Artha Jayendra adalah seorang pemuda yang kini menjadi pengangguran setelah dikhianati oleh sahabat-sahabatnya sendiri dan bahkan oleh kekasihnya. Pengkhianatan itu menghancurkan hidupnya hingga membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Dalam kondisi depresi, ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan melompat dari sebuah jembatan. Namun sebelum ia melompat, cahaya terang tiba-tiba muncul di langit, dan sebuah menara raksasa misterius muncul di tengah kota. Bersamaan dengan itu, sebuah sistem aneh muncul di hadapannya. Alih-alih terkejut, Artha justru melihatnya sebagai kesempatan baru. Dengan tekad yang dingin, ia bersumpah dunia telah berubah dan dia akan menjadi lebih kuat dan membalas semua penghinaan, penindasan, dan pengkhianatan yang pernah ia terima. Dari sinilah perjalanan Artha Jayendra dimulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yikkii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab V—Boss Goblin
Langit kota masih berwarna merah gelap. Retakan raksasa di atas sana belum menutup sedikit pun. Dari celah hitam itu, bayangan bayangan kecil masih sesekali jatuh ke bumi. Monster terus bermunculan, dan kota yang dulu dipenuhi lampu malam serta suara kendaraan kini berubah menjadi medan kekacauan.
Jay berjalan menyusuri jalanan yang dipenuhi mobil terbengkalai.
Di tangannya masih tergenggam pisau goblin yang sedikit berkarat. Bilahnya tidak terlalu bagus, tapi cukup tajam untuk membunuh makhluk kecil seperti goblin. Napasnya stabil. Matanya tajam mengamati setiap sudut jalan.
Beberapa saat lalu ia sudah membunuh cukup banyak goblin. Jendela sistem sempat muncul beberapa kali, memberitahu bahwa EXP miliknya terus bertambah. Namun sekarang ia berhenti di sebuah persimpangan jalan. Dari kejauhan terdengar suara teriakan. Jeritan manusia. Jay menyipitkan matanya dan berjalan mendekat perlahan.
Beberapa meter di depan sana berdiri sebuah minimarket kecil. Kaca depannya sudah pecah. Pintu otomatisnya terbuka setengah rusak. Namun yang membuat Jay berhenti bukanlah bangunan itu.
Melainkan makhluk makhluk yang berkumpul di depannya. Sekitar lima goblin kecil terlihat berlarian di depan minimarket sambil menggeram. Mereka memegang pisau kecil dan tongkat kayu. Di dalam minimarket terdengar suara orang berteriak.
“Jangan biarkan mereka masuk!”
“Dorong raknya! Cepat!”
Sepertinya ada beberapa orang yang bersembunyi di dalam. Goblin goblin itu terus mencoba masuk dengan memukul pintu dan kaca yang tersisa. Namun Jay segera menyadari sesuatu yang lain.
Di tengah kumpulan goblin itu berdiri satu makhluk yang jauh lebih besar. Tingginya kisaran hampir dua meter. Tubuhnya jauh lebih berotot dibanding goblin biasa yang telah ia hadapi tadi. Kulit hijaunya tampak lebih gelap dan kasar. Di tubuhnya bahkan terlihat potongan potongan armor dari besi bekas, seolah dibuat dari sisa kendaraan atau bangunan. Di tangannya tergenggam kapak besar yang kasar. Juga matanya berwarna kuning menyala.
Makhluk itu menggeram rendah sambil menatap minimarket. Tiba tiba sebuah jendela biru muncul di depan mata Jay.
...----------------...
...[NOTIFIKASI SISTEM]...
...Goblin Boss – Lv.5...
...Monster pemimpin goblin....
...Memiliki kekuatan dan daya tahan jauh di atas goblin biasa....
...----------------...
Jay menghela napas pelan. “Oh…sekarang Bossnya ya …”
Ia menatap makhluk besar itu dengan tenang dan berbicara dalam hatinya. Jika goblin biasa memberinya EXP, maka monster seperti ini pasti memberikan lebih banyak.
Namun jelas makhluk itu juga jauh lebih berbahaya. Goblin Boss itu tiba tiba mengangkat kapaknya dan menghantam pintu minimarket.
BRAAAK!
Pintu kaca langsung retak. Orang orang di dalam menjerit panik. Jay menggerakkan lehernya pelan.
“Kalau aku ga kesana mereka pasti mati, tapi persetan dengan hidup orang lain, aku gamau menolong mereka tapi aku ingin mengalahkan si boss goblin itu” gumamnya.
Tanpa ragu lagi ia mulai bergerak. Langkahnya cepat namun tetap senyap. Goblin pertama bahkan tidak sempat bereaksi ketika pisau Jay menebas lehernya dari belakang.
Makhluk itu langsung jatuh ke tanah.
Goblin kedua menoleh.
“Kyaaaaa?!”
Namun sudah terlambat. Jay menancapkan pisau ke lempengnya lalu menendang tubuh kecil itu menjauh. Dua goblin lain langsung menyerangnya bersamaan. Jay mundur satu langkah lalu mengayunkan pisau dengan cepat.
Satu tebasan mengenai tangan goblin. Tebasan kedua langsung mengenai lehernya. Goblin terakhir mencoba melompat ke arah Jay, tapi Jay memutar tubuhnya dan menghantam kepala makhluk itu ke tembok minimarket.
BRAK!
Tubuh goblin itu berhenti bergerak. Jendela sistem muncul.
...----------------...
...[NOTIFIKASI SISTEM]...
...Goblin Lv.1 dikalahkan...
...EXP +10...
...Goblin Lv.1 dikalahkan...
...EXP +10...
...Goblin Lv.1 dikalahkan...
...EXP +10...
...Goblin Lv.1 dikalahkan...
...EXP +10...
...----------------...
Namun sebelum Jay sempat melihatnya lebih lama, sebuah suara geraman berat terdengar.
GROOOAAARR!
Goblin Boss akhirnya memperhatikan keberadaannya. Makhluk besar itu menoleh perlahan. Matanya menatap Jay dengan penuh kemarahan. Jay mengangkat pisau di tangannya. “Baiklah…sini boss, kuanggap sementara kau mantan bossku yang sialan itu…” Suruhnya dengan tersenyum tipis.
Goblin Boss berteriak keras lalu berlari ke arahnya. Langkahnya berat namun sangat cepat. Kapak besar itu langsung diayunkan ke arah kepala Jay.
WHOOSH!
Jay melompat mundur tepat sebelum kapak itu menghantam tanah.
BRAAAK!
Aspal jalan langsung retak oleh benturan itu.
“Wah…” gumam Jay. “Gila…bisa-bisa aku mati kalau kena sekali serang.”
Goblin Boss tidak memberi waktu. Makhluk itu mengayunkan kapaknya lagi. Jay menghindar ke samping, namun ujung kapak itu masih sempat menggores bahunya.
“Ahrg!” Rasa sakit langsung menjalar.
Jay mundur beberapa langkah. “Sungguh tak ada celah sama sekali… ya?.”
Goblin Boss menyerang lagi dengan gerakan liar. Jay mencoba menebas tubuhnya, namun pisau goblin hanya meninggalkan luka kecil di kulit kerasnya.
“Sungguh keras…”
Jay mengamati sekeliling dengan cepat. Ia melihat mobil terbengkalai. Lampu jalan. Pecahan kaca. Lalu matanya berhenti pada sesuatu. Sebuah motor yang terjatuh di pinggir jalan. Jay langsung berlari ke arah sana.
Goblin Boss mengejarnya sambil mengayunkan kapaknya. Jay tiba di motor itu lalu menendangnya sekuat tenaga.
Motor itu terguling ke arah goblin. Goblin Boss menghantamnya dengan kapak. Motor itu hancur, tapi tepat saat itu Jay sudah melompat ke depan. Pisau di tangannya menusuk di mata boss goblin.
“GRRRAAAAAAA!!”
Goblin Boss menjerit keras. Makhluk itu mengayunkan tangannya secara liar. Jayendra segera menjauh. Darah hitam mengalir dari mata monster itu. Namun monster itu belum juga mau mati. Sebaliknya, ia menjadi jauh lebih ganas tak terkendali.
Goblin Boss mengangkat kapaknya tinggi tinggi lalu berlari lagi kearahnya. Jay mengambil pecahan besi panjang entah dari mana asalnya. Saat monster itu mendekat, Jay menghindar ke samping lalu melompat dan menancapkan besi itu ke lehernya.
“MATI KAU!”
Besi itu menembus cukup dalam. Goblin Boss terhuyung. Jay langsung melompat ke punggungnya dan mengambil pisau yang tadi di tancapkan dimata boss goblin lalu menusukkan pisau berkali kali tepat di leher belakangnya.
Satu.
Dua.
Tiga.
Empat.
Akhirnya tubuh besar itu terjatuh ke tanah.
BOOOM!
Makhluk itu berkedut beberapa detik sebelum akhirnya berhenti bergerak. Lalu tubuhnya perlahan menghilang menjadi partikel-partikel hitam. Jendela sistem muncul.
...----------------...
...[NOTIFIKASI SISTEM]...
...Goblin Boss Lv.5 telah dikalahkan...
...EXP +150...
...----------------...
Cahaya biru tiba tiba menyelimuti tubuh Jay.
...----------------...
...[LEVEL UP]...
...Level meningkat...
...Level 3 → Level 6...
...Mendapatkan 15 point...
...EXP direset...
...----------------...
Jay menarik napas panjang untuk mengatur nafasnya yang masih tersenggal-senggal. Namun tubuhnya terasa jauh lebih ringan. Dan ia melihat jendela sistem belum mau berhenti.
...----------------...
...[ITEM DIPEROLEH]...
...Goblin Bone Sword...
...Tipe: Weapon...
...Kualitas: Uncommon...
...Pedang yang dibuat dari tulang goblin boss. Lebih tajam dan kuat dibanding senjata biasa....
...Attack +8...
...----------------...
Jay mengambil pedang itu dari tanah. Bilahnya putih pucat seperti tulang besar yang dipoles. Ia mengayunkannya sekali dua kali “Lumayan juga...” Ucapnya belum selesai tapi telah terpotong oleh satu jendela lagi muncul.
...----------------...
...[SKILL BARU DIPEROLEH]...
...Instinct Combat (Common)...
...Skill pasif yang meningkatkan refleks dan insting bertarung pengguna....
...----------------...
Jay menatap tulisan itu beberapa detik. Kemudian tersenyum tipis. “Insting bertarung ya…”
Ia menoleh ke arah minimarket. Orang orang di dalam masih menatapnya dengan wajah tidak percaya. Namun Jay hanya memutar pedangnya pelan dan menghiraukan mereka lalu beranjak untuk pulang.
Langit telah cerah kembali seakan retakan yang tadi tak pernah ada. Para goblin juga berhenti turtun dari sana. Akan tetapi tak bisa di pungiri suasana kota masih kacau balau. Sekarang Jay tahu satu hal. Semakin banyak monster yang ia bunuh maka semakin kuat juga dia jika berhasil mengalahkannya. Jay melangkah menjauh dari minimarket dengan memegang pedang tulang di tangannya berkilat di bawah cahaya biru langit sekarang dan perburuannya baru saja dimulai.