Bagaimana jika Cinta pertama yang kamu pendam selama ini, Tiba-tiba menjadi saudara tirimu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
“Eugghh…!!” Leguh Senja yang tertahan di mulut Senja. Senja mulai menyadari bahwa dia terjebak dengan ucapannya sendiri.
Senja mulai tak karuan untuk mengendalikan tubuhnya sendiri, Sedangkan tangan Biru menghajarnya di beberapa titik sensitif tubuhnya.
“Lepas Sayang,” ucap Biru ketika melihat Senja di selimuti kabut gairah.
“Eng-akkk… akhh…!!” Ucapnya tertahan saat baju piyama lepas dengan mudah dari tubuhnya, dan Senja terbiasa melepas Branya saat tidur.
Dengan rakus Biru menikmatinya, meremas dan menghisap dia lakukan dengan lincah, dan lagi lagi membuat Senja kembali terlena dengan tindakan Biru.
“I Love U,” ucap Biru yang saat ini sudah berada di atasnya.
Biru kembali mencium Senja dan meremas remasnya.
“Kak ini sudah di luar batas,” ucapnya dengan keringat yang sudah membasahi tubuhnya.
Saat ini Biru ikutan melepaskan bajunya dan kembali mencium Senja, siapa sangka saat kulit mereka saling bersentuhan malah menjadikannya semakin tertutup gairah.
Keringat mereka mulai menyatu dan menempel, “Senja aku nggak bisa kendalikan diriku sendiri,” ucap Biru dengan jujur, dan tindakannya semakin agresif.
“Kak Jangan,” ucap Senja yang kali ini benar-benar ketakutan. Saat Biru berhasil melepaskan celana pendeknya. “Agghh…!! Desahannya yang lolos begitu saja, saat Biru menyesap inti tubuhnya yang basah sejak tadi. Tubuh Senja langsung menegang sempurna yang membuat Biru mandi keringat, meskipun di ruangan ber Ac.
Di saat yang bersamaan tanpa Senja sadari Biru sudah mengeluarkan senjata nya yang sejak tadi siap tempur dan mencari mangsanya.
Melihat reaksi Senja yang akan mencapai puncak nya Biru langsung menekan senjata nya ke lubang milik Senja.
“Kak,” Dorong Senja saat menyadari ada benda tumpul yang mendorong tubuhnya.
“Maaf Senja, aku nggak bisa kontrol diriku sendiri,” ucap Biru dengan jujur, yang saat ini mencoba menembus Senja mengunakan senjatanya.
“Kak aku nggak mau,” ucap Senja dengan wajah paniknya, hingga dia merasakan rasa sakit di bawahnya. “ Kak ini sakit,” ucapnya sambil meringis, sedangkan Biru dengan sekuat tenaganya terus mendorong untuk masuk, “Kak arrgghh…sakiittt…. Udaahhh…kaaak…”ringgis Senja sambil mencengkeram lengan Biru dengan sekuat tenaga hingga kukunya menancap ke kulit putih Biru.
“Argghhh…!!” Desis Biru yang merasakan hal yang sama, dirinya terjepit sempurna, dia tidak menyangka rasanya akan seperti ini.
Senja benar-benar menangis menahan rasa sakit tersebut, “Kak Sakit kak,”ucapnya tetapi tubuhnya semakin terbuka lebar dan memberikan akses untuk Biru agar terus maju.
“Tahan Sayang,” ucap Biru dengan sekuat tenaganya dia terus menekan Senja, hingga akhirnya beberapa saat kemudian dia berhasil menyatukan miliknya dengan sempurna.
Darah segar mulai merembes keluar, mereka sama-sama diam tanpa pergerakan meskipun masih menyatu dengan nafas yang terengah engah. Air mata Senja terus menetes, perasaannya campur aduk, takut,kecewa dan sakit jadi satu.
“Maaf,” ucap Biru dengan wajah menyesalnya.
Sedangkan Senja sudah diam seribu bahasa bibirnya terlalu kelu untuk mengatakan sesuatu.
“Aku janji bakalan tanggung jawab, dan nggak bakalan tinggalin kamu,” ucap Biru lalu lalu mencium bibir Senja.
Tapi siapa sangka Senja langsung menghindari nya. “Kenapa kamu selalu jahat banget sama aku?” Tanya Senja yang saat ini menangis sesunggukan di depan Biru. Dan membuat Biru semakin merasa bersalah, dengan hal tersebut, tetapi dia bingung mau bertindak bagaimana, sedangkan mereka sudah benar-benar melakukan penyatuan di bawah sana. Sedangkan untuk melanjutkan Senja sudah terlihat kesakitan dan sangat buruk emosinya.
“Sorry,” ucap Biru yang saat ini mulai mencabut senjatanya dan Senja terlihat sangat sangat kesakitan. Dan terlihat darah segar menghiasi senjatanya dan membuat Biru semakin menyesal.
...----------------...
..."Semoga Suka Ya☺"...
semangat 🙏😍