NovelToon NovelToon
Pengacara Indira, Istri Baru Papaku

Pengacara Indira, Istri Baru Papaku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Duda / CEO / Tamat
Popularitas:350
Nilai: 5
Nama Author: Daisy Puppy 1412

Indira berprofesi sebagai pengacara, ia dijuluki pendekar ulung karena selalu memenangkan kasus yang dia tangani. karena kesibukannya dia lupa akan statusnya sebagai kaum jomblo sejati hingga membuat mamanya turun tangan untuk mencarikannya jodoh. hingga akhirnya dia dijodohkan dengan anak temannya yang bernama Gibran (pemilik PT Murni alam) yang berstatus duda anak 3. setelah menikah Indira dihadapkan dengan konflik keluarga hingga akhirnya dia menemukan titik kebahagian nya dengan suaminya Gibran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pengacara Indira, istri baru papaku

...“sha dia itu udah menggeser posisi mama kita, dan dia juga nyulik kamu lihat papa sampai panik kayak gitu karena kamu belum pulang” ucap Justin dengan nada sengit membela diri....

...“Iya dek, papa tadi gelisah nungguin kamu gak pulang-pulang eh ternyata kamu malah disini sama dia” celoteh Brilia....

...“Kalian itu gak berhak marahin mama, ma sasha mau disini sama mama”, Sasha merayu Indira agar Sasha tetap disampingnya....

...“Kamu kenapa bawa anakku ke rumahmu bukannya pulang” ucap Gibran sedikit memelankan suaranya. Indira pergi kekamar untuk mengambil laptopnya, Indira duduk di kursi tamu sambil membuka laptopnya memperlihatkan bukti rekaman cctv di sekolah tempat Sasha belajar “kamu lihat” ucap Indira....

...Gibran beserta kedua anaknya melihat kejadian yang menimpa Sasha, air mata Gibran keluar tangannya tak bisa bergerak tubuhnya kaku, wajahnya memandang kearah anaknya Sasha “maafin papa sha”. Justin dan Brilia mendekati Sasha dan memeluknya....

...“Aku perlu bicara sama kamu” ajak Indira masuk ke kamar untuk mengobrol. Di Dalam kamar Indira dan Gibran duduk diatas tempat tidur, “terkadang apa yang kita usahakan untuk anak kita tidak selamanya menjadi apa yang diinginkan sama mereka” Indira membuka obrolan dengan Gibran....

...“Maksud kamu?” Tanya Gibran bingung....

...“Sasha selama ini mengalami hal yang tidak mengenakan di sekolah nya, tidak hanya kekerasan verbal tapi non verbal” Indira memperlihatkan bukti foto luka lebam di badan Sasha ke Gibran....

...“Kenapa aku sampai tidak tahu? Terus kenapa kamu bisa tahu?” Tanya Gibran lagi. ...

...“Karena Sasha tidak mau kerjaan kamu terganggu karenanya, Sasha sangat sayang sama kamu. Dia juga takut kalau dia mengadu ke kamu dia akan cuma menjadi beban untuk kamu, makanya dia diam. Aku bisa tahu karena pihak sekolah yang menelponku tadi siang, kartu namaku yang terjatuh di ruang tamu diambil oleh Sasha sebagai kontak daruratnya. Dia selama ini kangen dengan mamanya, dia ingin punya keluarga utuh. Di Sekolah dia selalu dibully tidak punya mama, anak gak berguna tapi dia tahan dalam hatinya sampai puncaknya hari ini dia diperlakukan yang tidak baik oleh teman-teman nya” Indira menjelaskan dengan mata yang berkaca-kaca....

...“Setelah kepergian mamanya memang aku terlalu fokus kerja dari pagi sampai untuk memenuhi kebutuhan mereka hingga aku lupa kalau peranku sekarang ganda bukan hanya mengejar nafkah harta saja” ucap Gibran menangis....

...“Terima Kasih kamu sudah melindungi putriku” ucap Gibran melihat wajah Indira....

...“Sudah seharusnya sebagai orang tua aku melindungi mereka” ucap Indira dengan suara getar, Gibran memeluk Indira untuk pertama kalinya....

...Pelukan pertama yang diberikan Gibran untuknya membuat perasaan Indira tak karuan....

...Di Ruang tamu Sasha juga menceritakan kronologi yang terjadi di sekolah nya kepada kedua kakaknya, dari awal hingga akhir yang membuat Sasha terkesan ketika Indira datang sebagai pahlawannya, tidak hanya melindungi namun Indira juga memberikan pelajaran yang pantas untuk ketiga anak yang membully nya. “Pokoknya kak mama Indira pahlawan buat Sasha, mama yang membela aku didepan orang tua ketiga anak yang bully aku. Bahkan mama juga mengundang polisi buat mengusut kejadian yang terjadi sama ku kak” puji Sasha didepan kedua kakaknya. Karena kakaknya masih tidak terima dengan keberadaan Indira, mereka hanya mengiyakan saja ucapan Sasha dengan wajah cemberut....

...“Masa wanita itu baik??” ucap Justin berlagak....

...“Iya kak” ucap Sasha polos....

...“Gak percaya kakak kalau wanita itu orang baik, pasti ada maksud lain dibalik dia nolongin kamu dek” ucap Brilia ketus....

...Gibran datang melerai percakapan mereka bertiga “sudah sudah”. Gibran duduk disamping Sasha, dia memeluk anaknya erat “maafin papa ya nak, papa gak becus jagain kamu” ucap Gibran....

...“Gak apa apa pa, Sasha berterima kasih karena sudah menjadi papa yang hebat untuk Sasha. Papa kerja keras untuk kebahagiaan anak anaknya, kerja dari pagi  sampai malam untuk Sasha dan kakak” ucap Sasha sambil melepas pelukan papanya pelan....

...“sasha mau tidur disini sama mama Indira, kalau Sasha pulang mama Indira juga harus pulang” ucap permintaan Sasha memegang tangan papanya....

...“Jangan ngelunjak apa sha” celetuk Justin dengan wajah cemberut....

...Gibran menoleh ke arah Indira, Indira hanya terdiam tidak bisa memutuskan “sha kamu makan dulu Tante udah siapin makan malam untuk kamu, kalau kalian mau makan disini silahkan” ajak Indira....

...“Gak mau, udah pa kita pulang aja” tolak Brilia....

...“Kita makan dulu disini” Gibran mengajak ketiga anaknya untuk makan malam dirumah Indira, Gibran menggandeng tangan Sasha diikuti kedua kakak Sasha yang masih ngedumel. ...

...Di Meja makan Indira menyendokkan nasi di piring Sasha, saat mengambil piring milik Gibran  tak sengaja tangan mereka bersentuhan hingga membuat mereka salah tingkah. “Kita gak makan” ucap Justin sengit....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!