadi dibelakannya, benarkah dia tak pulang karena urusan perkebunan.
Ica berusaha biasa saja, tapi hati tak sejalan dengan pikiran, di meja makan saat sarapan Ica hanya diam bahkan dia sama sekali tak berselera untuk makan.
"Sayang apa kamu sakit..?" Ica menggeleng pelan.
"Tapi kamu terlihat sakit sayang ,istrahat lah, mungkin sayang kurang istrahat .."
"Iya mas" sahut Ica seraya tersenyum, senyum yang terlalu dipaksakan
"Baiklah, aku pergi dulu sayang.." Sakha mendekati Ica mencium keningnya, lalu menyentuh lembut perut Ica lembut.
Sepeninggal Sakha, Ica berpikir keras, dia sungguh menangkap ada yang tak beres dengan suaminya, dia harus membuktikanya.
Bagaimana cara nya ?? ,harus kah dia menugaskan orang memata matai suaminya
tidakkah itu sedikit keterlaluan.
Ica bingung minta bantuan siapa, teman nya??
Ica takut mereka tidak bisa menjaga rahasia,
bayu..
"Halo kak"
"Iya Ca, ada apa..?"
" Aku ..." Ica sedikit ragu
" Ada, apa ...??" tanya Bayu lembut.
" Aku mau minta bantuan kakak "
"Iya.. apa itu Ca.."
"Kakak bisa carikan orang .." ucapan Ica terhenti dia kembali ragu.
"Orang untuk apa..?"
"Untuk memata - matai kak" ujar Ica akhirnya.
"Gak salah .. , siapa yang sedang kau selidiki ca...?"
"Kalau kakak mau bantu, carikan saja jangan tanya siapa.." tukas Ica
"Hhhmmm"
"Bisa enggak kak..?!"
"Nanti aku kabari , oke "
"Trimakasih kak"
"Iya"
Bayu tak habis pikir, Ica memintanya mencari orang yang bisa memata - matai seseorang, apa yang terjadi pada Ica dan siapa yang sedang ingin dia selidiki.
Tentu saja Bayu mengenal orang seperti itu , dia bahkan selalu memakainya untuk urusan bisnis
Bayu menghubungi seseorang lalu membuat janji bertemu, mereka membicarakan maksud dan tujuan, serta tarif yang harus di bayar, hingga mencapai kesepakatan bersama.
"Halo Ca..."
"Bagai mana kak , ada orang nya "
"Ada nanti dia menghubungi mu Ca"
"Trimakasih kak"
"Ca ... aku harap kamu tidak salah dalam bertindak " Bayu sedikit mengingatkan bagaimnapun masalah Ica bukanlah masalah biasa.
"Pasti kak " jawab Ica lirih.
"Baiklah, aku tak ingin ikut campur masalah pribadi mu, tapi aku siap membantu bila kau butuh bantuanku "
"Sekali lagi trimakasih kak"
Bayu memang selalu bisa diandalkan di saat saat genting.
*
Sudah seminggu orang suruhan Ica mengikuti Sakha, melaporkan setiap kegiatan, apa saja yang dia lakukan, siapa saja yang dia temui, semua masih terlihat wajar, tidak ada yang mencurigakan.
Ica mulai was was, jangan - jangan hanya prasangkanya saja yang berlebihan.
apa berhenti saja di sini, toh sudah seminggu tapi Sakha tak melakukan hal yang mencurigakan.
Ica mulai bimbang, tunggulah sehari lagi, pikir nya lagi. hp Ica bergetar pangilan dari orang suruhan nya.
"Halo buk .."
"Halo "
"Sepertinya kecurigaan ibuk terbukti, apa yang harus saya lakukan " ujar suara di ujung telpon.
Ica terdiam jantungnya berhenti berdetak , benarkah ini ...
ya tuhan apa yang harus aku lakukan.
"Halo buk..."
"Share lok pak saya kesana" ujar Ica akhirnya.
Ica meluncur kelokasi yang di maksud, memarkir mobilnya tak jauh dari rumah yang di maksud agar dapat melihat pergerakan di sana.
Benar saja mobil Sakha terparkir di sana, tubuh dan hati Ica bergetar, jantung dan hatinya seperti di hujam beliung tajam, tubuhnya seperti tak berpijak di bumi.
Ica tak punya cukup keberanian masuk kerumah tersebut, dia hanya menanti di luar.
Sudah hampir dua jam Ica di sana, sakha belum juga keluar, Ica mengambil hp di tas kecilnya
menelpon nomor suaminya.
"Tuuutt tuuuut " pangilan pertama Ica pun di abaikan Sakha.
Ica mengulang pangilan nya kembali, kini air matanya sudah membasahi kedua pipinya.
"Tuuutt"
"Halo sayang" terdengar suara di seberang.
"Di mana mas..?" suara Ica sedikit bergetar.
"Sku masih di perkebunan sayang , aku mungkin tidak pulang ..." Sakha berbohong.
Tangis Ica tak tertahan lagi isak tangisnya terdengar di telpon, Sakha mendengarnya dengan jelas, itu membuatnya sedikit khawatir, jangan jangan ....
"Tega kamu mas ..." rintihnya di sela isak tangis nya.
Sakha setengah berlari keluar dari rumah Aliya , matanya liar memcari di kegelapan, benar saja mobil Ica terparkir tak jauh dari rumah Aliya.
Sakha merasa tubuhnya di sengat aliran listrik ribuan watt, tubuh Sakha seperti tak berdarah.
Suara berdeciit terdengar saat Ica melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Sakha mematung sesaat, tapi kemudian dia tersadar dan segera mengejar Ica, mobil Ica tak terlihat lagi, melaju entah kearah mana.
Sakha mengumpat, memaki dirinya sendiri, berkali - kali tangannya memukul setir dengan keras.
Dia sudah berkeliling hampir satu jam, dari rumah nya, rumah mami, rumah ibu Ica, bahkan teman teman Ica, hasilnya nihil, Ica tidak ada di sana
berkali kali menghubungi tapi hp Ica sudah tidak aktif.
"Ca..dimna kamu, dimana anak ku sayang ..." gumamnya lirih ....
.
happy reading sayang....😘
trimakasih , untuk like , komen serta vote nya 🙏🙏🙏
love banyak banyak untuk dukungan nya 😘😘😍